
Saat ando sudah tiba dirumah, dengan tergesa gesa ia masuk dan tak mendapati siapa pun di ruang keluarga untuk ia tanyai.
Dengan langkah sedikit berlari ando menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Dengan persaan hati hati ando membuka pintu kamarnya dan mengedarkan pandangannya pada setiap sudut kamarnya,, namun ia tak mendapati felix dan ia masih berharap ada kemungkinan istrinya ada di dalam kamar mandi, namun harapannya musnah saat ando membuka kamar mandi dan tak mendapati felix di dalam.
Kemana dia..??
Apa dia tak pulang kerumah.??
Akhhh bodoh..!! aku tak bisa menahan rasa cemburuku, hingga membuatnya marah dan pergi tak tahu kemana,, bicara sendiri frustasi.
Ando pun keluar dari kamarnya,, rasa bersalah dan takut bersatu dalam pikirannya, ia pun mencari siapa saja yang bisa ia tanya pada penghuni rumah tebtang keberadaan istrinya.
Saat sudah di bawah ando mendapati bibi di dapur yang sedang memasak.
Bik..!!
bibi yang di panggil pun menoleh dan melihat tuan mudanya tampak gelisah.
Iya tuan muda..! Apa tuan membutuhkan sesuatu..?? tanya bibi hormat
Tidak bik.!
Saya hanya mau bertanya,,! Apa bibi tidak melihat felix istriku..??
Loh,,, bukannya tadi perginya sama tuan muda..?? bibi malah balik bertanya dan tak menjawab pertanyaan ando.
Iya bik..! kami tadi pergi bersama,, tapi karena ada kesalahpahaman felix pergi begitu saja dan meninngalkan saya di mall tadi,, dan saya kira dia udah sampai di rumah,, jawab ando frustasi.
Sepertinya memang non felix belum kembali tuan,,!! sahut bibi lagi.
Baiklah bik,, saya pergi dulu siapa tahu ia pergi kerumahnya.
Iya tuan muda,, mudah mudahan non felix cepat ketemu,, sahut bibi menunduk hormat.
Ando yang sudah berada di dalam mobilnya pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah felix,, ia berharap ia menemukan istrinya disana,, dan ia akan minta maaf karena sudah menyakiti hati istrinya.
__ADS_1
Ando yang sudah tiba pun langsung turun tergesa gesa,, dan tak sabar ingin mengetahui keberadaan istrinya.
Ando mendekati pintu rumah itu dan memegang gagang pintu dan ternya pintu tak terkunci dan ando pun masuk, mencari sosok yang ia cari.
Ando berjalan menyusuri rumah kecil felix dan mendapati istrinya di dalam kamar dan duduk dengan tangis pilu.
Sayangg,,,,, ando tak sabar menerobos masuk saat melihat istrinya menangis dengan sesuatu yang di pegangnya, yang ternyata foto kedua orang tuanya.
Maaff,,, aku tak bemasud menyinggung perasaanmu,, mendekati istrinya dan memeluk felix hangat.
Aku hanya cemburu,,, tidak ada maksud lain, yang bertujuan membuatmu sakit hati,, ucap ando dengan lembut agar istrinya tidak salah paham dengan ucapannya saat di mall tadi.
Felix pun semakin menangis sesegukkan,, ia tak menyangka ando bisa mengatakan hal tersebut padanya,, padahal jelas jelas felix sudah mengatakan menolak ramon dan tak membetinya harapan,, tapi siapa sangka kecemburuan membuat ando lupa dengan perasaan istrinya,, yang mengakibatkan istrinya meninggalkannya di mall sendiri.
Sudah,,! Jangan menangis lagi,, maaf kalau aku tadi keterlaluan bicara sama kamu, dan membuat kamu sakit hati,, aku tak akan mengulanginya lagi,, ucap ando menyakinkan istrinya agar menerima maafnya.
Kamu maukan memaafkanku sayang.??
Felix pun mengangkat kepalanya merenggangkan pelukannya, menatap suaminya dengan mata sembab dan sedikit bengkak.
Felix pun mengangguk menyatakan ia memaafkan suaminya, ando yang mendapat maaf pun tersenyum bahagia dan memeluk felix lagi.
Apa masih mau kembali ke mall.??
Tadi kamu bilang mau beli sesuatu,,! ucao ando yang sudah duduk di samping sang istri.
