Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Cinta Jhon Yang Begitu Besar


__ADS_3

Sudah hari ketiga, Atika di rumah sakit, bahkan Atika sudah sangat bosan dengan suasana rumah sakit, tapi tak satu pun keluarga mendukungnya untuk pulang ke rumah, hingga Atika hanya bisa pasrah, melawan pun juga tak bisa.


Felix yang sudah tiba di rumah sakit, ia sengaja datang lebih awal, karena ia memasak makanan yang di sukai Atika, dan ia tahu betul, Atika tidak mau makan makanan rumah sakit.


Felix pun masuk ke ruang rawat Atika, saat masuk, Atika sudah tidak di temani suaminya, karena Rafa ada rapat penting pagi ini, hingga mau tak mau, harus pergi meninggalkan istrinya sejenak.


"Selamat pagi sayang" sapa Felix saat melihat Atika duduk santai di sofa yang ada di kamarnya itu.


"Eh mommy, selamat pagi mom" sapa Atika dengan senang, melihat ibu mertuanya datang, setidaknya ia tidak akan bosan sendirian di kamar itu.


"Apa Rafa sudah berangkat??


" Sudah mom, katanya ada rapat penting pagi ini'


"Dasar anak nakal, pergi nggak bilang sama mommy, kalau kamu sendiri, untung mommy datang pagi ini, ujar Felix yang kesal pada putranya itu, karena tidak memintanya datang untuk menemani menantunya itu.


" Mom,


"Hm, ada apa sayang?? sahut Felix sembari sibuk mengeluarkan barang bawaannya, dan makanan kesukaan Atika.


" Mommy kan bisa bicara pada mas Rafa, kalau aku sudah boleh pulang mom, bicara memelas, agar mertuanya itu iba.


Mendengar permintaan menantunya, Felix langsung menghentikan aktivitasnya, menatap kearah menantunya, yang masih menunjukkan wajah melasnya.


"Kalau urusan begini, mommy nggak bisa bantu sayang, kamu kan tahu sendiri bagai mana suami mu, kalau urusannya tentang kesehatan mu, biar mommy bicara bagai mana pun, itu tidak akan merubah keputusan Rafa" Felix langsung menolak secara halus, bukannya ia tak bisa, tapi ia juga tak mau ambil resiko, apa bila menantunya masih belum sepenuhnya pulih.


Atika yang mendengar penuturan mertuanya itu, hanya bisa menghela nafas, dan manyun, karena apa yang di katakan mertuanya itu, memang benar, dan keputusan suaminya memang tak terbantahkan.


"Sudah, jangan manyun gitu, ini mommy bawa makanan kesukaanmu" sengaja mengganti topik, meski ia tahu Atika kesal dengan jawabannya tadi.


Melihat makanan yang terhidang di meja, Atika pun langsung melupakan kekesalannya, dan ia memang sudah sangat bosan dengan makanan yang selalu di beli dari luar, dan dengan lahapnya Atika menyantap makanan itu, membuat Felix tersenyum senang, karena menantunya itu selalu menyukai apa yang di buat oleh tangannya sendiri.


"Pelan-pelan sayang, itu buat kamu semua, nggak usah buru-buru" ujar Felix yang melihat Atika makan belepotan, dan sangat antusias.


"Makasih ya mom, karena sudah masak makanan lezat ini untuk Tika"


"Tentu sayang, dan mommy senang karena kamu begitu menyukai dan menikmati" ujar Felix dengan senyuman manisnya.


Saat Atika meletakan piring kosong itu di meja, ketukan pintu, membuat mereka menoleh bersamaan ke arah suara.


Tok,, tok,,


Felix pun beranjak dari duduknya, menuju ke arah pintu, saat ia membuka daun pintu itu, ternyata anak buah putranya.


"Maaf nyonya mengganggu, ujar sang anak buah.


" Tidak apa-apa, ada perlu apa ya?? tanya Felix


"Saya hanya mau menyampaikan, kalau Jhon sudah siuman, dan tuan muda mengatakan agar melaporkan setiap perkembangan Jhon" ujar sang anak buah tersebut.


Saat Felix ingin menjawab, Rafa tiba-tiba muncul, membuat Felix mengurungkan niatnya untuk menjawab ucapan sang anak buah itu.


"Masuklah, sampaikan langsung pada Rafa, itu orangnya sudah datang ujar Felix, sembari memberi isyarat dengan tatapan matanya.


Rafa yang melihat anak buahnya masuk, dengan langkah cepat ia pun juga masuk, karena ia tahu pasti anak buahnya akan melaporkan sesuatu.


" Selamat pagi tuan muda" sapa sang anak buah sopan.


"Hm, katakan.!!"


"Jhon sudah siuman, dan ia ingin bertemu dengan tuan muda" ujar sang anak buah, dengan tegas.

__ADS_1


"Bagai mana dengan wanita ular itu" tanya Rafa yang menanyai tentang Siska.


