Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Ketakutan Cita


__ADS_3

Setelah Cita selesai menganti bajunya, ia sama sekali tak memeriksa tasnya, pergi begitu saja meninggalkan perusahaan, dan tentunya ia akan menuju tempat kuliahnya.


Dewa yang melihat kepergian Cita, merasakan sedikit cemas, ia takut Cita justru berpikir lain, namun itu murni untuk menolong Cita.


Cita yang sudah tiba di kampus, merasakan sedikit aneh, karena tasnya agak teras berat dari biasanya.


Melihat waktu masih ada, Cita pergi ke taman kampus, duduk di kursi taman, bermaksud memeriksa isi tasnya.


Perlahan Cita membuka tasnya, dan hal yang pertama ia lihat adalah tempat bekal makanan yang berisi.


Cita yang tidak pernah membawa bekal, merasa aneh, dan berpikir kenapa ada bekal makan di dalam tasnya, namun saat ia melihat isi tasnya kembali, ia pun menemukan sebuah amplop, membuat Cita semakin merasa aneh, karena menemukan dua barang yang bukan miliknya di dalam tasnya.


Cita pun membolak balik amplop itu, tidak ada nama atau pun menunjukkan tertuju untuk siapa, Cita yang penasaran, membuka amplop itu, dan isinya pun semakin membuat ia terkejut, karena melihat amplop itu berisikan uang yang tidak sedikit, kalau di hitung-hitung, jumlahnya gajinya selama 5 bulan.


Cita yang melihat ada selembar kertas yang terselip di antara uang itu, perlahan membuka kertas tersebut, dan ternyata itu sebuah surat.


Cita pun membaca surat itu, bukannya senang ada yang memberikannya dengan cuma-cuma, Cita justru ketakutan, karena menurutnya ini sangat misterius, kenapa tiba-tiba ada seseorang yang perduli padanya, dan langsung memberinya uang dan bekal makanan, di tambah lagi, sepertinya orang itu tahu, kalau Cita membutuhkan uang, dan biaya kuliahnya.


Cita yang gemetaran, melihat kiri dan kanan, merasa seperti ada yang mencintainya setelah membaca surat tersebut, hingga ia kembali memasukkan dengan cepat amplop dan bekal makanan itu ke dalam tasnya.


Dadanya berdebar, rasa takut pun menyelimuti nya, bahkan nafasnya terasa sesak, tiba-tiba, menemukan barang di dalam tasnya tentu membuatnya bingung dan takut, namun sesaat ia mencerna isi surat itu, jelas-jelas barang yang ada di dalam tasnya tertuju untuknya, bahkan ia tidak mencuri punya siapa pun.


Setelah merasa tenang, Cita kembali berpikir jernih, dan memutar kembali awalnya ia datang ke perusahaan untuk, bekerja, sama sekali tidak ada yang janggal, dan sudah bisa di tebak barang yang ada di dalam tasnya berasal dari perusahaan, tidak mungkin dari tempat kost nya, karena ia tinggal sendiri dan siapa pun pagi tadi tidak ada seorang pun yang bertamu ke tempat kost nya.


Pusing memikirkan hal itu, Cita yang masih duduk di taman, jadi tidak bersemangat untuk mengikuti perkuliahannya, ia tidak berkonsentrasi lagi, hingga Cita memilih pulang ke tempat kost nya, bahkan ia sedikit gemetaran, karena masih takut dan seperti terawasi.


Cita yang sudah tiba di tempat kost nya, kembali mengeluarkan barang yang ada di dalam tasnya, membuka bekal makan itu, dan karena ia memang sudah lapar, Cita pun memakan isi bekal itu, tapi tidak berniat menggunakan uang itu, ia akan menyimpan uang itu, sampai bisa menemukan siapa orang yang sudah memasukkan uang tersebut, dan apa tujuannya.

__ADS_1


Bukannya Cita, tidak senang mendapatkan bantuan yang seperti itu, tapi menurutnya ia menerima dari orangnya langsung tidak sembunyi-sembunyi seperti ini, dan sudah jelas itu membuatnya takut.


"Di sini orang itu menuliskan di sebagai pengagum, apakah seorang pengagum harus memberikan uang?? dan ini sungguh berlebihan, kalau hanya mengagumi saja"


Cita kembali membuka surat itu, dan kata demi kata ia baca ulang, di sana di tulis, bahwa jangan berpikir itu hal yang bertujuan lain, dan hanya bentuk kepedulian, membuat Cita semakin pusing.


Lelah dengan pikirannya, Cita lebih memilih berbaring, dan ingin tidur sejenak, menenangkan pikirannya, yang punya tanda tanya besar, karena selama ini ia sama sekali tidak merasa dirinya pantas untuk di kagumi oleh siapa pun, karena ia hanya gadis biasa, dan apa yang perlu di kagumi dan di lihat dari dirinya, sungguh membuat Cita semakin pusing, hingga akhirnya ia terlelap, karena lelah berpikir.


