
Sesampainya felix dan ando di mall,, mereka pun masuk meninggalkan parkiran.
Saat sudah tepat di pintu masuk,, felix menabrak seseorang yang sangat mengejutkannya dan reflek felix menghindari orang tersebut dan tak minat untuk saling tegur sapa, bahkan felix tak minta maaf karena ia menabrak seseorang itu.
Kamu felix kan..??
felix yang namanya disebut saat berjalan dan berusaha untuk tidak bicara pada orang tersebut akhirnya menghentikan langkahnya dan menoleh, dan ia pura pura tak ingat atau pun tak kenal dengan seseorang itu.
Akhh, saya tak ingat siapa kamu,, bicara tenang agar tidak terlihat gugup.
Wahh,,!! ternyata kamu begitu mudahnya melupakanku.! ucap seseorang itu yang tak lain adalah seorang pria.
Ando yang sangat tidak menyukai felix berinteraksi dengan pria lain pun, menggengam tangan felix erat seolah menunjukkan dia adalah pemilik wanita yang sedang bersamanya.
Akhh,,,! tadi aku ragu kalau kamu itu, dan ternyata benar itu kamu,, tersenyum paksa.
Siapa sayang,,? tanya ando
Teman waktu di panti asuhan, jawab felix menatap suaminya yang sedang mode terlihat tak suka.
Ohh,, perkenalkan saya suaminya,,!! mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
Pria itu pun menyambut tangan ando dan menyebutkan namanya.
Saya Ramon,,, saya adalah..
ucapan ramon terpotong saat felix bicara, ia sengaja melakukan hal itu karena tahu apa yang akan di katakan ramon pada suaminya.
Apa kmau sendiri..? tanya felix yang tiba tiba memotong ucapan ramon, agar tidak terlalu jauh tentang masa lalunya dan jelas ramon tahu kalau felix tak bisa menerima ramon karena alasan yang penyakitnya.
Kalau sampai ramon bicara tentang itu, maka habislah sudah harapan felix, ia akan ketahuan telah membohongi keluarga widodo yang menyayanginya, dan akan sangat kecewa tentunya, pikir felix membatin.
Ramon yang tahu felix tidak ingin ia membicarakan kedekatannya pada felix di masa lalu pun tersenyum kecut.
Aku sendiri,, sahut ramon.
__ADS_1
Apa kabar kamu,, apa kamu baik baik saja.?? tanya ramon lagi.
Ando yang sedikit sensitif dengan ucapan ramon, dan merasa seolah bila felix bersamanya felix tidak baik baik saja, dan menyahut dengan tatapan tajam.
Apa kamu melihat dia tidak baik.!!?
Apa kamu berpikir kami sedang punya masalah.!!?
Ando yang sudah terbawa suasana pun semakin mengeratkan tangannya dan tak menyadari felix merasakan sakit akaibat genggaman kuat yang di buat ando pada tangannya,, felix meringis menahan rasa sakit di tangannya.
Ando yang melihat felix meringis pun menyadari perbuatannya karena terbawa suasana akibat sedikit cemburu pada pria yang ada bersama mereka saat ini.
Aku hanya bertanya kabarnya,, apa itu salah..? jawab ramon tersenyum mengejek,, dia tahu ando tak mebyukainya dan terlihat cemburu.
Akhh sudahh..!! sahut felix, karena ia tak ingin ando semakin murka dengan sikap ramon yang sengaja memancing kemarahan ando.
Aku baik baik saja dan tak perlu hawatir karena suamiku menjagaku dengan baik..! sahut felix datar.
Kau dengar istriku bilang apa,,! jadi tak perlu mengurus yang bukan urusanmu, sahut ando dengan tatapan tajam pada ramon.
Kalau begitu saya permisi,, berlalu dengan perasaan hampa, dan melihat felix sekilas sebelum pergi.
Felix yang melihat raut wajah ramon pun merasa bersalah karena ia bersikap tidak baik, namun felix terpaksa melakukannya dan tidak ingin ramon bicara banyak karena akan membuka semua rahasianya pada sang suami, karena ia belum siap bila keluarganya mengetahiu masalah penyakitnya yang selama ini ia sembunyikan.
Setelah kepergian ramon,, ando dan felix pun melajutkan urusan mereka dan ando mengajak felix untuk makan lebih dulu, karena ia ingin menanyakan pada felix siapa sebenarnya pria yang sangat mengenal istrinya itu, dan ando menyadari tatapan pria itu seoalah menyimpan rasa rindu dan sangat memperhatikan istrinya.
Mari,, kita makan dulu , selesai itu kita baru belanja ajak ando menarik lembut tangan istrinya, ia sudah bisa menormalkan emosinya yang hampir mencuat tadi.
