
Dengan langkah tergesah gesah felix memasuki rumah sakit dimana tempat mantan mertuanya di rawat, setelah bertanya pada salah satu petugas rumah sakit dimana kamar perawatan sang mantan mertua felix bejalan begitu cepat dan berharap mantan mertuanya baik baik saja.
Dengan kaki yang sedikit gemetar dan tangan yang begitu dingin felix mengetuk pintu ruangan dimana sang mantan mertua dirawat.
"" Tok,,tok,,tokkk,, felix perlahan membuka pintu tersebut dan mendapati kedua mantan mertuanya berada didalam, hati felix berkecamuk, dia berlalri sedikit pelan dan langsung memeluk mantan mertuanya itu.
"" mih,, maafin felix mih,, felix tak memikirkan perasaan mami sama papi, felix mengambil keputusan sendiri dan felix sangat egois tidak menghargai mami sama papi, tapi inilah yang terbaik buat kami mih, sambil nangis terisak isak dan tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya.
"" mami menghargai keputusanmu nak,, tapi mami harap kamu masih mau jadi anak mami dan jangan menjauhi mami, dan semua sudah terlanjur tidak bisa lagi untuk kita rubah nak, dan maafkan papi sama mami yang tidak mengetahui betapa kamu begitu menderitanya setelah menikah dengan Ando, maafkan putra mami sayang karena dia tidak memperlakukanmu dengan baik malah menyiksamu, hiks,, hikss nangis terisak karena perasaan sang mami begitu perih, dan tak menyangka putranya akan bebuat perbuatan yang sangat tidak terpuji selama ini terhadap felix.
__ADS_1
"" Mami tak perlu minta maaf,, mami tak salah kamilah yang salah, kami tak mengahargai niat baik mami sama papi""
""" Sudahlah nak,, jangan menagis lagi, sambil mengelus pucuk kepala felix sang papi menenangkan istri dan putrinya itu"""
""" Apakah kalian akan membenci felix, bertanya sembari menatap sang papi yang sudah melepas elusan tangannya dari rambut felix""
"" Apakah menurutmu,, bisakah orangtua membenci putrinya??? jangan berpikir begitu nak,, kami tetap menyanyangimu meskipun kamu tak lagi istri Ando, kamu tetap putri kami""
"" makasih pih,, papi sangat baik padahal felix sudah mengecewakan papi dan mami""
__ADS_1
"" Sudah,, sudah jangan menangis lagi, kamu jadi sangat jelek karena menamgis begitu,, hahaa,, dan mengelus rambut felix lembut""
Selama suasana haru dalam ruangan itu, mereka bertiga tidak menyadari bahwa sepasang mata telah menyaksikan interaksi yang haru itu dari balik pintu ruangan.
Ando tak menyangka sama sekali dan begitu bodoh,, dia merutuki dirinya yang sudah menyiayiakan felix, yang ternyata sangat menyanyangi kedua orangtuanya, bahkan Ando tak berani masuk karena tak mau merusak kebahagian yang terjadi di dalam sana, ia lebih memilih pergi dan menuju taman rumah sakit dan duduk sembari merenungkan apa yang sudah dia perbuat.
Felix pun pamit pulang dan berjanji besok akan kembali lagi besok, dan kedua orang tua itu mengiyakan, dan tak ingin menahan felix karena menurut mereka felix butuh menenangkan diri karena masalah ini sangat berat untuk ia lalui dan tak ingin menqmbah kesedihan felix, karena mereka sangat menyayangi felix dan tak ingin terjadi sesuatu yang membuat felix semakin menderita.
Felix pun keluar dari rumah sakit tersebut dan pulang menuju kontarakkannya,, dia memikirkan sesuatu selama dijalan, dia berencana besok dia akan memasak sesuatu dan akan mengantar makanan untuk mantan mertuanua itu, dia akan menghibur dan menuenangkan hati mantan mertuanya itu dengan membawa makanan hasil tangannya sendiri.
__ADS_1
Laannjjuutttttttttttttt