Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Malaikat Kecil


__ADS_3

Sesuai penjelasan dokter Yoga, Rafa dan kedua orangtuanya, membawa Atika ke rumah sakit untuk lebih memastikan janin yang ada dalam kandungan Atika, sekaligus mereka menjenguk pak Danu di rumah sakit.


"Sudah siap sayang?? tanya Felix yang melihat Atika berjalan dalam gandengan Rafa.


"Sudah mom, sahut Atika, tersenyum manis ia bahagia semua orang terlihat bahagia dan antusias dengan kabar kehamilannya.


"Kita berangkat sekarang, ucap Aliando dan mereka pun keluar dari mansion, memasuki mobil yang di setir oleh Aliando sendiri.


"Di rumah sakit nanti Momy jangan coba-coba, melirik dokter genit itu.!! ucap Aliando telak, dan tak perduli putra dan menantunya menilainya kekanak-kanakan.


"Huh, yang genit siapa dan yang mesum juga siapa, ucap Felix lirih, geram dengan sikap suaminya yang sudah membuat ia pagi ini lemas tak berdaya, akibat cemburu, Aliando menggempur Felix tanpa ampun.


"Mesumnya kan bukan sama istri orang lain, tapi sama istri Dady sendiri, ucap Aliando tak suka istrinya menyalahkannya.


Atika yang mendengar perdebatan Momy dan Dady nya, tersenyum kikuk, ia tak menyangka Dady mertuanya masih saja cemburuan padahal sudah mau jadi kakek.


Rafa yang melihat istrinya tersenyum malu, ikut terkekeh, dasar Dady nya tidak tahu tempat dan situasi membicarakan hal yang intim dan sangat pribadi.


"Kalau Dady masih bicara nggak jelas lagi, Momy akan mencium dokter Yoga nanti, saat tiba di rumah sakit, ucap Felix telak dan membuat Rafa dan Atika melotot kaget, mendengar ucapan Momy nya.


Ciiiiittt.!!!


Mobil yang di kendarai Aliando pun berhenti mendadak, mendengar istrinya akan mencium dokter Yoga, Aliando bagai tersedak air, sungguh ucapan istrinya membuat ia ingin mengurungkan niat pergi ke rumah sakit, padahal ia sengaja ikut dan libur ke kantor, karena. takut istrinya akan bersenda gurau dengan dokter Yoga.


"Apa Dady mau membuat kita mati hah.!!! bentak Felix karena kepalanya hampir terbentur ke dasbord mobil.


"Dady yang harusnya marah.!! bisa-bisanya ngomong tidak memikirkan perasaan Dady, ucap Aliando tak kalah.


"Sebaiknya Dady dan Momy turun di sini saja, biar Rafa yang membawa mobilnya, aku akan. menyuruh Dewa menjemput kalian disini.!! ucap Rafa yang juga geram melihat tingkah Momy dan Dady nya, hampir saja istrinya terpental ke depan jok kemudi, karena rem mendadak itu.


"Tidak.!!! Felix.


"Tidak..!! Aliando.

__ADS_1


Menjawab kompak, ucapan Rafa, dan saling menatap tajam.


"Sudah, sudah, kita akan pergi bersama, dan Tika harap Momy dan Dady tidak berdebat lagi, ucap Atika menengahi ketegangan konyol yang di buat ke dua mertuanya itu.


Aliando pun menyalakan mesin mobil, dan melaju melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.


Selama perjalanan Felix membuang muka, ingin sekali rasanya ia menonjok wajah suaminya yang sudah membuat ia tak bermuka di depan menantunya.


Mobil yang di kendarai Aliando pun memasuki parkiran rumah sakit, saat mobil sudah terparkir baik, Felix langsung keluar karena masih kesal, ia pun mengulurkan tangannya, menggandeng Atika yang masih lemah, berjalan memasuki rumah sakit itu.


Para petugas rumah sakit yang melihat kedatangan pemiliknya, langsung dengan sigap berjejer rapi memberi hormat dan Dewa sudah siaga di sana, karena sebelumnya sudah mendapat perintah dari bosnya, akan datang ke rumah sakit pagi ini.


"Selamat pagi bos, tuan besar Ny, dan Nona muda, sapa Sewa menunduk hormat.


"Selamat pagi, apa sudah kau atur yang ku katakan.?? tanya Rafa, pada Dewa, agar mempersiapkan ruang khusus untuk memeriksakan janin dalam kandungan istrinya, ia ingin istrinya nyaman dengan pemeriksaan itu, agar lebih rileks.


"Semua sudah beres bos, dan dokter kandungan yang terbaik sudah menunggu anda dan Nona di ruangan yang sudah di sterilkan, ucap Dewa menjelaskan.


"Bagus.! bagai mana keadaan ayah, apa masih ada hal yang serius tanya Rafa lagi.


"Baiklah, kerjamu cukup memuaskan, dan terima kasih, sudah bekerja keras untukku, ucap Rafa membuat Dewa tertegun, tidak biasanya bosnya bicara begitu, dan Dewa tersenyum senang, melihat bosnya yang terlihat bahagia itu.


