Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Permintaan Maaf


__ADS_3

Karena lelah menangis, Atika pun terlelap dalam dekapan Rafa, hingga Rafa memilih membiarkan Atika istirahat agar lebih tenang, dan membaringkan Atika di kamar pribadinya yang ada di ruangannya.


Setelah membaringkan Atika, Rafa pun menghapus sisa air mata Atika yang masih menempel di wajah Atika, bahkan menghujani Atika dengan kecupan-kecupan lembut.


Sejenak Rafa berpikir, saat memandangi Atika yang masih terlelap, mengapa tiba-tiba istrinya, datang ke kantor dan tampak begitu sedih, namun tak ingin cerita apa yang menyebabkan istrinya seperti itu.


karena penasaran, Rafa pun kembali menghubungi mommy nya, ingin bertanya apa yang terjadi saat mommy dan istrinya di pusat perbelanjaan.


"Halo mom"


"Iya sayang, bagai mana dengan Atika??


" Atika lagi tidur mom, karena saat tiba di kantor, Atika hanya menangis, dan saat ku tanyain pun Atika tidak mau cerita apa pun, sebenarnya apa yang terjadi Mom??


"Mommy juga nggak paham sayang, kami pergi belanja keperluan baby, dan memang mommy dan Atika sempat terpisah saat sibuk belanja, namun saat mommy sadar Atika tidak bersama mommy, mommy pun mencari Atika, tapi nggak ketemu-ketemu, hingga mommy memberitahu daddy, takut Atika kenapa-napa, eh ternyata udah nyampe di kantor kamu"


"Baiklah mom, kalau gitu Rafa tutup dulu, tolong jaga cucu mommy, sampai kami kembali"


"Tentu sayang, jaga Atika, dan cepatlah kembali"


Setelah bicara dengan mommy nya, Rafa kembali melihat istrinya ke dalam kamar.


Melihat istrinya yang masih terlelap, Rafa pun membaringkan tubuhnya di samping Atika, dengan memiringkan tubuhnya, agar bisa memandang istrinya yang masih terlelap.


"Apa yang membuatmu sampai datang ke kantor?? padahal sebelumnya, kamu bahkan tak ingin melihatku" batin Rafa, yang masih penasaran, dengan kemunculan Atika yang tiba-tiba.


Dewa yang baru saja kembali menemui klien, mendengar bisik-bisik para karyawan, yang membahas soal Atika.


Karena juga penasaran, Dewa pun bertanya pada salah seorang karyawan, yang berpapasan dengannya.


"Apa ada yang terjadi saat saya lagi di luar??"


"A, anu tuan, ibu Atika tadi datang ke kantor, sambil menangis dan berlari terburu-buru, membuat perhatian karyawan, tertuju pada ibu Atika, tapi kami tidak tahu pasti apa penyebabnya ibu demikian" sahut karyawan itu, menjelaskan.


"Terima kasih, lanjutkan kerjamu" ujar Dewa, tak lagi bertanya apa pun lagi, karena ia akan bertanya pada bos nya saja, tapi Dewa juga merasakan penasaran, karena setahunya Atika, sedang pernah dingin dengan bosnya itu.


Dewa pun memasuki ruangan Rafa, tak melihat keberadaan Rafa di sana, namun saat melihat HP dan jasnya Rafa terletak di sandaran kursi kebesaran Rafa, Dewa pun menebak, kalau Rafa di dalam kamar pribadinya.


Dewa memilih kembali ke ruangannya, lebih baik ia menunggu di sana, dan akan menanyakan nanti pada Rafa, soal apa yang terjadi pada Atika.

__ADS_1


Atika yang merasa ada yang menindih perutnya, membuka mata, mengumpulkan kesadarannya, sedetik kemudian ia baru ingat apa yang terjadi, lalu melihat siapa yang sedang bersamanya, dan paham mereka masih di kantor suaminya.


