
Ali terkejut saat melihat Atika datang ke toko rotinya, dengan berjalan kaki, dan tanpa seorang pun yang menemani nya, membuat Ali khawatir pada Atika, apa lagi sampai Rafa tahu Atika sendiri begini, semua bisa jadi masalah besar.
Atika tersenyum senang, saat melihat Ali berdiri di depan toko rotinya, ia pun berjalan dengan semangat mendapati Ali yang menatap nya berpikir Ali senang melihat kedatangannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini Tika?? ujar Ali saat Atika sudah berada di hadapannya.
" Bertemu dengan kak Ali lah, memangnya tidak boleh ya?? ujar Atika santai, merasa Ali hanya menggodanya saja.
"Kamu tahu, kalau Rafa tahu kamu datang ke sini dengan berjalan kaki dan tanpa seorang pun yang menemani mu, bisa di passionate Rafa akan marah besar pada orang-orang di Vila, ujar Ali yang kesal pada Atika tidak memikirkan keselamatannya.
" Tapi Tika, memang ingin sendiri begini, lagian ini juga kan kampung Atika, nggak akan ada yang menyakiti Atika, ujar Atika membela dirinya.
"Jangan bilang kamu datang ke sini, tidak ada seorang pun yang tahu, dan kamu kabur dari Vila, ujar Ali menebak, melihat gelagat Atika yang mulai gugup.
Atika tidak menjawab perkataan Ali, ia hanya menundukkan kepalanya, karen ten akan Ali benar adanya, dan Atika sadar ia tidak akan bisa mengkelabui Ali.
"Atika.! kamu kabur kan dari Vila?? tanya Ali lagi, melihat Atika hanya diam, dan yakin Atika keluar diam-diam dari Vila.
" Maaf, Tika hanya ingin merasakan seperti di masa Tika bebas melakukan apa pun, tanpa pengawasan, karena sangat tidak nyaman, dan Atika merasa terkekang kak, ujar Atika, menjelaskan, agar Ali paham keinginannya.
"Tapi, ini sangat beresiko Tika, kamu bukan lagi Atika yang dulu, banyak orang tidak menyukai dan iri melihat keadaanmu yang sudah jauh dari kehidupan mu yang dulu, dan apa saja bisa terjadi, ujar Ali, agar Atika bisa memahami, bahwa tidak semua orang bahagia melihat ia bahagia, seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Iya maaf, Tika nggak akan mengulangi lagi kak, ujar Atika, agar Ali tidak terus-menerus menasehati nya.
" Ya sudah lah, tapi lain kali jangan begini, karena itu tidak baik, ayo masuk, ajak Ali menyudahi ceramahnya.
Atika dan Ali pun masuk ke dalam toko roti itu, Ali menyuruh Atika duduk, sementara Ali membuatkan minuman untuk Atika, namun Atika tak ingin berlama-lama di sana, takut saat orang-orang di Vila menyadari ia tak ada di Vila, dan akan mencarinya, dan tempat yang di tuju susah pasti toko roti Ali, pikir Atika.
Sementara di Vila, bibi Lana sudah kembali dari pasar, dengan semangatnya bibi Lana membuat rujak mangga muda itu, bibi Lana sama sekali tidak bertanya pada Art lainnya tentang keberadaan Atika, merasa Atika berada di dalam kamar, dan bibi Lana akan memanggil Atika saat rujak mangga muda itu sudah selesai di buat.
Di toko roti Atika sudah terlihat gelisah, ia ingin cepat-cepat pergi, sebelum bibi Lana dan para pengawal menemuinya di sana, karena Atika masih ingin pergi ke suatu tempat, dan ia tidak mau kesempatan saat sendiri begini, hilang sia-sia, karena kalau dengan bibi Lana dan para pengawal gerak Atika tidak akan bebas, dan sangat tidak nyaman, saat di ikuti ke mana pun ia pergi.
Atika menghabiskan teh nya yang di sajikan Ali tadi, melihat Ali sibuk dengan para pelanggan, Atika pun mengambil kesempatan pergi diam-diam, sebelum bibi Lana dan para pengawal tiba menyusulnya ke toko roti itu, Atika pun keluar dari toko tanpa sepengetahuan Ali, karena sibuk Ali tak melihat Atika yang pergi dari toko nya.
