Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Gadis Aneh Dan Matre


__ADS_3

Dewa sudah menunggu Rafa di bawah, dan duduk di meja makan untuk sarapan pagi, sebelum mereka berangkat ke pabrik.


Rafa yang sudah rapi dengan setelan jasnya pun turun, dan ia sudah melihat Dewa yang sudah menunggunya di meja makan.


"Selamat pagi bos, sapa Dewa sopan.


" Hm.


Rafa yang sudah duduk pun, langsung menyantap sarapan pagi itu dengan lahap.


Bibi Lana, Art yang setia sudah sejak lama bekerja pada keluarga Widodo, sudah paham akan sikap dingin dari tuan mudanya itu, hingga ia tidak begitu terganggu dan merasa tak nyaman.


"Bagai mana kabar bibi, tanya Rafa si sela makannya.


" Bibi baik tuan muda, sahut bibi sopan.


Rafa hanya mengangguk menanggapi ucapan bibi Lana.


"Mungkin Rafa akan dua bulan di sini Bik, ucap Rafa memberitahukan keberadaannya, karena ia akan menyelesaikan sendiri, kerusakan yang terjadi di pabrik, karena merehap keadaan pabrik tidak akan bisa dengan waktu yang singkat.


" Bakilah, bibi paham tuan, ucap Bibi lagi.


Rafa pun melanjutkan makannya, namun saat ia ingin bicara lagi, tatapannya tertuju pada seorang gadis yang terlihat begitu ceria, sambil menyiram bunga di taman.


"Siapa gadis itu bik, tanya Rafa menghentikan makanannya.


Dewa yang mendengar pertanyaan bosnya pun menoleh ke belakang, melihat lewat jendela kaca yang memperlihatkan gadis yang di tanyakan bosnya itu.


" Ah, anu tuan, dia itu Atika, anak gadisnya pak Danu, semenjak pak Danu sakit dan istrinya meninggal, Atika bekerja di sini tuan, bantu-bantu bibi, sahut bibi Lana dengan sopan.


"Pak Danu, yang kena struk itu ya bik??


" Benar tuan, sahut bibi lagi.


Rafa hanya mengangguk, dan tak bertanya lagi.


Setelah selesai sarapan, Rafa dan Dewa pun beranjak dan keluar dari Vila menuju pabrik.


Rafa pun berjalan menuju mobil, namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara merdu Atika yang bersenandung sambil menyiram bunga.


Rafa memperhatikan Atika sejenak, ia melihat Atika begitu ceria, apa lagi saat ia mengoyangkan pinggulnya sambil bernyanyi, Rafa tersenyum pelit, melihat gaya Atika, dan ia ingin mengerjai Atika.


"Khem, Rafa sengaja berdehem, dan Atika pun menoleh saat mendengar deheman Rafa.


Atika yang polos dan tak mengenal siapa Rafa, dia hanya bersikap biasa tanpa ada niat memberi salam pada Rafa, seperti yang di lakukan para Art di Vila itu.


" Anda butuh sesuatu tuan?? tanya Atika polos, dan mengira Rafa adalah tamu yang datang.


"Sebenarnya kau bekerja atau mau berjoget?? ucap Rafa bersikap dingin dan datar.

__ADS_1


" Wah, wah, anda sungguh tamu yang tidak sopan tuan?? ucap Atika membuat Rafa melotot, karena mengira Rafa hanya tamu.


"Kau tidak tahu siapa aku?? tanya Rafa masih dengan datar dan dingin.


" Ah, palingan anda hanya ingin bertemu dengan pemilik Vila ini kan?? ucap Atika yang tak menyadari Rafa sudah geram.


"Ah kamu benar, apa aku bisa bertemu dengan pemilik Vila ini?? tanya Rafa pura-pura.


"50 tuan, ucap Atika santai mencetak lima jarinya, di hadapan Rafa.


Rafa mengkerutkan dahinya, binggung, tak paham maksud Atika yang menhatakan 50, padahal ia bertanya apakah boleh, bertemu pemilik Vila.


" Maksudnya.?? tanya Rafa yang bingung.


"Kalau anda ingin bertemu dengan pemilik Vila ini, itu tidak gratis tentunya, dan setiap permintaan anda harus memberi pada saya 50, baru akan bisa bertemu dengan pemilik Vila ini, ucap Atika yang terang-terangan ingin memeras tamu yang tidak di kenalnya.


" Siapa yang buat peraturan begitu? tanya Rafa yang semakin geram dengan Atika.


"Saya sendirilah, karena saya orang kepercayaan pemilik Vila ini, ucap Atika percaya diri, mengelabui tamu yang tidak di kenalnya.


