
Setelah berlalu beberapa hari pertemuan Ando dan felix,,, Ando hanya banyak diam dan menyesali semua perbuatannya, apa lagi Ando yang berkali kali mendapatkan surat panggilan dari pengadilan untuk segera mengambil keputusan akan hari sidang perceraiannya semakin kalut dan tak tahu harus berbuat apa, karena sesuai prosedur yang ada cepat atau lambat pengadilan akan menggelar persidangan itu.
Ando yang pusing dan frustasi dengan situasinya saat ini lepas kendali, Ando memporak porandakan isi ruangan kantornya karena kesal dan merasa bersalah, Ando histeris ia melempari semua barang barang yang ada didalam ruangan itu bahkan berkas berkas penting seolah tak berarti lagi baginya.
Rico yang diberitahukan oleh sekretaris Ando pun berlari secepatnya keruangan Ando, dan benar saja ketika Rico masuk ruangan Ando sudah seperti kapal pecah tak tersisa.
""" Apa yang kau lakukan,,???? jangan besikap begini, atasi dengan kepala dingin dan cari solusi bukan ini yang seharusnya kau lakukan..!!""""
""" Memangnya apa lagi yang bisa ku lakukan,,?? otak ku bahkan tak bisa lagi untuk berpikir,, apakah begini sakitnya saat kita berada dalam penyesalan???"" Tolong bantu aku, aku tak ingin bercerai aku ingin menebus semua kesalahanku padanya, hikss,,,hikss..
Melihat Ando yang sudah mulai tenang, Rico menepuk pundaknya, dan mengatakan kalau semua sudah tak bisa dirubah lagi, mau tidak mau Ando harus menerima semua apa yang sudah dia tabur akan menuai benihnya.
""" Jangan putus asa Ndo,, terimalah perceraianmu dengan felix, dan mulailah lembaran baru dengan memenangkan hatinya dengan caramu dan menunjukkan penyesalanmu padanya, dan aku yakin kau bisa melakukan itu, berusahalah""
__ADS_1
Ando yang mendapat saran brilian dari Rico pun sedikit lega, yahh, dia akan berusaha untuk mendapatkan felix kembali dalam lembaran baru, dan tidak akan menyianyiakan lagi, karena kesempatan tidak akan datang dua kali pikirnya.
"" Makasih Ric, kamu memang sahabat terbaikku, kamu selalu bisa membuat aku bisa berpikir luas dan tidak terpuruk, maaf waktu itu aku tak mendengar nasehatmu, dan aku sangat menyesal ucapnya, seraya memeluk Rico yang dianggapnya sudah seperti saudara kandungnya, "" kau selalu ada buat aku,, dan tak pernah jenuh dengan sikapku meskipun terkadang aku mengecewakanmu""
"""Seorang kakak memang harus demikian pada adiknya, yahhh terkadang aku memang ingin sekali menghajarmu dan muak dengan sikap dinginmu itu,, huhhh, Rico pun menepuk kepala Ando lembut"""
"" Auu,, kenapa kau memukulku???
"" Maafff, aku hilang kendali tadi dan emosiku tak dapat ku kontrol lagi saat aku menerima surat penentuan hari persidangan kami""
"" Sudahlah,, jangan dibahas lagi, bereskan sendiri semua yang sudah kau hancurkan ini, jangan harap aku mau membantumu untuk merapikan ruanganmu ini, dan beranjak keluar ruamgan itu""
"" Baiklah biar aku suruh nanti kariawan yang lain membenahinya"""
__ADS_1
Setelah Ando menyuruh seseorang membenahi ruangannya itu, ponsel Ando pun berdering, dan dia sangat takut menerima panggilan telpon tersebut karena yang menghubunginya adalah papinya, sejenak Andi berpikir menghindar tak menyelesaikan masalah pikirnya dan memberanikan untuk menjawab papinya itu.
"" Ya,, ada apa pih""
""Segera datang ke rumah sakit,, mami masuk rumah sakit, cepatlah""
Ando yang mendapat kabar itu pun tanpa ba, b,i bu, sesegera mungkin meluncur ke rumah sakit.Dalam perjalanan Ando yang hawatir pun gelisah sendiri apa mungkin ada hubungannya dengan masalah perceraiannya dengan felix mengakibatkan maminya masuk rumah sakit?? tapi saya sudah merahasiakan masalah ini agar tak di ketahui mami dan papi ucapnya dalam hati.
Kalau memang itu benar, apa yang akan aku katakan nanti, habislah aku, aku bahkan tak memikirkan perasaan kedua orang tuaku yang sudah berusaha memberikan yang terbaik padaku sebagai menantu mereka yang hanya aku sia siakan dan malah menyakitinya.
**Lanjuuuuuuttttttttttt
Jangan lupa like,komen dan vote ya gaes agar saya semakin semangat nulisnya,makasih buat yang udah dukung karya aku ini, meskipun saya tahu memang masih banyak kekurangannya**...
__ADS_1