Sementara Dewa, sengaja pergi ke kampus Cita, setelah pulang dari kantor, ingin melihat reaksi Cita, dan apakah setelah mendapatkan uang darinya, Cita masih akan pergi bekerja ke rumah makan itu.


Satu persatu mahasiswa yang melalui gerbang utama, dengan teliti di periksa Dewa, yang jaraknya tidak jauh dari sana, namun Dewa tidak melihat sosok yang ia cari, sampai suasana kampus sepi, dan hanya menyusahkan pak satpam yang masih berjaga.


Dewa langsung merasa panik, karena tak melihat Cita keluar dari kampusnya, hingga ia langsung menginjak gas, meluncur ke suatu tempat, dan tentunya tujuan Cita adalah rumah makan tempat Cita bekerja sampingan.


Setibanya di sana, Dewa pun buru-buru turun, ingin segera memastikan Cita ada di sana atau tidak, namun saat masuk, Dewa yang langsung di sambut pelayan rumah makan, tanpa basa basi, Dewa pun langsung bertanya pada pelayan itu, soal keberadaan Cita.


"Maaf, apa gadis yang bernama Cita, ada di sini?? dia bekerja di sini, di bagian dapur"


"Maaf, kalau boleh tahu ada perlu apa, dan anda siapanya Cita??


" Kamu hanya perlu jawab, ada atau tidak, bukan balik bertanya.!


Marah dan kesal, karena pelayan itu bukannya menjawab pertanyaan Dewa, malah balik bertanya.


Sementara pelayan yang mendengar ucapan kesal dan marah dari pria tampan yang di depannya itu, jadi kesal juga, karena menurutnya pria tampan itu, sangat arogan dan ketus sekali, namun sebagai pelayan yang wajib menunjukkan sikap yang ramah, pelayan itu pun menjawab dengan baik.


"Cita memang bekerja di sini, tapi hari ini dia tidak masuk"

__ADS_1


Jawaban pelayan tersebut justru menambah kepanikan Dewa, kalau bukan ke tempat ini, lalu ke mana Cita?? begitulah pikiran Dewa saat ini.


"Apa kamu tahu di mana tempat tinggal Cita??


Menanyakan alamat Cita, sebenarnya Dewa tidak akan sulit mencari itu, tapi menurutnya kalau ia mendapatkan informasi lebih cepat kenapa tidak.


" Kalau tidak salah, Cita tinggal di jalan Kenanga, blok 3, tapi letak persis kost nya, saya tidak tahu"


Pelayan itu pun menjawab seadanya, karena ia memang tidak pernah ke tempat kost Cita, tapi alamat tempat tinggal Cita ia tahu.


"Terima kasih"


Dewa langsung pergi setelah mendapat informasi tentang alamat Cita, namun kepergiannya justru membuat pelayan itu mengumpat.


"Huh, dasar orang kaya yah gitu tuh, sombong dan arogan, udah dapat yang ia mau, langsung pergi, bahkan bilang Terima kasih, kayak nggak ikhlas gitu, dasar olang kayaaa.!!


Kesal pelayan itu, padahal tadinya ia sempat terkesima melihat pria tampan berdiri dan bicara padanya, jarang-jarang dia bisa jelong-jelong kan, karena sangat langka ada pria tampan datang ke rumah makan itu, eh nggak tahunya hanya numpang lewat doang.!


Dewa sudah berada di jalan Kenanga, ia memarkirkan mobilnya di tempat yang sepi, dan berharap ada orang yang bisa ia tanyain.


Saat ia mengusap wajahnya yang gusar, Dewa justru melihat sosok yang di carinya, keluar dari tempat kost nya, membuang kotak bekal makanan yang ia kenali, karena kotak makanan itu ia pesan dari restoran yang cukup mewah.


Senyum tipis terbentuk di bibir Dewa, ia senang karena Cita memakan makanan yang ia masukkan ke dalam tas Cita, bahkan ia berpikir, Cita tidak masuk kerja di rumah makan itu, karena merasa uang yang ia berikan, cukup untuk Cita pergunakan.


Dewa pun pergi meninggalkan tempat itu, perasaannya lega, karena Cita ternyata ada di tempat kost nya, dan Dewa berencana besok, ia akan memberikan kiriman misterius lagi pada Cita, dan mudah-mudahan Cita tidak curiga padanya.


Cita pun melipat amplop berisi uang itu, lalu memasukkan ke dalam sebuah kotak, ia tidak mau menggunakan uang itu, bahkan ia berharap secepatnya menemukan orang yang sudah menaruh uang itu ke dalam tasnya, dan berniat mengembalikan uang itu, dan menanyakan apa maksud dari pemberian itu, karena Cita merasa ada yang janggal, tiba-tiba ada seseorang yang peduli dan mengaguminya, padahal ia hanya seorang gadis biasa, dan tidak memiliki kelebihan yang hebat.

__ADS_1


Next....


Mohon dukungannya Sob, Votenya jangan pelit dong,, mohonπŸ™πŸ™πŸ™, makasih ya buat yang masih dukung karya aku..


__ADS_2