
Hampir seminggu Atika di rawat dan kesehatannya pun berangsur pulih, dan dokter mengatakan Atika sudah boleh pulang, Rafa pun memerintahkan Dewa untuk mempersiapkan segalanya, dan mengurus kepulangan Atika.
Rafa membenahi segala barang-barang mereka, dan akan segera meninggalkan rumah sakit, membawa Atika pulang ke Vila sementara, sampai mereka kembali ke rumah mereka.
"Selamat pagi bos.!
" Pagi, apa semua sudah beres??
"Sudah bos, dan kita bisa langsung berangkat sekarang juga, Dewa bicara sambil melirik ke arah Nona mudanya, yang duduk diam di sofa.
" Baiklah, bawa semua barang-barang ini, kami akan menyusul, menyuruh Dewa pergi lebih dulu.
"Siap bos, saya akan menunggu di mobil, Dewa pun paham maksud bos nya itu, melihat Nona mudanya yang diam saja, Dewa yakin pasti akan ada drama pagi ini.
Setelah Dewa pergi, Rafa menatap Atika yang masih duduk di sofa seolah enggan untuk beranjak dari duduk nya.
Rafa pun berjalan ke arah Atika, lalu mengulurkan tangannya, sebagai tanda mengajak Atika untuk pergi dan pulang.
Atika tidak menyambut uluran tangan Rafa, berdiri sendiri lalu berjalan lebih dulu, Rafa tahu kenapa istrinya bersikap begitu, karena Rafa masih mendiami Atika, dan belum mau bicara.
Rafa pun mengikuti langkah Atika dari belakang, sengaja tak menyamai langkah nya di sampling Atika, tak mau membuat mood Atika semakin buruk.
Saat tiba di parkiran, Dewa heran melihat Nona nya yang berjalan sendiri, dan tak melihat bos nya bersama Nona mudanya itu.
Tak lama Dewa pun melihat bos nya muncul, ia pun langsung menggeleng, karena tebakannya benar, pasti ada drama pagi tadi, pikirnya tersenyum kecut.
Atika masuk ke dalam mobil, duduk di belakang, saat melihat Rafa masuk ke dalam mobil dan duduk di depan, membuat Atika semakin kesal dan dadanya sesak, berpikir Rafa sudah tidak mau lagi berdekatan dengannya.
Rafa yang memang sengaja duduk di depan, membalas sikap Atika yang menolak uluran tangannya tadi, dan mengira Atika tidak suka kalau Rafa berdekatan dengannya, dan berlanjut lah, drama pagi, seperti perkiraan Dewa tadi.
Sepanjang perjalanan Atika hanya diam dan melihat keluar jendela, Rafa sibuk membicarakan proyek dengan Dewa, mengusir kesalnya, agar tenang dan melupakan penolakan Atika tadi.
Tak berapa lama, mereka pun sampai di Vila, Atika turun, lalu masuk lebih dulu, saat di depan pintu masuk, Atika di sambut Felix, Aliando, juga ayah nya.
"Selamat datang sayang, momy senang kamu sudah sehat, memeluk Atika hangat.
" Terima kasih mom.!
__ADS_1
"Selamat datang dan kami bahagia kamu sudah sembuh, Aliando pun menyambut menantunya itu, lalu mengelus kepala Atika penuh perhatian.
" Ayah senang kami sudah sehat, bagai mana kabar calon cucu ayah??
"Dia sehat dan juga baik ayah, dia anak yang kuat, Atika senang di sambut keluarga besar nya.
" Ayo masuk, kamu jangan terlalu lelah dulu ya, membawa Atika masuk dan mereka duduk di ruang tamu.
Rafa yang baru saja masuk, tidak ikut bergabung bersama mereka, beralasan ada rapat melalui video call, sengaja menghindar.
Atika tahu suaminya beralasan soal rapat itu, Atika tahu suaminya menghindarinya, membuat Atika ingin sekali teriak, melupakan kekesalannya, melihat suaminya yang tetap bertahan dengan diam nya, Atika semakin tersiksa, apakah suaminya belum bisa memaafkannya??
"Kalau kamu lelah, istirahat saja sayang, jangan sungkan dengan kami, momy yakin kamu pasti lelah.!
