Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Atika Hamil.


__ADS_3

Masih situasi menunggu dokter Yoga yang belum juga tiba di mansion, membuat semua orang semakin panik dan hawatir, saat Aliando ingin menelepon balik nomor ponsel dokter Yoga, pintu kamar terbuka dan memperlihatkan wajah tegang dokter Yoga, dan nafas yang ngos-ngosan, melihat tatapan tajam, semakin membuat dokter Yoga sulit bernafas.


"Apa kau sudah bosan hidup hah.!! bentak Aliando geram, karena dokter Yoga masih berdiri di tempatnya, menghirup oksigen dalam-dalam, karena masih lelah, dan nafasnya belum stabil.


"Dad, tenanglah jangan membuat suasana semakin keruh, ucap Felix menegur suaminya, yang marah-marah nggak jelas.


"Momy membela laki-laki ini?? ucap Aliando menyipitkan matanya pada Felix, dari dulu Aliando paling tidak suka istrinya membela atau pun memuji laki-laki lain di depannya.


"Cih.!! sudah tua masih saja cemburuan, ucap Felix memutar bola matanya malas.


Melihat situasi yang semakin mencekam, dokter Yoga pun memilih aman, dan langsung mendekati ranjang tempat Atika terbaring lemah dan sangat pucat.


Dokter Yoga pun mulai memeriksa keadaan Atika, setelah memeriksa denyut nadinya, dan mentensi darah Atika, dokter Yoga pun memberitahukan diagnosanya.


"Bagai mana?? apa yang terjadi pada istriku?? tanya Rafa yang sangat hawatir dengan keadaan istrinya yang sangat lemah.


"Nona muda baik-baik saja tuan muda, dan ..


"Heiii.!! baik-baik katamu, kau tidak lihat menantuku bahkan masih belum sadarkan diri, dan apa mata mu buta, tidakkah kau lihat wajahnya bahkan sangat pucat.!!! hardik Aliando langsung memotong ucapan dokter Yoga yang belum selesai menyampaikan diagnosanya.


"Sekali lagi Dady bicara, bersiaplah tidur di luar, ucap Felix membuat Aliando bungkam, melotot tajam pada dokter Yoga, yang tersenyum mengejek padanya.


"Lanjutkan.!! ucap Rafa pada dokter Yoga agar menjelaskan lagi keadaan istrinya.


"Keadaan Nona baik-baik saja, karena ini biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil muda,ucap dokter Yoga membuat Rafa dan Momy nya saling tatap.


"Apa maksudmu hah!! hardik Aliando lagi karena belum paham dengan ucapan dokter Yoga.

__ADS_1


"Nona muda hamil tuan, dan ini wajar bagi wanita yang baru menjalani kehamilan, apa lagi masih hamil muda, ucap dokter Yoga membuat Aliando tercengang, menganga.


"Apa kau tidak salah?? dan sudah jelas memeriksanya?? tanya Rafa merasakan jantungnya berdetak cepat.


"Diagnosa saya tidak akan salah tuan, dan untuk lebih tahu detailnya, sebaiknya anda membawa Nona ke dokter kandungan, ucap dokter Yoga memastikan.


Rafa pun memeluk Momy nya, mendengar istrinya hamil ia sangat bersyukur dan terharu, ia dan istrinya di beri Tuhan kepercayaan, memberikan hadiah terindah dan begitu berharga dalam hidupnya, untuk keluarga kecilnya.


"Selamat ya sayang, momy sangat bahagia mendengar ini, ucap Felix menangis haru, demikian juga Rafa yang meneteskan air mata bahagianya.


"Lalu kenapa menantuku masih belum sadar juga?? tanya Aliando yang masih sewot pada dokter Yoga karena istrinya selalu membelanya.


"Sebentar lagi Nona akan siuman, saya sudah menyuntikkan vitamin tadi pada Nona, dan tidak ada yang perlu di hawatikan, hanya saja saran saya Nona muda tidak boleh stres, dan tertekan, dan lebih memperhatikan asupan makanan, karena janinnya masih rentan, dan beresiko pada keguguran, ucap dokter Yoga menjelaskan dengan detail, dan ia sudah sangat geram pada Aliando yang sengaja memojokkannya.


