
Semua orang seisi Vila merasakan kebahagiaan yang begitu hangat, kerena kandungan Atika di nyatakan baik-baik saja dan tidak Ada lagi hal serius yang mereka takutkan.
Besok mereka akan kembali ke kota kekediaman mereka yang sudah dua minggu lebih mereka tinggalkan semenjak Atika mengalami musibah.
Rafa menyempatkan waktunya untuk menuntaskan kemarahannya yang tertahan, yang akan memberikan para gadi-gadis yang menyakiti Atika.
"Kalau bosan ajak mommy nemani kamu, jangan pergi sendiri, aku keluar sebentar sama Dewa, dan besok kita pulang, Rafa mengingatkan istrinya sebelum pergi keep markas.
" Iya mas, tapi aku lagi nggak pingin keep mana-mana, memangnya mas mau kemana??
"Ada sesuatu yang harus aku selesaikan, dan aku nggak akan lama, setelah pulang kita akan keep rumah Ali untuk pamit pulang, siapa tahu besok nggak sempat.!
" Baiklah, mas hati-hati ya"
"Iya, mas pergi dulu"
Sebenarnya Atika tahu kemana tujuan suaminya, tapi Atika nggak berani melarang, karena suaminya pasti akan kecewa, kalau Atika masih saja berniat baik pada orang-orang yang menyakiti nya.
"Rafa mau pergi ke mana Tika??
" Katanya, keluar sebentar Mom, sama Dewa.!
"Apa ada masalah??
" Sebenarnya Atika tahu mas Rafa mau ke mana, tapi mas Rafa menyembunyikannya dari Tika.!
"Maksud kamu, Rafa berbohong??
" Mas Rafa mau ke markas Mom, Atika tahu itu, mas Rafa mau menemui para gadis yang udah mencelakai Atika.!
"Terus, kamu nggak setuju kalau Rafa memberi mereka pelajaran??
" Bukan begitu Mom, Tika hanya takut mas Rafa lepas Kendali, dan Tika nggak mau mas Rafa jadi orang kejam, apa lagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.!
"Hus.!! kamu ini ngomong apa sih, Rafa nggak akan melakukan itu, lagian Dewa kan ikut, dan Dewa nggak akan membiarkan itu terjadi.!
__ADS_1
" Atika hanya takut Mom, apa lagi kalau mas Rafa marah.
"Sudah, jangan berpikir yang macam-macam, Rafa tahu apa yang harus dia lakukan, kamu jangan pikirkan soal itu.!
" Iya Mom.
Meski Felix mengatakan begitu, tetap saja Atika tidak tenang, khawatir suaminya berbuat yang fatal pada gadis-gadis itu, dan Atika takut Rafa khilaf.
Sementara di markas, Rafa sudah masuk ke dalam, dan berada di ruangan di mana tempat para gadis-gadis itu.
Tatapan tajam, dingin dan datar, bahkan tak tersentuh. Inilah sisi lain dari Rafa bila sudah berhadapan dengan orang-orang yang mencoba dan berani mengusiknya, apa lagi yang menjadi korbannya adalah istrinya sendiri.
"Model seperti kalian masih berani dan punya nyali juga ya, menyentuh istriku.!!
Para gadis itu pun tertunduk takut, bahkan jantung mereka sangat berdebar kuat, dan tubuh mereka lemas, karena selama di kurung mereka tidak sekali pun di beri makan, hanya air yang selalu di berikan para pengawal itu pada mereka, dan mereka di kurung di ruangan gelap, dan juga sangat pengap sangat minim dengan oksigen, membuat mereka sesak, dan lemas tak berdaya.
"Aku sudah pernah mengingatkan kalian, dan memberi kesempatan, dan kalian masih berani melakukan hal keji pada istriku.!!
" T t tuan, maafkan kami, ampuni kami tuan, berharap Rafa merasa iba, salah seorang dari gadis itu bicara, gemetar dan sangat gugup.
"Maaf.?? apa aku tidak salah dengar??
"Kalau sudah seperti ini, kalian baru tahu kalian salah.!! kalian bahkan tidak berpikir, bahkan punya niat jahat saja itu sudah salah.!! tapi tetap saja kalian melakukannya kan.!!
" Maafkan kami tuan, tolong lepaskan kami tuan.
"Lepas katamu.!! apa kalian saat menyiksa istriku, kalian mendengarkan permohonannya.!!!
" Cih.!! bicara nggak pakai otak.!!