" Oh ya?? Rafa pura-pura terkejut, semakin mengikuti permainan Atika.


"Anda tidak percaya??


" Apa buktinya??


Rafa pun tak habis pikir, kenapa ada gadis aneh dan matre bekerja di Vilanya.


" Baiklah aku akan memberikan, asal kamu bisa mempertemukan saya pada pemilik Vila ini.


"100 tuan, ucap Atika menaikkan nominalnya.


" Kenapa setiap aku bicara kau, selalu mengatakan angkabya, dan malah menaikkan nominalnya, ucap Rafa semakin geram.


"Karena pekerjaan saya akan semakin berat.


" Maksudnya??


"Yang pertama, saya harus cari tahu dulu siapa pemilik Vila ini.


Kedua, saya harus meyakinkan pemilik Vila ini menjadikan saya orang kepercayaannya.


Ketiga, saya harus berusaha agar pemilik Vila ini mau bertemu dengan anda, ucap Atika dengan wajah polosnya itu.


Rafa pun hanya geleng kepala, habis sudah waktunya meladeni omong kosong gadis aneh ini, pikirnya.


Rafa pun pergi dengan kekesalannya.


Atika yang melihat kepergian Rafa, hanya tersenyum jahil, merasa senang bisa mengerjai tamu itu, dan mengira Rafa adalah orang-orang yang biasa datang untuk menemui pemilik Vila mewah itu.

__ADS_1


Di dalam mobil perjalanan menuju pabrik, Rafa tersenyum pelit, mengingat Artika yang mengerjainya tadi," sungguh gadis aneh" pikirnya.


Setelah selesai melihat keadaan pabrik Rafa pun pergi mengunjungi para kariawannya yang sedang dalam perawatan intensif, di rumah sakit.


Rafa dan Dewa pun pergi menemui para investor, agar tidak resah dengan kejadian yang terjadi.


Seharian ini, waktu Rafa tersita dengan melakukan tanggung jawab penuh, karena sudah sangat lelah, Rafa pun meminta pada Dewa untuk pulang, karena ia ingin istirahat sejenak.


Saat mobil sudah memasuki area Vila, Atika yang sedang berada di luar melihat tamu yang tadi pagi itu datang lagi, hingga Atika menghadang Rafa dan Dewa yang bemaksud masuk ke dalam Vila.


"Ah, tuan anda datang lagi rupanya? Atika yang polos menghadang jalan Rafa dan Dewa.


Rafa dan Dewa saling tatap, lalu menatap Atika dengan tatapan datar dan dingin.


" Tentu, dan saya sudah dapat izin untuk bertemu pemilik Vila ini, ucap Rafa dan membuat Dewa bingung dengan perkataan bosnya itu.


"Anda jangan macam-macam tuan, dan anda tidak boleh sembarang masuk, ucap Atika yang tidak percaya, serta merentangkan ke dua tangannya. menghalangi Rafa dan Dewa masuk.


Dewa pun melotot, gadis ini apa tidak tahu siapa bosnya ini, dan beraninya gadis ini melarang bosnya itu masuk.


Aksi hadang Atika pun tak berlangsung lama, karena bibi Lana yang lari terburu-buru, dan takut Atika akan kena pecat karena sudah berani bicara ketus pada tuan mudanya.


" Atika.! panggil bibi Lana cepat.


"Bibi,, mereka mengaku-ngaku sudah dapat izin dari tuan pemilik Vila ini katanya, dan tentu Atika tidak percaya, dan melarang mereka agar tidak masuk bik, ucap Atika polos.


Habislah kau Nona, dalam hati Dewa, yang juga geram dengan tingkah Atika.


" Huss, kamu itu ngomong apa sih Atika, ucap Bibi terlihat geram.


"Bibi, Atika kan sudah berbuat yang tepat, ucap Atika yang tidak terima karena di tegur bibi Lana.


" Dan masih untung juga, Atika tidak memukul mereka pake sapu, seperti tamu waktu itu, ucap Atika merasa sudah berjasa.


Namun ucapan Atika membuat Rafa dan Dewa semakin melotot, karena Atika pernah memukul tamu pake sapu, sungguh gadis aneh dan langka, pikir Rafa dan Dewa.


"Sudah.!! jangan halangi jalan tuan muda ucap Bibi Lana dan membuat Atika menganga kaget.


" Aduh, maaf tuan muda, silahkan ucap bibi Lana sopan.


"Hm, sahut Rafa hanya dengan deheman, dan menatap Atika tajam, dan berlalu masuk ke dalam Vila.


" Matilah aku.!!


Next


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.

__ADS_1


__ADS_2