
Pagi hari yang disuguhkan dengan keharmonisan dalam keluarga Widodo tercipta saat ini di meja makan.
Penghuni rumah yang sedang melakukan sarapan pagi ditemani canda gurau yang menambah kebahagian tersendiri dalam keluarga Widodo.
Felix,, Ando..!! panggil maminya menatap kedua anaknya itu secara bersamaan.
Ando dan felix yang di panggil pun menatap maminya dengan wajah menantikan hal apa yang mau maminya sampaikan.
ada apa mih,,? tanya ando santai
Apa kalian tidak berencana bulan madu.?? tanya mami
Felix yang mendengar maminya bicara tentang bulan madu langsung mendongak dan menatap ando seolah berharap mereka tak perlu bulan madu.
Ando yang melihat tatapan felix yang menantikan jawaban darinya,,dan seolah felix tidak begitu tertarik akan saran maminya agar mereka bulan madu.
Kenapa hem.??
Apa kamu tak ingin kita bulan madu seperti yang mami sarankan.?? tanya ando pada felix.
Bukan tak ingin,,! Hanya menurutku itu tidak terlalu perlu,, dan aku bahagia tanpa bulan madu ada atau pun tidak, jawab felix yang mencari jawaban tepat agar mereka tak pergi bulan madu,, karena bila itu terjadi felix akan semakin ketahuan dengan kebohongannya masalah penyakinya, karena saat bulan madu felix berpikir,, dia tidak akan terlepas dari jangkauan suaminya, dan tidak akan bisa mengkonsumsi obatnya karena akan sangat sulit untuk bisa melakukannya, kalau tidak teratur dan telat meminum bisa bisa penyakitnya kambuh di hadapan ando dan akan menjadi masalah besar pikirnya.
Loh kenapa..? tanya mami heran karena felix sama sekali tak minat untuk bulan madu
Jangan hawatir mami dan papi akan menjaga feronsia dan faronaya dengan baik.! Pergilah nak, sahut papinya menanggapi pembicaran mereka.
Bukan felix tak ingin mih,pih, Hanya saja felix tak begitu suka dengan suasana yang asing bagi felix, ucap felix berbohong agar kedua mertua dan suaminya tidak curiga.
Sudahlah mih,, Lagian ando juga tidak begitu minat dengan yang begituan, intinya kami bahagia dan akan secepatnya memberikan mami dan papi cucu yang banyak..! ucap ando sarkas dengan senyum menggoda pada felix.
Felix yang mendengar ucapan ando, sedikit sesak dan agak gemetar, bukan felix takut akan malam pertama, namun kalimat yang barusan di ucapkan suaminya membuat jantung felix sangat melaju berdetak, karena membicarakan masalah anak, yang dimana felix sangat di sarankan dokter tidak bisa mengandung karena sangat membahayakan janin dengan kondisi yang menderita Leukimia.
__ADS_1
Senyum terpancar dari mami dan papinya ando karena mereka juga sangat berharap dengan kehadiran cucu pertama dalam keluarga mereka.
Ando yang melihat perubahan wajah felix, mengira felix malu karena ucapannya, dan tak menghiraukan sama sekali justru ia sangat senang menggoda istrinya saat ini.
Tenang sayang,,, aku tidak akan menyakitimu aku akan bermain dengan lembut, bisik ando di telinga istrinya yang masih mengira istrinya malu karena kata katanya.
Felix yang sangat pintar menyembunyikan kegugupannya,, tersenyum manis dan menatap kedua mertuanya malu.
Usai sarapan pagi,, ando dan felix yang kembali ke kamarnya pun,, bersantai duduk di sofa kamarnya.
Apa tak ingin keluar jalan jalan sayang.?? tanya ando yang mendekati istrinya mengelus lembut kepala sang istri.
Boleh tuh.! Lagian aku mau membeli sesuatu,, bagaiman kalau kita ke Mall saja, jawab felix.
Kalau begitu bersiaplah,, aku menunggumu di bawah,, dan aku akan menghubungi rico sebentar,, ucap ando sembari mengecup pucuk kepala felix sebelum pergi.
Baiklah,,, aku siap siap dulu, sahut felix mengambil baju untuk mengganti pakaiannya.
Kita berangkat,, ucap ando yang sudah keluar dari rumah dan mengajak felix pergi.
Dalam perjalanan menuju Mall,, felix kembali memikirkan hal saat sarapan pagi,, pikirannya berkecamuk,, frustasi dan sulit baginya dan merasa egois karena akan menghancurkan kebahagian kedua mertuanya dan suaminya dengan sosok anak yang mereka harapkan.
Aku harus bagaiman.??
Apa aku terlalu egois.??
Apa aku bisa melakukannya.?
Apa sebaiknya aku tetap akan menjalaninya meski sangat beresiko.?
Batin felix yang berkecamuk,, dan tanpa sadar ia menghela nafas kasar karena lelah dengan pertanyaan pertanyaan yang ada di pikirannya.
__ADS_1
Ando yang mendengar helaan nafas felix seolah menunjukkan memiliki beban berat pun menoleh pada istrinya yang menatap kosong kedepan.
Ada apa hem?? tanya ando mengelus kepala felix lembut dan masih terlihat bingung dan merasa aneh dengan sikap istrinya mulai dari hari pernikahan, hingga pagi tadi saat di meja makan dan sekarang sangat terlihat jelas kalau istrinya sedang memikirkan sesuatu, tapi apa ia pun tak tahu.
Felix yang ditanya dan sedikit tersentak akibat sentuhan di kepalanya pun, menoleh pada ando yang menatapnya penuh selidik.
Tidak apa,,, aku hanya memikirkan sesuatu, sahut felix yang mencari alasan karena tahu suaminya memiliki kecurigaan.
Memikirkan apa hem.?? Tanya ando mengenggam erat tangan istrinya.
Aku ingin bekerja.! sahut felix, yang sengaja mengatakan alasan itu, padahal ia tahu bahwa suaminya tidak akan memberinkan izin untuk ia bekerja, dan ando juga sudah pernah menolak keinginannya.
Aku bilang tidak,, ya tetap tidak,,! ucap ando tegas menatap lurus kedepan, seolah menunjukkan pada istrinya tidak bisa di bantah, apa yang sudah jadi keputusannya.
Hmm,,, aku sudah yakin akan jawabanmu, sahut felix yang cemberut kesal dan tak ingin membantah, namun ia lega karena bisa menghilangkan kecurigaan suaminya.
Kalau sudah tahu kenapa masih membicarakannya hem.? tanya ando sembari menoel hidung felix gemas.
Siapa tahu kamu berubah pikiran,, sahut felix melepaskan tangan ando dari hidungnya.
Kalau untuk hal itu,, aku tidak akan berubah pikiran sayang,,, tapi kalau untuk memakanmu aku akan sangat siap,, sahut ando dengan senyum jahil pada felix, sementara jawabannya tidak nyambung sama sekali dengan topik, tapi dia sangat senang mengoda felix dan karena mereka memang belum melakukan "Belah Duren",, dan ando pun tak ingin memaksa bila istrinya belum siap.
Mesum..!!!! sahut felix kesal karena ando malah bicara di luar topik
Ando tersenyum karena felix merasa malu karena ucapannya.
Mesum kan sama istri sendiri, sahut ando santai dan masih menjahili istrinya yang semakin malu.
Dasaaarrrrrr,,,, ditanya apa, malah di jawab apa,, ucap felix yang mencubit perut ando sedikit kuat karena kesal.
Maaf lama Upnya y gaeeess, semoga kalian bahagia
__ADS_1