Perlahan Atika memiringkan badannya, agar menghadap pada Rafa, yang tidur miring sambil memeluknya.


Saat tatapan Atika penuh pada wajah suaminya itu, Atika pun kembali menangis, mengingat sikap dan dia sudah berdosa pada suaminya yang ia tuduh berselingkuh, padahal ia sendiri yang salah paham, karena saat melihat suaminya dengan seorang wanita, beberapa hari sebelum kejadian itu, ia dan suaminya terlibat pertengkaran, dan saat itu hingga hingga Rafa tak pulang-pulang, membuat Atika meyakini kalau suaminya, ada main gila di belakangnya.


Tidur Rafa pun terusik, saat mendengar isak tangis, mengganggu pendengarannya, hingga membuat Rafa membuka matanya, dan ternyata istrinya sudah bangun dan kembali menangis.


"Sudah bangun?? kenapa menangis lagi?? mendekap istrinya, yang terisak.


"Maaf" hanya kata maaf, yang Atika lontarkan, semenjak ia datang hingga saat ini.


"Mau cerita sama mas, apa yang terjadi?? ujar Rafa lembut, agar istrinya lebih nyaman.


Atika pun merenggangkan pelukan suaminya, lalu dengan takut-takut, menatap wajah suaminya, karena sejujurnya ia tak sanggup, menatap mata suaminya itu, tapi Atika memberanikan diri, dan berniat meminta maaf, atas sikapnya, dan sudah salah paham.


"Maafkan aku mas, karena bersikap tak baik pada mas, sudah menuduh mas yang tidak-tidak, bahkan melarang mas untuk menemui baby" ujar Atika, dan tangisnya pun pecah, karena juga merasakan sakit dan sesak di dadanya.


Rafa yang mendengar penuturan maaf istrinya pun, langsung memeluk Atika lagi, bahagia kalau istrinya sudah tahu yang sebenarnya, tanpa dia harus menjelaskan lagi.


"Sudah, jangan menangis lagi sayang, pokonya kamu sudah tahu, kalau mas nggak main gila, dan mas juga nggak nyalahin kamu, karena itu hanya salah paham" ujar Rafa, membujuk istrinya.


" Sudah sayang, mas malah senang, karena kamu langsung menemui mas ke sini, meski tadi mas, sempat bingung, dengan kedatangan kamu, mas pikir tadi ada wanita cantik yang mau godain mas" ujar Rafa, sengaja bercanda, mencairkan suasana, agar istrinya tidak canggung dan terus merasa bersalah.


Atika yang mendengar gurauan suaminya pun, tertawa malu, sembari memukul dada suaminya, namun Rafa langsung menangkap tangan Atika, dan detik kemudian Rafa pun langsung menyerang Atika dengan ciuman sedikit brutal, karena ia sudah lama tidak menikmati bibir ranum istrinya itu, apa lagi burung Beo nya, yang sudah lama berpuasa, tentu itu kesempatan baik bagi Rafa, mumpung si baby nggak ada, kesempatan ini tidak akan di sia-siakan.


Atika yang mendapat serangan tiba-tiba, awalnya ia terkejut, namun saat menikmati ******* yang dalam dan memabukkan, Atika pun berusaha mengimbangi, hingga mereka sama-sama hanyut dalam kerinduan memenuhi has*** yang cukup lama tertunda.


Suara keramat pun memenuhi kamar itu, bagai sepasang remaja yang di mabuk cinta, Rafa dan Atika bergulat ria.


Dewa yang kembali ke ruangan Rafa, langsung mengumpat, saat mendengar suara keramat yang berasal dari kamar pribadi Rafa.


"Sialan.!! Bos nggak ada ahlak, enak-enak, kunci pintu dong, nggak mikir perasaan gue, cih.! "


Dewa pun keluar dengan perasaan kesal, berharap ingin bertanya, soal Atika, malah mendengar, nyanyian merdu Atika dan Rafa, membuat kepalanya atas bawah, jadi cenat-cenut.


