Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Rafa Pratama Widodo


__ADS_3

Empat bulan kemudian..


Sudah empat bulan Rafa dan Celi menjalani hubungan sebagai kekasih, dan selama itu hubungan mereka sangat mesra dan romantis, namun terkadang Celi jengah dengan sikap posesif Rafa.


Celi tahu, sikap posesifnya Rafa sebagai tanda Rafa begitu mencintainya, dan tak ingin ia kenapa-napa.


Seperti saat ini lagi dan lagi Rafa berbohong, pada Celi, ia bahkan lupa apa yang pernah di katakan pak Danu, ayahnya Lili waktu di desa.


Hari ini Rafa, beralasan lembur, karena ada pesta perayaan ulang tahun perusahaan tempat Rafa bekerja.


Celi yang tak menaruh curiga sama sekali, percaya apa yang di katakan Rafa, bahkan membuatkan bekal makan agar Rafa tidak telat makan nantinya.


Hotel mewah tempat di adakannya perayan ulang tahun perusahaan, sudah di dekor dengan indahnya.


Para tamu undangan sudah mulai memasuki ballroom hotel, para awak media juga sudah gencar untuk mendapatkan berita terbaik agar mendapatkan tranding topik utama, yaitu sang pewaris "Jaya Grup" yang belum begitu di kenal khalayak ramai.


Karena selama ini Rafa, belum pernah secara langsung menampilkan sosoknya sebagai pewaris tunggal keluarga Pratama Widodo.


Rafa hanya di kenal dan di lihat dari majalah bisnis, bahkan fosenya di majalah bisnis, selalu mengalihkan camera, hingga tak begitu jelas wajah sang pewaris terlihat.


Rafa beserta keluarganya menyambut kedatangan para tamu, apa lagi perayaan ini di hadiri Grandpa, dan Grandma, orang tua Aliando pratama Widodo.


Felix yang terlihat anggun, tentu masih terlihat cantik, meski sudah masuk kepala empat, masih awet, dan jangan di tanya lagi sikap keibuan dan keramahannya sangat di puji banyak orang.


Rafa yang terlihat gagah dengan wajah tampan, sudah rapi dengan setelan tuxedonya. Namun wajah datar dan dingin itu, tentu tak terlepas dari aura tampan itu.


Para rekan bisnis pun sudah hadir satu persatu, termasuk tuan "Levi Quera dan Yayuk Admadja Quera" , tuan "Steven" yang secara khusus datang dari luar negeri, menghadiri undangan istimewa dari perusahaan "Jaya Grup".


Acara demi acara pun berlangsung, hingga tiba di sesi yang mendebarkan banyak orang, yang penasaran akan sosok pewaris Pratama Widodo, Aliando pun berbicara di podium dengan memperkenalkan putra tunggalnya di acara istimewa itu.


Rafa yang sudah siap untuk berpidato singkat sebagai perkenalan pada seluruh tamu, menaiki podium.


Saat di atas podium, Rafa sama sekali tak mengingat bahwa Celi bisa saja menonton lewat televisi atau ponselnya acara yang berlangsung saat ini, karena di siarkan secara Live.


" Selamat malam, dan salam sejahterah bagi kita semua.

__ADS_1


Pertama saya ucapkan terima kasih pada seluruh undangan, yang sudah hadir, dan turut berpartisipasi pada perayaan ulang tahun perusahaan keluarga besar Pratama Widodo, atau "Jaya Grup"


Terlebih kepada seluruh rekan bisnis yang bekerjasama dengan "Jaya Grup" saya ucapkan karena masih berkenan menjalin hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain.


Tak lupa juga saya ucapkan Terima kasih, pada seluruh staf, pegawai dan dewan devisi, dan kariawan dari yang teratas sampai ke bawah, berkat kerja keras kalian juga perusahan yang saya pimpin banyak kemajuan dan tentunya hasil yang memuaskan, tanpa kalian tentu saya juga bukan siapa-siapa, atas tenaga juga pikiran yang kalian berikan serta kesetiaan yang kalian jungjung tinggi dalam memajukan perusahaan ini.


Semoga kedepannya,, kita tetap jadi satu tim yang selalu bekerja sama dalam kemajuan perusahaan ini, dan akhir kata saya ucapkan terima kasih.