Rafa dan Momy Dady nya pun membawa Atika ke ruang yang sudah di persiapkan untuk memeriksakan kandungan Atika, Atika merasa deg-degan, tangannya pun dingin, ia takut apa yang di harapkan mereka akan berubah sia-sia, tapi ia optimis dan yakin, bahwa malaikat kecil itu tumbuh di rahimnya saat ini.


"Selamat datang, Tuan, Ny, Tuan muda dan Nona muda, sapa Dokter Sely, dan para perawat yang siap siaga melakukan tugas mereka.


"Hm, Rafa hanya berdehem, membalas sapaan dokter Sely dan para perawat, karena salah seorang perawat itu terlihat cari perhatian dan genit, dari senyumannya dan gestur tubuh yang sengaja meliuk-liukkan, tubuh sexynya, dan Rafa sangat tidak menyukai wanita yang suka menggoda suami orang lain.


"Jangan tegang sayang, semua akan baik-baik saja, ucap Rafa melihat wajah tegang istrinya dan tangannya yang dingin.


Atika pun tersenyum mengangguk, ia memang sedikit tegang, tapi membuat ia semakin mual saat tatapan memuja perawat centil itu, menatap suaminya sangat lekat dan begitu mendamba, dan sengaja menebar senyum agar terlihat menarik di hadapan suaminya.


Saat melihat Atika tatapan perawat itu berubah sinis, ia yakin perawat itu mencari perhatian suaminya, tapi coba saja kalau kau berhasil menggoda suamiku, aku akan memberikanmu piala Oscar terbaik, atau kau akan mendapatkan tendangan maut dariku, batin Atika tersenyum menyeringai menatap perawat keganjenan itu.

__ADS_1


"Silahkan Nona muda, kita akan memulai pemeriksaan, ucap Dokter Sely, ramah dan tersenyum ceria pada Atika.


"Terima kasih dokter, sahut Atika dan naik ke atas ranjang rumah sakit itu.


Dokter Sely pun memulai tugasnya, lebih dulu mengecek tekanan darah, lalu meraba lembut perut rata Atika, dan setelahnya, dokter Sely pun, mengoleskan cairan berbentuk Jel, ke perut rata Atika, dan meletakkan alat deteksi itu dan melakukan USG dan mengarahkan mereka melihat monitor yang memperlihatkan janin yang bertumbuh di perut Atika.


"Ini suara detak jantung janinnya Nona, Tuan, karena masih begitu kecil dan belum berbentuk, detak nya masih terdengar kecil, dan ini masih gumpalan darah, ucap dokter Sely, menjelaskan.


Rafa yang melihat monitor itu pun, meneteskan air mata haru, sungguh ia sangat bahagia, melihat kehidupan kecil di perut istrinya. Atika yang melihat suaminya meneteskan air mata, ikut terharu, kebahagiaan ini sungguh tak terkira, Felix dan Aliando yang juga melihat monitor itu pun tersenyum sumringah, mereka merasakan hidup lebih berwarna, cucu yang mereka dambakan akan tumbuh dan berkembang dalam kandungan menantunya, dan akan lahir melihat dunia yang indah ini.


"Sayang anak kita, ucap Atika menangis haru.


"Ya, itu anak kita sayang, terima kasih sudah memberikan hadiah seindah dan sebesar ini untukku, ucap Rafa mencium Atika dan memeluk hangat istrinya itu.


Perawat centil itu pun, melihat tak suka pada Atika, darahnya mendidih melihat Atika bermanja-manja pada Rafa, terlihat wajahnya menahan amarah, karena tersulut emosi.


"Cih.!! gadis udik dan kampungan, bermanjalah saat ini sepuas mu.!! tapi tidak untuk ke depannya, karena aku akan mengambilnya dari mu, batin perawat itu percaya diri, semakin menatap sinis Atika yang semakin manja dan Rafa begitu perhatian pada Atika.


Coba saja bermain api pada gadis udik itu, karena ia bisa lebih kejam dari ibu tiri.!!! heheee.


Setelah memeriksakan dan mengetahui hasilnya, mereka pun pergi ke ruang VIP tempat pak Danu di rawat.


"Siap bertemu ayah dan memberitahukan kabar baik ini sayang?? tanya Rafa merangkul Atika dan mengelus lembut kepala Atika.


"Sangat siap, aku bahkan sudah tidak sabar menyampaikan kabar bahagia ini pada ayah, dan ayah pasti sangat senang, karena akan menjadi kakek, ucap Atika tersenyum lembut menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu, berjalan memasuki ruang VIP.


Perawat centil itu pun semakin terbakar melihat kemesraan Rafa dan Atika, mengepalkan tangannya, dan merencanakan rencana licik untuk merebut Rafa dari gadis udik dan kampungan itu.


Jangan terlalu berambisi Nona, karena mimpi indah mu, bisa berubah jadi mimpi buruk, sepanjang hidup mu, kau tidak tahu kalau gerak-gerik mu sudah tertangkap "SINGA BETINA" , Bersiaplah untuk menerima cakarannya yang beracun dan mematikan.!!! Hahahaha.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2