
Sudah berlalu tiga bulan dan selama itu juga Rafa sudah membuang jauh harapannya pada Celi.
Bagi Rafa Celi hanya masa lalu, bahkan untuk mencari tahu keberadaan Celi pun tak ada niat bagi Rafa.
Menurut Rafa, kepergian Celi adalah keputusan Celi yang tepat.
Celi tidak semakin menyakiti Rafa dengan menerima Refan di sisinya, dan hal itu tentu akan lebih menyakitkan bagi Rafa.
Rafa berpikir Celi cukup adil untuknya dan Refan, tidak memilih siapa pun antara mereka berdua, Celi pergi hanya membawa luka yang dalam dari kelakuan Refan.
Namun kejadian itu, justru, Rafa membuat berubah, masa lalu yang menyakitkan itu merubah pribadi Rafa, yang semakin tak tersentuh, tak ada lagi kamus dalam hidupnya untuk berhubungan dengan yang namanya mahluk wanita.
Bagi Rafa, sudah cukup untuk pernah mengenal seorang wanita dalam hidupnya, hingga ia menanamkan prinsipnya tidak ada lagi cinta dalam hidup dan dirinya.
Felix yang melihat perubahan putrannya itu, sungguh prihatin, bahkan Felix berkali-kali mengenalkan Rafa pada wanita-wanita pilihannya, agar kehidupan putranya lebih berwarna dan merubah prinsipnya serta melupakan masa lalu yang sudah merubah putranya itu.
Rafa yang sangat tidak menyukai sikap momy nya, yang selalu berusaha menjodohkannya, jadi lebih bersikap dingin dan datar pada sang momy, bahkan terkadang ia membantah sang momy secara terang-terangan.
Seperti saat ini, Felix belum menyerah, ia lagi dan lagi meminta Rafa untuk ikut makan malam di mansion, dengan alasan ada tamu dari rekan bisnis dady nya.
"Sayang, jangan lupa untuk nanti malam, dan momy ngak suka ya, kalau kamu telat, karena tamu dady itu sangat spesial, ucap Felix di tengah sarapan pagi mereka.
" Tamu spesial dady?? ucap Rafa mengkerutkan keningnya, merasa lucu dengan ucapan sang momy.
"Ya, dan kamu jangan buat momy dan dady malu, dengan keterlambatanmu pulang nanti, ucap Felix percaya diri, dan merasa usahanya akan berhasil.
" Kalau tamu spesial itu, tamunya dady, kenapa jadi Rafa yang harus repot mom?? ucap Rafa yang kian gencar mengikuti permainan sang momy.
"Itu karena kau putra kami, dan tentunya mereka ingin mengenalmu lebih jauh, ucap Felix yang semakin masuk perangkap Rafa.
Aliando yang mendengar percakapan istri dan putranya itu, hnaya diam mencerna, dan sesekali iaenggeleng karena istrinya tidak tahu sudah masuk perangkap putranya, yang akan keceplosan siapa tamu spesial yang mereka bahas.
" Benarkah?? ucap Rafa pura-pura semangat.
"Tentu.! karena mereka juga harus lebih mengenal cal..on, ucap Felix seperti mengeja karena ia sudah keceplosan dengan tujuannya, dan membuat Rafa dan dady nya menggeleng lucu, karena sang momy tak pandai dalam bersandiwara.
" Mom, kalau momy masih terus ingin menjodohkan Rafa pada gadis-gadis pilihan momy, maka Rafa akan tinggal di apartemen, ucap Rafa telak, membungkam sang momy.
__ADS_1
Aliando yang melihat istrinya diam dan terlihat matanya berkaca-kaca, karena ucapan Rafa, akhirnya buka suara.
"Kalau kamu tak menyukai keputusan momy, jangan mengatakan hal yang membuat momy mu bersedih, ucap Aliando tegas pada Rafa.
Rafa yang melihat sang momy sudah meneteskan air mata, bahkan tak melankutkan makannya, merasa bersalah dengan ucapannya tadi, padahal Rafa hanya ingin menakuti sang momy agar berhenti menjodohkannya, tak di sangka dengan ucapannya itu ternyata membuat sang momy bersedih bahkan pergi meninggalkan Rafa dan dady nya.
"Apa yang kau lihat?? kau sudah membuat istriku bersedih dan kau hanya diam duduk dengan santainya, cepat temui momy mu, karena dady tak ingin ikut kena imbasnya karena ulahmu, ucap Aliando, karena ujung-ujungnya, ngambek dan marahnya Felix akan berakhir padanya.
Rafa hanya memutar bola matanya malas, mendengar ucapan sang dady, yang selalu takut pada momy nya, entah kenapa dady nya begitu bertekuk lutut pada sang momy, bahkan hanya ancaman kecil saja dady nya sudah kelimpungan.
Rafa pun beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju kamar momy dan dady nya, berharap tidak akan ada drama lagi nanti saat ia membujuk sang momy.
