Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kesialan Leni Dan Para Rekannya.


__ADS_3

Leni yang kesakitan, memilih pergi ke ruang istirahat, mengoleskan saleb penghilang lebam yang di jidatnya itu.


Perih dan sakit, Leni tidak menyangka mendapat jebakan dari Felix, dan membuatnya semakin geram, dan semakin bersemangat melanjutkan misinya untuk menyekap pak Danu, sebagai alat tukar yang akan ia gunakan pada Atika, yang merelakan Rafa untuknya dan menandatangani surat cerai yang sudah di persiapkan para rekannya.


Leni yakin Atika tentu lebih memilih ayahnya, dan merelakan Rafa padanya, membayangkan rencana liciknya itu, Leni pun tersenyum bangga, merasa misinya kali ini akan berhasil.


Sementara pak Danu sudah di bawa pulang ke mansion, dan merahasiakan kepulangan pak Danu, karena Rafa dan Aliando berencana menjebak Leni dan para rekannya, dan akan menyergap langsung para cecengguk itu.


Leni sama sekali tidak tahu pak Danu sudah di bawa pulang, dan para petugas rumah sakit yang sudah di bungkam dan merahasiakan hal itu, jadi bersikap was-was, apa lagi saat mendengar ada yang berniat buruk pada pak Danu, tapi mereka tidak tahu pasti siapa orangnya, dan sengaja memasukkan pasien ke ruang VIP tempat pak Danu di rawat, agar para cecengguk yang menargetkan pak Danu tertangkap tanpa menghabiskan banyak tenaga, karena dengan suka rela mengantarkan dirinya sendiri ke sarang macan yang ganas.


Waktu menunjukkan pukul 21:00, Rafa, Dady nya, Dewa, sudah berada di ruang Cctv, melihat pergerakan Leni yang semakin mencurigakan.


Leni pun menyelinap masuk ke ruang VIP tempat pak Danu di rawat sebelumnya. Melihat ruang VIP itu sepi dan tidak ada yang berjaga di dalam membuat Leni senang, dan misinya akan berjalan lancar sesuai keinginannya.


Sebelum keluar Leni sempat memperhatikan ranjang pasien, dia melihat pasien yang ia kira pak Danu itu, sempat merasa aneh karena menutup seluruh tubuhnya hingga kepalanya tertutup selimut, tapi Leni tak ambil pusing dengan itu, justru itu sangat bagus, pikirnya.


Leni pun keluar dari ruang VIP itu, perlahan ia pun berjalan ke arah lorong rumah sakit yang cukup sepi, lalu menghubungi para rekannya, agar menjalankan misi mereka, karena waktunya sangat tepat dan mendukung.


Para rekan Leni yang mendapat perintah, langsung siaga, apa lagi mendengar suasana cukup mendukung misi mereka, membuat semangat mereka bertambah dan bergerak cepat.


Rafa dan Aliando juga Dewa, sudah mengerahkan beberapa anak buahnya yang cukup bisa di andalkan melakukan pekerjaan yang tidak begitu menguras tenaga itu.


Terlihat di layar monitor, empat pria bertopeng masuk ke ruang VIP itu dan di susul dengan Leni yang ikut masuk ke dalam, saat mereka semua sudah masuk, para anak buah Rafa pun langsung menjaga ketat pintu masuk ruang VIP itu, dan menunggu kedatangan bos mereka yang akan mengeksekusi langsung para cecengguk itu.


Mereka pun menutup pasien yang mereka kira pak Danu itu, mengangkat ke brankar agar lebih muda mendorong pasien tersebut ke luar dari ruang VIP itu.


Saat dirasa cukup dan mereka pun mulai mendorong brankar itu, dan pintu ruang VIP pun terbuka, para anak buah Rafa masuk dengan menodongkan senjatanya pada Leni dan rekannya, dan tak lama masuklah Rafa dan Aliando juga Dewa ke ruang VIP itu, membuat Leni dan para rekannya terkejut dan pucat, melihat wajah-wajah yang masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


Dewa pun langsung memberi kode pada anak buahnya, mengamankan para cecengguk yang bodoh dan sangat tidak berkelas itu.


Dengan sigap para anak buah Rafa pun, langsung membekuk para cecengguk itu, dan Leni masih sempat-sempatnya berdalih padahal sudah tertangkap basah.


