Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Mulai Ada Titik Terang


__ADS_3

Setelah mendapat informasi dari daddy nya, Rafa langsung mengutus anak buahnya untuk mencari tahu informasi lebih, soal keberadaan istrinya, yang terakhir kali terlihat di sebuah terminal bus.


Di terminal tersebut, anak buah Rafa, mendapatkan beberapa hasil rekaman CCTV, yang memperlihatkan keberadaan Atika, dan Atika yang naik ke dalam Bus, serta tujuan Atika kemana.


Anak buah Rafa yang sudah menyampaikan informasi tersebut pada Rafa, sedikit membuat Rafa bingung, dan bertanya-tanya, kenapa istrinya pergi ke sana, dan berpikir apakah, masih ada keluarga Atika yang berada di sana.


Karena penasaran, Rafa pun mencari tahu sendiri, dia pun menghubungi ayah Atika yang berada di kota A.


Sementara ayah Atika, yang melihat layar ponselnya menyala, melihat sebuah panggilan terhubung, dan nama yang tertera di sana sang menantu, dengan cepat ayah Atika langsung mengangkat panggilan itu, tak ingin menantunya menunggu lama.


"Halo, selamat pagi ayah" sapa Rafa, ramah dari seberang.


"Yah, selamat pagi nak Rafa" balas ayah Atika, tak kalah ramahnya dan juga lembut.


"Ayah sehat kan?? Rafa lebih dulu menanyai keadaan ayah mertuanya, sebagai bentuk kepeduliannya.


" Sehat nak, terima kasih sudah memperhatikan ayah" ujar ayah Atika yang merasa hangat di hatinya, karena menantunya selalu perduli dan juga sayang padanya, dan tidak hanya menyayangi putrinya saja.


"Sama-sama ayah" balas Rafa, tak kalah hangat di hatinya, merasakan begitu ayah mertuanya ini,, sangat rendah hati juga baik.


"Bagai mana dengan Atika?? apa dia merepotkan??, pasti kamu mengalami kesulitan kan, karena ayah tahu pasti Atika selalu bertingkah tidak masuk akal" ujar ayah Atika, dari seberang sana, bahkan saat bicara, ayahnya tersenyum sendiri, entah apa yang tengah di pikirkan ayah Atika, hingga tak bisa menahan senyumnya itu.


"Kenapa ayah bilang begitu?? tanya Rafa, sedikit bingung, tak mengerti kenapa ayah mertuanya itu, bicara seperti itu tentang istrinya.


" Karena ayah lebih dulu mengalami dari pada kamu nak, ayah jadi ingat bagaimana dulu ibu Atika saat mengandung, tingkahnya suka aneh-aneh, bahkan sering meminta hal yang tak masuk akal, pasti Atika juga demikian kan?? ujar ayah Atika, yang sedang mengenang masa lalu saat istrinya mengandung Atika dulu.

__ADS_1


Rafa yang di seberang sana pun, tersenyum sendiri, mendengar ungkapan ayah mertuanya itu, karena apa yang di katakan ayah mertuanya itu benar adanya, bahkan kadang Rafa sering merasakan kesal, tapi tak bisa marah, karena memenuhi permintaan Atika yang tak masuk akal.


"Yah begitulah ayah, kalau tidak di turuti bisa rumit urusannya, ayah kan tahu sendiri bagai mana sifat putri ayah itu, kalau ingin sesuatu, nggak ada kata tidak bisa, semua harus terpenuhi" ujar Rafa, sembari tertawa kecil, mengingat dirinya di paksa Atika berendam di dalam baskom besar, layaknya anak balita yang sedang di mandikan ibunya.


"Yah, begitulah ibu hamil, terkadang suka bersikap tak masuk akal" ujar ayah Atika yang ikut tertawa kecil di seberang sana.


"Ayah, ada hal yang ingin Rafa tanyakan, dan mungkin ini sedikit mengejutkan ayah, tapi ayah tahu kan bagai mana sikap putri ayah itu, jadi Rafa harus menanyakan ini pada ayah" ujar Rafa, sedikit enggan, namun ia tidak bisa mundur lagi, karena ini sudah menjadi tanggung jawabnya, untuk menemukan istrinya yang lagi kabur entah kemana.


"Tanyakanlah nak, kalau ayah bisa menjawab tentu akan ayah jawab"


"Apa... selain keluarga ayah, masih adakah keluarga dari mendiang ibu, berada di kota Y?? tanya Rafa hati-hati, mengingat laporan dari anak buahnya, bahwa tujuan Atika ke kota Y.