Rafa pun mengakhiri pidatonya, dan saat turun dari podium banyak rekan bisnis dan tamu, menyalaminya dan memberi selamat, tak tinggal dengan awak media yang terus menyoroti Rafa, mulai dari atas podium hingga acara tiup lilin berlangsung.


Sementara Celi yang bosan sendiri di rumah kostnya, karena Lili pergi dengan Rian, dan Celi tak tahu bahwa Lili yang di ajak Rian ke pesta ternyata ke tempat di mana Rafa merayakan ulang tahun perusahaannya.


Celi pun mencoba mengusir rasa bosannya dengan menonton, ia menyalakan TV.


Berkali-kali Celi mengganti chanel TV, namun tak ada yang membuat ia tertarik untuk lama menikmati, hingga ia mengganti lagi siaran TV itu, dan matanya terbelalak saat melihat Rafa ada di acara TV, bahkan berpidato di atas podium.


Setelah melihat, dan cukup untuknya tahu akan kebohongan Rafa selama ini, Celi pun mematikan acara TV itu, ia menangis, merasa sesak didadanya, tubuhnya bergetar karena menangis dalam diam.


Celi tak menyangka Rafa ternyata bukanlah orang biasa, lalu kenapa Rafa melakukan itu padaku, mengapa harus membohongiku, batinya menangis pilu.


Celi yang merasa di hianati dan di bohongi Rafa, merasa terlihat bodoh.


" Mengapa harus cara ini yang kamu lakukan padaku??


"Apakah perasaan cintamu padaku hanya sandiwara juga??


Batin Celi menjerit, tak menyangka Rafa tega melakukan kebohongan sebesar ini pada Celi.


" Apa tujuanmu sebenarnya??


"Apa salahku padamu hingga tega melakukan ini padaku??


" Tidakkah kamu berpikir ini sangat menyakiti hati dan perasaanku??


Hanya pertanyaanlah saat ini yang ada dalam hati Celi, tanpa adanya jawaban dari sang pelaku kebohongan itu.

__ADS_1


Karena lelah menangis, Celi pun tertidur dengan sisa air mata yang masih melekat di pelupuk matanya.


Sementara Lili sudah buru-buru mengajak Rian untuk pulang, ia yakin saat ini Celi melihat berita karena acara itu di siarkan secara langsung.


Lili yakin saat ini Celi merasa sakit hati dan hancur, mengetahui hal yang menyakiti batin dan perasaannya.


Lili yang seyogyanya, tidak tahu bahwa Rian membawanya ke pesta, sedikit pun taj menduga bahwa pesta itu adalah persta perayaan ulang tahun perusahaan Rafa, bahkan Lili juga baru tahu kalau ternyata Rafa adalah anak dari pewaris tunggal perusahaan "Jaya Grup"


Saat di dalam mobil, Lili tak bicara apa pun, karena Lili juga kecewa dan marah pada Rian, yang turut menyembunyikan rahasia Rafa.


"Sayang,, apa tidak ingin mampir dulu di Cafe, tanya Rian mencoba bicara pada Lili, karena tahu Lili pasti kecewa dan marah padanya.


Lili tak menjawab, bahkan menoleh pun ia tak ada niat, wajahnya menatap keluar jendela mobil.


" Sayang,, panggil Rian lagi sembari menyentuh tangan Lili, namun Lili menepis tangan Rian sedikit kasar.


Rian pun akhirnya mengalah, karena ia juga merasa bersalah dan menyesal tak pernah cerita pada Lili tentang Rafa.


Lili yang juga merasakan sakit, membayangkan keadaan Celi saat ini, meneteskan air matanya.


Lili juga merasa seperti orang bodoh, yang tak tahu bahwa Rian turut dalam kebohongan Rafa.


Apa semua pria tak ada yang bisa di percaya??


Lalu apa maksud dari kata-kata, yang mengatakan apa pun masalah, bagaimana pun keadaanya, jangan menyembunyikan apa pun.!!


Lalu ini apa namanya, apa ini yang di katakan kejujuran dan saling terbuka?? batin Lili yang terus meronta, menangis dalam diam.


Saat tiba di rumah kost, Lili keluar dari mobil tanpa sepatah kata, namun saat sudah berjalan beberapa langkah, Lili berhenti dan berkata tanpa berbalik pada melihat Rian.


"Mulai saat ini, dan seterusnya tak perlu menemuiku lagi, aku rasa sudah cukup untuk semuanya.!!!!


Duaaarrr


Next

__ADS_1


Mohon tinggalkan jejak ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2