
Felix sangat bahagia, melihat putranya dan calon menantunya, sudah berbaikan kembali, di tambah lagi Rafa yang sudah memutuskan akan secepatnya mempersunting Atika menjadi istrinya.
Rafa sudah di perbolehkan dokter pulang dari rumah sakit, Atika yang selalu setia menemani Rafa selama di rumah sakit, membuat Rafa sangat bahagia karena Atika selalu di sampingnya, dan Rafa punya banyak kesempatan berduaan dan bermanja-manja pada Atika.
Atika yang baru saja selesai mengemasi barang-barang Rafa, karena pagi ini mereka akan kembali ke mansion.
"Sudah selesai sayang??
"Sudah, kamu mandilah dulu, sebentar lagi Dewa tiba membawa sarapan untuk kita, ucap Atika yang memberikan handuk pada Rafa agar segera mandi.
"Mandikan,, ucap Rafa manja memeluk Atika dari belakang.
"Hei.!! jangan konyol, dan itu tidak akan pernah terpenuhi selama kita masih belum sah, ucap Atika yang berbalik badan menatap Rafa kesal dan memukul bahu Rafa pelan.
Rafa pun terkekeh lucu, melihat wajah Atika yang terlihat garang tapi sangat menggemaskan.
"Iih, kamu itu ya suka sekali jahil, ayo mandi sana, atau..
"Ok, ucap Rafa langsung patuh, menyerah dengan pasrah, karena tak ingin Atika melanjutkan ucapannya yang akan membuat Rafa tersiksa, dan ancaman itu selalu membuat Rafa tidak berkutik.
Atika pun tersenyum menang, karena ia sudah punya senjata ampun untuk menahlukkan Rafa yang takut Atika tidak memberi Rafa jatah ciuman yang membuatnya candu asmara itu.
"Permisi Nona, ucap Dewa yang baru saja tiba dan membawa sarapan pagi serta baju ganti untuk Rafa.
"Oh, kau sudah tiba rupanya, kau tunggulah dulu, Rafa masih mandi, setelah itu kita sarapan dan pulang, ucap Atika mengambil pakaian Rafa yang dibawa Dewa.
"Baiklah Nona, sahut Dewa duduk di sofa dan sibuk dengan ponselnya, itu lebih baik pikirnya, dari pada nanti bosnya, malah menuduhnya menatap Atika, dan akan mencongkel matanya,. batin Dewa.
Atika pun mengetuk pintu kamar mandi, memberikan baju itu pada Rafa, namun saat Rafa mengeluarkan kelapanya dari balik pintu langsung menatap Dewa tajam yang duduk di sofa juga menatap ke arah pintu kamar mandi.
Dewa yang di tatap tajam, langsung membuang pandangannya ke arah lain, sungguh ia ingin sekali menghajar bosnya itu yang selalu membuat ia sulit untuk bernafas dengan bebas, bila sudah satu ruangan dengan Atika.
__ADS_1
Rafa sebenarnya kesal pada Dewa, bukan karena satu ruangan dengan Atika, ia kesal karena Dewa menunggunya duduk di sofa dan tidak di luar ruangannya, karena Rafa yang ingin menggoda Atika, akhirnya tidak bisa dan gagal.
Rafa pun menerima baju yang di berikan Atika sedikit kesal, tapi saat melihat senyum Atika yang selalu menghangatkan hatinya itu, langsung merubah wajah masam Rafa dengan senyum yang juga membuat Atika nyaman.
Tak lama Rafa keluar dari kamar mandi, dengan setelan yang sudah rapi dan warna baju yang di kenalannya sangat cocok dan menambah ketampanan Rafa.
"Apa ada masalah?? tanya Rafa duduk di sofa, berhadapan dengan Dewa.
"Semua aman bos, tapi besok, perusahaan JB grup ingin anda langsung menghadiri pertemuan di restoran xx, ucap Dewa menjelaskan.
"Persiapkan untuk pertemuan itu.! ucap Rafa menatap Atika yang sibuk menghidangkan sarapan untuk mereka bertiga.
"Nanti lanjutkan bicaranya, kita sarapan dulu, ucap Atika yang di anggkki Rafa dan Dewa bersamaan.
Mereka pun menyantap sarapan pagi itu cukup tenang, walau sesekali Rafa melirik pada Dewa yang tidak ingin terlalu lama melihat Atika, dan itu membuat Dewa berkali-kali menggeleng kepala, sungguh bosnya itu keterlaluan, pikir Dewa.
Selesai sarapan Dewa keluar lebih dulu dan membawa barang-barang yang sudah terkemas rapi di dalam sebuah tas.