"Apa kesalahan istriku pada kalian, hingga kalian melakukan itu pada nya hah.!!!
" Katakan.!!!!
Para gadis itu semakin ketakutan, karena suara Rafa yang meninggi, bahkan wajahnya memerah dan rahangnya mengeras.
__ADS_1
"Kalian harus membayar mahal dengan perbuatan kalian, bahkan kalian tidak punya hati menyakiti istriku, padahal kalian juga seorang wanita, dan membuat istriku hampir kehilangan janinnya, dan aku tidak akan pernah mengampuni kalian, meski kalian memohon sekali pun.!!!
" Maafkan kami tuan, karena iri pada Atika, kami jadi lupa diri,hingga menyakiti Atika.
"Sudah terlambat.!!! dan aku akan mengirim kalian ke penjara, dan nikmatilah hidup kalian di balik jeruji besi, seumur hidup kalian.!!
" Jangan tuan, ampuni kami tuan, menangis memohon pada Rafa, mengatupkan kedua telapak tangannya, agar Rafa berubah pikirkan, mereka tidak mau masa depan mereka berakhir dan habis di penjara.
"Apa aku minta pendapatmu?? Di sini akulah yang berhak memutuskan, dan kalian sama sekali tidak pantas memohon apa pun, karena setiap perbuatan kalian tidak akan mendapat ampunan apa pun.!!!!
" Dewa.!!
"Siap bos.!
" Sebelum mereka menikmati penjara yang sesungguhnya, berikan mereka sedikit hadiah, agar mereka tahu pada siapa mereka berhadapan, dan siapa yang sudah mereka usik.!!
"Jangan tuan, kami mohon.! berteriak memohon ampun, mengerti apa maksud ucapan Rafa, dan mereka akan mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka itu.
Dewa pun membawa para gadis itu satu persatu, ke halaman belakang markas, dan first sana sudah ada tiang yang tersedia sebagai tempat mereka mendapatkan hadiah, dan tentunya mereka harus mempersiapkan mental, karena hadiahnya, cukup menarik dan penuh kejutan.
Salah seorang gadis itu sudah di ikat di tiang, dan di atas kepalanya sudah di letakkan sesuatu benda, sebagai sasaran untuk latihan menembak, dan yang melakukan itu yang pertama kali menembak adalah seorang pengawal, lalu para gadis itu akan melanjutkan, bila meleset, mereka akan saling bunuh satu sama lain.
Dor, dor, dua kali tembakan barang itu hancur dan kepala gadis itu pun selamat, itu sengaja di lakukan Rafa, menyuruh salah satu penembak jitunya, dan yang akan menarik adalah, para gadis itu akan mengantikan pengawal itu, dan permainan pun di mulai.
"Tembak barang yang ada di atas kepala teman mu itu.! Bila kau tidak berhasil dan meleset, kau sendiri bila saja membunuhnya, jadi fokuslah, kalau kau tidak mau jadi pembunuh teman mu sendiri.!!
Tangannya gemetar memegang pistol itu, bahkan bernafas pun sulit, apa lagi para gadis itu sama sekali tidak pernah memegang pistol, jangankan memegang, melihat pun mereka baru kali ini, dan ini sungguh membuat mereka menyesal telah berani menyakiti Atika, yang sama sekali tidak ada masalah apa pun pada mereka, hanya karena iri hati, pada Atika yang lebih punya nasib baik, dan kehidupannya yang berubah, membuat para gadis itu semakin membenci Atika tanpa sebab, dan alasan yang tepat.
Tembakan pertama pun meleset, jeritan histeris pun terdengar, di halaman belakang markas itu, karena gadis yang menembak itu malah mengenai bahu temannya yang menjadi tempat untuk sasaran menembak.
"Aaahhhhkkk.!!!
Masih berlanjut, dan mereka mendapatkan giliran masing-masing, hingga saling menyakiti satu sama lain, dan Rafa sudah cukup puas melihat mereka yang ketakutan dan merintih sakit, dan terluka. Sebenarnya Rafa masih ingin membalas lebih lagi, tapi ia masih ingat istrinya yang tak ingin para gadis itu di beri pelajaran yang lebih dari ini, Rafa pun menyudahi, dan menyuruh Dewa, membawa para gadis itu ke kantor polisi, dan mereka akan menikmati dan menghabiskan hari-hari mereka di sana, dan mendapat ganjaran yang setimpal.!!!
Next.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya guys.
Salam Arthor