
Satu tahun berlalu....
Setelah menjalani kisah hidup yang getir dan pahit, felix menjalani hari harinya begitu damai dan indah.
Ando yang sangat perduli dan perhatian, membuat felix sangat beruntung dan bahagia dengan semua hal yang ia alami.
Rafa anak Ando dan felix sudah menginjak usia satu setengah tahun, dan hal itu juga menambah kebahagian yang tiada tara bagi mereka yang menikmati waktu untuk membesarkan dan menyaksikqn tumbuh kembang Rafa yang bertambah setiap harinya.
Widodo dan istrinya memilih menghabiskan masa tuanya di tempat yang sudah mereka siapkan sebelumnya yaitu di tanah kelahiran widodo di kota L.
Hari hari yang mereka lalui sangat membuat mereka mendapatkan pelajaran hidup dan tetap menghargai apa pun yang mereka dapat dan tentunya bersyukur.
Felix yang selalu membanggakan kedua orang tuanya, meski ia tidak terlalu lama merasakan hidup dengan kasih sayang dari kedua orang tuanya, tidak membuat ia menjadi anak yang lupa dengan perjuangan orang tuanya yang telah melahirkan dia dan kedua adiknya.
Sebagai tanda ia menghormati kedua orang tuanya, felix membangun pusara kedua orang tuanya selayaknya, agar sesekali ia datang ia bisa tersenyum saat melihat foto kedua orang tuanya yang sudah ia sematkan foto almarhum kedua orang tuanya.
Fero yang sudah menjadi seorang pembisnis butik terkenal pun sangat bersyukur dengan apa yang sudah ia capai, meski terkadang ia sedih karena keberhasilan mereka saat ini tidak dapat di nikmati Ayah dan ibunya, namun fero percaya bahwa kedua orang tuanya tersenyum bahagia diatas sana melihat mereka yang sudah berhasil dan hidup damai.
Sementara Faronaya sang adik bungsu felix dan fero.
Meski ia tak punya fisik yang sama dengan yang lainya, bukan berarti ia tidak bisa berhasil, dan saat ini faro menjadi seorang pelukis yang handal dan terkenal, bahkan lukisannya sudah sampai tahap internasional.
Ando yang saat ini menikmati kopi hangatnya dengan sebuah majalah bisnis di hadapannya, tersenyum saat mendengar suara anak lelaki tampannya mengoceh tak jelas di kereta bermainnya.
""Sayang, sekarang kita mandi ya, seru felix yang hendak mengendong Rafa dari kereta dorongnya.
""" Nanti dulu mom, cegah ando yang masih ingin melihat Rafa mengoceh, seolah bercerita padanya.
Felix yang melihat pun tersenyum, saat melihat Rafa yang berinteraksi pada daddynya meski tak jelas, namun mereka sangat bahagia karena Rafa sangat aktif dalam perkembangannya.
"" Uhhh anak mom udah pintar ya, ucap felix yang menggendong Rafa dan mencium gemas anaknya itu.
__ADS_1
Setelah kebahagian singkat itu, felix yang sudah memandikan Rafa, dan ando yang sudah siap dengan pakaian kantornya.
"" Dad,, nanti kita bawa Rafa ya ke taman bermain
Ando yang mendengar ucapan felix pun tersenyum mengangguk tanda mengiyakan.
"" Tapi ngak gratis loh mom.!
"" Hah, maksudnya.??
"" Yang pasti ada imbalannya, sahut ando mengedipkan sebelah matanya pada sang istri.
"" Huh, selalu aja minta imbalan, masa menyenangkan anak dan istri harus ada imbalan, itu namanya ngak ikhlas loh dad.
"" Kan imbalanya juga untuk menyenangkan Rafa anak kita mom, ucap ando dengan senyum yang sulit di artikan.
"" Maksudnya?? tanya felix bingung dan tak peka maksud dari suaminya.
"Cup
Ando pun berbisik di telinga felix yang bengong dengan tingkah konyol suaminya itu.
"" Imbalannya, nanti malam kita buat adik untuk Rafa, ucap ando dan mencium bibir felix sekilas dan tersenyum mesum.
