Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Mengusikku Mengantarmu Ke Neraka.


__ADS_3

Pagi harinya Atika bangun lebih awal, mengingat suaminya akan ke luar kota lagi, dan Atika hendak menyiapkan keperluan Rafa dan mengira suaminya melakukan perjalanan bisnis dalam beberapa hari.


Rafa terusik dari tidurnya, saat Atika menarik penutup koper dan suaranya cukup nyaring di telinga Rafa, hingga ia pun membuka mata, dan melihat istrinya yang memilih-milih, pakaian yang hendak di masukkan ke dalam koper tersebut.


"Lagi apa sayang?? tanya Rafa, sambil menguap dan duduk bersandar di ranjang tidur mereka.


"Mempersiapkan perlengkapan mu, bukan kah kau bilang kemarin malam, pagi ini akan ke luar kota?? tanya Atika lembut.


"Aku tidak menginap sayang, hanya sehari dan langsung pulang, cukup siapkan satu pasang baju saja, ucap Rafa dan di anggukki Atika.


"Baiklah, sana mandi dulu, setelah itu kita sarapan, jangan sampai Momy dan Dady menunggu lama nanti di meja makan, ucap Atika dan Rafa pun menuruti ucapan istrinya itu.


Rafa yang hendak ke kamar mandi, mengurungkan niatnya, malah memeluk istrinya dari belakang, sebenarnya ia sangat tersiksa dan tak tahan melihat wajah istrinya itu, terlihat tenang namun banyak menyimpan pertanyaan, dan membuat Rafa semakin merasa bersalah.


"Eh, kok malah manja begini sih?? ucap Atika, i tahu suaminya dalam dilema, tapi ia tetap sabar sampai suaminya sendiri cerita dan terbuka untuk bicara padanya.


"Apa kamu tidak keberatan, aku selalu pergi dan belum bisa memenuhi janjiku pada mu hem?? tanya Rafa mencium lembut pipi istrinya dari samping dan menyadarkan kepalanya di bahu Atika.


"Aku mendukungmu dalam setiap hal, selama itu masih wajar dan positif, dan masalah janjimu, aku akan menagihnya saat waktunya tiba, ucap Atika tersenyum, membalikkan badannya, menghadap pada Rafa.


"Terima kasih sayang, setiap kali mendengar mu bicara begitu, hati ini menghangat, kau begitu mengerti dengan keadaanku, tetaplah bertahan di sisiku, ucap Rafa mencium kening Atika dalam.


"Sudah, mandi sana, ucap Atika mendorong suaminya ke arah pintu kamar mandi, dan Rafa pun terkekeh, sungguh istrinya selalu membuatnya nyaman dan hangat.


Atika pun menyiapkan baju Rafa dan meletakkan di atas sofa, lalu ia turun lebih dulu, dengan membawa paper bag yang berisikan baju Rafa.


Tak lama Rafa pun selesai dari mandinya, ia keluar dari kamar mandi dan terlihat segar, melihat bajunya yang terletak di atas sofa, dan kamar yang terlihat sepi, Rafa bisa menebak kalau istrinya sudah turun lebih dulu.


Rafa pun mengambil baju yang di persiapkan Atika, memakainya, dan merapikan penampilannya, di rasa sudah cukup Rafa pun turun dan terlihat gagah dan semakin tampan dengan setelan yang sangat pas di tubuhnya.


Rafa duduk di kursi meja makan, tepat di samping Atika istrinya, dan mulai menikmati sarapan paginya.


"Apa kau akan ke luar kota hari ini?? tanya Dady nya pada Rafa.


"Ya, Rafa harus menyelesaikan semuanya hari ini, dan tolong Dady pimpin rapat nanti di kantor, ucap Rafa dan Dady nya mengangguk paham, dan tahu maksud dari ucapan putranya itu.


"Tentu, dan selesaikan dengan sempurna, jangan setengah-setengah, ucap Aliando dan Rafa pun mengangguk paham.

__ADS_1


Atika pun mengantarkan Rafa sampai depan mansion, Rafa mengelus lembut kepala Atika sebelum pamit dan pergi.


"Jangan berpikir yang macam-macam Hem? aku pergi ya sayang, ucap Rafa .


"Tentu, dan hati-hati, ucap Atika menatap lembut suaminya itu.


Rafa pun masuk ke dalam mobil, dan perlahan mobil pun melaju meninggalkan halaman mansion, dan semakin hilang dari pandangan Atika.


Felix semakin tak tega melihat menantunya, hatinya sakit melihat Atika yang meredam perasaannya untuk bicara pada putranya, tapi Felix tak ingin terlalu mencampuri, karena ia yakin putra dan menantunya sudah cukup dewasa mengatasi dan menyelesaikan masalah mereka sendiri, dan yang terpenting Felix dan suaminya selalu mendukung Rafa dan Atika, agar tidak mudah terkecoh dengan pihak-pihak, yang bisa merugikan dan menghancurkan hubungan mereka.


Satu jam berlalu, Rafa semakin terlihat dingin, apa lagi setelah mendapat laporan, dalang yang di cari para anak buahnya sudah di temukan dan sudah di amankan di suatu tempat, dan tentunya tempat itu akan jadi sebuah neraka bagi orang-orang yang sudah berani bermain api dengannya.


Rafa pun masuk ke dalam ruangan yang sudah di atur cukup rapi oleh anak buahnya, tentunya dengan alat-alat penyiksaan yang membuat para cecengguk itu tidak akan melupakan nikmatnya permainan sebelum benar-benar, masuk menuju neraka yang mereka siapkan sendiri.


Melihat wajah pak Amar, emosi Rafa pun semakin tersulut, otak dari kejadian dan musibah yang menimpa ayah mertuanya itu.


