Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Penculikan Atika.


__ADS_3

Hari menjelang sore, Rafa yang uring-uringan di kantor sangat bosan, ingin sekali rasanya ia pulang dan bertemu istrinya, mengingat istrinya mendiaminya semalam dan sama sekali tidak ingin melihatnya, dan yang paling membuatnya kesal Momy nya mendukung istrinya yang sedang marah, ingin sekali Rafa membawa istrinya tinggal jauh dari Momy nya agar tidak terlepas dari Momy nya yang selalu mendukung istrinya itu.


"Dewa.!!


"Siap bos.!


"Aku ada pekerjaan untukmu.!


"Siap bos.!!


"Jangan siap, siap katamu, tapi kau tidak bisa melakukannya.!!


"Siap bos, anda katakan saja, ucap Dewa percaya diri.


"Culik istriku dari mansion, dan bawa ke hotel pribadiku.!!


Dewa menelan ludahnya kasar, tak habis pikir dengan ucapan bosnya yang baru saja di dengarnya, dan tentu saja pekerjaan yang di katakan bosnya itu bukan pekerjaan tapi kejahatan, apa bosnya sudah tidak waras?? pikir Dewa pusing dengan perintah konyolnya itu.


"Jangan bilang kau tidak bisa melakukannya.!!


"Bukan begitu bos, tapi itu sangat tidak mengkin, sahut Dewa hati-hati.


"Tidak mungkin?? aku tidak mau tahu lakukan itu untukku, dan aku tidak menerima penolakan.!! ucap Rafa tegas.


"Maaf bos saya tidak bisa melakukannya, sahut Dewa dengan kepala tertunduk, dia masih sayang dengan nyawanya.


"Apa yang kau takutkan?? istriku akan baik-baik saja, dan lagi pula aku yang menyuruh mu, kenapa kau jadi takut begitu??


"Anda memang yang menyuruh saya, tapi akibatnya sangat besar bos, anda tahu sendiri tuan dan Ny besar, kalau mereka tahu saya melakukan itu, saya jamin besok saya hanya tinggal nama saja, ucap Dewa bergidik bagai mana sadisnya tuan dan Ny besarnya itu, ibu tolonglah anak mu ini, batin dewa menjerit pilu.


"Kalau soal Momy dan Dady itu akan jadi tanggung jawab ku, kau tak perlu takut, dan lakukan secepatnya, aku tidak ingin mendengar ocehan cengeng mu itu, ucap Rafa yang tak memperdulikan Dewa yang ketakutan.


"Tapi bos,_


"Lakukan.!! dan buat Serapi mungkin, aku menunggu di hotel pribadiku, dan ingat bawa istriku, dan jangan ada yang lecet, karena kau akan membayar mahal untuk itu.!! ucap Rafa berlalu pergi meninggalkan Dewa yang geram karena ucapannya terputus dan perintah konyol yang di dengarnya dari bos gila nya itu.


Dewa pun menghubungi para anak buahnya melakukan misi konyol yang membuat ia mengatakan nyawa ke kandang singa ganas, ingin rasanya Dewa menenggelamkan dirinya di laut lepas, memikirkan keinginan bosnya itu, Dewa mengepalkan tangannya, bagai mana pun tuan besarnya tidak akan tinggal diam bila mengetahui menantu kesayangannya di culik, dan penculiknya adalah dirinya sendiri atas dasar perintah bos gilanya itu.


"Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini Dewa, karena setelah ini kau akan di kirim ke alam yang lebih indah dari dunia ini, tapi bisa tidak aku memohon kalau dikirim ke alam indah itu, setidaknya mereka menempatkan banyak wanita mendampingiku, ucap Dewa pada dirinya sendiri, dan merasa dia sudah tidak waras, dan memang dia hampir gila karena bekerja dengan bos yang gila juga.


Dewa pun keluar dari ruangan bosnya itu, menemui para anak buahnya yang akan melakukan penculikan Nona mudanya.

__ADS_1


Dewa pun tiba di depan mansion keluarga Widodo itu, melihat Mension itu dari luar, sungguh ia ingin sekali membatalkan rencana konyol ini, tapi melihat panggilan masuk berkali-kali di ponselnya, tapi Dewa sama sekali tidak menjawab panggilan itu, karena Dewa tahu bosnya itu, akan menanyakan hal penculikan konyol ini.


