Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Rafa Sadar


__ADS_3

Levi Quera dan istrinya, tak kuasa menahan Celi untuk ke rumah sakit melihat keadaan Rafa.


Celi bersikeras untuk ke rumah sakit, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak pergi, karena sang kekasih hati terbaring lemah saat ini.


"Li,,, teman gue ke rumah sakit sekarang.!!


" Tapi Cel,,, Lili sempat ingin menolak, namun ketika ia melihat Levi dan Yayuk mengangguk tanda memberi izin membawa Celi, Lili pun setuju dengan permintaan Celi.


"Baiklah,,, kita ke rumah sakit sekarang, ucap Lili seraya membantu Celi bangun dari berbaringnya.


" Sayang,, mom dan daddy akan ikut denganmu,, ucap Yayuk tak ingin membiarkan putrinya pergi tanpanya, dalam keadaan lemah dan shok


"Tapi mom,,, Celi menatap mom dan daddynya, tak ingin nanti saat di rumah sakit mom dan daddynya ikut di salahkan, karena Celi tahu Rafa mabuk berat karena pertemuan mereka kemarin di restauran saat bersama Egil. Celi tahu Rafa pasti Cemburu, dan mengira Egil adalah kekasinhnya.


" Jangan hawatirkan apa pun, karena tidak akan terjadi apa-apa seperti yang ada dalam pikiranmu, daddynya seolah tahu apa yang di resahkan putrinya itu.


"Celi hanya tak ingin, mom dan daddy jadi bahan kemurkaan keluarganya Rafa.


" Sudah,,!! jangan pikirkan soal itu, sekarang kita berangkat, ucap momnya, membawa Celi keluar dari kamarnya.


Dalam perjalanan, Celi jelas terlihat gelisah, pikirannya berkecamuk, jujur ada ketakutan pada Celi, karena baru kali ini ia akan bertemu keluarga Rafa, apa lagi dalam situasi tidak baik, membuat Celi merasakan hawatir, belum lagi ia akan menerima kata-kata yang menyakitkan, apa ia akan sanggup dengan hal itu, dan pasti semua orang akan menyalahkannya.


Saat tiba di rumah sakit, Celi merasakan debaran jantungnya berpacu keras, kakinya seolah tak kuat melangkah, tangannya dingin, dan wajahnya terlihat pucat.


Yayuk yang paham dengan perasaan sang putri, mengelus punggung Celi lembut, dan mengenggam erat tangan sang putri, memberi ketenangan,dan menguatkan.


Saat tiba di depan ruang perawatan Rafa, langkah mereka terhenti saat mendapati Felix mrnangis di pelukan Aliando, dan sesaat semua manatap kedatangan mereka saat itu.


Widodo yang jelas tahu siapa Levi Quera, menyapa Levi sopan, dan belum tahu tujuan Levi Quera datang berjunjung.


"Tuan Quera,, sedang apa anda di rumah sakit ini?? tanya Widodo yang belum tahu masalah hubungan Rafa cucunya dengan putri dari Levi Quera.


Levi pun mendekati Widodo yang menyapanya, lalu berjabat tangan pertemuan mereka yang tidak di rencanakan.


" Nanti saya akan cerita, yang jelas saya ke sini, tentu karena putriku maksa untuk melihat cucu anda, ucap Levi berbisik karena tak waktunya tidak tepat membahas masalah yang mengundang canda, di tengah duka yang di alami keluarga Widodo.


Widodo pun paham akan perkataan Levi, dan hanya menatap Celi dengan tatapan yang sulit di artikan.


Celi semakin gemetar saat semua mata tertuju padanya, namun Yayuk hanya bersikap biasa, dan merangkul Celi di sampingnya.

__ADS_1


Aliando pun berbisik pada Felix, mengatakan sesuatu siapa wanita cantik yang berdiri di hadapan mereka saat ini.


"Mom,,, itu calon mantu kita, dan putra kita sampai begini, karena wanita cantik itu, ayo sapa dia, jangan sampai ia berpikir kita membencinya, bisik Aliando di telinga Felix dalam pelukan sang suami.


Felix pun menatap Celi dalam, ia melihat mata Celi yang sudah berkaca-kaca. Telihat jelas tubuhnya gemetar, dari gaun yang di kenakan Celi.


" Kemarilah nak, ucap Felix lembut, menatap Celi hangat.


Celi yang tadinya berpikir buruk, malah berbalik, apa mereka tidak membenciku?? itulah yang ada dalam benak Celi.


Lalu ia pun menatap momnya, yang masih di samping Celi dengan genggaman erat di tanyannya.


Lalu ia juga menatap Lili yang di samping kirinya, meyakinkan dirinya, apakah ia tidak sedang berhalusinasi, mendapati sambutan lembut dan hangat saat ini.


Yayuk dan Lili yang paham maksud tatapan Celi, mengangguk tanda yakin dan tak akan terjadi apa-apa.


Celi pun berjalan perlahan, mendekat pada Felix yang merentangkan ke dua tangannya, menantikan pelukan dari calon mantunya itu.


