
Dewa Menahan kantuknya, karena Tuan dan Ny besarnya, masih asik dan sengaja menghabiskan waktunya di apartemen miliknya.
Setelah bosan main ular tangga, Aliando dan istrinya, kini bermain play station.
Dewa tak bisa berkutik, nasi sudah menjadi bubur, pikirnya, mau melawan tentu itu tidak mungkin yang jelas Dewa harus menikmati begadangnya semalaman ini.
Sementara di tempat lain, Rafa menyudahi jalan-jalan sederhananya dan mengajak istrinya kembali ke hotel, karena angin malam tidak baik untuk ibu hamil, Rafa tak mau istrinya kenapa-napa.
"Apa kau lelah sayang??
"Sedikit, karena aku sangat senang malam ini, sahut Atika tersenyum hangat pada suaminya.
Mendengar istrinya senang dan bahagia, membuat hati Rafa menghangat, istrinya wanita yang tidak banyak menuntut seperti kebanyakan wanita, bersikap manja dan hidup mewah dan berfoya-foya.
Hanya makan malam, dan jalan-jalan sedikit, istrinya begitu bahagia, Rafa bangga memiliki istri seperti Atika, walau ia tahu Rafa bisa melakukan apa pun untuknya, dan kehidupan mewah jelas di depan mata, tapi Atika tetap sebagai Atika yang apa adanya, yang ia temui dan kenal sebelum mereka menikah.
Rafa pun meletakan kepalanya di atas paha Atika, dan wajahnya menghadap ke perut rata istrinya itu, mengelus lembut dan menyapa baby dalam perut istrinya itu.
"Hai baby, apa baby senang hari ini.?? ucap Rafa mencium perut istrinya itu.
"Tentu baby sangat senang, karena papanya begitu perhatian dan sangat baik, ucap Atika menunduk tersenyum menatap suaminya itu.
"Apa baby merindukan papa?? ucap Rafa sengaja agar karena ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, bercinta dengan istrinya tanpa gangguan dari siapa pun.
"Ya papa, baby merindukan papa, ucap Atika menirukan suara anak kecil.
"Kalau baby merindukan papa, berarti papa boleh dong menjenguk baby, ucap Rafa membuat Atika melotot, ternyata suaminya sengaja mengatakan itu, dan ia terjebak dengan ucapannya sendiri.
"Dasar mesum.! ucap Atika memukul lengan suaminya itu.
"Ayolah sayang, aku sudah menahan seminggu ini, karena Momy selalu merebut mu dariku, ucap Rafa memelas.
__ADS_1
"Tapi kan kata dokter,_
"Aku akan pelan-pelan sayang, aku juga tidak mau kau dan baby kenapa-napa, ucap Rafa berharap istrinya tidak menolaknya malam ini.
"Boleh ya sayang, si boy sudah nggak tahan dan sudah minta keadilan, ucap Rafa mengarahkan tangan istrinya ke bawah tempat si boy bersarang.
Atika yang merasakan si boy sudah berdiri tegak, menatap malu suaminya yang menatapnya penuh hasrat dan sangat menginginkannya.
"Boleh kan sayang?? ucap Rafa, tapi tangannya sudah berkelana kemana-mana, membuat Atika terbuai dengan sentuhan suaminya itu.
Atika yang sudah mulai terbakar hasrat, karena Rafa, semakin gencar menyentuh bagian-bagian sensitifnya, membuat Atika mendesah lembut, dan Rafa yang mendengar ******* indah dari mulut istrinya pun, semakin melancarkan aksinya, dan dalam sekejap mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.
Rafa pun mencium lembut bibir istrinya, dan tangannya, tetap berada di tempat favoritnya, dua gunung yang selalu ingin di dakinya, meremas dan mengisap lembut puncak gunung yang indah itu, membuat Atika semakin terbakar merasakan kenikmatan.
Rafa tahu istrinya menginginkan lebih dari sentuhan itu, melihat istrinya yang gelisah meliuk-liukkan tubuhnya, dan tatapan mata yang sayu itu, dan Rafa pun membuka lebar kedua paha istrinya, dan mengarahkan si boy, ke mulut gua istrinya, dan tentunya mengunjungi si baby di gua gelap tapi sangat nikmat itu.
