
Apa kau tak mendengar apa yang barusan di katakan putriku.??? ucap widodo menuruni anak tangga yang tersisa 5 anak tangga lagi hingga sampai pada lantai ruang tamu.
Setelah bertepuk tangan widodo bicara pada rani yang sudah tidak memiliki urat malu itu, datang dengan percaya diri seolah semua orang yang dihadapannya tidak punya telinga dan mata dengan kejadian tiga tahun lalu bahkan sangat merusak citra widodo di kalangan bisnis dan para sahabatnya.
Widodo yang suda berada dekat mereka pun menatap felix bangga, dia sangat senang karena felix sudah bisa memperjuangkan apa yang sepantasnya di pertahankan dan tidak lemah seperti yang sudah sudah dan widodo sangat yakin felix melawan rani karena rani sudah menghina felix dan merendahkan felix.
Widodo pun tersenyum pada felix dan menyentuh pucuk kepala felix dan berkata...
Kamu sangat tahu putriku mengingatkan sesorang dengan prilaku buruknya itu,, dan semua yang kamu katakan itu tidak salah karena memang itu kenyataanya, ucap widodo menatap rani tajam.
felix yang mengira widodo marah karena felix begitu lancang bicara merasa takut dan mebunduk, namun saat merasakan sentuhan di kepalanya serta ucapan papinya felix pun menatap widodo dengan perasaan haru, ternyata widodo sangat menyayangi dan mendukung cara felix yang melawan rani tadi.
Rani yang ditatap tajam pun mengalihkan tatapannya kesembarang arah dan melihat ando yang sudah turun dan mendekati mereka.
Rani yang licik pun tidak menyerah begitu saja dan ia masih berusaha meski semua orang yang ada di hadapannya merasa jijik terhadapnya, yang terpenting tujuannya terwujut untuk bisa mendekati ando lagi dan menjadi menatu widodo satu satunya pikirnya.
Rani yang sudah mendapat ide tiba tiba,, memulai drama pagi lagi yang sempat tertunda itu.
Ando,,,!!
Rani memanggil ando dan mendekatinya, serta mengelayut manja di lengan kekar ando.
Katakan pada mereka,,,! bahwa kita sudah sepakat untuk memulainya dari awal, dan kita semalam sudah membicarakan ini, dan kamu sudah berjanji dan akan melupakan semua kesalahanku di masa lalu, ucap rani menyakinkan ando, dan merasa ando akan mendukungnya.
Karena tak ada respon dari ando, dan ando hanya menatap felix yang sudah menatapnya dengan sorot mata tajam dan merasa risih dengan kelakuan rani padanya.
Katakan Ndo,, bahwa kamu masih mencintaiku, dan aku tahu kamu belum bisa melupakan semua tentang kenangan kita dulu,, ucap rani merengek rengek dan mengoyangkan lengan ando, mengharapkan jawaban dari ando agar semua orang yang membencinya saat ini akan tetbalaskan dengan jawaban ando yang akan membelanya,, batin rani dengan pikiran liciknya.
Ando yang sudah mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya, terlebih dari ratu "Nyi Roro Kidul" pun,, seolah ingin menelannya hidup hidup, menhempaskan tangan rani kasar dan menjauh dari rani mendekati felix dan merangkul pundak felix dengan hati hati karena takut felix menepis tangannya, namun felix tak menolak dan tetap tenang dan tak ambil pusing.
Aku tak pernah menjanjikan apa pun padamu!!,, dan aku tak pernah berharap untuk kembali padamu,,!!! bahkan aku sangat mengharapkan kau tidak pernah lagi muncul di hadapanku.!! ucap ando marah..
Apa perkataanku kemarin kurang jelas.?? tanya ando tajam
__ADS_1
Aku sudah katakan padamu kemarin,, jangan menganggu kehidupanku lagi, kau hanya racun bagiku dan aku sangat menyesal dan sangat bodoh pernah menjadikanmu sebagai kekasihku.!!!
Aku ingatkan sekali lagi,,.!
Jangan membuat kesabaranku habis,dan jangan pernah sekali pun kau berani menginjakkan kakimu lagi di rumahku maupun di kantorku..! ucap ando tegas dan menatap rani jijik.
Rani yang sudah sangat malu dan marah,mengepalkan tanganya kesal dan marah dia berteriak seperti orang kesetan saat itu.