" Iya mom, kalau begitu Tika ke kamar dulu ya mom, Dad, ayah, pamit Tika.
Atika pun pergi ke kamar nya, tapi sebelum masuk ke kamar nya, Atika tak sengaja mendengar pembicaraan Rafa dan Dewa di ruang kerjanya.
"Besok persiapkan semua nya, aku mau melihat gadis-gadis gila itu, yang sudah berani mengusikku, dan menyakiti istriku.! Aku tidak akan mengampuni mereka, dan waktunya sudah tiba, mereka akan menikmati dan membayar mahal, setiap rasa sakit, luka, dan darah yang menetes dari tubuh istriku.!!!
" Baik bos, sesuai perintah anda.!
"Bagai mana keadaan di perusahaan??
" Semua aman bos, karena yang memimpin adalah Tuan Besar Widodo.!
"Baiklah, cukup untuk hari ini, tolong kamu nanti ke pabrik, cek semua apa saja yang di butuhkan, dan berikan bonus para pekerja, sebagai ucapan syukurku atas kesembuhan istriku.!
" Sesuai perintah anda bos.! saya pamit, dan akan segera ke sana.!
Dewa pun pergi meninggalkan Rafa di ruang kerja itu. Aliando yang melihat Dewa keluar, memanggil Dewa dan bicara di luar.
"Apa yang kalian bicarakan di dalam??
"Kami tidak membicarakan apa pun Tuan, Tuan muda hanya melakukan rapat lewat video call.! bohong Dewa.
" Apa kau menganggap ku anak kecil?? yang bisa di bohongi cecenguk seperti mu.!! geram karena Dewa main rahasiaan.
__ADS_1
"Saya berkata jujur Tuan.!
" Baiklah, seperti nya aku harus, _
"Tidak.!! baiklah saya akan mengatakan yang sebenarnya, memotong ucapan Aliando, agar tidak meneruskan ucapannya, karena Dewa bisa menebak, akan ada sebuah ancaman, dan Dewa tidak mau berakhir di tangan Tuan besarnya itu.
" katakan.!!
"Tuan muda hanya menyuruh saya untuk mempersiapkan segalanya besok.!
" Mempersiapkan apa??
"Tahap seleksi untuk para gadis yang menyakiti Nona muda, tuan.!!
" Apa rencana Rafa untuk para gadis itu.!
"Saya tidak tahu pasti tuan, tapi seperti nya tuan muda, akan memberikan hukuman setimpal.!!
"Jangan sampai kau membiarkan tangan putraku membunuh orang, dan aku tidak mau putraku mengotori tangannya, hanya karena mau membalas perbuatan mereka, kau harus bisa menahan Rafa, agar tidak gegabah nantinya.!!
" Baik Tuan, Saya akan berusaha semampu Saya, dan mudah-mudahan Tuan muda mau mendengarkan Saya.!
"Harus bisa.!! kalau sampai putraku membunuh para gadis itu, habislah kau.!! menatap tajam pada Dewa.
" Baiklah Tuan, saya pamit dulu, karena masih harus ke pabrik, karena tuan muda menyuruh saya memberikan bonus pada karyawan, sebagai bentuk rasa syukur tuan muda atas kesembuhan Nona muda.!
"Ya pergi saja, apa aku menahan mu??
" Tidak tuan.! maafkan saya sudah landing.!
Dewa pun pergi, di dalam mobilnya Dewa menarik nafas lega, entah kenapa bila berurusan dengan Aliando, Dewa sangat takut dan merasa seram, dan Dewa juga tak habis pikir perintah Aliando yang memaksanya untuk menghalangi tuan muda memberi hukuman pada gadis-gadis itu, apa Dewa berani.??
"Bunuh saja saya tuan, anda memberikan tugas di luar kuasa saya, kalau saya melakukan itu, bisa-bisa saya yang akan menggantikan hukuman para gadis gila itu.!!!
Hah.!! memang nya aku punya berapa nyawa?? Dewa pusing memikirkan siapa yang harus di turuti nya, semua seba salah, dan membuat Dewa dilema, bagai buah simalakama, berdiri salah, duduk juga salah.!! Hadeehhhh.
Next.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya guys, ππ, komen dan Vote ya, thanks.
Salam Arthorππ