Empat pria yang sebagai kaki tangan pak Amar itu, terikat rapi di tiang penyiksaan yang siap mendapatkan hadiah terbaiknya.


"Cih.!! ternyata wajah polos mu itu hanya sebuah topeng untuk mengelabui banyak orang, ucap Rafa meludah jijik di depan pak Amar, yang masih berani menatap sinis pada Rafa.


"Aku rasa kau butuh referensi untuk memperbaiki akting mu itu, dengan menonton film yang akan di putar nanti, dan kau akan tahu di bagian mana kau akan menambahkan akting mu yang masih kaku dan buruk, ucap Rafa menyeringai, duduk di sofa dengan menyilang kan kakinya.


"Putar videonya.!! ucap Rafa dan di anggukki para anak buahnya itu.


Dewa pun mengarahkan laptop pada Amar dan memutar video yang ada di dalam laptopnya, dan video pun mulai berjalan dan memperlihatkan tontonan yang membuat Amar melotot dan berteriak geram.


"B*******k.!!!! lepaskan istri dan putriku, aku bersumpah akan membalas kalian.!! ucap Amar saat melihat istri dan putrinya di sekap dalam sebuah kamar dan tak mengetahui posisinya di mana.


"Apa cukup menarik?? ucap Rafa terkekeh sinis pada Amar.


"Aku akan membalas mu.!!! teriak Amar berontak dari ikatan yang membelenggunya.


"Wow, aku suka semangat mu itu.!! tapi sebelum itu terjadi, aku ucapkan pada kalian selamat datang di neraka mu.!!


"Berani mengusikku, mengantarkan mu ke neraka.!! dan ingatlah seberapa mahal kau akan membayar perbuatan kotor dan keji mu itu.!! ucap Rafa dingin, dengan aura mematikan dan tak terbantahkan oleh siapa pun yang berada di dalam ruangan itu.


"Mulai.!! ucap Rafa dan para anak buahnya pun paham apa maksud dari bosnya itu, langsung bergerak cepat melaksanakan perintah dari bosnya itu.

__ADS_1


Para anak buah Rafa pun, mengambil salah satu alat yang di gunakan untuk mencabut kuku para kaki tangan Amar, dan Rafa ingin Amar melihat sendiri bagai mana para kaki tangannya itu menikmati permainan yang sudah di atur oleh Rafa.


Seorang dari mereka pun gemetar ketakutan, saat suara alat tersebut mulai mendekati jari tangannya yang di pegang para anak buah Rafa.


"Tidaaakk.!! aaahkkkk, teriaknya saat kuku-kuku tangannya di cabut paksa dengan alat yang bekerja baik di jari tangan pria itu.


Para kaki tangan Amar yang melihat itu pun, meringis gemetar, melihat kuku-kuku jari temannya itu berserakan di lantai dengan darah yang menetes deras dari jari-jarinya, menatap tangan mereka masing-masing, membayangkan hal yang sama akan terjadi pada mereka juga, dan membuat mereka semakin merinding ngeri, saat melihat gigi temannya itu sudah berserakan di lantai dan darah segar mengalir dari mulut yang sudah tidak berisikan gigi lagi.


Karena sangat sakit, untuk berteriak pun pria itu sudah tak mampu lagi, tubuh gemetarnya semakin terlihat lemas, menyesal telah terhasut oleh Amar yang memperalat mereka menjalankan misi kotornya.


Ketiganya sudah menikmati permainan indah Rafa, kini giliran Amar yang akan menjerit histeris dan menikmati alat-alat yang sudah sangat ingin mendapatkan tetesan darah dari Amar.


"Lakukan.!! ucap Rafa tegas menatap jijik Amar yang masih terlihat angkuh itu.


Para anak buah Rafa pun, mengambil sebuah pisau, lalu mendekati Amar, mengarahkan pisau itu pada wajah Amar yang terlihat pucat dan ketakutan.


"Apa yang ingin kau lakukan b*****k.!! ucap Amar geram karena pisau itu semakin mendekati wajahnya.


Sreekkk.!!!


Goresan indah pun terlukis di wajah Amar yang polos itu, membuat semua orang terkelabui, mempercayainya selama ini, ternyata hanya topeng belaka, untuk menjalankan misinya yang kotor dan licik.


Amar sudah tak mampu lagi berteriak angkuh pada Rafa, kondisinya hampir tak berwujud, akibat darah yang memenuhi seluruh tubuhnya, Rafa sebenarnya tak tega melakukan hal demikian, selama ini ia membereskan para cecengguk hanya meminta para anak buahnya saja melakukannya, tapi kali ini Rafa tidak bisa tinggal diam, mengingat banyak luka di tubuh ayah mertuanya, membuat dan tusukan yang hampir mengenai jantung pak Danu, hampir merenggut nyawa ayah mertuanya itu, untung saja ada yang menemukan pak Danu yang di buang ke semak-semak, dan cepat mendapat pertolongan, kalau tidak Rafa akan menyesali seumur hidupnya yang gagal melindungi ayah mertuanya, sesuai janji yang di ucapkan ya saat melamar istrinya itu.


"Bereskan semua kejadian ini, dan lepaskan anak dan istri Amar, kirim merek ke tempat terpencil, dan lakukan dengan rapi.


"Dewa.!! panggil Rafa.


"Siap bos.!! sahut Dewa cepat.


"Hubungi pihak rumah sakit, dan katakan pada mereka membawa ayah mertuaku ke rumah sakit kita, dan lakukan pengawalan ketat, ucap Rafa tegas, ia ingin ayah mertuanya di bawa ke kota yang sama tempatnya tinggal, agar istrinya lebih mudah bertemu pada ayah mertuanya, setelah ia menceritakan yang sebenarnya nanti.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.

__ADS_1


__ADS_2