
Rafa sudah kembali dari markas ke Vila, perasaan lega dan puas karena para gadi-gadis itu sudah berada di tempat yang semestinya.
Saat masuk ke dalam Vila Rafa tak melihat istrinya, ia pun naik ke atas, mencari Atika di Kamar nya.
Di kamar Atika sedang duduk santai di balkon, sambil menikmati teh dan beberapa cemilan, Rafa yang tadi nya punya pikiran buruk, menarik nafasnya lega, karena istrinya ada di kamar dan baik-baik saja.
"Apa kamu bosan menungguku??
" Eh, mas udah pulang??
Rafa mengangguk dan duduk di sebelah Atika, memeluk Atika dati samping, ia senang karena istrinya lebih nurut, dan menantinya pulang.
"Ada apa mas?? kangen ya ??
" Mas hanya senang, kamu baik-baik saja, dan sabar menunggu mas pulang.!
"Udah selesai urusannya mas??
" Sudah, dan kita akan pulang hari ini, tapi sebelum pulang, kita ke rumah Ali dulu, seperti kata mas tadi.!
"Tika udah pamitan mas, kita nggak usah ke rumah kak Ali lagi.!
" Kamu pergi ke rumah Ali??
"Nggaklah mas, aku mana berani lagi pergi, aku masih takut dan ingat pesan mas, dan nggak mau buat semua orang khawatir.!
" Terus kamu pamitan sama Ali di mana??
"Setelah mas pergi tadi, nggak lama kak Ali datang sama bibi juga, katanya mau tahu keadaan Tika, yah sekalian aja Tika pamitan sama kak Ali juga bibi.!
" Oh, ya udah kalau gitu.!
Atika dan Rafa pun berkemas, karena mereka akan pulang kembali ke kotanya, apa lagi Rafa sudah cukup lama meninggalkan kantor nya, meski grandpa nya yang menghandel di sana, tapi tetap juga banyak yang harus Rafa selesaikan, apa lagi proyek yang sedang berjalan saat ini, Rafa nggak mau di katakan kurang bertanggung jawab dalam bekerja, sebagai CEO Rafa harus bisa menjadi orang yang benar-benar di butuhkan dan bisa menyelesaikan setiap urusan dengan hasil yang baik dan maksimal.
Sebelum berangkat Atika berpamitan lebih dulu pada ayahnya, sebenarnya Atika masih takut dan malu bicara pada ayahnya, karena musibah yang menimpanya di hari yang lalu.
"Ayah Tika pamit yah, Tika minta maaf.!
" Sudahlah, ayah tidak marah, tapi kamu janji sama ayah, harus nurut kalau sudah di sana, jangan bertindak sendiri, dan kamu harus ingat semua orang menyayangimu, dan jangan membuat kami takut dan khawatir lagi.!
__ADS_1
"Iya ayah, Tika akan ingat pesan ayah, menangis dalam dekapan ayahnya, karena merasa bersalah, apa lagi sudah membuat semua orang khawatir dan panik.
" Kami pamit ayah, kalau ada apa-apa ayah jangan sungkan menghubungi Rafa, atau Dewa.!
"Iya nak, ayah senang kalian sudah baikan, dan Atika juga sudah sehat, kalian baik-baik di sana ya, ayah yakin kamu bisa menjaga putri ayah.!
" Terima kasih ayah, atas kepercayaan ayah.!
Pak Danu mengangguk dan tersenyum hangat, merasakan begitu baiknya dan sangat bijak menantunya itu, dan pak Danu yakin, kalau Rafa bisa membuat Atika lebih baik lagi, dan bisa menjaga putrinya, apa lagi kedua besannya yang begitu menyayangi Atika, tak ada keraguan bagi pak Danu dan merasa Atika lebih aman berada pada mereka di banding dirinya meski sesungguhnya pak Danu sebagai ayah, punya tanggung jawab untuk Atika.
"Kami pamit ya pak Danu.! Felix.
""Pak Danu jangan terlalu dipaksakan kerjanya pak, ingat kesehatan bapak juga penting.! Aliando.
Pak Danu pun hanya tersenyum menanggapi ucapan besannya itu, merasakan kehangatan keluarga, pak Danu seperti memiliki saudara sedarah, perhatian yang besar, serta selalu memberi semangat, dan saling mengingatkan satu sama lain, betapa bersyukurnya pak Danu memiliki keluarga yang benar-benar tulus, dan sangat hangat.
Mereka pun berangkat dengan perasaan lega, meski Atika sempat sedih meninggalkan ayahnya, tapi ia tidak mau egois, karena tempatnya bersama dengan suaminya, dan menjadi istri yang siap berdiri di sisi suaminya, apa pun yang terjadi.