""" iihhh,, apaan sih dad, Rafa masih kecil udah mau nambah aja, dasar mesum.!!
"" Yah sudah ngak jadi pergi dong, ucap ando santai.
Felix yang mendengar ucapan suaminya pun tepok jidat karena konyolnya membatalkan untuk menyenangkan anaknya hanya karena ditolak ingin nambah anak lagi.
"" Dad.! mom bukan ngak mau kasih Rafa adik, tapi kasihan Rafa dia masih kecil, kalau mom hamil dalam waktu dekat otomatis perhatian mom akan berkurang untuk rafa dan mom ngak mau kalau rafa kurang perhatian hanya karena kesenangan kita dad, ucap felix menjelaskan pada sang suami agar mengerti.
__ADS_1
Ando yang mendengar pun paham atas ucapan istrinya itu, dan ada benarnya juga setidaknya Rafa berusia 4 atau 5 tahun baru punya adik agar tidak terbagi perhatian dan kasih sayang mereka nantinya.
"" Hmm baikalah mom, dad paham, tapi tetap imbalannya harus, meski membuat adik untuk Rafa di tunda ucap Ando yang masih saja dengan pikiran mesumnya.
"" Dasarrrr mesum, sahut felix yang mengerti maksud dari suaminya itu.
Ando pun tersenyum sumringah melihat istrinya yang kesal dengan imbalan yang tetap berjalan.
"" Dad berangkat dulu, nanti dad pulang jam makan siang dan setelah itu kita pergi ke taman bermain, ucap ando mengelus lembut kepala sang istri dan berjalan menuju pintu keluar dan segera berangkat ke kantor.
Felix hanya bisa tersenyum dengan sikap suaminya yang selalu konyol, dan kadan membuatnya kesal, namun ia sangat bahagia karena Ando sudah berubah begitu banyak.
Setelah kepergian Ando, felix duduk di taman dengan Rafa anaknya, dia merenung dan memutar kembali semua ingatan dan hari hari yang ia lalui sebelum mengecap nikmat yang ia rasakan saat ini.
"" Tuhan maha adil, setiap orang yang memang selalu jujur dan bertahan dengan segala ujian, Tuhan akan memberinya hal yang tidak akan pernah kita bayangkan sekali pun, aku bersukur dengan segalanya dan sangat menghargai mahalnya harga kekejaman hidup yang aku lalui, setiap tetesan air mata, setiap rasa sakit yang ku dapat, setiap kebencian dan hinaan,namun Tuhan ternyata tidak tidur, Ia memperhitungkan setiap apa yang ku lalui dan memberikan hadiah yang begitu besar dan sangat nikmat untuk ku rasakan dan ku terima dalam hidupku.
Tuhan tetaplah tuntun langkah dan pikiran kami, di waktu kami menjalani ujian hidup dan menikmati pemberianmu, agar kami tidak pernah lupa bahwa sesungguhnya semua berasal dariMu dan akan kembali juga padaMu.
Setiap doaku aku berharap Engkau selalu menjagai kami dan apa pun yang kami lakukan selalu di sertai dengan ridhomu dan buatlah kami selalu menghargai pemberianmu agar setiap apa yang kami dapat kami selalu menyukuri dan tidak menyombongkan diri kami dengan apa yang sudah kami raih dan dapatkan.
Karena kami tahu semua itu adalah rencana indahmu, dan kami hanya menjalankannya di dunia yang Engkau titipkan pada kami.
Setelah menyapaikan seluruh isi hatinya melalui batinya felix tersenyum melihat anaknya yang tertawa ceria seolah tahu apa yang baru saja ia ungkapkan lewat batinya.
""BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN, SEBAB IA AKAN DI TINGGIKAN""
END..
Thanks untuk semia yang sudah dukung karya peramaku ini, dan aku berharap semoga kita semua berhasil dengan karya kita masing masing, dan tetaplah semangat dan mari saling menghargai.
SALAM SEHAT, SEMOGA COVID CEPAT BERLALU..!!!!
__ADS_1