
Sudah tiga hari Atika berada di kota B, semenjak suaminya pulang, dan keadaan masih baik-baik saia, namun Atika sangat tak nyaman selalu di awasi bibi Lana dan kedua pengawal itu, hingga Atika mencari alasan agar bisa pergi tanpa bibi Lana dan para pengawal itu, karena tak nyaman saat pergi keluar dari Vila, orang-orang melihat nya seperti dalam pengawasan.
"Hari ini saya nggak ingin pergi ke mana pun, dan hanya ingin beristirahat di Vila, kalian bebas mau ngapain dan pergi keluar juga nggak masalah, ujar Atika agar para pengawal itu tidak mengawasi nya dan ia bisa pergi diam-diam, masalah bibi Lana itu bisa ia atasi dan ia kelabui nanti, pikir Atika merencanakan keluar tanpa pengawalan.
"Apa Nona much sedang tidak sakit?? tanya salah seorang pengawal itu, tidak ingin di salahkan bosnya bila, Nona muda mereka kenapa-napa.
" Tidak, saya baik-baik saja, hanya malas ke luar, dan saya tidak ingin ke mana-mana, ujar Atika, agar para pengawal itu tidak curiga.
"Baiklah Nona, kalau anda memerlukan sesuatu, Nona bisa memanggil kami, kami berjaga di depan saja, ujar pengawal itu tak ingin pergi ke mana pun sesuai tawaran dari Nona muda mereka.
" Baiklah, dan kalau pun saya ingin sesuatu ada bibi Lana yang akan menemani saya, dan bibi Lana akan memanggil kalian kalau saya memang membutuhkan kalian, ujar Atika bersikap setenang mungkin, agar para pengawal itu percaya dan tidak terlalu mengawasi nya.
Setelah Atika bicara pada pengawal itu, ia pun masuk ke kamarnya, mencari cara bagai mana ia bisa keluar tanpa bibi Lana dan ke dua pengawal itu.
Setelah berlalu setengah jam, Atika pun mendapat kan ide dan cara untuk pergi diam-diam.
Atika pun keluar dari kamarnya, menemui bibi Lana, yang sedang asik ngobrol dengan para Art lainnya.
__ADS_1
"Bibi sedang apa?? tanya Atika pura-pura, agar bibi Lana tidak curiga.
"Hanya cerita-cerita, ada yang kamu butuhkan Tika?? tanya bibi Lana cepat, siapa tahu Atika menginginkan sesuatu.
" Iya Bik, tapi sepertinya yang saya mau nggak ada deh, dan harus di beli ke pasar, ujar Atika, ia tahu bibi Lana pasti akan mengusahakan apa pun keinginannya.
"Memangnya kamu ingin apa, kalau bibi harus ke pasar nggak apa-apa, katakan apa itu?? tanya bibi Lana antusias, secara baru kali ini Atika minta sesuatu, dan menurut bibi Lana, mungkin Atika sedang ngidam sesuatu.
" Aku pingin makan rujak mangga muda Bik, pake sambal kacang, dan sedikit pedas, ujar Atika berbohong, melihat respon bibi Lana yang begitu antusias, membuat Atika yakin bibi Lana akan mengusahakan dan membuat apa yang ia inginkan, "Ah baby, kamu bisa juga jadi alasan mama nak, tapi maaf ya mama berbohong dikit, biar kita bisa keluar, dan mama memanfaatkan kami sayang?? ujar Atika dalam hati sambil mengelus perut buncitnya itu.
Bibi Lana yang melihat Atika mengelus perut nya, berpikir Atika sangat menginginkan rujak mangga muda itu, dan langsung bergegas ingin cepat-cepat pergi ke pasar.
Setelah bibi Lana pergi, Atika pun kembali ke kamarnya, agar Art yang lain tidak curiga, dan Atika akan keluar diam-diam lewat taman belakang, karena Atika tahu betul seluk beluk Vila itu, karena sudah lama tinggal di sana sebelum jadi Nona muda.
"Melihat situasi cukup nyaman, Atika pun melancarkan aksinya, dan dengan santai ia berjalan menuju taman belakang, agar kalau ada para Art yang melihat nya tidak curiga, dengan begitu ia akan keluar tanpa ada yang tahu dan curiga.
Atika yang sudah sampai di taman belakang, menoleh ke setiap arah, memastikan ia aman dan tak ada yang melihat nya, namun seorang Art sempat melihat Atika yang pergi menuju taman belakang, namun karena merasa tak ada yang di curigai dan berpikir Atika merasa bosan, apa lagi mendengar Atika menginginkan rujak mangga muda, mengira Atika akan menikmati mangga muda itu di taman, dan tak begitu memperhatikan gerak-gerik Atika yang ingin kabur diam-diam, dan hal hasil Atika pun bisa keluar tanpa ada yang tahu, dan ia sangat senang karena bisa keluar tanpa pengawalan.
__ADS_1
Hal pertama di lakukan Atika setelah keluar dari Vila adalah, pergi ke gubuknya sebentar, lakukan setelah itu ia akan pergi ke rumah Ali, dan melihat usaha toko roti Ali yang sedang berkembang.
Atika pun sampai di gubuknya, ia masuk sebentar, dan merasa cukup puas menikmati suasana gubuk itu, Atika pun pergi menuju rumah Ali.
Sepanjang perjalanan Atika di sapa orang-orang sekitar, dan banyak yang bersikap ramah pada Atika, semenjak kehidupannya berubah, tapi masih ada beberapa orang yang tidak menyukai Atika, dan merasa iri pada Atika yang punya nasib baik, dan perubahan kehidupannya drastis, dan merasa Atika memiliki guna-guna, untuk merayu anak keluarga terhormat itu.
Tatapan mata tak suka dapat di rasakan Atika, dari beberapa orang yang ia sapa dan ia lewati saat berjalan di komplek, tapi Atika tidak menghiraukan tatapan itu, karena menurut nya ia tidak punya salah pada mereka, dan tidak cari masalah, dan Atika berjalan santai menuju rumah Ali.
Para gadis komplek yang sangat tidak menyukai Atika, menatap jijik pada Atika, dan membuat mereka bertambah benci pada Atika, melihat penampilan Atika yang cukup mewah, dan kecantikan Atika bertambah, membuat para gadis itu geram, apa lagi mengingat waktu di bandara mereka bertemu dengan Atika, dan di permalukan di sana, membuat para gadis itu mengumpat Atika tanpa punya rasa takut dan sungkan, meski ada beberapa orang sudah menasehati mereka, namun para gadis itu tidak perduli, dan semakin iri dan benci pada Atika, karena orang-orang semakin membela Atika.
Atika yang merasa tidak punya masalah pada mereka, sana sekali tidak terpancing dengan umpatan dan makian para gadis itu, dia pun pergi meninggalkan tempat itu tak ingin meladeni orang seperti mereka.
Para gadis yang melihat Atika pergi begitu saja, dan tak punya rasa takut seperti dulu, membuat para gadis itu geram, dan mereka pun merencanakan sesuatu, untuk membalas Atika.
Atika sama sekali tidak berpikir para gadis itu akan melakukan sesuatu pada nya, mengingat merela sudah pernah mendapat peringatan dari ayah mertuanya waktu di bandara, dan Atika merasa para gadis itu berpikir dia kali untuk menyakitinya, dan merasa tidak punya masalah dengan mereka, dan Atika hanya bersikap santai dan biasa saja.
Next.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor