Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Mengunjungi Makam Ibu Atika.


__ADS_3

Pagi ini Rafa sudah merencanakan akan mengunjungi makam ibu mertuanya, mereka akan pergi bersama, dan Rafa sudah memberitahukan pada ayah mertuanya, agar libur kerja selama mereka berada di kota B.


"Sudah siap berangkat?? tanya felix yang melihat menantu dan anaknya turun dan sudah rapi.


" Siap mom, dan Atika sangat senang karena momy dan dady juga ikut.


"Kamu ini bicara apa sih sayang, kami juga kan ingin berkenalan dengan ibu mu, yah walau pun hanya sebatas mengunjungi makamnya, tidak bisa bicara langsung, tapi momy yakin, ibumu pasti mendengar apa yang akan kita katakan nanti di sana.


" Eh, dasar para wanita, sekali bertemu langsung buka cerita, kebiasaan, ucap Aliando menyindir istri dan menantunya, membuat semua terkekeh, tapi tidak dengan pak Danu.


Tatapan Atika tertuju pada ayahnya, yang terlihat lesu dan sedih, membuat Atika bertanya-tanya dalam hati, mengapa ayahnya terlihat tidak bersemangat.


"Ayah, ada apa?? tanya Atika mendekati ayahnya.


" Ayah baik-baik saja sayang, kenapa bertanya begitu??


"Atika tahu bagai mana ayah yang baik-baik saja, dan tidak, dan ayah tidak bisa berbohong soal itu pada Tika.


" Apa ayah punya beban pikiran?? tanya Rafa yang melihat ayah mertuanya tidak bersemangat dan seperti ada beban pikiran.


"Ayah hanya sedih nak Rafa, seandainya ibu Atika tidak secepat itu meninggalkan kami, ibu Atika pasti ikut merasakan kebahagiaan seperti sekarang ini, ucap pak Danu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


" Pak Danu, apa yang bapak pikirkan?? tidak ada gunanya pak mengingat hal yang membuat kita sakit, ucap felix yang paham akan perasaan pak Danu.


"Benar pak Danu, bukankah dengan melihat Atika bahagia, bapak juga bisa merasakan bahwa istri pak Danu ikut bahagia di alam sana?? ucap Aliando.


" Ayah, Tika tahu ayah sangat menyayangi ibu, tapi ibu sudah bahagia dan tenang di sana, dan ayah tidak pernah melupakan ibu, walau ibu sudah tak bersama kita lagi, ucap Atika memeluk pak Danu, tak sanggup melihat kesedihan ayahnya.


"Ayah tahu tidak, dengan cinta dan kasih sayang yang ayah punya untuk ibu, itu sudah membuat ibu seperti nyata dan masih hidup, dan itu hidup bukan di dunia nyata, tapi di hati ayah, ucap Rafa, membuat pak Danu menatap Rafa intens dan merasa terharu, menantunya selalu bijak memotivasinya bila terlihat rapuh.


"Kau benar nak Rafa, ibu mu memang selalu hidup di hati ayah, sampai kapan pun itu.


" Jadi, sekarang ayah jangan sedih lagi, masak mau ketemu pujaan hati sedih, ucap Atika sengaja menggoda ayahnya, membuat mereka semua tertawa karena pak Danu jadi malu, karena perkataan Atika barusan.


"Sayang, jangan begitu pada ayah, kau membuat ayah jadi malu, ucap Rafa pada Atika, karena sudah meledek ayah mertuanya.


"Ke suatu tempat?? tanya Atika bingung.


Rafa yang mendengar pertanyaan Atika, langsung menatap dady nya kesal, karena sudah membuat istrinya penasaran.


" Dady hanya asal bicara tadi, habisnya pak Danu, main dramanya lama, ucap Aliando mengkambing hitamkan pak Danu, karena tak tahan dengan tatapan kesal Rafa.


"Sudah.! kita berangkat saja, kalau masih di bahas, bisa-bisa kita gagal berangkat, ucap felix dan berjalan ke luar Vila, dan mereka semua pun keluar.