Dewa pun memberi instruksi pada anak buahnya, setelah di rasa cukup menyampaikan strategi penculikan itu, mereka pun mulai bergerak masuk, sebelumnya Dewa sudah meretas dan merusak sistem Cctv di mansion, namun Dewa yakin usahanya menghilangkan jejak itu, tetap akan bisa di lacak tuan besarnya Aliando, dan ia sudah tidak perduli lagi, pasrah apa yang akan terjadi besok padanya, dan misi penculikan ini berjalan lancar sesuai keinginan bosnya yang sudah tidak waras itu.


Dewa pun masuk ke dalam mansion, pura-pura menyampaikan berkas pada tuan besarnya Aliando, dan sengaja mengajak bicara di ruang kerja tuan besarnya itu, agar misi berjalan sesuai strategi yang sudah di persiapkan dengan matang.


"Selamat sore tuan, sapa Dewa saat masuk melihat tuan besarnya itu, sedang ngobrol asik dengan pak Danu.


"Ah iya, duduklah Dewa, sahut Aliando mempersilahkan Dewa duduk bergabung dengan mereka.


"Maaf, tuan tapi saya perlu bicara sebentar pada anda, dan ada berkas yang perlu anda tanda tangani, ucap Dewa yang memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


"Kalau begitu kita ke ruang kerjaku saja, pak Danu, saya tinggal sebentar, ucap Aliando pamit, dan di anggukki, pak Danu.


Dewa pun mengikuti langkah tuan besarnya itu, menuju ruang kerjanya, dan Dewa akan mengulur waktu sampai para anak buahnya berhasil menculik dan membawa Nona mudanya.


Sementara, para anak buah Dewa, menyusup masuk ke dalam mansion, mencari keberadaan Nona muda sebagai target penculikan mereka, saat seorang dari mereka melihat Atika yang duduk di balkon kamarnya, para anak buah itu pun langsung memberi kode, bahwa target sedang sendiri, dan secepat mungkin melakukan misi konyol itu.


Seorang dari langsung membekap mulut Atika, membungkus Atika dengan selimut yang cukup tebal, sesuai perintah dewa, Nona mudanya tidak boleh lecet, dan jangan sampai bersentuhan dengan kulit Nona mudanya, kalau tidak kepala mereka akan melayang ke kutub Utara, karena takut, mereka pun melakukan hal konyol membungkus Atika dengan selimut tebal agar tidak bersentuhan dengan kulit Nona mudanya itu.


Atika yang di bekap tiba-tiba, dan terbungkus hangat dengan selimut, mengira suaminya melakukan itu, sengaja mengerjainya, karena telah mendiami suaminya dari kemarin malam dan hingga hari ini, Atika sengaja tak bersuara dan menjerit, ia ingin suaminya tahu bahwa ia belum luluh dan memaafkan suaminya, agar suaminya semakin kewalahan dengan kediamannya itu, pikir Atika.


Para anak buah Dewa pun berhasil membawa Nona mudanya itu, setelah berada di luar mansion, mereka pun mengirim pesan pada Dewa, bahwa misi berjalan lancar, dan mereka sudah menunggu di perempatan jalan, menunggu Dewa, yang akan membawa Nona mudanya itu ke hotel pribadi Rafa.


"Baiklah tuan, saya rasa sudah cukup, dan proyek kerja sama itu akan kita tinjau lebih dulu, sebelum kita menyetujui kerja sama tersebut, karena menurut bos Rafa, tidak jangan mudah percaya karena bisa saja mereka tidak serius, dan hanya mencari keuntungan dari perusahaan kita, ucap Dewa menyudahi pembicaraan mereka.


"Baiklah, aku yakin kau paham dengan yang di maksud putraku, dan proyek ini, ku serahkan padamu, dan selidiki lagi, ucap Aliando dan di anggukki Dewa, mereka pun keluar dari ruang kerja itu, dan Dewa langsung pamit pergi meninggalkan mansion.


Melihat dua mobil yang di kenalnya Dewa pun turun, dan masuk ke dalam mobil tempat Nona mudanya berada.


Dewa sempat kaget', jantungnya berdebar kuat, melihat Nona mudanya itu, menutup mata dan di balut selimut tebal, mengira Nona mudanya itu, pingsan dan itu bisa membuat mereka mati ditangan bos gila bila terjadi sesuatu pada Nona mudanya itu.


"Apa yang kalian lakukan pada Nona.!! tanya Dewa dengan wajah suramnya.


"Kami tidak melakukan apa pun, kami sengaja membungkus Nona dengan selimut, agar tidak menyentuh kulit Nona, dan Nona baik-baik saja, sepertinya, selimut tebal itu begitu nyaman, hingga membuat Nona tertidur pulas, jawab salah seorang anak buahnya itu.


Dewa pun menghela nafas lega, dan ia bersyukur Nona mudanya ternyata aman dan baik-baik saja.


