Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Si Gadis Gubuk.


__ADS_3

Semenjak Atika mengetahui cerita masa lalu Momy mertuanya, Atika semakin menyayangi Felix dan sebaliknya.


Hampir banyak kesamaan yang dialami mereka di masa lalu, hanya saja Atika lebih beruntung karena Rafa dari awal bisa menerima dan mencintai Atika apa adanya dan penuh ketulusan.


Lain halnya dengan Felix yang di awal sangat di benci Aliando dan pernah menyiksa dan berbuat kasar, dan hinaan yang sangat menyakiti hati Felix.


Namun penderitaan dan ketegaran Felix, punya jawaban tersendiri dan nikmat yang ia kecap sampai saat ini.


Di dalam pesawat Atika tak bisa memejamkan matanya barang semenit, perasaannya sangat senang karena tak sabar untuk segera tiba di kota B, bertemu ayahnya, mengunjungi makam ibunya, dan bertemu Bibi Lana yang sudah di anggap Atika seperti ibunya sendiri, dan yang paling ingin ia kunjungi adalah "Gubuk Tua" yang banyak menyimpan kenangan dalam hidup Atika.


Pesawat yang di tumpangi mereka pun mendarat, kedatangan mereka banyak mengundang perhatian banyak orang, karena para anak buah Rafa sudah menunggu siaga menanti kedatangan Tuan dan Ny besar, dan Tuan dan Nona muda keluarga besar Widodo.


Mobil yang berjejer rapi, dan para anak buah yang berjejer rapi memberi hormat, menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Tuan, Ny, Tuan muda dan Nona muda, ucap mereka serempak seraya menundukkan kepalanya.


Saat mereka berjalan, menuju mobil yang sudah berjejer rapi, langkah mereka terhenti saat seseorang berteriak kuat karena merasa tak percaya, dengan yang di lihatnya.


"Hei lihatlah, bukankah itu si Gadis Gubuk??


Rafa yang tahu benar kata-kata itu julukan pada istrinya saat orang-orang memandang istrinya sebelah mata, ia menoleh bahkan seluruh anak buahnya juga menoleh ke arah seseorang yang meneriaki Atika si Gadis Gubuk.


Melihat tatapan mata tajam Rafa, dan seluruh anak buahnya yang berwajah sangar itu, membuat seseorang itu bergetar, apa lagi saat langkah Felix yang berputar badan, berjalan menuju ke arah seseorang itu, membuat suasana semakin mencekam.

__ADS_1


"Apa kau mengenal menantuku?? tanya Felix saat sudah berdiri di hadapan wanita yang berteriak tadi.


"I i iya Ny, sahutnya terbata dan melangkah mundur selangkah ke belakang.


"Apakah itu nama menantuku??tanya Felix lagi membuat wanita itu menunduk takut, dan beberapa temannya pun ikut menunduk karena mereka juga biasa mengatakan itu pada Atika, dan mereka adalah para gadis komplek yang suka menghina dan mengejek Atika, bahkan sering mempermalukan Atika di depan orang banyak.


"Kenapa diam?? kalau kau kenal dengan menantuku, tentu kau juga tahu siapa nama menantuku bukan?? ucap Felix melotot tajam pada wanita itu.


"Mom sudahlah, tak perlu meladeni mereka, ucap Atika berjalan mendekati Momy nya.


"Apa kau mengenal mereka sayang?? tanya Felix dan masih melotot tajam ke arah wanita itu.


"Hm, biarkan saja mom, ayo kita pergi, ucap Atika yang tak ingin berurusan dengan para gadis komplek itu.


"Tidak bisa.!! mereka harus menjelaskan pada Momy, kenapa mereka menyebutmu Gadis Gubuk.


"Berarti mereka pernah memperlakukanmu tidak baik, ucap Felix semakin geram.


"Sudahlah mom,_


"Tidak.!! mereka harus tahu dengan siapa mereka berhadapan saat ini, dan sepertinya mulut mereka perlu di beri pelajaran, hardik Aliando yang berjalan menuju mereka, memotong ucapan menantunya yang terlalu mudah memaafkan orang-orang yang sudah menindas nya.


