Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Menuju Hari Kelahiran Buah Hati.


__ADS_3

Waktu tak terasa berjalan begitu cepat, dan kesibukan yang selalu ada setiap harinya, membuat waktu terasa cepat mereka lalui, dan kehamipan Atika juga sudah masuk usia delapan bulan.


"Sayang , apa kamu sudah siap?? tanya Rafa yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.


" Sudah mas, sahut Atika dan tersenyum hangat pada suaminya itu.


Pagi ini Rafa akan menemani Atika periksa kandungan, dan ingin melihat perkembangan anaknya, apa lagi usia kandungan Atika sudah mendekati tahap persalinan dalam sebulan lagi, membuat Rafa begitu antusias menyambut kedatangan si buah hati.


Rafa dan Atika pun keluar dari kamar mereka, namun saat berada di bawah, Rafa langsung kesal karena mommy nya selalu kepo, bila sudah melihat Atika, dan Rafa akan selalu tersingkir dari sisi istrinya, karena mommy nya akan sepenuhnya menguasai Atika bila sudah berdekatan dengan si macan betina, haddehh.!!


"Hati-hati sayang, ujar felix yang langsung sigap memapah Atika untuk duduk di meja makan, dan sengaja menepis tangan Rafa, dan tersenyum mengejek pada Rafa yang melotot karena di singkirkan dari sisi istrinya.


" Mom, aku suaminya kenapa mommy seperti tidak rela aku perhatian dan peduli pada istriku sendiri? ujar Rafa yang kesal karena seolah ia tidak punya hak pada istrinya sendiri.


"Memangnya mommy ada yah, bicara kalau kamu itu orang luar, nggak kan?? sahut felix ketus dan memasang wajah garang pada putranya itu.


Rafa tergelak, mommy nya malah menjawab ketus, seolah mereka bersaing untuk mendapatkan sebuah piala.


Rafa hanya menggeleng menanggapi ucapan mommy nya, karena percuma juga kalau Rafa tetap membahas soal itu, karena ia tidak akan pernah menang melawan si ratu macan, batinnya.


Meski pun kesal, tapi Rafa senang karena mommy nya sangat perhatian dan sayang pada istrinya, karena memperlakukan Atika layaknya seperti anak sendiri, yah meski selalu ada kekesalan, karena mommy nya selalu kepo dalam segala hal.


Sarapan pagi pun selesai dengan hikmad, Rafa dan Atika pun berpamitan untuk pergi, menemani istrinya memeriksakan kandungannya yang sudah berusia delapan bulan penuh, dan akan memasuki bulan kesembilan, yang akan menuju kelahiran si buah hati.


"Mom, Dad, kami pergi dulu, ujar Rafa berpamitan, sambil merangkul bahu Atika mesra.


" Baiklah, Hati-hati di jalan, semoga cucu dan menantu mommy baik-baik saja dan juga sehat, ujar felix tersenyum hangat pada Atika, seolah memberi dukungan semangat pada menantunya, agar tidak terlalu khawatir, tapi felix maklum, karena ia juga pernah merasakan demikian, namun keadaannya memang berbeda, karena Atika sehat tanpa ada embel-embel penyakit seperti dia saat itu, yang harus berjuang untuk anak dalam kandungannya, dan melawan sakit yang menggeragoti tubuhnya kalau itu.


Atika pun mengangguk, menanggapi ucapan mertuanya itu, perasaan khawatir itu jelas ada pada setiap ibu hamil, karena melahirkan bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita, karena membutuhkan mental dan stamina yang kuat, karena seorang ibu harus berjuang dan bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya ke dunia, bahkan rela mengorbankan diri demi sang buah hati, karena kodrat wanita sebagai seorang ibu, sudah wajibnya melakukan hal yang terbaik bagi anaknya.


Setelah berpamitan, Rafa dan Atika pun pergi, dan dalam perjalanan Atika sedikit tak nyaman duduk di dalam mobil, karena perutnya yang cukup besar, membuat ia sangat tidak bisa bergerak bebas.


Rafa yang melihat pun, tahu istrinya tidak nyaman, ia menarik istrinya bersandar ke bahunya, dan tangannya mengelus lembut perut buncit Atika, memberi kenyamanan, sampai mereka tiba di rumah sakit.

__ADS_1


"Sudah lebih enakan sayang?? tanya Rafa yang melihat istrinya tampak lebih tenang dari sebelumnya.


" Sudah mas, Terima kasih, sahut Atika sembari tersenyum tulus pada Rafa.


Tak berapa lama mereka pun tiba di rumah sakit, karena kedatangannya dan sang istri sudah di beri tahu, beberapa perawat sudah berdiri sigap menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan muda Rafa, dan Nona Atika, sambut para perawat itu, dan menuntun langkah untuk memasuki rumah sakit.


" Terima kasih, sahut Rafa ramah pada para perawat itu, namun terkesan dingin dan datar, karena Rafa tak suka melihat ada wanita yang cari perhatian padanya.


Seorang perawat baru, yang belum mengenal siapa Rafa dan Atika, tersenyum centil dan gayanya seolah cari perhatian pada Rafa, saat menyapa mereka tadi, dan hal itu membuat Rafa muak, karena wanita yang bersifat demikian punya niat tertentu, dan bagi Rafa sudah sangat terbiasa bertemu dengan wanita seperti itu.


