
Rafa yang sudah tahu lokasi istrinya, mengerahkan semua orang kepercayaannya, menuju lokasi, namun tak bisa di pungkiri, Rafa begitu kalut, takut dan khawatir serta emosinya menjadi satu.
Dalam perjalanan menuju lokasi, tiba-tiba mobil yang mengawalnya di depan berhenti, membuat Rafa bertanya-tanya dan bertambah kesal, karena memikirkan keselamatan istrinya.
"Apa yang terjadi?? kenapa berhenti?? Rafa bertanya pada sang supir yang mengendarai mobilnya.
" Sepertinya ada kecelakaan di depan tuan, tapi orang kita sudah turun memeriksa, sahut sopir itu dengan hati-hati, karena takut salah bicara dan tahu kondisi tuan mudanya itu sedang mode yang menegangkan.
Rafa tak menjawab atau merespon ucapan sang sopir, namun ia melihat seorang anak buahnya berjalan mendekati mobilnya.
"Maaf tuan muda, seperti nya mobil yang mengalami kecelakaan di depan mobil yang membawa nona, dan, _
Ucapan anak buah itu pun langsung terhenti, saat Rafa langsung keluar dari mobil, mendengar laporan dari anak buahnya itu.
Dengan langkah cepat Rafa menuju mobil di depan, dan saat ia hampir sampai, Rafa melihat seorang wanita di keluarkan dari dalam mobil oleh beberapa anak buahnya.
Meski sedikit ada luka di wajah wanita itu, Rafa langsung bisa mengenali siapa wanita itu, yang tidak lain adalah Siska.
melihat anak buahnya yang lain memeriksa mobil satunya lagi yang berjarak 300 m dari mobil Siska, Rafa pun berlari kearah mobil tersebut, bahkan detak jantungnya sudah seperti mau meledak, bahkan pikirannya buruk, namun saat melihat kaca mobil itu di pecahkan anak buahnya, Rafa hampir saja pingsan tak memiliki tenaga saat melihat istrinya tak sadarkan diri dan keningnya banyak mengeluarkan darah.
"Atikaaaa.!!! teriak Rafa yang melihat istrinya terluka dan ada seorang pria yang sengaja melindungi Atika, dengan membungkuk kan badannya, agar Atika tidak bahaya, namun kejadian naas itu tetap membuat Atika terluka meski Jhon berusaha menyelamatkan Atika dari bahaya.
Rafa pun mengangkat Atika setelah anak buahnya, mengeluarkan jhon dari mobil tersebut.
"Cepat ke rumah sakit.!! ujar Rafa yang menggendong Atika dengan langkah yang tergesa-gesa.
Para anak buah pun dengan sigap melakukan perintah tuan muda nya itu, dan juga membawa jhon serta Siska bersama mereka.
__ADS_1
Mengetahui kabar menantunya telah di temukan, felix dan keluarganya langsung menuju rumah sakit, di dalam mobil aliando berusaha menenangkan sang istri, namun felix tidak perduli dengan ucapan suaminya itu, ia hanya menangis pilu, bahkan tak habis pikir, kenapa ada saja orang yang ingin menghancurkan dan menganggu keluarganya.
Setibanya di rumah sakit, felix langsung turun, tak menghiraukan suaminya yang melarangnya agar jangan terburu-buru, namun aliando tak bisa berkata apa pun, karena ia tahu bagaimana perasaan istrinya saat ini, dan hanya bisa menghela nafas saja.
Felix yang berjalan buru-buru, langkahnya langsung terhenti saat melihat putranya begitu terpuruk, bahkan duduk di lantai seperti orang yang kehilangan arah.
Air mata felix pun tak dapat di bendung lagi, tak sanggup melihat putranya yang terpuruk, dan begitu berat cobaan yang di alami putra dan keluarganya.
Dengan langkah gontai, felix mendekati Rafa yang menatap kosong, seperti orang yang linglung, di belainya wajah putra nya itu, dengan lembut, dan ia pun tak bisa menahan lagi, langsung memeluk Rafa dengan erat dalam dekapannya, menyalurkan dukungan pada putranya itu, bahwa semua akan baik-baik saja.
Rafa yang mendapat pelukan hangat sang mommy, tangisnya pun pecah dalam dekapan sang mommy, seolah berkata melalui perasaannya, yang begitu hancur melihat keadaan istrinya yang sedang bertarung dengan maut di dalam sana.
Aliando yang baru saja tiba, langsung mendekati istri dan putranya itu, dan merangkul keduanya dan membawa dalam pelukannya.
