
Atika yang menyadari sikapnya sudah salah, berpikir memilih kembali ke kamarnya, ia tahu suaminya butuh teman bicara, dan Atika tidak ingin masalah ini semakin rumit dan menjadi kerenggangan hubungan mereka.
Atika pun berjalan, memasuki kamarnya, saat membuka kamar itu ia tak mendapati suaminya di dalam, Atika mengira suaminya di kamar mandi, dan ia pun memilih menunggu duduk di sisi ranjang.
Hampir lima belas menit Atika menunggu tapi tak ada tanda-tanda, suami akan keluar dari kamar mandi, dan Atika pun berdiri berjalan menuju kamar mandi, membuka perlahan pintu kamar mandi tersebut, ternyata kosong dan sama sekali tidak ada siapa pun di sana.
Atika pun menutup kembali kamar mandi itu, ia pun ke luar dari kamarnya, mencari keberadaan suaminya, dan tujuan Atika adalah ruang kerja suaminya, perlahan ia pun membuka ruang kerja itu, dadanya sesak melihat suaminya tertidur di kursi dengan posisi duduk dan menghadap foto pernikahan mereka, Atika bisa menebak, sebelum tertidur suaminya pasti memandangi foto pernikahan mereka, hingga terlelap.
Atika pun mendekati suaminya, melihat wajah lelah suaminya itu ia pun semakin merasa bersalah, sudah bicara ketus dan bersikap dingin tadi, Atika pun mengelus lembut wajah Rafa, mencoba membangunkan suaminya itu.
"Kenapa tidur disini hm?? ucap Atika lembut, saat Rafa membuka matanya, merasakan sentuhan lembut di wajahnya, Rafa pun menggenggam erat tangan Atika yang mengusap lembut wajahnya, mengecup dalam tangan istrinya itu, hatinya menghangat kembali, merasakan sentuhan dan ucapan lembut istrinya itu.
"Maaf,, ucap Rafa menatap dalam mata Atika.
"Tidak apa-apa, aku yang seharusnya minta maaf, aku sudah egois, tidak menghargai mu sebagai suamiku yang sudah berbuat banyak untukku dan ayah, aku yakin kau melakukan itu karena memikirkan keadaanku, tapi aku malah bersikap buruk padamu, ucap Atika terisak pilu, menyesali sikapnya tadi.
Rafa pun lega, istrinya sangat bijak untuk semua hal, walau sempat tadi Rafa merasakan sakit, tapi kini sudah terobati, karena istrinya sama sepertinya yang tidak tahan dan tak sanggup, berperang dalam diam.
"Jangan menangis lagi sayang, kau tahu aku merahasiakan keadaan ayah, karena tak sanggup melihat air mata ini, ucap Rafa, menghapus air mata istrinya lembut.
Atika pun membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya, yang sudah duduk di pangkuan Rafa di atas kursi kerja Rafa.
"Sudah larut, ayo kembali ke kamar, dan aku nggak mau kamu sakit karena masalah ini, ucap Rafa mengendong Atika menuju kamar mereka.
__ADS_1
Rafa pun membaringkan Atika perlahan, dan ia pun naik ke atas ranjang, memeluk istrinya erat dalam dekapan hangat.
"Tidurlah, besok kita pergi melihat keadaan ayah, ucap Rafa dan di anggukki Atika, lalu memejamkan matanya, karena memang sudah mengantuk dan lelah karena menangis.
Pagi harinya Rafa, bangun lebih awal, ia ingin tahu keadaan ayah mertuanya yang sudah di rumah sakit milik keluarganya, sebelum ke rumah sakit nanti.
Setelah mengirimkan pesan kepada Dewa, Rafa pun membangunkan istrinya agar mandi dan mereka akan pergi ke rumah sakit melihat keadaan ayah mertuanya itu.
"Sudah jam berapa ini?? tanya Atika yang menguap dan terlihat masih mengantuk.
"Jam delapan sayang, ayo mandi, bukankah kau ingin melihat keadaan ayah, ucap Rafa.
Atika pun menganggap, beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi, ia ingin cepat-cepat bersiap, dan tak sabar ingin melihat keadaan ayahnya.
Bruukk
Rafa yang mendengar suara jatuh dari kamar mandi, terllonjak kaget, ia pun berlari ke kamar mandi dan matanya terbelalak lebar melihat istrinya tergeletak di lantai kamar mandi dan tak sadarkah diri.
"Atikaaa.!!
Teriakan Rafa pun menggema di dalam kamar mandi itu, mengangkat Atika dan membawa Atika ke atas ranjang.
"Mommmm.!! teriak Rafa keras, akibat panik dan khawatir.
__ADS_1
Felix yang baru keluar dari kamarnya pun, terkejut mendengar teriakan Rafa dari kamarnya, dan Aliando pun yang juga baru keluar menatap heran, dan saling tatap pada Felix berpikir apa yang terjadi kenapa putra mereka teriak sangat kencang.
Felix dan Aliando pun membuka kasar pintu kamar Rafa dan Atika, melihat Atika terbaring di ranjang dan wajahnya sangat pucat.
"Apa yang terjadi?? tanya Felix menatap Rafa yang panik dan hawatir.
"Rafa juga nggak tahu mom, tadi Rafa menyuruh Atika mandi, dan masih sekitar lima menit di dalam Rafa mendengar suara jatuh, dan melihat Atika sudah tergeletak di lantai, dan tak sadarkan diri, ucap Rafa menjelaskan.
"Dad, hubungi dokter.!! ucap Felix yang ikut panik, melihat wajah menantunya semakin pucat dan seluruh tubuhnya dingin.
Aliando pun langsung menghubungi dokter, dan karena panik Aliando pun bicara ketus pada dokter itu.
"Sepuluh menit lagi kau tak sampai, maka bersiaplah kepalamu akan ku lubangi dengan timah panas milikku.!!
Dokter Yoga yang mendengar ancaman Aliando pun, melemparkan ponselnya geram, sungguh ia tak habis pikir dengan keluarga Widodo itu, tidak wanita, tidak laki-laki, semua hanya menindasnya, dan dokter Yoga bahkan ingin sekali berontak dengan sikap mereka, tapi apalah daya, dokter Yoga tidak punya nyali melawan, karena masih sayang dengan nyawa dan profesinya sebagai dokter.
Heheee, selamat menikmati drama di keluarga Widodo dokter Yoga, semoga hari mu menyenangkan, salam Arthor.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor
__ADS_1