Para pengawal yang mendengar Nona muda nya kabur dari Vila diam-diam, juga merasakan takut, apa lagi sampai hal ini di ketahui bos mereka, bisa-bisa mereka tinggal nama, apa lagi sampai terjadi sesuatu pada Nona muda mereka, entah apa yang akan terjadi pada mereka, dan sudah pasti mereka tidak akan di ampuni karena sudah lalai menjaga Nona muda nya.
Atika yang sudah pergi dari toko Ali, berjalan menuju suatu tempat, tapi ia sama sekali tidak menyadari hahaha sedang menghadangnya, dan beberapa pasang mata mengawasi nya, dan ingin mencelakainya.
Saat Atika berada di jalan yang lumayan sepi, dan ketepatan jalan itu tidak terlalu sering di lalui orang-orang, Atika mendengar seperti ada yang mengikutinya, saat Atika berbalik, melihat siapa yang mengikutinya, Atika langsung terkejut saat melihat ketiga gadis komplek itu menatap tak suka dan menyeringai pada nya.
"Mau ke mana gadis gubuk.!! ujar seorang gadis komplek itu pada Atika, berjalan perlahan mendekati Atika.
" Mau apa kalian.!! ujar Atika berusaha tidak takut pada ketiga gadis itu.
__ADS_1
"Menurut mu?? kami mau apa, gadis, sombong.!! Kau kira kami sama seperti orang-orang itu, yang kagum melihat mu yang berubah jadi Cinderella?? Cih.!! ujar gadis komplek itu, sembari meludah di hadapan Atika, menunjukkan betapa bencinya mereka pada Atika.
" Aku tidak punya masalah apa pun pada kalian, jadi tolong jangan ganggu aku.!! ujar Atika masih berani melawan para gadis komplek itu.
"Tidak punya masalah kata mu?? apa kau lupa hah.!! kau dan keluarga mu yang sok itu, sudah mempermalukan kami waktu itu, kau bilang tidak punya masalah?? ujar gadis komplek itu pada Atika, dan mengelilingi Atika, agar Atika tidak lari.
"Kejadian itu kalian sendiri yang cari masalah, jadi jangan menyalahkan orang lain, karena kalian yang memulai masalah waktu itu, ujar Atika masih bersikap tenang, padahal ia sudah ketakutan, para gadis itu akan melakukan apa pun pada nya dan sangat nekat.
" Oh.!! semenjak jadi Cinderella, ternyata kamu sudah berani ya, dan pintar bicara, dasar gadis gubuk tidak berguna.!! ujar seorang gadis itu, menampar Atika cukup keras, hingga Atika oleng dan jatuh, membuat para gadis itu tertawa melihat Atika yang meringis kesakitan, karena tamparan itu, dan siku tangannya yang menahan tubuhnya agar tidak terbentur kuat, berdarah karena tergores di tanah jalan setapak itu.
"Ayo .!! bawa gadis gubuk ini ke tempat geng kita, di sana kita akan sepuasnya memberinya pelajaran, ujar seorang gadis komplek itu.
Mereka pun menarik Atika dengan paksa, apa lagi saat rambut Atika di tarik dengan kasar, membuat Atika meringis kesakitan, melihat Atika yang terseok-seok berjalan, membuat para gadis komplek itu geram, menendang Atika tanpa perasaan, agar berjalan cepat, dan Atika berkali-kali mendapat tamparan dari para gadis itu, membuat wajah Atika lebam, dan bibirnya pecah, darah segar pun mengalir dari bibir Atika, walau sakit dan sangat perih, Atika masih berusaha memberontak agar di lepaskan para gadis itu, namun karena berjalan cukup jauh, dan di pukuli, membuat Atika tidak bertenaga dan perut nya pun terasa sakit, dan Atika sangat khawatir dengan janin yang ada dalam perut nya.
Mereka pun tiba di suatu tempat yang lumayan jauh dari pemukiman, sebuah gubuk yang menjadi tempat mereka bersenang-senang, dan berkumpul dengan para geng mereka, dan di tempat itulah mereka menyekap Atika, dan mengikatnya di kursi kayu yang ada di gubuk itu. Melihat Atika yang lemah tak berdaya, membuat para gadis itu tertawa senang bahkan berkali-kali mengumpat Atika.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor
__ADS_1