"Jalan !! ucap Dewa tak ingin berlama-lama di sana, apa lagi saat tuan dan Ny besarnya menyadari menantu kesayangan mereka hilang, dan tuan besarnya mengejar mereka, itu akan sangat mengerikan batin Dewa bergidik ngeri.


Sementara di mansion, Felix menjerit heboh, karena tak melihat Atika menantunya.

__ADS_1


"Dadyyyy.!!! Atika hilang.!!


Aliando dan pak Danu pun terkejut mendengar teriakkan istrinya itu, dengan langkah cepat mereka mendapati Felix yang sudah begitu panik dan heboh.


"Ada apa mom??


"Tika hilang, dia tidak ada di kamarnya, dan Momy sudah mencarinya dan menyuruh para Art dan pengawal mencari di setiap sudut mansion, tapi Atika tidak ditemukan juga, ucap Felix yang sudah menangis.


Aliando pun langsung menuju ruang Cctv, dan di ikuti pak Danu yang juga hawatir dan panik.


Saat Aliando mencek dan melihat Cctv itu, ia pun menggeram marah, karena Cctv itu sudah di retas dan sistemnya sengaja di rusak, tapi Aliando langsung bersikap tenang, karena ia sudah tahu siapa dalang yang merusak sistem Cctv itu, di lihat dari kerapian dan tidak menghapus rekaman sebelumnya Aliando yakin orang yang melakukannya bukan musuh tapi orang yang tahu betul program kerja dan sistem Cctv itu, dan orang itu hanya Dewa yang tahu.


Aliando pun tersenyum menyeringai, sudah berani mengelabui ku dan menculik menantuku, aku tidak akan mengampuni mu, pikir Aliando yang geram.


Pak Danu yang melihat besan nya malah tersenyum, bingung, bukannya hawatir besan nya malah bersikap tenang dan santai, dan Felix pun masuk ke ruang Cctv itu dengan air mata yang mengalir deras.


"Bagai mana dad?? tanya Felix yang masih menangis dengan air mata sia-sianya itu.


"Huh, berhentilah menangis mom, menantu kita baik-baik saja, ucap Aliando membuat Felix dan pak Danu menatap heran.


"Maksud Dady??


"Dewa sudah mengelabui Dady tadi, dan Dady yakin ini ulah mereka, ucap aliran membuat Felix dan pak Danu semakin tak paham.


"Maksud Dady, Dady tahu siapa yang menculik Atika??


"Iya, siapa lagi kalau bukan putra mu yang konyol itu, dan sepertinya Dewa terpaksa melakukan itu, dan dia pasti di ancam putra mu yang sudah tidak waras itu, ucap Aliando geram.


Felix dan pak Danu pun tersenyum kikuk, Felix pun membersihkan air mata sia-sianya itu, sungguh ia ingin sekali menghajar dewa dan Rafa, hampir saja ia tadi mati mendadak karena menantunya hilang dan di culik, apa lagi menantunya sedang hamil muda.


"Dasar anak nakal, lihat saja Momy akan membuat perhitungan pada Dewa dan Rafa, beraninya mereka melakukan itu di rumahku, jangan harap bisa lepas.!! ucap Felix yang sangat geram.


"Sudahlah mom, putramu melakukan itu juga karena Momy.!! ucap Aliando yang kesal pada istrinya itu.


"Eh, kok jadi Momy yang Dady salahkan.?? memangnya Momy melakukan apa, hingga Dady berkata begitu, ucap Felix melotot tajam, membuat Aliando menelan ludahnya kasar.


"Huh, masih tidak sadar, apa Momy lupa, Momy selalu membuat Rafa kesal karena Momy selalu menghalangi Rafa berduaan dengan menantu kita, dan hasilnya Rafa melakukan hal gila agar bisa terbebas dari Momy yang selalu merebut menantu kita, siapa juga yang tahan istrinya selalu di kuasai orang lain, ucap Aliando, membuat Felix tidak terima di salahkan.


"Enak saja mengatakan Momy yang salah, dasar putramu yang mesum sama seperti Dady, ucap Felix sarkas dan pergi begitu saja, dan membuat Aliando malu melihat pak Danu tersenyum kikuk, karena ucapan besannya, Aliando pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal, tersenyum malu pada pak Danu dan pergi meninggalkan pak Danu yang tepok jidat, melihat tingkah besannya yang kocak dan konyol, tapi pak Danu lega karena putrinya baik-baik saja, dan sedang bersama menantunya, pak Danu pun menggeleng lucu, menantunya menculik istrinya sendiri, benar-benar konyol pikir pak Danu, terkekeh geli.


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2