Rafa membuka pintu kamar mendapati momy nya menangis, dan Rafa sudah hafal betul trik momy nya yang selalu membuat air mata sang momy sebagai senjata ampuh bagi Rafa juga dady nya.
" Mom.! Panggil Rafa berjalan mendekati momy nya.
Felix yang sudah tahu, kalau putranya akan menyusulnya, semakin mengeluarkan air matanya, dan isak tangis yang sedramatis mungkin, agar putranya semakin merasa bersalah.
"Mom, Rafa ngak serius dengan ucapan Rafa tadi, ucap Rafa yang sudah memeluk momy nya dari samping yang duduk di sisi ranjang.
Felix hanya diam dan sengaja membuat isak tangisnya semakin kuat.
Felix masih tetap diam, dan melepas pelukannya dari sang putra, serta menepis tangan Rafa yang mengelus lembut punggungnya.
Rafa pun semakin serba salah dengan sikap momy nya, dan membuat Rafa tidak tahu lagi cara apa yang ia lakukan untuk membujuk sang momy, karena biasanya hanya minta maaf dan memeluk momy nya hangat sang momu sudah membaik dan tersenyum.
"momm, bujuk Rafa lagi dan ingin menyentuh tangan sang momy, namun Felix justru menepis tangan putrannya itu untuk yang ke dua kalinya.
Rafa pun tak bisa lagi berbuat apa dan akhirnya ia menyerah dan pasrah.
" Ok, Rafa akan datang makan malam nanti dan tidak telat, ucap Rafa final, ia tahu itu jawaban yang di inginkan sang momy.
Felix yang mendengar ucapan putranya pun langsung berbinar, dan menhapus sisa air mata buayanya dengan cepat.
"Benarkah??? ucap Felix dengan mata yang berkedip-kedip, dan membuat Rafa menggeleng lemah, momy nya sangat pintar menahlukkan hatinya.
"Hm, Rafa hanya berdehem, karena sudah tak semangat dan kalah pada sang momy.
__ADS_1
"Ah momy menyanyangimu, ucap Felix bersorai dengan mengacungkan jempolnya ke arah pintu kamar dan di sambut dua jempol oleh Aliando, serta ucapan tanpa suara "Berhasil'.
Tak ingin ketahuan oleh putranya Aliando pun turun lagi ke bawah, agar rencana mereka berjalan dengan lancar, namun belum tentu hasilnya akan lancar, tapi usaha kan tidak apa, pikir Aliando.
Rafa yang sudah jengkel dengan meladeni drama sang momy, akhirnya pamit pergi ke kantor, dalam benaknya, sampai kapan momy nya akan menyerah yang selalu menjodohkannya.
Saat Rafa yang turun ke bawah bersama sang momy, melihat dady nya yang senyum-senyum tak jelas, dan ia pun melihat momy nya demikian, dan akhirnya Rafa pun tepok jidat, menyadari yang sudah masuk perangkap suami istri yang selalu kompak bersandiwara.
Karena Rafa kesal, apa lagi melihat senyum kemenangan dady nya, ia pun mengacau suasana bahagia momy dan dady nya.
" Sepertinya dady lagi senang?? ucap Rafa lugu, agar terlihat serius dan bisa membalas dady nya yang sudah ikut main drama pagi ini.
"Tentu.! kalau momy bahagia dady juga akan bahagia, ucap Aliando semakin mengembangkan senyumnya pada Felix dan mengedipkan sebelah matanya.
Rafa yang melihat sikap dady nya, yang sok cool itu makin geram, dan ia tidak akan tinggal diam, dan akan membalas dady nya.
" Benarkah?? ucap Rafa menaik turunkan alis matanya menatap jengah sang dady.
"Jangan bilang bahgianya dady bukan karena momy, ucap Rafa membuat Aliando dan Felix saling tatap, lalu menatap Rafa, yang tak paham maksud ucapan putranya itu.
"Maksud kamu?? ucap Aliando menatap serius pada Rafa.
"Ah, Rafa kira dady tersenyum karena mengingat wanita bohay yang di restauran kemarin, ucap Rafa polos.
Felix yang mendengar ucapan putranya, dan seorang wanita bohay, langsung melotot tajam pada Aliando.
Aliando pun langsung bergidik ngeri, melihat mata istrinya itu, seperti mau keluar, belum lagi kepalan tangan istrinya yang sudah di elus-elus membuat Aliando menatap Rafa tajam, dasar anak ngak ada akhlak, pikirnya.
Rafa yang melihat dady nya memelas, memohon bantuannya, hanya tersenyum indah, merasa senang karena bisa membalas sang dady, dan tak berniat untuk membantu, malah pergi dengan kata-kata yang membuat dady nya geram.
" Selamat menikmati kecupan sayang dari Singa Betina Dad, ucap Rafa melambaikan tangannya, dan berlalu pergi dengan senyum kemenangan.
"Raaafaaaaaa..!!!!!
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.