Aku tidak akan melupakan penghinaan ini,,!! ingat itu kalian semua akan menyesal..!!!! teriaknya marah karena sudah sangat terhina dan tak punua harga diri di hadapan keluarga widodo.
Dan kau..!!! menunjuk felix
Kau hanya J****ng miskin yang tidak ada apa apanya di banding denganku,, kau aka. menyesal ingat itu..!!!! berlalu pergi dengan emosi yang sangat berkobar.
Sementara ando yang mendengar rani mengatakan felix sebagai "j*****ng" sempat ingin melakukan sesuatu pada rani, namun felix mencegah dengan mengenggam tangan ando erat, karena tak ingin ando mengotori tangannya hanya untuk seorang wanita yang tak pantas di sebut sebagai manusia dengan mulut kotornya itu.
Setelah rani pergi meninggalkan mereka semua,, widodo pun menatap ando tajam.
Apa kamu kira kamu bisa menyembunyikan sesuatu dari papi.??
Atau jangan jangan kau masih berharap kalian bersama.lagi..!!
Pertanyaan beruntun dilayangkan widodo pada ando, karena ia merasa anaknya tidak konsisten dengan pendirian dan keputusannya.
Ando memang tak cerita pada papi,, namun..
Namun apa..!!! potong widodo marah.
Ando sudah membicarakannya pada felix semalam pih,, agar hubungan kami tidak ada salah paham, karena ando pikir bicara jujur akan lebih menguntungkan dari pada menyimpan rahasia yang akan merugikan kita sendiri,, jawab ando mantap menatap felix memohon bantuan, namun felix tak mau melakukannya,, karena menurutnya itu adalah tanggung jawab ando menjelaskan pada widodo papinya.
Kenapa kali ini kamu pintar,,? biasanya kamu itu sangat mudah terpengaruh dan selalu percaya pada "Rubah" itu ucap widodo tersenyum mengejek.
Anakmu ini memang pintar "Pak Tua" ucap ando sengaja karena kesal dengan papinya yang mengoloknya di depan semua orang terlebih di depan felix wanita pujaan hatinya.
__ADS_1
Felix yang mendengar ando bicara tak sopan pun spontan menjewer telinga ando.
Kamu itu sama orang tua yang sopan,, apa begitu bicara pada orang tua hem.?? ucap felix yang semakin menguatkan jewerannya.
Ampun,,, ampun,,, memengangi telinganya yang terasa panas dan menatap papinya kesal karena menertawainya dan sangat bahagia karena ando tertindas, bahkan semua orang yang berada sisitu tertawa melihat kelakuan ando yang takut pada felix dan sikap kejam dan dinginnya hilang bila berurusan pada felix.
Mulai sekarang berhati hatilah bila ingin mengatakan sesuatu pada papi, karena papi punya putri yang akan menendangmu bila tak sopan, menatap ando penuh kemenangan.
Cihhh,,,!! lihat saja ando akan balas papi.! ucap ando kesal
Apa..! tanya felix yang mendengar ucapan andi pada papinya.
Ngak kok sayang,, mengangkat tangan keudara tanda memohon ampun agar tak di jewer lagi.
Widodo dan istrinya pun tersenyum bahagia karena ando sudah sangat menyanyangi felix.
Cepat bereskan "Rubah".!!! itu ucap widodo tegas, jangan sampai ia menyakiti putriku, kalau sampai itu terjadi, kamu takkan bisa menikahi putriku, menatap ando tajam, menunjukkan bahwa ucapannya serius dan tak boleh dianggap sepele.
Baiklah pih,, secepatnya ando bereskan.!
Menatap felix tersenyum
Mengapa menatapku begitu.? tanya felix bingung
Kamu sangat keren sayang, melawan "Mak Lampir" itu.! ucap ando yang merasa bangga dengan felix yang sangat tenang saat melawan rani bicara kasar padanya.
Aku hanya melakukan yang seharusnya kulakukan, ucap felix santai.
Tapi mami sangat salut sayang dengamu, mami kira tadi kamu bakal salah paham lagi sama ando, ternyata mami salah,, kamu justru membuatnya terhempas dari ketinggian, ucap maminya salut pada felix.
Up lagi ya gaes, semoga kalian bahagia
Mohon dukunhannya yaaa
__ADS_1