Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Keberingasan Felix.


__ADS_3

Rafa sempat menolak keinginan Momy nya yang ingin memberi pelajaran pada Leni, tapi menurutnya itu wajar, dan Leni harus tahu dan melihat bagai mana kebringasan para wanita yang tangguh sebagai menantu keluarga Widodo.


Felix memang wanita penuh ulas asih, tapi ia tidak bisa menerima bila keluarganya terancam dan tersakiti.


Felix sama sekali tidak pernah berbuat kejam pada siapa pun, ia tahu itu salah, tapi tidak pada orang-orang yang berniat jahat dan picik pada keluarganya.


Felix yang geram dan sangat ingin memberikan pelajaran pada Leni, mengutarakan niatnya pada Rafa putranya juga suaminya, walau ia tahu akan di bantah keras oleh suami dan putranya.


Kesempatan itu pun akhirnya di wujudkan dan di turuti Rafa juga Dady nya, apa lagi grandma dan grandpa nya datang mengunjungi ayah mertuanya, bahkan mendukung niat Momy nya, memberi pelajaran pada Leni dan cecengguk lainnya itu.


Felix dan Momy mertuanya ikut ke markas, sementara Widodo memilih tinggal di mansion menemani Atika dan pak Danu.


Widodo yakin, istri dan menantunya tahu, pelajaran apa yang pantas mereka berikan pada orang-orang yang berani mengusik keluarganya.


Atika sempat ngotot untuk ikut, ia juga ingin melihat wajah kekalahan Leni, yang berniat melukai ayah dan dirinya.


Widodo yang mendengar Atika merengek ingin ikut, bicara pada Atika memberikan petuah dan membuat Atika paham dan mengurungkan niatnya untuk ikut.


"Ibu hamil tidak baik pergi ke tempat yang berbahaya, apa lagi tempat itu penuh dengan kekejaman dan banyak kejadian buruk terjadi, karena ibu yang mengandung melihat hal yang mengerikan akan mempengaruhi janinnya itu, contohnya, ibu hamil terkadang suka aneh-aneh meminta suatu hal yang konyol, dan sangat sulit untuk di penuhi, tapi sepanjang kita sanggup memenuhi tentu anak yang lahir tidak akan ada keinginannya yang tidak terpenuhi selama dalam kandungan itu yang di maksud anak yang lahir tidak ileran.


Kalau kamu ikut ke sana, tentu banyak hal yang akan kamu lihat, dan kita tidak tahu janin yang ada dalam kandungan mu tiba-tiba menginginkan hal di luar nalar manusia, tentu hal itu sangat tidak baik bila terjadi, dan hal hasil anak yang lahir tentu menuruni sifat yang tidak jauh beda semasa keinginannya dalam kandungan, ucap Widodo menjelaskan dengan tenang, dan membuat Atika paham kenapa ia di larang ikut ke markas.


"Terima kasih grandpa, sudah mengingatkan Atika dan memberi Tika wejangan yang sangat baik, ucap Atika memeluk hangat Widodo, sungguh Atika sangat beruntung semua orang begitu perhatian dan menyayanginya.


"Itu sudah kewajiban grandpa, mengingatkan dan melindungi kalian tanggung jawab grandpa, ucap Widodo mengelus lembut kepala Atika.


Rafa pun lega mendengar istrinya yang mengerti dengan keadaan, yang tidak memungkinkan untuk ikut ke markas.

__ADS_1


Mereka pun tiba di markas, dan ibu mertuanya itu pun turun dari mobil, dan para pengawal menyambut kedatangan mereka, melihat NY besar mereka datang ke markas, tentu sudah tidak asing lagi, karena NY besar Widodo itu, termasuk wanita yang bisa bersikap kejam, bila ada yang mencoba bermain-main dengan mereka.


Rima dan Felix pun masuk, berjalan menuju tempat Leni dan para rekannya.


Para anak buah Rafa pun langsung sigap menyiapkan kursi untuk dua wanita istimewa di keluarga Widodo itu.


Begitu melihat Leni, Felix menatap tajam dan sangat geram, karena tak sedikit pun terlihat penyesalan di wajah Leni, justru menatap tajam pada Felix dan Rima.


