
Tak terasa kehamilan felix sudah menjalani 7 bulan, ando yang merasa ada sesuatu yang di tutupi felix merasa penasaran, kenapa setiap kali periksa kandungan felix selalu pergi saat tahu kalau ando ada rapat penting sehingga ia tak bisa ikut menemani felix untuk mengetahui perkembangan anaknya.
Saat ini felix memeriksakan kandungannya, dengan mengelabui maminya yang mengatakan ia pergi membeli makanan yang sangat ia inginkan dan tak perlu di temani siapa pun.
Nona saya mohon berterus teranglah pada tuan muda, saya hawatir saat persalinan anda sangat berbahaya bahkan nyawa taruhannya, ucap dokter Lala yang merasa takut alih alih ando tahu semua rahasia yang mereka tutup rapat selama ini tentang penyakit yang di derita felix.
Felix yang selalu menutupi wajah pucatnya dengan make up sedikit membantu agar suaminya serta orang orang di rumah tak tahu dia sedang sakit.
Tidakk,,! sahut felix cepat saat dokter Lala memintanya mengatakan yang sebenarnya pada semua anggota keluarganya.
Bagaiman pun aku tetap dalam keputusanku dokter, aku mau anak ini lahir, dan aku menerima segala resikonya, sekali pun aku akan kehilangan nyawaku, aku tak ingin anakku jadi korban, dan suaniku dan kedua mertuaku sangat mengharapkan anak ini, sembari mengelus perut buncitnya dengan deraian air mata, karena felix sadar bahwa ia merasakan sakit saat membayangkan ia akan meninggalkan dunia ini meninggalkan kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya serta semua yang menyanyanginya.
Apa nona tak berpikir saat nona meninggal akan semaki membuat tuan muda rapuh dan terpukul dengan kenyataan yang sebenarnya.?? tanya dokter Lala yang sudah tak sanggup lagi menyimpan rahasia besar ini.
Aku mohon,,, tetaplah menjaga rahasia ini, dokter bahkan sudah berjanji padaku dan akan membantuku menyimpan semua rahasia ini, memang aku egois dokter tak memikirkan apa yang akan menimpamu saat keluarga dan suamiku tahu masalah ini, aku sungguh menyesal telah melibatkan dokter dengan rahasia penyakit ini, ucap felix yang menangis pilu.
Dokter Lala pun tak tega, dan tak ingin lagi memaksa felix untuj jujur pada suami dan keluarganya, biarlah dia yang bertindak sendiri pikirnya, meski ia akan menerima konsekuensinya nanti, dalam hati doktet Lala merasa telah berhianat pada felix namun ia juga tak ingin jadi orang pecundang dan akan semakin di salahkan, karena dokter Lala sadar dia akan berhadapan pada keluarga Widodo.
Baiklah nona, aku akan tetap bungkam dan menjaga rahasia ini, bicara menenangkan felix agar tidak sedih lagi.
Saat felix hendak keluar dari ruangan dokter lLala dia merasakan cairan hangat keluar dari hidungnya, felix pun memejamkan matanya, Tuhan tolong jangan renggut nyawaku sekarang sampai aku melahirkan buah hatiku, bolehkah aku meminta Tuhan untuk kali ini, setelahnya aku pasrah dan ikhlas menhadapmu, batin dan doa felix.
Dokter Lala yang melihat felix mengeluarkan darah lagi dari hidungnya pun semakin tak tenang karena kondisi felix memang sangat tidak stabil karena kehamilannya yang sangat berdampak pada penyakinya itu.
Nona,, aku akan membersihkannya dulu lalu menyuntikan obat agar anda tak terus mengalaminya untuk beberapa hari, ucap dokter Lala yang mulai memeriksa kembali keadaan felix dan membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.
Felix yang sudah pulang dari rumah sakit pun memasuki rumah, dengan perasaan kacau, namun ia bisa menutupi agar orang orang tak curiga.
__ADS_1
Mih,, aku sudah pulang, teriak felix berupaya seceria mungkin.
Maminya yang berada di ruang keluarga pun tersenyum saat mendengar suara felix yang selalu teriak bahagia bila sudah keluar rumah dan mendapatkan keinginannya.