__ADS_1


Masuk ke mobil masing-masing, Rafa bersama istrinya, momy dan dady nya bersama pak Danu, dan Aliando yang menyetir sendiri, dan Dewa yang membawa mobil Rafa dan Atika.


Tak lama mereka pun sampai di pemakaman umum, mereka pun turun satu persatu dari mobil, Rafa langsung menggandeng lengan istrinya, ia tidak ingin istrinya terlalu larut dalam kesedihan karena kedatangan mereka mengunjungi makam ibu mertuanya itu.


Mereka semua berdiri di hadapan pusara ibu Atika, di sana tertulis nama yang terukir indah, nama yang sangat indah, "Riwanti Danu Prasetio" .


"Hai istriku, apa kau senang aku datang berkunjung?? dan lihatlah aku datang tidak sendiri, kau pasti senang kan?? maaf kalau aku tidak bisa mengunjungi mu setiap hari, kau tahu putri kesayanganmu sangat merindukanmu, ucap pak Danu yang tak bisa lagi membendung air matanya.


" Ibu, Tika datang Bu, Tika sangat merindukan ibu, Tika datang bersama suami Tika Bu, momy dan dady mertua Tika, ibu tahu tidak Tika mendapatkan ibu yang baik seperti ibu Tika, mereka sangat menyayangi Tika Bu, ibu senang kan mendengar itu, ucap Atika yang juga menangis pilu.


"Ibu, aku Rafa menantu ibu, ibu masih ingat kan?? mohon restu ibu untuk kami, sebentar lagi ibu akan punya cucu, Atika putri ibu sekarang sedang mengandung anak kami, aku berharap ibu selalu memberi restu pada kami, dan maaf Bu, karena kami tidak bisa selalu mengunjungi ibu.


" Hai ibu Riwanti, aku ini besan mu, ibu dari menantu mu, perkenalkan nama ku Felix, dan aku berterima kasih untuk mu, sudah melahirkan putri sebaik dan secantik Atika, dia menantu yang baik, dan sangat rendah hati, aku yakin dulu kamu pasti mendidiknya sangat baik, dan tentunya kamu juga wanita yang berhati mulia, karena putri mu punya hati yang sangat mulia juga, maaf karena kami baru bisa mengunjungi mu, dan seperti kata menantu mu tadi, kita akan punya cucu, kamu pasti senang kan dengan kabar bahagia ini, ucap Felix yang ikut meneteskan air mata haru.


"Saya Aliando Widodo, saya dady dari menantu mu putra Kami Rafa, saya tahu ibu mendengar kami di sini, semoga apa yang kami sampaikan hari ini, ibu turut merestui putri dan menantu mu, walau pun kami baru sekarang bisa mengunjungi ibu, tapi yakinlah kami semua perduli dan menyayangi ibu, terutama pak Danu dan putrimu Atika, ucap Aliando membuat pak Danu tersenyum hangat.


"Kau dengar itu Buk?? mereka sangat baik bukan?? ayah bersyukur, karena Tuhan masih berbaik hati padaku dan putri kita, mempertemukan kami pada keluarga yang sangat baik hati, dan putri kita tidak lagi mengalami penderitaan, karena ayah sudah sembuh, dan Atika tidak lagi di hina orang Buk, putri mu itu sangat kuat dan sabar, semua penderitaannya dulu sudah tergantikan dari pemberian Tuhan, dan suaminya menantu kita sangat menyayangi putri kita, kau pasti bahagiakan Buk mendengar ini, andai saja ibu masih bersama kami, ibu pasti juga akan merasakan bagai mana kebaikan mereka, mereka bahkan tak pernah memandang kami rendah, seperti orang-orang yang lainnya, yang selalu berpikir buruk pada putri kita, bapak yakin ini juga doa dari ibu untuk kami kan, dan bahagia lah di sana, sampai ayah menemui ibu kelak, ucap pak Danu dengan derai air matanya, membuat Atika, dan semuanya ikut menangis haru, ucapan pak Danu, mengiris hati mereka, bahkan tak sanggup mengucapkan kata-kata lagu, karena suasana haru itu begitu menyayat hati, siapa pun yang mendengarnya.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor


__ADS_2