Dalam pelukan Felix, tangis Celi pun pecah, sungguh ia tak menyangka akan di perlakukan baik oleh keluarga sang kekasih.


Pikiran buruk yang memenuhi isi kepalanya pun , lenyap seketika, saat ia menerima pelukan hangat dari wanita yang melahirkan kekasihnya itu.


Felix pun memapah Celi duduk tepat di samping ibu mertuanya.


"Jangan bersedih, kita berdoa untuk kesembuhan cucuku hm?? ucap Grandma Rafa mengusap air mata Celi, dan hal itu membuat Celi lagi-lagi merasakan sesak di dadanya, sungguh ia tak menyangka bertemu dengan orang-orang yang berhati lembut dan baik, dan semakin membuat Celi merasa bersalah dan menyesal, sempat mengabaikan Rafa, dan marah terlalu larut, hingga musibah menghampiri sang kekasih.


Tak lama datang seorang dokter, memberitahukan pada mereka bahwa Rafa sudah sadar.


" Permisi,,, maaf saya hanya mau menyampaikan tuan muda sudah sadar, ucap seorang dokter.


"Terima kasih Tuhan, ucap mereka serempak.


" Bagai mana keadaannya dok, Aliando langsung bertanya.


"Seperti yang saya katakan, kalau tuan muda bisa melewati masa kritisnya dalam jangka waktu yang tidak lama, maka tuan muda tidak akan mengalami kelumpuhan otak, dan memang tuan muda sangat kuat untuk berjuang, ucap dokter itu lagi.


Aliando dan semua yang ada di sana saat itu, langsung merasa lega, yang di takutkan mereka sudah terjawab, Aliando pun langsung memeluk istrinya karena begitu senang dengan kabar kesehatan sang putra.


" Putra kita sama sepertimu sayang,, dia kuat karena kamu sayang, ucap Aliando dalam pelukan Felix.

__ADS_1


Felix yang lega pun hanya mengangguk, dan menagis haru karena ucapan sang suami.


"Butuh berapa lama untuk pemulihan cucuku dok, tanya Grandma.


" Tuan muda masih harus menjalani perawatan intensif, dan waktu pemulihan akan makan waktu tiga minggu Ny, dokter itu menjelaskan.


"Apa kami sudah boleh melihatnya?? tanya Widodo.


" Sudah tuan,, karena tuan mida juga sudah di pindahkan ke ruang VIP, dan silahkan untuk melihat, sahut dokter itu, dan pergi undur diri.


Semua yang ada di sana pun berjalan menuju ruang VIP.


Namun Celi tak kuat untuk masuk, ia tak sanggup untuk melihat keadaan Rafa.


Grandma yang melihat Celi terlihat ragu, meluknya singkat, dan tersenyum hangat.


"Jangan takut,, tidak akan terjadi apa pun, Grandma pun membawa Celi masuk, dan mereka berdiri di belakang, karena Celi belum sanggup menampakkan wajahnya langsung di hadapan Rafa.


" Mom,,, aku baik-baik saja, berhenti menangis, ucap Rafa yang tak tega melihat malaikat hatinya itu, bersedih.


"Baik-baik katamu.!! hampir saja kamu membuat mom mati mendadak, dan... ucap Felix menyipitkan matanya menatap Rafa, " mom akan menghukummu karena sudah berani melanggar aturan mom, juga kebohonganmu pada semua orang termasuk dia.!!! ucap Felix yang langsung menunjuk ke arah Celi.


Deg


Celi pun langsung menunduk, tubuhnya bergetar, tak berani menatap tatapan Rafa yang dalam itu.


Rafa yang masih belum siap bertemu Celi, apa lagi ada ke dua orang tuanya Celi dalam ruangan itu, membuat ia merasa malu, namun sejujurnya ia kecewa pada Celi yang terang-terangan di depannya bermesaraan dan bermanja dengan pria lain waktu itu.


"Mom,,dad.!! tolong tinggalkan Rafa sendiri, Rafa tidak ingin ada siapa pun di sini.!!! ucapnya membuang muka ke arah lain tak ingin melihat Celi, bayangan saat Celi bersama pria itu membuat dada Rafa sesak, ia tahu kesalahannya yang membuat Celi marah, tapi tidak dengan kebersamaan Celi dengan pria lain.


Celi yang mendengar ucapan Rafa, langsung keluar dari ruangan itu, yang di susul oleh Lili, yang tak ingin terjadi apa pun pada sang sahabat..


Semua orang yang mendengar ucapan Rafa, dan melihat kepergian Celi, tertegun dan bengong, dalam pikiran mereka, apa sebenarnya yang membuat sepasang kekasih ini, hingga Rafa tega berkata demikian.


Next


Mohon tinggalkan jejak ya Guys, dan arthor hanya bisa ucapkan terima kasih atas dukungan kalian.


Doa arthor semoga, yang ikhlas kasi jempol dan love, juga komen positif, rezkinya di medahkan dan selalu dalam lindungan Tuhan. Aaamiinnn.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2