Dewa pun membukakan pintu mobil pada Rafa dan Atika, lalu ia pun masuk duduk di bangku kemudi dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang keluar dari area rumah sakit.
Dalam perjalanan menuju pulang, Rafa mendekap Atika dari samping, sesekali ia mengecup hangat pucuk kepala Atika, Atika yang merasa malu karena perlakuan Rafa tentu dapat di lihat Dewa, namun Rafa tidak perduli, baginya Dewa hanya patung hiasan di dalam mobilnya.
Dewa hanya bisa mengumpat dalam hatinya, sungguh bosnya tidak menghargainya yang jomblo akut, dan sangat sengaja melakukan kemesraannya di hadapannya, "Cih.!! dasar sombong mentang-mentang sudah baikan, kemarin aja belagu nekat bundir, (bunuh diri),batin Dewa kesal.
Tak lama mereka sudah tiba di mansion, melihat putranya dan calon menantunya turun dari mobil, Felix langsung keluar dari mansion, memeluk hangat dua sosok yang selalu mengisi hari-harinya sangat berwarna.
"Selamat datang ke rumah sayang, ucap Felix memeluk bergantian Rafa dan Atika, dan mencium kening keduanya hangat.
"Terima kasih mom.
"Terima kasih tante.
__ADS_1
Felix pun membawa Rafa dan Atika masuk, di dalam semua anggota keluarga sudah menunggu di ruang tamu.
Atika menghentikan langkahnya, melihat Vany yang juga ada di ruang tamu dan duduk di samping wanita yang sangat mirip dengan Felix, mom nya Rafa.
Vany yang melihat Atika berhenti berjalan, dan masih berdiri di sana, beranjak dari duduknya, berjalan mendekati Rafa dan Atika.
"Selamat datang kakak, dan maaf sudah membuat kakak salah paham, ucap Vany tersenyum pada Atika.
"Tidak, akulah yang seharusnya minta maaf karena sudah tidak mempercayai Rafa, ucap Atika menatap Rafa sendu.
Rafa pun merangkul bahu Atika, tersenyum hangat, baginya kemarahan Atika wajar, siapa pun pasti akan berpikiran lain, bila melihat kedekatannya pada Vany, yang tidak tahu hubungan mereka sebenarnya, apa lagi status Rafa dan Atika sepasang kekasih, siapa wanita yang sanggup melihat kekasihnya jalan dengan wanita lain, apa lagi tidak ia kenali sama sekali.
"Jangan di bahas lagi, dan aku malah senang kamu cemburu begitu, itu tandanya perasaanmu padaku tidak di ragukan lagi, ucap Rafa mengelus lembut pucuk kepala Atika, dan semua yang ada di sana tersenyum bahagia, karena Atika dan Rafa bisa saling terbuka dan tidak mempertahankan ego masing-masing.
Feronsia, mama nya Vany pun berdiri, berjalan mendekat pada Atika dan Rafa, lalu berdiri di samping Vany, dan menjewer telinga Vany, memberi Vany hukuman, karena sudah terlalu bersikap manja pada Rafa, hingga membuat Atika salah paham.
"Auu, mama.! sakit mah, ucap Vany mengusap-usap telinganya yang memerah dan panas, karena jeweran di telinganya tadi.
"Itu hukuman yang sudah membuat kak Rafa repot karena ulah kamu, ucap Fero kesal pada Vany.
"Kakak, ucap Vany merengek manja agar di bela oleh Rafa.
Rafa hanya terkekeh geli melihat Vany yang meruncingkan bibirnya ke depan, dan sangat membuat Rafa tak bisa marah walau Vany selalu memaksanya, berbuat apa pun, tapi bagi Rafa Vany sudah seperti adik perempuannya sendiri, dan ia sangat senang kalau Vany selalu bergantung padanya, dan mengangap Rafa sebagai kakak yang bisa di andalkannya.
Rafa yang sudah duduk bersama Atika di sampingnya, mengutarakan niat hatinya yang akan mempersunting Atika dua minggu lagi, dan hal itu membuat semua orang turut bahagia, apa lagi ayahnya Atika, yang berkali-kali berucap syukur karena semua anggota keluarga calon menantunya, sangat baik dan tidak melihat status kasta mereka, apa lagi saat mengenal Widodo dan istrinya, baru ia kenal dalam beberapa hari ini, membuat pak Danu sangat terharu karena sikap dan moral keluarga besar itu sungguh patut di contoh,dan tidak pernah memandang sebelah mata orang yang lebih rendah dari keadaan mereka.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.
__ADS_1