Felix yang diajak pun hanya menurut dan tak membantah, ia tahu suaminya sedang menahan amarah karena kejadian tadi, dan felix yakin ando akan menanyakan prihal tadi padanya, karena suaminya tidak akan mudah percaya bila belum ada penjelasan.
Saat mereka sudah duduk dan meminta para pelayan membawakan makanan pada mereka,, felix yang di tatap suaminya dengan tatapan menuntut penjelasan pun, menundukkan kepalanya tak berani menatap suaminya.
Siapa pria tadi..!!! datar
Felix yang mendengar pertanyaan suaminya itu pun mendongak menatap suaminya sedikit gemetar.
__ADS_1
Di,,, dia temanku saat kami tinggal di panti asuhan dan dia diadopsi keluarga kaya, dan menjalani hidupnya dengan normal, sahut felix sedikit terbata.
Apa kalian punya hubungan spesial selama bersama di panti..?? tanya ando ti the point, dan tak ingin basa basi, karena itulah sifat ando yang tak suka bermuluk muluk bila bicara pada seseorang.
Tidakk..!!!! sahut felix cepat, karena tak ingin suaminya punya pikiran lain tentangnya.
Benarkah.!?? tanya ando datar
Tapi dia melihatmu dengan tatapan sangat mendambakanmu,!
Dia memang punya perasaan padaku, dia mengungkapkannya saat dia akan di bawa keluarga barunya, namun aku sama sekali tak menerimanya dan tak memberinya harapan, dan ia tak perduli dengan penolakan yang aku katakan padanya, dan sempat beberapa kali selama aku masih di panti dia menemuiku lagi dan lagi, dan jawabanku tetap sama, dan tak ingin dia selalu mengharapkan yang tak pasti, aku minta ijin pada ibu panti untuk mandiri dan tetap menitipkan kedua adikku pada ibu panti dan akan menjemput mereka bila aku sudah mampu membeli rumah untuk kami tempat tinggali, cerita felix panjang lebar agar suaminya tak lagi penasaran pada ramon.
Ando yang mendengar cerita istrinya pun menatapnya sendu, meski sebenarnya ia merasa cemburu cerita felix tentang pria itu, namun yang membuat dadanya sesak, karena felix menceritakan dia meninggalkan kedua adiknya agar bisa beli rumah dengan berbagai macam cobaan dan mewujutkan tekadnya membawa kedua adiknya dari panti tersebut, bahkan ia menolak pria yang menyukainya karena lebih memprioritaskan kedua adiknya dan mewujutkan impiannya,, istrinya benar benar mengorbankan masa depannya demi adiknya dan selalu tegar walau sesulit apa pun yang ia jalani.
Ando yang melamun dengan pikirannya tersadar saat pelayan datang membawa pesanan mereka.
Terimakasih,, ucapnya pada pelayan dan mereka mulai menikmati makannya sesekali ando masih bertanya pada istrinya.
Tapi sepertinya pria itu belum menyerah,, dan aku melihat dia masih menyimpan perasaan padamu, ucap ando yang tanpa melihat lawan bicaranya dan ia sengaja dan ingin tahu respon felix dengan ucapannya.
Kalau pun itu benar,,, aku tidak mempermasalahkannya,, toh kan hanya dia. yang begitu, tapi aku tidak, jawab felix enteng, seolah tahu ando sengaja memancingnya.
Ando yang mendengar jawaban istrinya pun menatap felix dengan tatapan yang sulit diartikan,, Apa kamu senang kalau dia tetap memujamu, dan kamu merasa senang karena ada pria yang masih menyimpan perasaannya padamu..!!! sahut ando dengan nada bicara tak suka karena jawaban felix tak memuaskan menurutnya.
Felix yang mendengar ucapan ando pun,, spontan berdiri dan berjalan meninggalkan ando yang bengong sendiri, dan ia tak menyangka ucapannya membuat felix marah dan pergi meninggalkannya.
Ando yang sadar dari bengongnya pun,, membayar makanan mereka, dan berlalri tergesa gesa mengejar istrinya yang sedang marah.
Saat ando sudah di luar mall,, ando tak mendapati felix disana, dia mengedarkan pandangannya dan tak melihat sosok istri tercintanya, ando yang kesal pun dan merasa bersalah karena ucapannya berteriak frustasi saat didalam mobilnya, karena semua kacau tanpa terduga pikirnya.
Akkkhhhhhh,,,, tamatlah riwayatku,, kenapa aku bisa jadi bodoh mengatakan hal yang menyinggung perasaannya..!!
Haahhaaaaaaaahhhh, helaan nafas panjang yang menyesakkan dada, ando pun menyusuri jalanan berharap bertemu istrinya namum nihil, hingga ia memutuskan untuk secepatnya pulang dan minta maaf pada istrinya..
maaafffff gaess lama Upnya
__ADS_1
Semoga kalian bahagia....