"T t tuan, saya di paksa mereka dan mengancam saya, akan menghabisi nyawa saya kalau saya tidak memberi tahu pasien yang mereka incar, ucap Leni terbata, mencoba mengelabui Rafa dengan cerita bohongnya.


"Tutup mulut mu itu.!! apa kau kira aku akan termakan ucapan bodoh mu itu hah.!! ucap Rafa mengeraskan rahangnya.


"Seret wanita gila ini, dan beri dia sedikit hadiah, sebelum aku menentukan hukuman apa yang pantas untuknya, ucap Rafa dingin, dan wajahnya merah padam, mengingat ucapan Dady nya yang memberitahukan kalau wanita gila ini juga menargetkan istrinya.


"Tidaakkkk.!! tuan sungguh saya di paksa oleh mereka dan saya tidak bersalah, ucap Leni seraya mengedipkan matanya pada rekannya, agar ikut membelanya, tapi ternyata para rekannya malah tidak merespon, mereka juga geram karena Leni justru mengkambing hitamkan mereka, padahal dalangnya dia sendiri.


Melihat para rekannya bungkam Leni pun tak bisa berkutik lagi, dan di tarik paksa para anak buah Rafa,. 'sial' batin Leni menatap tajam para rekannya, yang ikut di seret masuk ke dalam mobil yang sudah di persiapkan untuk meringkus para cecengguk itu.


"Bereskan semua dan jangan membuat para pasien lainnya tidak nyaman, lakukan dengan rapi, ucap Rafa pada Dewa.


"Siap bos, sesuai perintah anda, sahut Dewa tegas.


Mereka pun tiba di mansion, Atika yang melihat suaminya pulang, tersenyum senang, karena ingin menyampaikan keinginannya, dan sepertinya Atika ngidam sesuatu.


"Kenapa belum tidur hem?? tanya Rafa melihat istrinya masih terlihat segar dan belum mengantuk.


"Aku menunggumu, sahut Atika bergelayut manja di lengan suaminya.


"Bagai mana keadaan ayah?? tanya Rafa menghawatirkan keadaan ayah mertuanya itu.


"Ayah baik-baik saja, dan sudah tidur, sahut Atika masih bergelayut manja di lengan suaminya dan berjalan masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


"Ada apa hem?? tanya Rafa yang melihat istrinya semakin manja.


"Sayang, ucap Atika manja mengayun-ayunkan tangan Rafa, enggan menyampaikan keinginannya.


"Ya sayang, kenapa?? ada sesuatu yang ingin kamu katakan, tanya Rafa menatap serius pada Atika.


Atika pun mengangguk cepat, mendengar perkataan suaminya ia pun tersenyum senang karena sepertinya suaminya memahami maksudnya.


"Apa itu, katakanlah jangan sungkan, ucap Rafa lembut.


"Aku pingin makan gado-gado sayang, ucap Atika menelan ludahnya membayangkan gado-gado, yang memanjakan lidahnya itu.


"Gado-gado?? ucap Rafa mendengar gado-gado yang di minta Rafa, bukannya ia tidak mau membelikan, tapi Rafa sama sekali belum pernah melihat bagai mana gado-gado, dan merasakan rasa gado-gado itu.


"Iya gado-gado, ucap Atika mengelus perut ratanya, dan ludahnya pun hampir menetes karena membayangkan gado-gado tersebut.


"Tapi itu di beli di mana sayang, tanya Rafa yang sama sekali tidak tahu dimana tempat menjual gado-gado itu.


"Kita cari bersama ya, ucap Atika semangat.


"Jadi kamu juga tidak tahu tempatnya?? tanya Rafa yang mendengar perkataan istrinya, ingin mencari bersama tempat menjual gado-gado.


Atika pun menggeleng, karena ia memang tidak tahu di mana tempat menjual gado-gado, tapi kalau di kota B, ia sudah jelas tahu, karena itu adalah tempat favoritnya membeli gado-gado.


Rafa tak ingin istrinya kecewa, menuruti keinginan istrinya itu, mereka pun keluar mencari gado-gado itu, apa lagi ini adalah permintaan perdana istrinya yang baru mulai mengidam dan pingin makan sesuatu, tentu Rafa tidak akan tega menolak, meski waktu cukup larut, yang penting istrinya tidak merasa di abaikan.


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2