" Memang ada nak, tapi yang tinggal di sana itu, adalah bibinya almarhum ibu Atika"


"Iya nak, tapi kenapa tiba-tiba nak Rafa menanyakan soal ini?? tanya mertuanya itu.


"Ayah kan sudah tahu bagai mana Atika, kalau ingin sesuatu harus di turuti" ujar Rafa, berdalih agar ayah mertuanya itu tidak curiga, dan terpaksa ia harus berbohong, karena tak ingin ayah mertuanya itu jadi kepikiran, dan Rafa pun jadi merasa bersalah karena telah membohongi ayah mertuanya itu, (maaf ayah) berkata dalam hati, karena sudah berbohong pada orang tua, yang sangat ia hormati itu.


"Apa Atika menginginkan pergi ke sana?? taya ayah Atika yang berpikir Atika akan ke sana.


"Intinya seperti itulah ayah, makanya saya bertanya pada ayah, karena Rafa kan tidak begitu tahu kalau masih ada keluarga kita di sana" ujar Rafa, meyakinkan ayah mertuanya itu agar tidak curiga.


"Apa dengan keadaan Atika yang seperti itu, memungkinkan pergi ke sana?? ayah Atika jadi sedikit khawatir, mengingat putrinya yang sedang hamil, melakukan perjalanan jauh.


" Ayah jangan khawatir, Rafa akan menyiapkan keberangkatan kami senyaman mungkin, dan apa ayah boleh kasih alamat yang pasti, karena Atika tidak begitu ingat, yang dia ingat hanya kota Y, namun alamat pasti yang akan kami tuju, sedikit samar Atika ingat" Rafa berbohong lagi, tapi dia terpaksa melakukan itu, agar bisa menemukan istrinya.

__ADS_1


"Dasar anak itu ya, mau pergi ke sana tapi nggak ingat alamat nya, tapi itu wajar, karena terakhir kali ke sana, Atika masih berusia 12 tahun, wajar dia lupa-lupa ingat" ujar ayah Atika, yang sama sekali tidak curiga.


"Begitulah ayah, putri ayah kan nggak bisa di tolak, lagi pula Rafa takut, semasa kehamilan Atika, ada hal yang tidak kesampaian, dan itu katanya nggak baik, kalau memang bisa memenuhi keinginan ibu hamil, akan mendukung proses kelahirannya kelak" ujar Rafa, yang semakin jauh berbohong, membuat dadanya sedikit sesak, merasa berdosa pada orang tuanya itu.


"Jangan terlalu memanjakan dan menuruti permintaan konyolnya nak Rafa, ayah heran kenapa Atika tidak jauh beda dari ibunya" ujar ayah Atika, yang merasa putrinya sedikit berlebihan menginginkan sesuatu, di masa kehamilannya, namun di satu sisi, ayah Atika tak bisa menyalahkan sikap Atika yang demikian, karena istrinya juga seperti itu dulunya, membuat ayah Atika jadi merasa lucu, mengingat kenangan di masa lalu.


"Tidak ayah, aku hanya ingin membuat Atika nyaman, bukan manjakan nya" ujar Rafa membuat alasan yang masuk akal.


"Baiklah nak, nanti ayah kirim alamatnya, dan sampaikan pesan ayah sama Atika, jangan terlalu banyak mengalah sama Atika, dan itu tidak baik" ujar ayah Atika, menasehati menantunya itu.


"Baik ayah, kalau gitu Rafa tutup dulu yah, ayah sehat-sehat di sana, jangan terlalu lelah" ujar Rafa, yang tetap memperhatikan kesehatan ayah mertuanya itu.


"Tentu, terimakasih nak, sudah perduli pada ayah"


Sambungan telepon pun berakhir, kini Rafa bisa bernafas lega, setelah memutuskan pembicaraan itu, karena selama bicara dengan ayah mertuanya itu, jantungnya berdetak, nafasnya yang sesak, membuat Rafa seperti bicara pada seorang petinggi.


Namun di satu sisi Rafa merasakan bahagia, karena ia mendapatkan informasi, dan titik terang tentang keberadaan istrinya, meski ia harus berbohong kali ini, namun demi tanggung jawabnya, ia rela menanggung dosa, karena sudah berlaku tidak baik dengan ayah mertuanya itu.


Rafa tak lagi menunggu lama, ia pun langsung menghubungi Dewa, untuk mempersiapkan keberangkatannya ke kota Y, dan tak sabar ingin bertemu dengan istrinya, dan membawanya pulang untuk menemui mommy nya, yang sudah jatuh sakit karena memikirkan menantu kesayangannya itu.


Next....


Up lagi ya Sob, selalu nantikan Up berikutnya, dan jangan lupa tetap dukung ya🙏🙏🙏


"

__ADS_1


__ADS_2