"Tapi dad,_

__ADS_1


"Biarkan saja sayang, mereka harus tahu siapa kamu sekarang, mereka harus tahu kau adalah Ny Rafa Aliando, ucap Rafa menarik istrinya berdiri di sampingnya, agar para gadis komplek itu tahu siapa istrinya saat ini.


"Kalian dengarkan ini, Atika adalah menantu kami, istri Rafa Aliando putraku, kali ini aku mengampuni kalian semua, aku tahu bagai mana perbuatan kalian dulu pada menantuku, jadi lain kali aku tidak akan segan-segan memotong lidah kalian kalau sampai kalian sampai berani menghina menantuku, dan aku juga bisa membuat kalian menjadi gelandangan di jalanan, Camkan itu.!! ucap Aliando menarik istrinya pergi meninggalkan para gadis komplek yang menatap mereka tak percaya, Atika yang sangat mereka benci dan begitu kumuh dulunya, sekarang bak Cinderella dan begitu istimewa di keluarga Widodo.


"Lain kali, jangan terlalu baik hati pada orang-orang seperti itu, ucap Aliando saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


"Kau dengar itu sayang, bukan hanya aku yang tidak terima kau di perlakukan demikian, Momy dan Dady juga, jadi tunjukkan kau tidak lemah dan buat mereka menyesali ucapannya itu, tunjukkan pada mereka bahwa kau bukan hanya si gadis gubuk, seperti yang mereka bilang, tapi kau adalah Atika yang bisa berdiri di kaki mu sendiri, ucap Rafa tegas, tak ingin istrinya terus menerus jadi guncingan orang-orang yang tidak punya moral sama sekali.


Atika hanya mengangguk, tanda ia paham, selama ini ia memang terlalu mengalah pada para gadis kompleks itu, tapi Atika tak ingin berurusan lagi dengan mereka, dan pelajaran tadi sudah membuktikan bahwa ia tidak lagi sendiri seperti sedia kala, kini banyak orang yang mengelilinginya, penuh dengan kasih sayang dan perhatian, juga dukungan.


"Apa pak Danu tahu perihal kedatangan kita?? tanya Felix teringat akan besannya itu.


"Tidak mom, Rafa sengaja tak memberi tahu, karena ini adalah kejutan, dan kita tidak langsung ke Vila, tapi ke pabrik bertemu dengan ayah di sana, ucap Rafa ingin memberi kejutan, dan ia ingin semua orang di pabrik mengetahui siapa pak Danu baginya, agar kejadian yang pernah terjadi tidak akan terulang lagi.


"Apa orang pabrik juga tahu kita akan datang hari ini?? tanya Aliando yang serius menyetir.


"Tidak dad, aku sengaja tidak memberikan informasi, agar bisa melihat bagai mana keseriusan orang-orang pabrik bekerja, tanpa pantauan langsung dari kita, ucap Rafa dan Dady nya mengangguk paham, ia setuju dengan ide putranya itu, dan ia juga akan menegaskan nanti siapa pak Danu, agar orang-orang pabrik menghormati dan menghargai besannya itu, meski pak Danu tidak pernah mau mengandalkan mereka, tapi setidaknya orang-orang pabrik tidak memandang pak Danu sebelah mata.


Perasaan Atika menghangat, mendengar suaminya membuat kejutan pada ayahnya, perihal kedatangan mereka, ia sudah tidak sabar ingin memeluk ayahnya, karena begitu merindukannya.


Rafa menoleh ke arah istri, melihat wajah berbinar istrinya itu, ia tahu istrinya sangat senang, terlihat wajah ceria yang begitu bersemangat dan sangat antusias, membuat Rafa tersenyum hangat, "teruslah tersenyum dan bahagia, karena kau pantas mendapatkan kebahagian itu", batin Rafa, mengelus lembut kepala Atika, baginya membahagiakan istrinya adalah perioritas utama dan tentunya baby yang ada dalam kandungan Atika.


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2