
Sudah dua hari Celi dan Nana belum juga membuka mata dari tidur panjangnya.
Saat ini dua keluarga penguasa itu tengah berada di rumah sakit.
Semenjak Yayuk tahu keadaan ke dua putrinya, istri Levi Quera itu hanya menangis pilu, apa lagi ke dua putrinya itu masih enggan untuk membuka mata, mengakibatkan semua orang semakin hawatir.
Rafa yang selalu menjaga sang kekasih di rumah sakit, bahkan tak ingin meninggalkan barang sebentar saja, membuat Felix dan Aliando geram karena putranya itu sama sekali tak perduli dengan perkataan siapa pun, hingga membuat Felix dan Aliando pasrah akan sikap putranya yang pemaksa.
"Sayang,, sampai kapan kamu tidur terus?? aku merindukanmu, bangun sayang, mencium kening Celi lembut, mengelus wajah pucat itu perlahan.
'Sayang,,
Ayolah jangan begini, dari semalam kamu ngak ada makan.! ucap Felix mencoba membujuk putranya itu, yang tak menyentuh makanan dari kemarin, karena sang kekasih masih tak sadarkan diri.
" Mom,,
Rafa akan makan kalau Celi dudah bagun, sahut Rafa yang tak menoleh sedikit pun pada sang momy, hanya tertuju pada ke dua kelopak mata Celi.
Felix hanya menghela nafas kasar, karena merasa jengah selalu di abaikan putranya itu, akhirnya Felix pun keluar dari ruangan itu, merasa tak berarti dan sedih.
Aliando yang melihat wajah sendu sang istri, tak tega.
Ia tahu istrinya sedih karena Rafa selalu mengabaikan ucapan sang istri.
"Rafa..!
Dady tahu kamu begitu menyanyangi Celi, tapi kamu sudah menyakiti perasaan momy, jangan karena hal ini kamu melupakan perasaan momy mu, ucap Aliando yang juga sudah kesal pada putranya itu, berjalan keluar ruangan menemui sang istri.
Rafa yang mendengar perkataan dady nya, menyesal telah mengabaikan sang momy, ia jadi lupa pada sosok penyemangatnya, dan pahlawan hidupnya karena larut dalam kesedihan karena sang kekasih belum juga sadar.
Rafa yang tersadar dari sikapnya, merasa egois, tak memikirkan perasaan sang momy, yang selalu menghawatirkannya, malah tak di hiraukan Rafa, sungguh ia menyesal dan keluar dari ruangan sang kekasih mencari momy nya.
Saat Rafa keluar, ia melihat momy nya, menagis di pelukan sang dady, ia pun merasa bersalah telah mengabaikan momy nya itu.
Rafa berjalan mendekati momy dan dady nya, hatinya pun sakit mendengar isak tangis sang momy.
" Mom,,
Rafa memeluk sang momy dari sampin, mendekap hangat, dalam pelukan dadynya, sungguh ia menyesal, tidak mengindahkan perhatian dan perasaan momy nya.
"Maaf,,
Rafa bekata lirih, dadanya pun sesak karena momy nya tak menoleh sedikit pun.
Felix yang merasakan dekapan putranya itu, tersenyum menyeringai dalam pelukan suaminya, dan tentu tak ada yang melihat itu, apa lagi ia mendengar ucapan maaf dari mulut putrannya itu, membuat Felix semakin gencar bersandiwara.
" Dad..! panggil Felix pelan masih dalam pelukan Aliando.
Aliando yang di panggil pun menunduk menatap sang istri yang memamggilnya Lirih.
"Sudah.!! jangan menangis lagi mom, Rafa sudah minta maaf, ucap Aliando mengira istrinya sangat sedih karena di abaikan putra mereka.
" Bawa momy dari sini.!!
Ucapan Felix membuat Rafa terkejut, karena momy nya malah ingin pergi dan tak menoleh sedikit pun padanya.
__ADS_1
Aliando pun menatap Rafa tajam, karena sudah membuat istrinya bersedih, dan ingin pergi.
