Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Keinginan Atika.


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Rafa dan keluarga besarnya berada di kota B, dan hari ini mereka akan kembali, apa lagi Rafa sudah mendapat laporan bahwa pekerjaannya sudah sangat menuntut, namun Rafa tidak merasa terbebani karena itu, baginya bisa mewujudkan keinginan dan membahagiakan istrinya adalah hal yang paling utama, dan ia ingin istrinya benar-benar merasakan kebahagian yang sudah lama hilang dari di mulai masa remaja hingga wanita dewasa istrinya tidak pernah merasakan bagai mana nikmatnya hidup bahagia, hanya penderitaan selama ini yang di jalani Atika, bahkan masa remaja dan masa gadisnya harus korban demi kelangsungan hidup dan berjuang demi ayah mertuanya.


Rafa melihat istrinya sangat tidak bersemangat untuk pulang, dan terlihat murung dan lebih banyak diam, perubahan itu dapat Rafa rasakan dan lihat, tapi Rafa sama sekali tidak tahu kenapa istrinya tiba-tiba seperti itu.


"Kenapa hm?? tanya Rafa pada Atika yang duduk di balkon kamar seperti memikirkan sesuatu.


Atika yang di tanya hanya menatap Rafa sebentar, lalu membuang pandangannya ke arah lain, tak menjawab pertanyaan suaminya.


" Hei.! ada apa?? ada sesuatu yang ingin kamu katakan?? tanya Rafa lagi, menyentuh dagu Atika dan mengarahkan padanya, agar Atika menatapnya.


Atika hanya menggeleng lemah, ia tak ingin mengatakan apa pun, takut suaminya akan marah dan pasti tidak akan menyetujui keinginannya.


"Aku tahu kamu memikirkan sesuatu, dan kamu tidak bisa menyembunyikan itu dariku, ujar Rafa yang tahu istrinya tak jujur.


" Tidak, aku tidak memikirkan apa pun, hanya saja aku sedikit tak bersemangat pulang, dan masih merindukan suasana di sini, ujar Atika berbohong, agar suaminya tak lagi bertanya.


"Bohong.! aku tahu kamu berbohong, katakan apa yang membuat kamu seperti ini, jangan menyembunyikan apa pun dariku, aku nggak mau kamu menutupi hal yang memang harus aku ketahui, ujar Rafa, dan Atika menunduk takut karena suaminya tahu ia berbohong.


"Aku, aku, _ Atika tak sanggup melanjutkan kata-kata nya, karena takut suaminya tidak akan mengijinkan dan pasti akan menolak keinginannya.


" Aku apa?? bicara yang jelas, jangan seperti ini, jangan membuat aku jadi merasa tak bisa kamu andalkan, ujar Rafa, bingung dengan sikap istrinya yang ragu mengatakan apa yang membuatnya diam tanpa alasan.


"Apa aku boleh tidak ikut pulang, dan tinggal di sini beberapa minggu lagi, ujar Atika tak ingin suaminya merasa tak berguna, hanya karena ia ragu mengatakan keinginannya.


" Apa?? itu tidak mungkin sayang, bagai mana bisa aku membiarkanmu tinggal di sini tanpa aku, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu, dan aku tidak akan sanggup, ujar Rafa tak bisa memenuhi keinginan istrinya.


"Tapi aku masih ingin di sini, aku janji nggak akan kemana-mana, lagian kan ada Bibi Lana juga ayah menemaniku di sini, ujar Atika agar suaminya tidak khawatir.


" Ayah dan Bibi Lana memang disini, tapi mereka tidak akan sepenuhnya bisa menjaga kamu, dan aku bukan meragukan ayah tidak bisa menjagamu, tapi ayah kan bekerja dan pulang sore juga, ujar Rafa masih tak bisa menuruti keinginan istrinya.

__ADS_1


"Tapi aku masih ingin disini, boleh ya, aku akan nurut apa pun yang kamu katakan, ujar Atika berharap suaminya mengijinkan ia tinggal.


" Aku nggak bisa, bahkan monyet dan dady pasti juga tidak setuju dengan keinginan konyol kamu itu, ujar Rafa tak habis pikir dengan keinginan istrinya, dan ia pun pergi meninggalkan Atika di balkon kamar mereka, keluar menenangkan pikirannya.


Felix yang melihat putranya masih belum siap dan wajah Rafa terlihat murung dan tak bersemangat, membuat Felix merasa ada yang janggal dan Felix pun menegur Rafa yang hendak menuju taman belakang.


"Rafa, kenapa belum siap, dan itu wajah kamu kenapa murung begitu?? tanya Felix yang melihat perubahan sikap putranya itu.


" Rafa pusing mom, nggak habis pikir sama mantu momy, ujar Rafa yang masih kesal pada Atika.


