Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kebakaran Dan Harus Berangkat.


__ADS_3

Setelah selesai nonton, Rafa dan Vani akhirnya pulang juga.


Rafa pun mengantarkan Vani ke apartemennya, setelahnya ia pun pulang ke mansion.


Saat dalam perjalanan, Rafa teringat ponselnya yang di nonaktifkan, ia pun menyalakan kembali ponselnya, dan ia pun melihat ada lima panggilan dari momy nya, dan ia pun jadi merasa bersalah karena lagi-lagi mengecewakan momy nya.


Rafa pun sudah sampai di mansion, apa pun yang akan di katakan momy nya padanya nanti ia akan pasrah.


Saat Rafa masuk ia melihat hidangan makan malam yang masih utuh, dan beberapa Art menyimpan kembali makanan itu, Rafa yang binggung pun bertanya, pada salah satu Art, dan ternyata makan malam itu gagal, dan ia sudah yakin, semua di karenakan olehnya.


Rafa pun tak ambil pusing, toh juga ia tak meninginkan perjodohan itu, sang momy dan dady nya yang selalu saja tak mau menyerah.


Rafa pun masuk ke kamarnya, karena sangat lelah, ia pun membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah seleasi mandi Rafa pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya.


Baru saja Rafa memejamkan matanya, ponselnya pun berdering membuat Rafa terpaksa membuka matanya.


Dreett


Rafa pun mengangkat pangilan itu, sebelum menjawab Rafa melihat Dewa yang menelponya.


"Ada apa??


" Bos, Pabrik Teh yang ada di kota B kebakaran, ucap Dewa melaporkan.


"Bagai mana bisa.!! ucap Rafa terkejut.


" Sesuai laporan yang saya terima, tidak ada unsur mencurigakan, dan murni kecelakaan bos, dan ada beberapa korban kritis dan dua orang meninggal, ucap Dewa lagi.


"Siapkan keberangkatan malam ini juga, dan hubungi orang di sana, semua korban mendapatkan perawatan yang terbaik, dan untuk yang meninggal berikan jasa yang setimpal untuk keluarganya.


" Siap bos, sahut Dewa dan sambungan pun terputus.


Rafa pun langsung bergegas, keluar dari kamarnya menuju kamar momy dan dady nya memberitahu tentang kebakaran itu, dan ia akan betangkat malam ini juga.


tok, tok, tok.


"Dad.!


Aliando yang mendengar suara ketukan dan Rafa yang memanggil, beranjak malas membuka pintu kamarnya karena Rafa sudah membuat mereka malu, tapi tetap membuka pintu walau pun ua masih kesal.

__ADS_1


" Apa kau ingin menertawai kami hm?? ucap Aliando saat sudah membuka pintu kamarnya, dan menatap tajam Rafa.


"Ayolah dad, ini bukan waktubya untuk berdebat, Rafa ke sini mau kasih tahu ke dady, Pabrik Teh yang di kota B kebakaran, dan ada beberapa korban, ucap Rafa serius.


" Apa.!!


"Ya, dan Rafa akan berangkat malam ini juga ke sana, karena ada dua korban yang meninggal, ucap Rafa lagi.


" Apa kamu sudah selidiki, bahwa kebakaran itu bukan hal yang di sengaja??


"Sudah, dan itu murni kecelakaan, dan tadi Dewa sudah memberitahu Rafa.


" Lakukan yang terbaik untuk para korban, dan berikan jaminan untuk kariawan yang meninggal.


"Itu sudah pasti dad, dan Dewa sudah mengurusnya, dan Rafa akan berangkat sekarang juga, tolong kasih tahu momy, Rafa pergi, dan maaf untuk kekacauan malam ini, ucap Rafa yang tak enak hatu karena sudah membuat kecewa, momy dan dady nya.


" Lupakan, pergilah dan dady akan menghandel perusahaan di sini, ucap Aliando tak ingin putranya, terlalu memikirkan hal yang tak begitu penting.


"Hm, baiklah Rafa berkemas dulu, berjalan ke kamarnya.


Usai berkemas Rafa pun pamit pada dady nya, ia tak ingin lagi berlama-lama, karena tak ingin di cap sebagai pemimpin yang tidak bertanggung jawab.


Rafa berangkat dengan Jet pribadinya, agar memudahkan ia sampai secepatnya di kota B.


"Sudah bos, dan sekarang para korban sudah berada di rumah sakit terbaik, dan untuk korban meninggal saya sudah meminta pada pengacara kita di sana, agar memberikan jaminan masing-masing 1M, dan juga rumah, ucap Dewa melaporkan.