Tidak,, aku mau pulang saja,,!
Lagian kalau kembali kesana aku malu dengan mata bengkak begini,, mengerucutkan bibirnya merengut.
Ando yang melihat sikap istrinya pun tertawa gemas karena sikap lucu sang istri.
Kan kamu juga mengejekku,,! sembari mengerucutkan bibirnya karena kesal melihat suaminya yang malah tertawa.
Kamu kalau lagi ngambek lucu,, itu bibir kok bisa jadi panjang gitu sih kalau merajuk hem..? menoel hidung felix yang memerah karena menagis tadi.
Akh sudah..!
__ADS_1
Ayo pulang,,, aku lelah.!
Kamu bisanya hanya mengejek,, istru marah bukannya di bujuk malak di tertawain,, lagian kan mataku bengkak itu karena kamu juga kok,, sahut felix yang kesal dan berjalan mendahuli ando keluar dari rumahnya.
Saat mereka dallam perjalanan pulang ando berhenti di salah satu toko pinggir jalan,, dan felix melihat heran kenapa ando berhenti disana.
Kamu mau beli sesuatu.?? tanya felix sedikit bingung
Iya,, tunggu sebentar,, aku tidak lama kok, ucap ando keluar dari mobil menuju toko tersebut.
Felix yang tak tahu apa yang mau di beli suaminya hanya meperhatikan dari mobil dan tak ingin banyak tanya.
Saat felix menguap karena ia sedikit ngantuk dan lelah karena menangis, ando pun keluar dengan paper bag di tangannya.
Felix melihat apa yang di bawa suaminya,, saat tiba di mobil felix yang pebasaran pun menanyakan apa yang di beli ando barusan.
Kamu beli apa,?? menatap paper bag yang ada di tangan suaminya.
Ando yang di tanya pun, melihat istrinya dan menampilkan senyum pada felix.
Aku membelikan Fero HP,, katanya Hpnya rusak karena terjatuh dari tasnya, ucap ando santai sambil menyetir santai membelah jalanan ibukota.
Kenapa aku ngak tahu kalau Hp fero rusak,,! dan dia tidak cerita denganku,, sahut felix sedikit kesal pada adiknya.
Ando yang mengerti dari nada bicara felix yang kesal pun, menenangkan istrinya,, ia tak ingin istrinya akan memarahi fero saat tiba di rumah.
Dia juga tidak beritahu denganku,, aku tahu saat aku menelponnya dan tidak bisa di hubungi,, saat aku tanya kenapa tak bisa di hubungi,, fero cerita perihal Hpnya yang jatuh,, dan juga dia ngak minta kok untuk aku beliin Hp,, aku yang tak tega karena dia juga mengerjakan tugas kuliahnya dengan menggunakan Hp, yah aku pikir ngak masalah kan menggantinya,, lagian dia kan adikku, apa salah..?? tanya ando dengan suara lembut agar istrinya tidak tersinggung lagi.
Maaf,,,,! Aku kira fero memintanya padamu dan tak cerita masalah yang sebenarnya,, kenapa dia tidak memberitahu soal itu padaku, ucap felix
Masalah dia tak cerita,, mungkin dia tak ingin kamu memikirkan hal yang bisa ia atasi, dan aku rasa fero sudah cukup dewasa dengan memulai mandiri,, dan aku bangga dengan itu,, sahut ando menatap istrinya sekilas dan fokus kembali menyetir.
Iya benar,,, dia memang sudah dewasa dan aku tak menyangka, dia bisa menikmati masa depan sesuai harapan dan cira citanya,, aku sangat bersyukur,, setidaknya mereka bisa merasakan apa yang tidak bisa aku rasakan ucap felix dengan mata yang sudah berkaca kaca mau menangis, karena mengingat kerasnya hidup selama mereka jalani, dan mengecap manis dari kesabaran dan ketegaran mereka.
Jangan bersedih lagi,, aku sangat bangga padamu,, meski kamu mengorbankan masa depanmu demi mereka,, tapi aku sangat bahagia punya istri yang sangat bertanggung jawab sepertimu,, ucap ando mengelus tangan istrinya,, memberikan ketenangan hangat bahwa ia sangat bangga pada istrinya.
Hai hai gaess,,, Up lagi ya
__ADS_1
Semoga kalian bahagia