Para perawat yang lain sedikit bergidik, karena tidak biasanya tuan muda itu bersikap dingin dan datar bila mereka sapa, dan mengira mereka punya kesalahan dalam menyambut kedatangan tuan dan Nona muda itu.


Namun seorang perawat melihat gelagat perawat baru itu, dan ia langsung paham mengapa tuan muda itu bersikap dingin dan datar saat membalas sapaan mereka tadi, dan membuat perawat yang melihat itu pun, geram dan mengutuk sikap teman perawat mereka yang baru. " Huh, jangan terlalu sering mimpi indah Nona, karena sebelum kau mimpi indah, maka mimpi buruk lah, yang lebih dulu menghampiri mu, batinnya menatap kesal pada perawat baru itu.


Rafa dan Atika pun berjalan beriringan menuju ruang pemeriksaan kandungannya, yang dimana masih tetap dokter Lala yang menangani Atika, karena itu pilihan Felix yang masih percaya pada dokter yang menanganinya dulu, dan sudah senior.


"Silahkan duduk tuan dan Nona muda, ujar dokter Lala, mengembangkan senyumnya, karena sangat kagum dengan sosok putra dari felix itu.


" Terima kasih dokter, sahut Rafa ramah, dan menuntun Atika duduk lebih dulu.


"Bagaimana Nona?? apa ada keluhan beberapa minggu ini?? tanya dokter Lala lembut, agar Atika rileks dan tidak tertekan karena sudah memasuki tahap melahirkan bulan depan.


" Hanya sedikit sulit tidur Dok, sahut Atika sambil mengelus perut buncitnya.


"Itu wajar, hamil tua banyak yang mengalami hal itu Nona, karena pergerakan bayi pun semakin kuat karena mulai mencari jalan, ujar dokter Lala menjelaskan.


" Istriku juga sering mengalami sakit di pinggulnya dok, apa itu tidak apa-apa?? lanjut Rafa menyampaikan yang sering di alami sang istri.


"Tidak tuan muda, karena hamil tua itu sudah jadi bawaan pada umumnya, dan saya sarankan, Nona lebih banyak berjalan di pagi hari, agar sakit di pinggul tidak begitu sering, dan memudahkan melancarkan persalinan nantinya, perbanyak juga pergerakan, karena itu juga sangat di perlukan untuk ibu hamil tua seperti Nona muda, ujar dokter Lala kembali menjelaskan, dan memberi saran baik pada Atika.


"Baik dok, saya akan lakukan sesuai saran dokter, sahut Atika lembut, dan ia juga tidak mau anaknya kenapa napa saat akan lahir nantinya.

__ADS_1


" Kalau begitu, mari kita lihat perkembangan si bayi, mengajak Atika berbaring di brankar, yang di bantu Rafa dengan sigap, untuk melakukan USG.


Sementara di ruangan lainya, seorang perawat kesal pada perawat yang tidak mau di kasih nasehat, malah membuat mereka semakin kesal.


"Apa kamu sudah bosan hidup?? ujar perawat itu, karena geram dengan tingkah dan jawaban perawat baru yang bernama Siska itu.


" Maksud mu apa?? kenapa kau begitu marah, memangnya aku menganggu milikmu?? nggak kan?? sahut Siska tak perduli dengan apa yang para perawat itu bicarakan padanya.


"Apa kau tahu siapa pasangan suami istri itu?? kau bersikap kecentilan di depan mereka, seolah cari perhatian, ujar maya perawat yang sangat kesal pada Siska.


" Tentu aku tahu, dia adalah tuan muda pemilik rumah sakit ini, dan tentunya wanita yang bersamanya adalah istrinya, puas.!! sahut Siska tak kalah garangnya.


"Kalau kau sudah tahu, kenapa kau bersikap begitu, apa kau kira tuan muda akan tertarik padamu, dan menjadikanmu simpanannya.!! ujar maya bicara telak pada Siska yang bersikap sombong dan angkuh.


" Kalau iya kenapa, kamu keberatan?? ujar Siska , membuat maya semakin geram.


"Cih.. !! ku kira kau wanita terhormat, ternyata otakmu begitu picik, dan bercita-cita merusak rumah tangga orang lain.!! ujar maya merasa jijik dengan sikap Siska.


" Kalau memang tuan muda itu tertarik padaku, apa salahku, tentunya aku sangat senang, itu berarti aku lebih cantik dari istrinya yang kampungan itu, ujar Siska semakin menyombongkan diri.


"Jaga ucapan mu Siska.!! kalau sampai tuan muda mendengar kau menghina istrinya, kau bisa tinggal nama.! ujar maya yang semakin geram, dan ingin sekali melayangkan tamparan pada siska.


" Yah baiklah, tapi memang itu kenyataannya kan?? masih bersikap sombong.


"pokoknya aku sudah memperingati mu, kita lihat saja, apa kau akan mimpi indah atau justru sebaliknya, persiapkanlah mental mu lebih dulu untuk nantinya menangis darah, sebelum kau terlalu jauh melangkah, ujar maya, dan langsung pergi meninggalkan Siska sendiri, di dalam ruangan itu.


Siska hanya tersenyum licik, melihat kepergian maya, dalam pikirannya , ia akan melakukan cara apa pun, untuk mendapatkan tuan muda itu, dan akan menahlukkan tuan muda itu, maya pun menyeringai licik, dalam rencana busuknya.


Next..


Maaf karena sudah lama tidak update, semoga kalian semua masih setia dengan karya ini.


Salam Arthor 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2