"Saya sudah mengamankannya semalam tuan muda, dan wanita itu sudah berada di tempat yang anda inginkan"


Atika yang mendengar Jhon sudah siuman, merasa lega, setidaknya ia bisa berterima kasih, karena sudah menolongnya dari Siska, namun ia tidak berani, ikut bicara, karena masih ada sang anak buah, dan bila berhubungan dengan hal serius seperti ini, Atika tidak mau mencampuri apa yang menjadi urusan suaminya itu.


"Baik, kau boleh pergi, aku akan menemui Jhon sebentar lagi" ujar Rafa, pada sang anak buah, dan dengan sigap memberi hormat dan berlalu dari sana.


"Baik tuan, saya permisi"


Setelah sang anak buah pergi, Atika sudah tidak sabar ingin mengatakan, kalau ia ingin ikut melihat keadaan Jhon, namun belum sempat bicara, Felix malah duluan bicara pada Rafa, hingga Atika mengurungkan niatnya.


"Kenapa sudah kembali?? apa rapatnya sudah selesai?? tanya Felix.


" Sudah, dan daddy yang melanjutkan selebihnya" jawab Rafa.


"Kamu buat di mana wanita itu.!!


" Di tempat yang semestinya" sahut Rafa singkat, geram bila membahas Siska.


Felix yang melihat perubahan di wajah putranya, tak bertanya lagi, ia tahu pasti Rafa sangat membenci wanita itu.


"Mommy temani Atika dulu, Rafa mau menemui laki-laki itu" ujar Rafa dan akan keluar dari kamar rawat Atika.


"mas.! panggilan Atika menghentikan langkah Rafa yang sudah berada di dekat pintu.


" Kenapa?? kalau mau ingin sesuatu, mintalah pada mommy, ujar Rafa, ia sudah tahu apa tujuan istrinya itu.


"Bukan itu mas"


"Lalu??


"Tidak bisa, karena ini urusan mas" langsung mematahkan permintaan istrinya itu.


Felix yang tak tega pun, langsung ikut membantu sang menantu.


"Jangan begitu, mungkin Atika ada yang ingin ia sampaikan pada Jhon, mommy yang akan menemani juga"


Mendengar ibu mertuanya mengatakan sesuai isi hatinya, Atika langsung mendapat angin segar, karena ada yang mendukungnya kali ini.


"Selalu saja membela, bisa tidak mommy nggak terlalu memanjakannya??, ujar Rafa karena para wanita yang di depannya ini, selalu sehati dan sekongkol, sangat cocok bila di pasangkan sebagai penyanyi " Duo Singa Betina", batin Rafa, karena tidak bisa menolak kedua wanita yang begitu berharga dalam hidupnya.


"Nggak kamu kasih izin pun, mommy akan bawa Atika menemui Jhon, karena mommy yang punya kuasa di sini" ujar Felix ketus, karena di katai selalu membela menantunya, padahal dalam hatinya, memang benar apa yang dikatakan putranya itu.


"Ya, ya, mommy pemenangnya, puas?? ujar Rafa yang sudah merasakan ada aura semena-mena di ruangan itu, dan kalau singa betina sudah turun gunung, pasti akan ada sandiwara terbaik yang akan launcing, batin Rafa.


Atika pun langsung tersenyum puas, karena punya bekingan yang kuat, dan tentunya tidak akan ada yang bisa membantah sang ratu.


Melihat senyum merekah istrinya, Rafa hanya bisa geleng kepala, karena istrinya selalu menggunakan ratu singa betina, untuk menaklukkan nya.


Mereka pun keluar dari kamar rawat Atika, menuju kamar Jhon.


Saat tiba di depan ruangan Jhon, ada beberapa anak buah yang berdiri tegap di sana, menjaga di luar.


Melihat tuan mudanya datang, para anak buah itu pun, langsung membukakan pintu, dan mempersilahkan mereka masuk.


Rafa, Atika dan Felix pun, berjalan perlahan, memasuki ruangan Jhon, di dalam ada seorang anak buah menemani dan membantu Jhon.


"Tuan muda" hormat sang anak buah, melihat kedatangan Rafa.


Rafa tak menjawab, hanya mengangguk saja, lalu sang anak buah pun keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Bagai mana keadaan anda?? tanya Rafa tanpa basa-basi sedikit pun.


Jhon yang di tanyain pun, sedikit takut, karena ia tahu ia juga bersalah karena sudah menculik Atika waktu itu.


"A, agak mendingan tuan" terbata saat menjawab Rafa.


"Apa kau tahu kesalahanmu?? tanya Rafa lagi, dengan wajah datar dan sikap dinginnya, membuat Jhon, meremang.


" Mas.!


Atika tidak terima, suaminya begitu menyudutkan Jhon, karena bagai mana pun, Jhon tidak menyakitinya, malah menyelamatkannya.


Rafa yang mendengar panggilan istrinya, langsung menatap tajam pada Atika, bukannya dia marah pada Atika, tapi ia tidak suka istrinya perduli dan perhatian dengan laki-laki lain, membuat Rafa semakin kesal.


