
Selama dalam perjalanan pulang ke mansion, ponsel Aliando terus berdering, ia tahu siapa yang sudah berkali-kali menghubunginya, siapa lagi kalau bukan Rafa putranya.
Aliando sengaja tak mengangkat panggilan itu, ia tahu Rafa sangat panik dan hawatir, dan Aliando memutuskan akan menghubungi Rafa saat tiba di rumah, agar putranya itu lebih tenang dan tidak berpikir yang tidak-tidak, dan terjadi sesuatu pada istri dan Mony nya.
Saat tiba di mansion, ponsel Aliando pun berdering lagi, karena keadaan sudah lebih aman, Aliando pun mengangkat panggilan itu.
"Ha..
"Apa pendengaran Dady bermasalah?? belum selesai Aliando mengucapkan kata-katanya, Rafa sudah memotong duluan, karena geram pada Dady nya, yang sengaja tidak mengangkat panggilannya yang sudah berkali-kali, dan membuat Rafa kesal dan semakin hawatir.
"Huh.!! kau terlalu berlebihan, ucap Aliando yang juga kesal pada Rafa yang mengatainya tuli karena tak mengangkat panggilan itu.
"Berlebihan bagai mana maksud Dady?? istriku dan momy dalam bahaya, tapi Dady bilang aku berlebihan karena menghawatirkan mereka, ucap Rafa yang semakin kesal pada Dady nya.
"Huh, kekhawatiran mu sudah tidak berarti lagi, Dady saja merasa malu, ucap Aliando yang sengaja tidak mengangkat panggilan itu di depan istri dan menantunya, karena kedatangannya tadi sama sekali, hanya sebagai ending penutup film laga yang hampir tamat.
"Malu?? aku tak paham maksud Dady?? tanya Rafa yang bingung karena ucapan Dady nya.
"Malulah, karena kedatangan Dady sia-sia, padahal Dady sempat mengerahkan para anak buah kita untuk menghajar para preman dan wanita gila itu, tapi yang Dady dapat hanya senyum mengejek dari momy mu, ucap Aliando yang kesal mengingat senyuman istrinya sangat meremehkannya tadi.
__ADS_1
"Memangnya apa yang terjadi dad?? tanya Rafa ingin tahu kejadian yang sebenarnya, hingga membuat Dady nya bahan ejekan momy nya dan terdengar sangat kesal dari nada bicara sang Dady.
"Istrimu bukan wanita biasa dan lemah, Dady saja sempat heran tadi, saat mulai menyerang dan mendobrak masuk, situasinya malah berbalik, istrimu yang malah habis-habisan menghajar wanita gila itu, dan melukai seorang preman bayaran itu, sungguh Dady tak punya muka saat itu, karena kedatangan Dady hanya ending penutup film laga, hiks, hiks, hiks, ucap Aliando sendu dan membuat Rafa tertawa terbahak, mendengar Dady nya sangat malu tadi, dan pantas mendapat ejekan dari momy nya.
"Hahaha, andai Rafa juga ada di sana juga, pasti penderitaan Dady semakin lengkap, ucap Rafa yang juga meledek Dady nya yang kepalang malu.
"Cih.!! dasar anak lacna*.!!! bukannya mendukung Dady malah ikut meledek Dady, jangan kira Dady tidak tahu, kau juga pernah di hajar menantuku dulu waktu di Vila, ucap Aliando membuat Rafa sontak terdiam dan terkejut karena Dady nya tahu soal itu, dan siapa lagi biang kerok yang sudah membocorkan rahasia ini, tentunya Dewa, si asisten yang kuran* aja* itu.
Rafa pun teringat saat Atika menerjang dan naik ke atas pundaknya, lalu menggigit bahunya waktu itu, sungguh benar-benar wanita yang bringas, dan sangat mirip dengan momy nya itu, mengingat hal itu Rafa pun terkekeh lucu, hingga Aliando yang mendengar dari seberang telponnya, geleng kepala sendiri.
"Itulah dad, yang membuat aku yakin menjadikan Atika istriku, dia tidak sama dengan wanita lainnya, kepribadian dan prinsipnya sangat mutlak, dia tidak suka mengusik orang lain, tapi bila terusik sedikit saja bahkan menyangkut dengan keluarganya, dia bisa berubah jadi anak singa betina turunan momy, ucap Rafa dan mereka tertawa bersama mengingat dua wanita beda usia itu, sangat mirip dengan sifat dan pendiriannya.