Gerakan maju mundur itu pun semakin cepat, dan suara sentuhan kulit mereka bagaikan musik yang menemani percintaan hangat suami istri itu.
Pagi harinya Rafa bangun lebih dulu, tatapannya tertuju pada istrinya yang masih tertidur lelap, mengingat percintaan mereka semalam, Rafa pun tersenyum dan mencium kening istrinya itu lembut.
"Terima kasih sayangnya, ucap Rafa, lalu turun dari ranjang itu, menuju kamar mandi.
Atika menarik selimutnya, dan masih enggan membuka matanya, badannya sangat pegal dan merasakan tulang-tulangnya remuk, namun saat ia membuka sedikit matanya, melihat ternyata sudah pagi, dan suaminya sudah bangun lebih dulu.
Atika pun duduk di atas ranjangnya, dan menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya yang masih polos, melihat kesekeliling kamar tak mendapatkan suaminya, tapi saat mendengar gemercik air dari kamar mandi, Atika menebak suaminya pasti sedang mandi.
Rafa keluar dari kamar mandi, melihat istrinya sudah bangun, ia pun mendekati Atika, dan mencium singkat bibir istrinya itu.
"Selamat pagi sayang.
"Selamat pagi, sahut Atika membalas sapaan suaminya dan tersenyum lembut.
__ADS_1
"Ayo mandi, karena aku akan membawamu ke kantor hari ini, ucap Rafa, membuat Atika menatap suaminya lekat.
"Ke kantor??
"Hm, apa kau tak ingin ikut ke kantor dengan suamimu ini?? tanya Rafa seraya memakai bajunya.
"Bukan tidak mau, apa nanti aku tidak menganggu pekerjaanmu?? ucap Atika, tapi sebenarnya ia sangat senang, selama ini Atika sangat ingin tahu kantor suaminya dan ingin ikut, tapi ia tak ingin suaminya berpikir ia seperti mencurigai dan membuat suaminya tak nyaman, hingga menepis keinginannya itu.
"Tidak ada kata menganggu dengan membawa istri ke kantor, dan aku sudah lama ingin mengajakmu, hanya saja waktunya belum tepat dan kesibukanku waktu itu sangat padat, ucap Rafa membuat Atika lega, ternyata suaminya bukan malu punya istri sepertinya, mendengar ucapan suaminya yang sudah lama ingin mengajaknya, Atika pun merasa tenang, selama ini ia berpikir tak pantas jadi istri seorang Rafa, dan pemikirannya itu salah.
"Kok malah bengong?? mandilah dan bersiap aku akan meminta pelayan hotel menyiapkan sarapan, ucap Rafa dan di anggukki Atika, beranjak turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan mereka menyantap sarapan paginya, lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.
Mereka pun tiba di kantor, Atika turun dari mobil, dan di susul Rafa, menggandeng tangan istrinya itu, berjalan perlahan.
Selama mereka berjalan, semua pasang mata para karyawan menatap kagum pada sepasang suami istri itu, terlihat serasi, cantik dan tampan.
"Selamat pagi tuan, Nona, sapa seorang wanita pegawai kantor yang bekerja sebagai sekretaris Rafa.
"Selamat pagi, sahut Atika lembut dan sopan.
Mendengar suara lembut dan keramahan istri CEO mereka itu, sekretaris itu pun kagum, ternyata tidak hanya omongan belaka saja, mengatakan istri CEO mereka itu sangat baik,dan ramah.
Benar-benar sangat cocok, apa lagi Nona mudanya itu, "Cantik, Sempurna Dan Baik Hati", menatap kagum pada sepasang suami istri itu, yang berjalan memasuki ruangan CEO.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Guys, Arthor mohon dukung dan like sebanyak-banyaknya, dan doa Arthor yang memberi like di limpahi rezeki dan tentunya juga kesehatan, semoga hari kalian menyenangkan.
__ADS_1
Salam Arthor.