Waktu berlalu dua jam, mereka pun tiba di bandara, dan para pengawal serta orang-orang kepercayaan Rafa sudah menanti dan menyambut kedatangan mereka, dan mereka sangat senang, karena Widodo dan istrinya juga ikut menyambut kedatangan mereka.
"Mami.!
" Felix.! saling peluk melepaskan rindu.
" Seperti yang kamu lihat, mami sangat sehat.! tersenyum bahagia, karena menantunya itu selalu perhatian, apa lagi soal kesehatannya, tidak akan pernah lupa.
"Grandma.! Atika pun menyapa sambil memeluk grandma nya itu.
" Kamu sudah baikan dan tidak apa-apa kan??
"Iya grandma, Tika sudah baikan dan juga cicit grandma sehat-sehat.!
" Syukurlah, grandma khawatir terjadi sesuatu pada kalian.!
Mereka pun kembali ke mansion, karena Widodo dan istrinya sudah menyiapkan sesuatu di mansion, menyambut kedatangan anak, menantu, dan juga cucu, serta calon cicit nya.
Tiba di mansion, mereka pun terkejut, melihat banyak nya hiasan dan ada beberapa keluarga besar mereka, termasuk Feronsia dan suaminya, juga Vany putri mereka.
"Papi.! terima kasih, papi sama mami memang yang terbaik deh.!
__ADS_1
" Jangan bicara begitu, papi dan mami yang bersyukur punya menantu dan putri, yang menjadi sumber kebahagian keluarga ini, Widodo dan istrinya pun tersenyum hangat pada Felix yang selalu bisa membuat mereka nyaman, dan kasih sayang yang Felix miliki tidak pernah luntur, meski kehidupannya sudah berubah, tapi Felix tetap menomorsatukan keluarga.
"Oh, jadi kakak hanya bilang terima kasih pada mami dan papi yah?? merengut pura-pura kesal, Fero diabaikan kakak nya.
" Iih, gitu aja ngambek, udah emak-emak masih saja manja.!
Mendengar itu pun semua orang tertawa, karena Fero jadi terpojok, bukannya mendapat ucapan terima kasih malah, dapat ejekan dari kakak nya.
"Perhatian-perhatian.!
Suara yang tak asing lagi di telinga mereka, membuat semua orang menoleh pada si pemilik suara cempreng itu, siapa lagi kalau bukan si Vany yang rese, dan juga sangat jahil.
" Berhubung semua sudah berkumpul, kita akan ada kejutan hari ini, dan tentunya kita semua sangat bahagia dengan kejutan ini, dan ini terkhusus untuk kak Rafa dan Atika.!
Mendengar kata kejutan, semua orang pun jadi was-was, mengingat Vany yang suka jahil, dan merencanakan sesuatu di luar akal mereka, dan mereka tidak mau jadi korban kejahilan Vany.
"Sorry, kakak tidak tertarik, Rafa sengaja menjawab begitu, dan tidak mau Vany melakukan kegilaannya.
" Iih, kakak.! Vany nggak bohong, ini memang kejutan, dan kakak pasti sangat senang.!
"Kakak sudah tidak bisa kamu tipu lagi, dan nggak ada yang namanya kejutan.! Rafa mengira Vany akan melakukan hal yang aneh-aneh, takut istrinya kenapa-napa.
" Vany janji ini nggak akan buat kakak dan kak Tika kecewa, pasti akan jadi kejutan yang indah dan tentunya kita semua ikut senang dan bahagia, Vany pun tidak mau kalah, berusaha meyakinkan kakak nya itu.
"Udah mas, biarin aja.! kita lihat apa kejutannya, Atika pun tak tega melihat wajah memelas Vany yang berusaha meyakinkan Rafa.
" Ok, kakak ijinkan, tapi kalau kamu macam-macam, kakak akan menghukum mu, dan uang jajan hilang selama sebulan.!
"Ok, siapa takut.! Vany pun semangat 45 menanggapi ucapan Rafa.
Vany berjalan, kearah tirai besar, dan mulai menarik tali tirai itu, dan Vany mulai menghitung, membuat semua orang dag, dig, dug, saat tirai itu perlahan mulai terbuka, dan penasaran apa isi di balik tirai tersebut.
" Taraaaa.!! Vany membuka lebar tirai itu, dan terlihat seorang pria berdiri membelakangi mereka, namun saat pria itu berbalik, membuat mereka serempak menyebut nama pria tersebut.
Setelah sekian lama tak bertemu, dan cukup lama terpisah, bukan karena suatu masalah, tapi karena keberhasilannya, hingga menuntutnya untuk melanjutkan karir dan talenta yang ia dapat dari Tuhan, membuat mereka jauh terpisah, dan lama tak bertemu.
Penasaran??
Next
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya guys.
Salam Arthor