Tatapan tajam Rafa, seolah menembus hulu hati Atika, membuat Atika membuang pandangannya ke arah lain, dan sudah ingin menangis, karena tahu suaminya sangat marah saat ini.


"Maafkan saya tuan, karena sudah melakukan hal buruk pada istri anda, ujar Jhon, ia tahu Atika membelanya, tapi Jhon juga sadar ia sudah melakukan kesalahan dan perbuatan yang tidak terpuji.


" Apa kau masih merasa akan mendapat maaf?? ujar Rafa, seakan mematahkan harapan Jhon, untuk di ampuni.


"Tidak sama sekali tuan, saya tahu saya bersalah, dan anda bebas menghukum saya, tapi, _


Perkataan Jhon terhenti, ia ragu mengatakan niatnya, apakah akan di terima atau tidak.


" Tapi apa?? tanya Rafa, yang mendengar kalimat Jhon, menggantung.


"Hukum saya saja tuan, bahkan bila anda ingin nyawa saya, saya ikhlas, asalkan tuan memenuhi satu permintaan saya" ujar Jhon tanpa ragu lagi.


"Maksud kamu?? Rafa sedikit bingung, dengan arah pembicaraan Jhon, tapi tidak dengan Atika, Atika tahu apa yang menjadi permintaan Jhon, yaitu untuk melindungi Siska, karena wanita itu adalah wanita yang sangat Jhon cintai.


" Siksa saya, atau ambil nyawa saya tuan, asalkan anda melepaskan Siska" tutur Jhon, yang tidak ingin, Siska menderita.


Rafa tersenyum sinis, mendengar permintaan Jhon, sungguh di luar dugaannya.


"Apa menurutmu wanita itu pantas aku lepaskan, dengan hanya kau seorang tumbalnya?? ujar Rafa dengan datar.


Jhon yang mendengar jawaban Rafa, tak berkutik lagi, ia tahu perbuatan Siska dan dia memang sudah salah, dan bahkan berencana menghabisi Atika kala itu.


Melihat Jhon yang bungkam, Felix pun ingin tahu, apa alasan Jhon, menyelamatkan Siska, bahkan rela mengorbankan nyawanya.


"Kenapa kamu begitu perduli dengan keadaan Siska, bukankah kalian melakukan rencana ini bersama?? tanya Felix ingin tahu.


Jhon menatap mata Felix yang begitu teduh, seolah ia bicara dengan ibunya sendiri, membuat Jhon semakin merasa bersalah.


" Dia wanita yang sangat berharga bagiku, dan aku sangat mencintai nya, tapi aku terlalu bodoh sebagai laki-laki, karena begitu mencintainya, aku mengikuti segala keinginannya, demi agar ia bisa mencintai ku, tapi bukannya cinta yang ku dapat, malah aku yang selalu di peralat nya, dan ia begitu terobsesi pada tuan Rafa, hingga menghalalkan segala cara. Tapi malam itu aku sadar dengan sifatnya Siska, dan tidak menuruti kemauannya, dan menggagalkan semua rencana jahatnya, hingga peristiwa itu terjadi, dan malam itu aku ingin mengembalikan nona, tapi situasinya tidak berpihak padaku, hingga kami mengalami kecelakaan itu, tapi syukurlah nona selamat" ujar Jhon yang menunduk rapuh, semakin merasa bersalah.


"Terima kasih, karena sudah menyelamatkanku" ujar Atika, ia tahu Jhon tulus, namun hanya karena cintanya yang begitu besar, Jhon malah masuk perangkap Siska.


"Tidak nona, jangan berterima kasih pada saya, saya tidak pantas mendapatkan ucapan itu, dan saya berharap nona memaafkan perbuatan saya" ujar Jhon, merasa tak pantas.


Perlahan Rafa pun melunak, mendengar penuturan Jhon, sungguh Jhon pria yang malang, mencintai wanita yang tidak mengharapkan diri dan cintanya.


"Saya mohon Tuan, untuk yang terakhir kalinya, izinkan saya menemuinya sekali saja, setelah itu terserah anda pada saya, saya akan menebus perbuatan saya, dan buatlah Siska menjadi wanita yang baik, hanya itu keinginan terakhir saya" ujar Jhon, yang rela mengorbankan nyawa, demi seorang Siska yang di cintai nya, dan berharap di kehidupan mendatang ia akan bertemu Siska yang benar-benar tulus mencintai nya.


Atika meneteskan air matanya, terharu dengan cinta Jhon yang begitu besar, hingga rela mengorbankan dirinya, merasa tak adil bagi seorang Jhon yang begitu tulus.


"Sesuai permintaanmu, aku akan mempertemukan mu pada Siska, tapi aku tidak bisa berjanji kalau Siska akan bebas begitu saja, dia harus mendapat hukumannya" ujar Rafa pada Jhon, lalu berlalu keluar dari kamar rawat Jhon, yang di susul Atika juga Felix.


Next..


Terima kasih, masih mendukung karya saya, dan juga like, komen dan votenya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2