"Baiklah, kami akan memperhatikan asupan gizi dan nutrisi untuk menantuku, terima kasih dokter, ucap Felix tersenyum pada dokter Yoga.


Melihat istrinya tersenyum manis pada dokter Yoga, membuat Aliando, semakin kebakaran jenggot, tanpa perasaan Aliando langsung mengusir dokter Yoga yang membalas senyuman istrinya itu.


"Baiklah, itu justru lebih baik karena aku bisa terbebas dari macan ganas sepertimu, ucap dokter Yoga, pamit dan pergi meninggalkan kamar itu, yang sangat minim dengan oksigen itu.


"Sudah mau jadi kakek masih saja tidak punya malu, dan cemburuan seperti anak ABG, ucap Felix geram dan keluar dari kamar putranya, karena sangat malu melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil, di depan putranya, masih untung Atika belum sadar, dan melihat sikap kekanakan suaminya tadi, mau ditaruk di mana wajahku ini, batin Felix yang berjalan cepat ke kamarnya, dan Aliando yang mengekor di belakang seperti anak kucing.


Rafa yang melihat Momy dan Dady nya, menggeleng dan terkekeh geli, memang menjengkelkan melihat sikap Dady nya yang begitu posesif, tapi bagi Rafa itu justru membuat hubungan Momy dan Dady nya semakin terlihat romantis, walau terlihat kekanakan.


Atika pun membuka matanya, beberapa kali ia mengerjakan matanya, mengumpulkan kesadarannya, dan merasakan kepalanya masih sedikit pusing.


"Kau sudah sadar sayang?? ucap Rafa melihat mata istrinya terbuka dan masih sangat lemah dan pucat.

__ADS_1


"Ada apa denganku?? tanya Atika yang sudah menyadari ia terbaring di atas ranjang mereka.


"Kau membuatku takut sayang, ucap Rafa mengecup tangan Atika dan menggenggamnya erat.


"Apa yang terjadi padaku?? tanya Atika bingung mendengar ucapan suaminya.


"Kau pingsan di kamar mandi sayang, aku sangat panik dan hawatir ucap Rafa mengelus lembut wajah pucat istrinya.


Atika pun mengingat-ingat, sebelum ia pingsan, saat masuk ke kamar mandi, yang merasakan mual dan sakit kepala yang membuatnya hingga tak sadarkan diri.


"Maaf, sudah membuatmu panik dan hawatir, aku tadi merasakan kepalaku sangat pusing dan perutku mual, ucap Atika menatap suaminya.


"Tapi justru karena itu aku mendengar kabar yang sangat indah, dan aku sangat bahagia sayang, ucap Rafa membuat Atika bingung, suaminya bahagia karena ia pingsan, yang benar saja, pikir Atika.


"Disini sayang, disini ada junior kita dia tumbuh di rahimmu, kau hamil sayang, kau mengandung anak kita, ucap Rafa mengelus lembut perut rata Atika.


"H h hamil?? ucap Tika terbata.


Rafa pun mengangguk, tersenyum haru mengecup lembut kening istrinya.


"Iya sayang, kau akan jadi seorang ibu, ucap Rafa melihat istrinya sudah berkaca-kaca, dan detik berikutnya Atika pun menangis haru dalam pelukan suaminya, sungguh ia tak menyangkan secepat ini di beri Tuhan kepercayaan, dan ini sungguh kabar bahagia.


"Terima kasih sayang telah mengandung anakku, anak kita, dan kita akan merawat dan membesarkannya bersama, dia akan hadir melengkapi keluarga kecil kita, ucap Rafa mencium seluruh wajah istrinya karena begitu bahagia.


Atika hanya mengangguk bahagia, mendengar ucapan suaminya hatinya menghangat, terlihat jelas suaminya sangat bahagia dengan kehamilannya itu, dan berharap janin dalam kandungannya, bertumbuh dengan sehat, dan sangat berterima kasih pada Tuhan atas titipan yang berharga itu, di balik kegelisahannya mendengar kabar buruk, musibah yang menimpa ayahnya, Tuhan masih berbaik hati menyelipkan kebahagiaan yang tak terhingga nilainya, dan Atika pantas mensyukuri, walau cobaan masih enggan berhenti menghampiri mereka, namun harus selalu ikhlas dan sabar menjalaninya.


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2