Rafa dan Aliando hanya bersikap santai, toh yang melakukan eksekusi adalah dua wanita tangguh yang siap membantai para cecengguk itu.


"Jadi inikah wajah yang ingin menyakiti cucuku?? ucap Rima berjalan mengelilingi Leni.


Rima terlihat angkuh, saat berbicara, baginya tak perlu menjaga image bicara pada iblis yang bertanduk seperti mereka.


Tampilan yang elegan menambah aura tangguh itu, dan sisi gelapnya, semakin terlihat karena sudah sangat lama ia tidak pernah lagi bermain-main dengan cecengguk seperti mereka.


"Bagai mana menurut mami, bukankah sangat sayang wajah cantik tapi percuma karena tidak sejalan dengan sifat buruknya.!! ucap Felix menatap tajam Leni.


"Wanita miskin dan kampungan itu, Ciih.!! segitu bangganya kalian membicarakan wanita sialan itu.!! dia tidak ada apa-apanya di bandingkan denganku, dan wanita itu sangat tidak pantas untuk Rafa.!! ucap Leni begitu percaya diri membanggakan dirinya yang sangat pantas di samakan dengan iblis bertanduk.


"Plaaakkk.!!


"Miskin dan kampungan katamu.!! kau bahkan lebih hina dari cucuku!! ucap Rima menampar Leni dengan cukup kuat.


Rafa yang sempat emosi mendengar ucapan Leni, ingin sekali menghajar Leni, tapi saat melihat grandma nya melayangkan tamparan keras pada Leni, membuat Rafa senang dan lega.


"Bercermin lah Nona, apakah kau pantas menilai menantuku atau tidak, karena sifat dan kelakukan mu, lebih buruk dari keadaan menantuku.!! ucap Felix berdiri, berjalan mendekati Leni.

__ADS_1


"Apa peduliku, wanita itu sudah merebut apa yang seharusnya jadi milikku.!! ucap Leni tak tahu malu, membuat Rafa mual mendengar ucapannya itu.


"Milikmu?? sejak kapan putriku milikmu.!! ucap Felix semakin terbakar emosi.


"Apa sebelumnya kau mengenal wanita gila ini Rafa, tanya Rima pada cucunya yang menatap jijik pada Leni.


"Tidak sama sekali.!! dan rasanya sangat tidak mungkin aku berteman dan mengenal wanita yang gila.!! ucap Rafa sinis, dan membuat Leni sangat malu dan begitu marah, pria yang di sukai nya tega mengatakannya "wanita gila".


"Kau sudah dengar apa yang di katakan cucuku barusan?? ucap Rima tersenyum mengejek, membuat Leni semakin terpojok dan malu.


"Kasihan sekali ibu yang melahirkan mu, mungkin selama mengandung mu, ibu mu berdoa agar kau jadi anak yang membanggakan keluarga, dan mengharumkan namanya, tapi kenyataan tak sesuai dengan doa dan harapannya, ucap Felix, membuat Leni bungkam.


"Sudahlah mom, tak perlu menghabiskan tenaga pada wanita licik itu, biarkan dia menerima ganjarannya, yang sudah berani bermain-main dengan keluarga kita, ucap Aliando, mengingatkan istrinya, karena sangat emosi pada perawat gila itu.


"Dady benar mom, biarkan anak buah ku yang mengurus mereka, jangan sampai tangan kita kotor dengan wanita yang menjijikan ini, ucap Rafa.


Felix dan Rima pun menjauh dari Leni, mereka duduk di kursi yang di siapkan para pengawal tadi, melihat bagai mana para anak buah mereka melakukan tugasnya, memberikan pelajaran yang setimpal pada Leni dan rekannya.


Rafa pun memerintahkan para anak buahnya, melakukan tugas mereka, memberi hadiah yang pantas pada mereka yang sudah berani bermain-main dengannya.


"Lakukan, agar mereka tahu siapa yang mereka usik dan buat mereka menyesal.!! ucap Rafa tegas dan dingin.


Para anak buah Rafa pun, mengambil cambuk yang sudah tersedia, dan mulai mencambuk mereka satu persatu termasuk Leni, yang berteriak histeris, merasakan perih dan panas di kulit mulusnya.


Nikmatilah.!!!


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2