"Mom,,
Rengek Rafa, manja masih mendekap momy nya erat, karena sang momy tak memperdulikan Rafa yang sudah berusaha membuat sang momy memaafkannya.
" Dad,, ayo pergi dari sini, momy tak berarti ada disini.!!
Felix sedikit meninggikan suaranya pada sang suami, membuat Rafa semakin kalut apa lagi mendengar ucapan momy nya itu.
Aliando pun mendorong dan menepis tangan Rafa yang mendekap Felix, ia berpikir istrinya tak ingin di sentuh putranya itu.
Rafa pun terkejut mendapat perlakuan dari dadynya itu, dan hampir saja ia berteriak, tak terima dengan sikap dadynya.
Namun urung, saat Rafa mendapat kode dari dadynya menandakan agar momy nya tenang dulu baru Rafa boleh bicara pada sang momy.
Felix yang sudah tahu, bahwa ke dua pria yang berharga dalam hidupnya itu, saat ini perang dalam tatapan tajam, tanpa mengatakan apa pun, dan itu membuat Felix hampir saja tertawa dalam pelukan suaminya, yang sengaja membenamkan kepalanya pda dada bidang suaminya itu.
Rafa pun tak bisa berbuat banyak lagi, ia sudah paham dengan sikap momy nya itu kalau sudah ngambek, pasti akan membuat Rafa harus mencari cara untuk membujuk sang malaikat hatinya itu, ia pun mengalah dan tak ingin membuat momy nya makin kesal, jadi Rafa memutuskan untuk pergi ke markas sang dady.
Rafa pun berdiri, dan mengeluarkan ponselnya, bermaksud menghubungi Dewa agar menemaninya ke markas.
Aliando yang melihat putranya, malah ingin pergi dan melihat gelagat aneh sang putra pun bertanya.
"Mau kemana kamu Rafa.!!
Rafa pun tersenyum smirik saat mendengar pertanyaan dadynya walau tatapan tajam sang dady seolah ingin menelannya, namun tidak membuat Rafa mengurungkan niatnya, karena Rafa tahu sang dady sudah menebak isi kepalanya saat ini.
"Hanya bersenang-senang dad, sahut Rafa tersenyum menyeringai berjalan meninggalkan dady dan momy nya, dalam drama ngabek sang momy.
Teriak Aliando yang sudah tahu maksud putranya itu, namun Rafa tetaplah Rafa, sebelum puas ia tidak akan membiarkan orang-orang yang berani mengusik miliknya, maka ia tak akan berpikir dua kali untuk menghancurkan orang itu.
Dewa sudah menunggu Rafa di depan rumah sakit, saat melihat Rafa, Dewa langsung sigap membukakan pintu mobil untuk Bosnya itu.
"Apa sudah kau urus, semua yang ku katakan??
" Semua sudah beres, sesuai perintah anda Bos, ucap Dewa cepat.
Sebelumnya Rafa menyuruh Dewa untuk menghancurkan perusahaan Dino, dan menarik saham yang mereka tanam dalam perusahaan itu.
"Bagus.!! ternyata kau kerja cepat rupanya, ucap Rafa senang.
Mobil yang di kendarai Dewa, sudah melewati gerbang markas itu, dan berhenti tepat di depan orang-orang yang sudah berdiri tegap menyambut tuan muda itu.
Wajah datar dan dingin itu, sudah tidak lagi di hiraukan para pengawal di sana, karena itu sudah jadi pamdangan biasa bagi mereka.
Rafa pun berjalan melewati para pengawal yang berdiri rapi menyambutnya.
Saat sudah tiba di dalam ruangan di mana Dino dan istrinya terikat di tiang-tiang penyiksaan, dan juga beberapa orang bayaran Dino.
Namun saat tatapan Rafa melihat satu persatu mereka yang terikat itu, tatapannya terhenti pada sosok dua pria yang melecehkan Nana, hingga membuat Nana depresi.
