
Malam hangat dan bahagia menghampiri kediaman widodo saat ini
Dimana semua penghuni rumah sangat bahagia dan menikmati makan malam hangat dengan bertambahnya anggota keluarga baru yaitu kedua adik felix.
Feronsia,,,, bagaimana dengan kuliahmu nak,,?? tanya widodo
Kuliahnua fero baik ko pih,, cuma...
fero menghantung ucapannya dan tertunduk sedih karena kejadian terakhir fia di buly dan di sebut sebagai wanita pengincar harta orang kaya.
Semua orang yang berada di meja makan pun menatap fero sendu,, karena merasa tak enak hati fero mengalami hal yang membuat mentalnya drop.
Jangan di pikirkan lagi ya nak,, mami mengusap punggung fero memberi ketenangan agar fero bisa tenang.
Papi sudah memberi pelajaran untuk anak itu, fero ngk usah takut lagi, kuliahlah seperti biasanya, siapa pun yang akan menganggu kalian papi pastikan dia tidak akan lepas dari gengaman papi, ucap widodo tegas dan menatap fero serius
Terimakasih pih, mih,
ucap fero menatap bergantian papi dan mami,, kami jadi beban buat kalian, ucap fero dengan bibir bergetar.
Eehh,,, siapa bilang kalian jadi beban buat mami dan papi hem.?? kalian anak anak mami juga papi, jangan bicara seperti itu lagi, mami menyanyangi kalian seperti anak mami sendiri.
Makasih mih,, ucap felix menyahut
namun terlihat felix menutupi kesedihannya.
Sudah jangan dipikirkan lagi, habiskan makana kalian papi ada urusan keluar sebentar dan lakukan apa pun yang kamu suka hem,?? sembari mengelus sayang pucuk kepala fero.
Iya pih,,, fero sayang papi
papi juga menyanyangi kalian,, terkecuali dia,, menunjuk ke arah ando
yang di tunjuk pun tidak terima dab tidak tinggal diam.
Saat ando ingin mengatakan sesuatu menyatakan keberatannya papi langsung memotong ucapannya.
Apa..!!!! kau mau bilang "Pak Tua" ini kelewatan,,, cihh.!!! dasar anak gendeng, ucap papi berlalu
Papiiiii..!!!! teriak ando, karena dia tidak terima papinya mengesampingkannya.
Semua yang melihat tingkah ando dan papi pun tertawa bahagia, karena papi selalu bisa buat ando kesal.
Akkhhh sudahlah aku jadi tak berselerah makan,, ucap ando
__ADS_1
Saat ando bicara demikian semua orang menatapnya melotot heran
Ando yang di tatap pun bingung,, ada apa dengan kalian, mengapa mepelototiku begitu..? tanya ando dengan dahi mengkerut.
Kamu bilang tidak berselera yah..? tanya felix
Hmm,, kenapa.?? tanya ando balik
Coba lihat.!! felix menunjukkan lewat matanya yang mengarah pada piring ando.
Ando yang mengikuti mata felix yang tertuju pada piringnya pun terbelalak dan mengaruk kepalanya yang tak gatal.
Heheeee,,, ternyata sudah habis ya,,? sahut ando cengengesan
Huuhhh,,!!! selalu saja begitu ucap felix kesal dan mengabaikan ando yang tersenyum kikuk
Setelah selesai makan malam mereka semua bersantai di ruang keluarga, namun saat asik bicara ando memanggil felix
Lix,,,
felix menoleh,, ya ada apa.??
Aku mau bicara sesuatu dan ikut aku ke ruang kerjaku ucap ando serius.
felix menatap fero melotot,, sontak fero diam dan membuang wajah kelain arah.
Ando pun tertawa melihat sikap fero, yang selalu bisa membuatnya gemas.
Sudah,,,!! jangan di marahin, fero hanya bercanda,, lagian ucapan anak kecil juga, sahut ando yang mencegah felix agar tak marah pada fero.
Ayo,, keruang kerjaku, ajak ando yang sudah berjalan diluan menuju ruang kerjanya.
Saat tiba di ruang kerjanya ando mengajak felix duduk di sofa, agar lebih nyaman untuk bicara
Apa yang mau kamu bicarakan Ndo.?? tanya felix yang sudah duduk di sebelah ando.
Ando yang ditanya pun, menatap felix lekat dan menarik nafas panjang, aku harus bisa mengatakannya agar tak ada kesalahpahaman, batinnya
A,,,aku ingin bicara jujur denganmu, ucap ando sedikit terbata.