"Sudah, jangan bersedih lagi, daddy yakin Atika akan baik-baik saja, karena dia adalah wanita yang kuat seperti mommy" ujar aliando yang lebih memilih tegar, dan memberi dukungan pada istri dan putranya itu, meski ia juga merasakan hal yang sama, namun ia tak ingin menunjukkan kelemahannya sebagai kepala keluarga, dan harus siap menerima apa pun yang Tuhan kehendaki.
Saat mereka duduk menunggu, seorang anak buah Rafa menyampaikan hal yang juga serius.
"Maaf tuan muda, pria yang satu mobil dengan Nona, dalam keadaan kritis, namun wanita itu sudah selesai di tangani dokter, hanya mengalami kakinya patah tulang, ujar anak buah Rafa, melaporkan keadaan Siska dan Jhon.
" Katakan pada dokter, agar melakukan cara apa pun untuk menyelamatkan pria itu, dan saya mau ia tetap hidup, dan untuk wanita itu, kalau ia sudah sadar, kau tahu hal apa yang harus kau lakukan bukan??" ujar Rafa dengan datar, tanpa ekspresi apa pun, karena ia tidak akan melepaskan siapa pun yang sudah berani mengusiknya.
Mendengar ucapan tuan mudanya, anak buahnya itu pun langsung paham, dan langsung berlalu tanpa banyak bicara lagi, dan sudah tahu apa tugas selanjutnya.
Saat anak buahnya itu berlalu, pintu ruangan tempat atika di periksa para dokter pun terbuka, dengan sigap Rafa langsung berdiri, mendapati dokter tersebut.
"Katakan.!!"
__ADS_1
Mendengar perintah itu, dokter itu pun langsung paham, apa maksud dari ucapan si tuan muda, dan tanpa basa basi, dokter itu pun menerangkan tentang keadaan atika saat ini.
"Saat kami memeriksa Nona, tidak ada hal yang begitu serius dengan lukanya, namun,_ "
dokter pun menjeda kata-katanya.
"Katakan dengan jelas, dan aku tidak ingin ada yang di tutupi soal keadaan istriku!!"
Suara Rafa naik satu oktaf, karena geram pada dokter itu, yang membuatnya semakin takut dan khawatir dengan keadaan istrinya.
Dokter yang mendapat bentakan itu pun langsung gelagapan, dan menganggukkan kepalanya beberapa kali, dan ia hampir lupa dengan siapa ia berhadapan saat ini.
"Nona sempat mengalami kontraksi, pada kandungannya, namun dengan segala upaya, akhirnya nona dan kandungannya bisa bertahan, namun untuk saat ini, nona masih belum sadarkan diri, karena masih dalam pengaruh obat, dan sedikit mengalami shok, hingga mempengaruhi kandungan nona" ujar dokter tersebut menjelaskan dengan rinci.
Mendengar perkataan dokter, Rafa langsung menghembuskan nafas leganya, dan perasaannya pun sedikit tenang, namun bukan berarti ia langsung yakin dengan hasil sementara ini, karena bisa saja ada perubahan lagi, namun ia berharap istrinya cepat sembuh dan sadarkan diri.
Felix dan Aliando pun, turut lega mendengar penuturan dokter barusan, bahkan felix meneteskan air matanya, karena merasa lega, menantunya, tidak mengalami hal yang serius.
"Silahkan tuan, nyonya, kalian sudah bisa melihat Nona, karena keadaan nona sudah mulai stabil, ujar dokter itu mempersilahkan mereka masuk, ke dalam ruang rawat Atika.
Rafa pun langsung masuk, tak sabar ingin melihat keadaan istrinya.
Melihat luka di kening istrinya, bahkan di wajah atika juga sedikit lebam, membuat Rafa semakin geram, dan ingin sekali saat ini ia, mencabik-cabik Siska, namun ia harus menahan semua itu, dan lebih memikirkan keadaan sang istri, karena bagai mana pun juga, Siska sudah ada dalam genggamannya, dan tak perlu mencari lagi, karena ia akan mempersiapkan hadiah terbaik untuk Siska.
Lagi pula ia ingin, tahu cerita sebenarnya dari istrinya dulu, dan tidak mau salah mengambil langkah, apa lagi istrinya ia temukan satu mobil dengan seorang pria yang tidak ia kenali, dan membuatnya bertanya-tanya, kenapa Siska dan istrinya berbeda mobil, padahal ia tahu semua kejadian ini adalah, rencana busuk Siska, dan tentunya Rafa harus tahu apa sebenarnya yang terjadi, sebelum peristiwa naas itu terjadi.
Next...
__ADS_1
Maaf baru up lagi ya. 🙏🙏🙏