" Bagus, setelah kita tiba, kita langsung ke rumah duka, besok baru ke rumah sakit.


"Siap bos, ucap Dewa patuh.


Setelah menempuh, tiga jam lamanya, akhirnya Jet pun mendarat, dan mereka tiba sudah hampir pukul 12 malam, namun tak membuat Rafa mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah duka, meski pun lelah Rafa tetap melakukan apa yang seharusnya.


Mobil dan beberapa orang bawahannya sudah siap siaga menanti kedatangan Rafa, Dewa pun membukakan pintu mobil untuk bos nya itu, dan mereka langsung meluncur ke rumah duka.


Mobil yang di gunakan Rafa dan Dewa pun tiba di rumah duka, dan terlihat banyak orang sudah berkumpul di sana.


Rafa pun turun setelah Dewa membukakan pintu. Dan para anak buah yang sudah berdiri tegap menyambut kedatangan Ceo mereka.


Rafa pun perlahan masuk, pihakk eluarga yang melihat kedatangan Rafa pun terharu, mereka sangat bangga pada Ceo itu, yang datang lansung untuk menyampaikan rasa belasungkawanya.

__ADS_1


Rafa pun menyalami pihak keluaraga, dan ia mengucapkan kata-kata sebagai bentuk rasa haru dan belasungkawanya.


" Saya turut prihatin atas kejadian ini, dan saya berharap pihak keluarga tabah, dan sekali lagi saya mohon maaf, atas kejadian ini, kita kehilangan beliau, dan untuk ke depannya, saya sudah menjamin kebutuhan keluarga yang di tinggalkan sesuai jasa beliau semasa bekerja sebagai kariawan di perusaahab saya. Atas nama keluarga besar JW grup saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Usai mengucapkan kata-kata turut berduka cita, Rafa pun pamit untuk ke rumah duka yang satunya lagi, dan pihak keluarga pun hanya bisa ikhlas.


Terdengar beberapa orang memuji Rafa yang begitu bijaksana sebagai Ceo, yang turun langsung menemui pihak yang berduka, tentunya itu satu nilai positif bagi Rafa, dab ia tidak ingin di pandang sebagai pemimpin yang kejam, meski ia orang yang tegas dan disiplin.


Setelah selesai menemui dua pihak keluarga korban, Rafa kembali ke Vila sebagai rumah singgah keluarganya.


Sebelumnya Dewa sudah mempersiapkan dan meminta para penjaga Vila dan beberapa Art yang bekerja, menyiapkan kamar dan beberapa perlengkapan lainnya.


Mereka pun tiba di Vila, Rafa yang sudah tidak asing lagi dengan suasana Vila, masuk dan beberapa Art dan pengawalnya menyambut dan menyapa tuan muda itu.


Rafa yang sangat lelah langsung duduk di sofa, menyandarkan punggungnya, dan para Art pun membawakan teh khas kota tersebut.


"Besok sebelum ke rumah sakit, kita lebih dulu melihat keadaan pabrik, ucap Rafa pada Dewa yang juga duduk di sofa, dan terlihat begitu lelah.


" Siap bos.!


"Habiskan teh mu, dan istirahatlah, besok kita masih sangat sibuk, ucap Rafa beranjak menuju kamarnya.


Dewa hanya mengangguk patuh, dan tentunya ia tidak menyianyiakan istirahatnya kali ini, dan ia pun beranjak menuju kamar tamu.


Rafa yang lelah berendam sebentar untuk merilekskan tubuh dan pikiran lelahnya.


Rafa pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya, ia menggunakan celana pendek, dan menurutnya pakaian itu lebih nyaman.


Sebelum tidur, Rafa pergi ke balkon kamar, menikmati suasana alam yang sejuk, apa lagi daerah itu daerah pegunungan, dan ia pun merasa rileks, menghirup udara sejuk khas pegunungan itu.


Saat menikmati suasana malam itu, Rafa tak sengaja melihat seorang gadis duduk di taman dekat paviliun, karena cahaya lampu yang temaram, Rafa tak bisa begitu jelas melihat wajah gadis itu, namun Rafa perhatikan sepertinya gadis itu sedang menulis yang terlihat ada buku dan alat tulis di tangan gadis itu.


" Apa yang di tulis tengah malam begini, bahkan ini hampir subuh, Rafa bicara sendiri.


"Hah, mungkin saja dia lagi patah hati, ucap Rafa lagi, dan berpikir gadis itu hanya gadis yang aneh.


Rafa pun tak memperdulikan apa yang di lakukan gadis itu, ia pun masuk ke kamarnya, dan tidur, karena besok ia akan sangat lelah karena masalah yang ada.


Next

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2