Senyum iblis, dan kilatan amarah pun berkobar di mata dan dada Rafa, apa lagi isi kepalanya yang membayangkan Nana dan Celi kekasihnya yang belum juga sadar akibat perbuatan orang-orang, yang ada di hadapannya ini.
" Ampuni kami tuan, ucap Lara menangis pilu, memohon, apa lagi mengingat putrinya yang tidak di ketahuinya berada di mana saat ini, karena seseoran merampas dari tangan Lara kala ia di seret masuk ke dalam mobil dari rumahnya.
__ADS_1
"Begitu mudah mulut kotormu itu mengucapkan kata ampun.!!
ucap Rafa sinis, geram karena wanita itu sama sekali tak merasa bersalah karena sudah menyiksa Nana.
Rafa pun berjalan mendekati dua pria yang hendak melehkan Nana, lalu menyuruh para pengawalnya untuk membuka ikatan yang melilit di tangan mereka.
Para pengawal pun denga patuh dan cepat melakukan perintah tuan mudanya itu.
Saat ikatan talinya sudah terbebas, Rafa tanpa aba-aba langsung menghajar salah satu laki-laki itu.
Bugh,, bugh, bugh,,
Dor,, dor,, dor..!!
Rafa yang sudah kesetanan tak bisa meredam lagi amaranya, hingga ia menghabisi laki-laki itu, dengan menembak dada, dab ke dua matanya, hingga cipratan darah menyeruak ke mana-mana, di tambah ke dua mata itu bagaikan batu yang terlempar keluar dari tempatnya membuat Lara dan Dino juga pria satunya lagi, bergetar dan lemas tak menyangka mereka akan menyaksikan kejadian sadis itu di depan mata mereka.
Hingga mereka berpikir, bagai mana nasib dan kematian yang akan mereka dapat dari tuan muda itu, bahkan Lara dan Dino sangat menyesal yang sudah terlalu berani berurusan dengan keluarga penguasa itu, dan mereka pun merutuki kebodohan mereka saat melihat kekejaman dari tuan muda itu.
Rafa pun meminta para pengawal itu membuka ikatan yang melilit di tubuh Dino.
Dino yang sudah ketakutan, berontak dan berteriak histeris, dia tidak ingin bernasib sama dengan orang suruhannya itu.
"Jangan,, jangan buka ikatannya.!! tuan ampuni saya, saya mohon tuan.!! teriak Dino yang sudah semakin ketakutan saat dua pengawal menyeretnya dan menghempaskanya tepat di kaki Rafa.
Dino yang sudah tersungkur pun, mendongak ke atas, dan ia pun semakin ketakutan saat Rafa mengelus samurainya.
Lara yang melihat suaminya itu pun menangis pilu, ia tak sanggup melihat sang suami di siksa seperti b******g.
"Sekarang kau baru tahu mengatakan ampun.!!
"Saat kau melakukan hal bodoh itu apa kau berpikir bagai mana resikonya.!!
Dan... Kau beraninya menyentuh Celiku, dan membuatnya sampai tak sadarkan diri hingga sekarang??
" Dan dengan entengnya kau meminta ampun..!!
"Saat Celiku dan Nana meminta ampun apa kau mendengarnya hah..!!!
Suara Rafa pun mengelegar di ruangan itu, membuat Dino semakin ciut dan ketakutan, hingga ia teriak saat samurai yang di pegang Rafa memotong satu lengannya.
Casssssss..!!!!
Tangan kanan Dino pun terlempar di lantai denga. darah yang sudah tercecer kemana-mana.
Bau anyir pun memenuhi ruangan itu.
Lara yang melihat tangan suaminya di potong langsung tak sadarkan diri, sungguh ia menyesali perbuatannya.
"Aku tak akan menghabisimu, karena kau bagian dadyku, dan aku tetap menghargai permintaannya, dan aku hanya mengambil satu tanganmu yang sudah berani menyentuh milikku.!!!
Setelah mengatakan itu, Rafa pun pergi dari ruangan itu, dan menyuruh para pengawal merapikan mainannya yang sudah berantakan.
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.