"Hei.! apa yang kamu bicarakan ini, kenapa kamu jadi seperti kesal, ada apa?? tanya Felix yang bingung dan tak tahu apa yang terjadi, hingga putranya berkata demikian tentang Atika menantunya.


" Momy pikir deh, masa iya Atika bilang ingin tinggal sementara waktu di sini, dan nggak ikut pulang dengan kita mom, aku bingung mon dengan Atika, ujar Rafa masih tak bisa terima dengan keinginan istrinya.


"Maksud kamu, Atika nggak mau ikut pulang gitu??


"Sudah, biar mony yang bicara sama Atika, dimana dia sekarang??


" Di kamar, aku mohon mom, buat Atika tidak mempertahankan keinginannya itu, ujar Rafa, berharap momy nya bisa meyakinkan istrinya.


"Momy akan coba, tapi kalau memang istrimu masih ingin di sini, momy bisa bilang apa?? dan semoga saja Atika bisa mengerti, ujar Felix tak yakin Atika bisa di bujuk, mengingat Atika yang hamil, pasti sulit menolak, karena bisa saja itu keinginan si calon baby.


"Ayolah mom, aku nggak akan bisa ninggalin Atika di sini, aku harap momy bisa membujuknya, ujar Rafa lagi.


" Semoga ya, momy temui Atika dulu, jangan langsung marah begitu, nggak baik, ingat istri mu lagi hamil, ujar Felix mengingatkan Rafa, lalu pergi menemui Atika di kamarnya.


Rafa yang mendengar ucapan momy nya pun langsung diam, ia sampai lupa kalau istrinya masih dalam mood kurang stabil, karena masih dalam tahap berubah-ubah.


Rafa pun menyesal karena sudah pergi begitu saja tadi, meninggalkan istrinya yang bersedih karena tidak menuruti keinginan istrinya yang tidak mau ikut pulang.

__ADS_1


Felix masuk ke dalam kamar Atika dan putranya, ia pun melihat Atika masih berada di balkon, Felix pun berjalan ke arah balkon.


Namun saat Felix masih beberapa langkah menuju balkon, tak sengaja ia mendengar isak tangis Atika, dan itu membuat Felix geram pada Rafa, yang tidak tahu cara bagai mana menenangkan dan membujuk istrinya.


"Ibu hamil tidak baik menangis loh, ujar Felix mengelus lembut punggung Atika.


Atika yang kedapatan menangis oleh mertuanya itu pun, langsung gelagapan menghapus air matanya.


" Ada apa hm?? tanya Felix lembut, agar Atika tidak merasa tertekan dan lebih rileks.


"Mom, apa salah ya, kalau Atika masih ingin di sini??


" Tidak, tidak salah sama sekali, hanya saja kami mengkhawatirkan mu, terutama suami mu, kamu tahu kan?? kalau suami mu itu tidak ingin terjadi sesuatu denganmu, apa lagi kamu tidak bisa ia pantau setiap detik dan setiap jamnya, itu sebabnya suami mu tidak mengijinkan, bukan karena alasan lain, hanya saja Rafa takut kamu kenapa-napa, dan bila terjadi sesuatu, Rafa tidak akan bisa secepat mungkin untuk menemui kamu, karena memakan waktu, karena jarak cukup jauh, momy harap kamu mengerti dengan kekhawatiran Rafa, ia hanya takut, ujar Felix mencoba memberi Atika pandangan, bahwa keputusannya bisa saja berakibat fatal.


Namu Atika tetap kekeh, dan berharap suaminya mengijinkan ia tinggal untuk sementara waktu.


"Tapi mom, Tika masih ingin disini, Tika masih merindukan suasana di sini, ujar Atika tetap pada pendiriannya.


" Tapi momy tidak bisa mengijinkan kamu tinggal, dan keputusan ada pada suami mu, momy nggak bisa berbuat apa pun, karena kamu istrinya, dan yang berhak untuk itu tentu Rafa, bukan mony, ujar Felix agar Atika paham, segala sesuatunya saat ini bukan lagi ia yang punya wewenang, tapi Rafa putranya karena dialah yang saat ini berhak dan bertanggung jawab, dan memutuskan apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai suami.


Rafa yang mengintip dari dalam kamarnya, diam-diam ia masuk ke dalam, ingin mendengar langsung ucapan istrinya, dan Rafa sempat kecewa karena istrinya tetap pada keputusannya untuk tinggal di vila sementara waktu.


Rafa hanya bisa menghela nafas panjang, sepertinya ia harus rela dan mengijinkan istrinya tinggal di vila sementara waktu, dan Lagi-lagi ia kalah dengan keinginan istrinya, dan Rafa hanya bisa pasrah, melarang pun pasti tak akan berguna, istrinya akan menangis dan membuat senjata bahwa itu permintaan calon baby mereka, dan hal itu tidak akan bisa Rafa tolak, dan sepertinya istrinya sudah pandai mengelabuinya dengan kehamilannya


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor

__ADS_1


__ADS_2