Bagainama, apa makanannya sangat membuatmu begitu senang dan kenyang? hingga teriakanmu semakin nyaring di telinga mami, ucapa maminya terkekeh, karena meledek felix.
Felix sangat senang mih,, aku bahkan makan banyak, sahut felix seperti anak kecil yang dapat nilai bagus saat memberitahikan hasil nilainya.
Maminya pun terkekeh lagi, saat melihat sikap felix yang sedikit seperti anak anak.
Istirahatlah sayang, kamu pasti lelah, dan jangan lupa minum susunya ya, ucao mami mengingatkan sebelum felix berlalu.
Baiklah,,, aku akan minum nanti, aku kekamar dulu mih, pamit felix dan pergi.
Sementara dokter Lala yang sudah runtuh pertahanannya karena melihat kondisi felix yang semakin hari semakin buruk, berencana akan bicara langsung pada ando dan akan menemui ando di kantornya besok, agar dia lebih leluasa bicara dan felix tak curiga.
Ando yang kembali dari kantor pun, menatao wajah istrinya lekat, seolah tahu istrinya sedang tak baik baik saja, karena sangat terlihat pucat, padahal felix menggunakan make up.
Sayang...
Hmm, sahut felix tersenyum, dan tak tahu saat ini wajahnya sangat pucat.
Apa kau baik baik saja, tanya ando yang hawatir karena melihat wajah pucat istrinya.
Ya,, aku baik baik saja, memangnya kenapa hem? kenaoa bertanya seoalah aku sedang sakit, ucap felix setenang mungkin agar tak terlihat gugup padahal dia sangat takut saat ini.
Tapi kenapa wajahmu terlihat sangat pucat??
__ADS_1
Deg
Felix merasakan detak jantungnya berdebar, saat ando mengatakan wajahnya sangat pucat.
Masa sih, sahut felix sedikit gemetar,, tapi aku tak merasa ada yang sakit atau aneh, mungkin saja karena aku sedikit lelah, sahut felix masih tetap berbohong.
Memangnya tadi kamu ngapain.?? tanya ando yang kesal karena mendengar kata lelah, apq yang di lakukan istrinya hingga lelah dan wajahnya sangat pucat.
A,,aku tadi keluar membeli makanan yang di inginkan anak kita sayang, sahut felix terbata, karena takut ando marah karena ia keluar rumah, padahal ando melarangnya pergi karena hawatir takut terjadi sesuatu padanya.
Ando yang mendengar jawaban felix pun sedikit kesal, karena semenjak hamil felix sedikit keras kepala, dan sangat sulit di larang.
Kana aku melarangmu pergi keluar, kalau mau sesuatu kenapa tak menelponku, atau menyuruh pelayan membelinya, sahut ando yang tak habis pikir karena felix selalu pergi sendiri tanpa ada yang menemani.
Maaf,,,, tapi bukannya aku tak ingin menelponmu atau menyuruh pelayan, hanya saja anak kita ingin aku membelinya sendiri, bohong felix lagi.
Ando yang tak ingin berdebat dengan istrinya pun, hanya menghelah nafas kasar, dan memilih mengalah dari pada akan ada drama air mata dan ujung ujungnya hanya dialah yang tetap salah di mata istri dan mami papinya, batinnya.
Baiklah,,, lain kali katakan padaku bila ingin sesuatu, aku akan pulang dan menemanimu membeli yang kamu inginkan, jangan pergi sendiri, aku hawatir sayang, ucap ando mencium kening felix lembut.
Baiklah,, aku akan ingat lain kali dan meminta suami tampanku membeli semua apq yang ku mau, ucap felix dengan gaya anak kecil bicara karena akan mendapatkan hal yang sangat ia sukai.
Ando yang melihat sikap felix yang imut pun, terkekeh dan mengacak rambut felix dan mencium kepala felix sayang dan memeluknya erat.
Up lagi ya gaes, yang sudah menunggu lama aku minta maaf, dan semoga kalian bahagia, dan tetap suka dengan cerita recehanku ini.
Thanks
__ADS_1