Sudah dua kali mereka merasakan pelepasan, namun seperti masih belum cukup, apa lagi Rafa, yang sudah menahan beberapa hari, seperti melakukan pembalasan, masih belum mau melepaskan istrinya untuk istirahat, hingga melanjutkan lagi dan lagi.


Atika yang merasakan keganasan suaminya, hanya bisa pasrah, karena ia juga menikmati.

__ADS_1


Seluruh tubuh Atika, berisikan tanda merah, karena ulah suaminya yang begitu ganas, lagi dan lagi Atika mengerti*** nikmat, saat si Beo terus berceloteh, tanpa henti, hingga kedua mahluk itu pun mencapai puncaknya, entah sudah yang kesekian kali, hingga mereka ambruk dengan nafas, yang tersengal-sengal, karena baru saja berolah raga sore.


karena kelelahan mereka pun terlelap, sampai hari sudah hampir gelap.


Rafa yang membuka mata pun, tersentak, karena sudah lupa waktu, langsung pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya, membiarkan Atika tetap terlelap.


Setelah membersihkan diri, Rafa pun memakai bajunya, dan membangunkan Atika, yang masih betah di balik selimut tebal itu.


Melihat istrinya sangat lemas, Rafa pun, membantu Atika, membersihkan dirinya, lalu memakaikan Atika bajunya, dan mereka harus cepat kembali, karena si baby membutuhkan Atika.


Atika yang tak bertenaga, hanya pasrah saat Rafa menggendongnya, keluar dari ruangan Rafa, dan langsung pulang.


Dewa yang melihat Rafa, menggendong Atika, hanya bisa geleng kepala, bahkan pikirannya sempat traveling, membayangkan buasnya sang bos, menjajah istrinya, sampai tak berdaya.


Dewa pun membuka pintu mobil, melihat bos laknatnya dengan wajah yang berseri, membawa Atika masuk ke dalam mobil.


Selama perjalanan pulang Atika kembali terlelap, karena tenaganya sangat terkuras, saat bergulat dengan suami buasnya itu.


Dewa yang sesekali melirik Rafa, lewat kaca mobil, kedapatan oleh Rafa, dan Rafa sepertinya tahu apa yang di pikirkan Dewa.


"Kenapa kamu melihatku begitu Wa??


" Ehem, khem, nggak apa-apa bos" sahut Dewa, gugup karena kedapatan.


"Oh" ujar Rafa, tak merasa bersalah, dan bersikap santai, sembari membelai, rambut Atika yang ada di pangkuannya.


Dewa yang melihat sikap bosnya itu, semakin mengumpat, bahkan berkali-kali, karena kesal dan geram, membuatnya menderita, karena suara keramat yang di dengarnya tadi.


Mereka pun tiba, Rafa tak ingin membangunkan istrinya, kembali mengendong Atika masuk ke dalam, namun saat baru masuk, Rafa bertemu mommy nya, menatap nya heran, karena Atika terlihat lelah dalam gendongan Rafa.


"Hei.! kau apakan menantu mommy, kenapa Atika terlihat begitu lemas dan lelah?? tanya felix yang berjalan mengikuti langkah Rafa dari belakang, menuju kamar mereka.


" Nggak diapain mom, kami hanya sedikit melakukan olah raga tadi, yah hasilnya gini deh" ujar Rafa enteng, seperti tak punya beban.


"Dasar suami nggak ada ahlak" ujar Aliando, yang geram mendengar ucapan putranya itu.


Rafa tak perduli dengan umpatan itu, ia hanya tersenyum menang, karena hari ini dia seperti mendapat durian runtuh, dan si Beo pun tidak lagi mengoceh, ingin makanan lezat, karena Beo sudah mendapatkan lebih, dari kata lezat, hehehe.


Next...

__ADS_1


Up lagi ya Sob, jempolnya jangan lupa, dan tetap dukungannya ya🙏🙏🙏


__ADS_2