Setelah aku mengatakan ini, aku harap kamu bisa mempercayaiku dan selalu mendukungku dalam hal apa pun, karena aku tak mau memulai pernikahan kita dengan kesalahan yang pernah terjadi, ucap ando serius menatap felix
Aku siap mendengar,, dan aku menghargai itu, ucap felix meyakinkan ando untuk bicara
__ADS_1
Baiklah terimakasih, ucap ando mengenggam erat tangan felix
Dulu aku mempunyai kekasih,,, awalnya kami sangat mencintai satu sama lain.
Namanya "Rani",!! selama aku menjalin hubungan dengannya aku tidak pernah merasa curiga dan aku selalu percaya padanya,, meski para sahabatku selalu berusaha membuat hubunganku dengan Rani berakhir dan mereka selalu mengatakai kalau Rani bukan wanita baik baik,, namun aku selalu menepis semua prasangkah buruk terhadap Rani, dan pada akhirnya aku sadar dan merasa aku sudah sangat bodoh,, karena lebih mempercayai Rani dari pada para sahabatku yang berkata benar tentang rani.
Waktu itu aku sedang perjalanan bisnis di luar kota,, dan harus menginap beberapa hari disana, dan aku pun memutuskan untuk menginap di hotel saat itu, namun saat di haro kedua aku berada di kota itu, aku melihat sosok rani yang juga menginap di hotell itu dan dia bersama seorang pria yang bernama Leo., sahabatku sendiri..
Aku tak langsung langsung mendapati mereka, namun aku mengikuti mereka karena penasaran apa urusan mereka disana dan mengapa mereka bisa bersama.
Sesaat aku teringat dan menyesal dengan tidak percaya pada sahabatku yang lain yang mengatakan Rani punua hubungan dengan Leo.
Setelah mereka masuk ke kamar hotel,, aku yang sudah sangat emosi pun menerobos masuk, dan aku melihat yang tak seharusnya kulihat,, rani menghianatiku dan aku selalu memaafkan perbuatannya,, tapi lagi lagi dia berbuat hal yang sama hingga aku menyuruh orang untuk membuatnya jauh dariku, dan aku bisa hidup bebas tanpa gangguan lagi darinya.
Nah,,, sekarang yang jadi masalahnya,,
Amdo menghela nafas berat dan bicara lagi.
Masalahnya..?? tanya felix yang ingin tahu
Masalahnya dia datang lagi,.!! ucap ando lirih, namun masih dapat di dengar oleh felix
Tadi siang dia datang dan memintaku menemuinnya di kafe seberang kantorku, dan dia masih belum menerima putusnya hibungan kami,,, tapi kamu jangan hawatir, aku tak menanggapi ucapannya itu, karena saat ini hati dan cintaku untukmu, ucap ando mengenggam erat tangan felix seolah meyakinkannya.
Felix yang mendengarkan panjang x lebar penjelasan dan kejujuran ando tidak menampilkan sikap terkejut atau pun ekspresi wajah marah,, felix malah tersenyum, dia bahagia karena ando sudah jujur padanya, dan mengatakan ando hanya mencintainya.
Aku percaya padamu Ndo,,, dan apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah goyah dengan keyakinanku, jangan hawatir,,! kamu bisa menerima kekuranganku, kenapa aku tak bisa menerima kenyataan masa lalumu,,!
dan terimakasih, karena kamu menghargai hubungan kita dengan berkata jujur, dan yang pasti aku selalu mempercayaimu ucap felix meyakinkan ando.
Terimakasih sayang,, memeluk felix hangat dan meletakkan kepala felix di dadanya.
Aku sangat bangga padamu yang selalu bisa tegar dan menerima situasi apa pun, meski kamu tersakiti sekali pun ucap ando mengecup kepala felix terharu.
Hmmm baiklah,, ini sudah larut mari istirahat karena besok kamu akan kekantor dan menyelesaikan semuanya karena tiga hari kedepan kita akan di sibukkan persiapan pernikahan kita, ucap felix dan mengajak ando beranjak keluar dari ruang kerjanya itu.
Sebelum mereka masuki kamar masing masing andoengecup kening felix dalam dan membelai rambut panjang felix.
Selamat malam sayang,, dan selamat tidur, ucap ando dan menyuruh felix masuk kedalam kamarnya.
Ando yang sudah ngantuk pun masuk kekamarnya dan merebahkan dirinya di kasur nyamanya dengan perasaan lega karena sudah mengatakan yang sejujurnya pada felix dan felix menamggapi cukup dewasa dan penuh pengertian.
Up lagi y gaesss
__ADS_1
mohon dukungannya