"Benar, dan aku setuju dengan Dady, ucap Rafa mendukung ucapan Aliando yang tetap waspada pada keselamatan istri dan Momy nya.
"Baiklah, kapan kau kembali?? kasihan istrimu yang belum menikmati masa pernikahannya tapi sudah kau tinggal kerja, tanya Aliando, merasa tak enak hati pada menantunya itu.
"Mungkin dua hari lagi dad, Dady benar, soal itu aku juga sebenarnya merasa bersalah pada Atika, dan setelah ini aku akan mengajaknya berlibur, aku tahu istriku tak banyak menuntut soal itu, karena dia bukan tipe wanita yang suka menghamburkan uang dan lebih mendukungku dalam tanggung jawab sebagai CEO, ucap Rafa membuat Aliando tertegun mendengar ucapan puteranya itu.
"Kau benar, istrimu begitu sama dengan momy, dan sampai saat ini Dady masih belum bisa memaafkan diri Dady yang pernah menyakiti momy mu dulu, ucap Aliando merasa bersalah, dan sangat menyesali perbuatannya dulu.
__ADS_1
"Dad, aku tahu Dady menyesal, tapi itu sudah berlalu, dan sekarang momy bahkan tidak mengingat hal itu lagi, jangan menyiksa Dady dengan ingatan masa lalu itu lagi, ucap Rafa yang ikut prihatin pada Dady nya yang masih di rundung rasa bersalah dan belum bisa melupakan kejadian itu.
"Dady juga tidak tahu sampai kapan Dady bisa melupakan itu, setiap kali melihat momy, ingin rasanya Dady mengulang kembali waktu pertemuan kami, dan menghilangkan rasa sakit itu, penderitaan yang Dady buat sendiri pada momy waktu itu, mengingat itu, membuat Dady semakin sakit dan hancur, ucap Aliando dengan suara bergetar, ingatannya kembali pada masa lalu yang mengurung istrinya di apartemen dan tidak memberinya makan, dan tidur di ruang sempit, dengan beralaskan karpet usang dan sudah robek, mempermalukannya di depan umum, menghina dan mengejek sepuasnya, tanpa rasa bersalah, dan hal yang paling tidak bisa ia lupakan telah memukul istrinya dengan tangannya sendiri, namun istrinya tak pernah melawan dan hanya menangis meratapi nasibnya yang sangat menderita.
Aliando langsung menutup teleponnya, tak ingin putranya mendengar tangisnya, rasa penyesalannya sangat besar, hingga sampai saat ini sulit untuk ia lupakan, ia bersyukur putranya tidak melakukan tindakan bodoh sepertinya dulu, dan sangat bahagia karena putranya mencintai dan memilih istri seperti momy nya yang memiliki kerendahan hati yang luar biasa, dan sangat baik.
Aliando tak menyadari, selama percakapannya dengan Rafa tadi, ternyata di dengar oleh Felix istrinya.
Felix tak menyangka suaminya ternyata masih dirundung masa lalu, mendengar ucapan suaminya membuat Felix, meneteskan air matanya.
Jujur ia memang sempat begitu membenci suaminya dulu, mengingat kekejaman suaminya dulu, sempat membuat Felix hampir putus asa, namun seiring berjalannya waktu, suaminya bisa memperbaiki dan membuatnya percaya dengan perubahan yang meluluhkan hatinya kala itu, tapi yang di dengarnya saat ini membuat hatinya teriris, dadanya sesak, ternyata suaminya masih menyimpan rasa bersalahnya sampai saat ini, sungguh Felix tak tahu, dan mengira suaminya sudah melupakan kejadian di masa lalu itu.
Melihat suaminya menangis di ruang kerjanya, Felix pun tak sanggup, pergi meninggalkan suaminya, menuju kamarnya dan tangisnya pun pecah di sana, begitu sakit hatinya, melihat suaminya masih dalam bayang-bayang masa lalu itu, padahal sudah cukup lama berlalu.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.
__ADS_1