
Pagi harinya ando terlihat bersemangat di dalam kamarnya, dia pun bersiul bersenandung.
Ando merasa lega karena dia tidak harus bersusah payah untuk berkata jujur pada felix, bahkan semua ceritanya sangat baik di tanggapi felix.
Sementara mami yang sudah menunggu semua anak dan suaminya untuk sarapan pagi pun merapikan sedikit hidangan yang sudah tertata di meja makan.
Saat hendak memanggil para penghuni rumah,, tiba tiba teriakan mami terhenti karena seseorang dari pintu masuk menyapanya.
Selamat pagi tante...
Mami yang di sapa pun menggeleng sesaat dan menatap tak suka, namun ia tetap membalas sapaan dari wanita itu.
Akh selamat pagi Rani..!
Apa yang membawamu datang sepagi ini kerumah tante.
Rani yang tak punya rasa malu pun hanya tersenyum di buat buat,,,, Aku merindukan tante.! sahutnya
Ouh begitu yah,, tapi tante kira kamu sudah lupa dengan kami dengan semua masa lalu yang begitu indah saat kau pergi..! ucap mami menyindir dan menatap sinis.
Aku minta maaf tante dengan semua yang terjadi,, rani menyesal,, ternyata jauh dari ando sangat menyiksaku dan aku putuskan untuk kembali padanya tante, dan kami akan mulai dari awal, sahutnya dengan percaya diri.
Benarkah..??? tanya mami menatap rani dengan tatapan tidak menyangka betapa percaya dirinya rani bicara demikian.
Rani yang di tanya pun,, menganggukkan kepalanya semangat seolah ia masih pantas untuk ando.
Saat perbincangan sebentar itu,, felix menuruni tangga yang datang dari kamarnya menuju ruang makan, namu saat di pertengahan tangga felix mendengar maminya bicara dengan seseorang, tapi entah siapa felix tak tahu.
Saat felix sudah berada fi bawah dia pun menghampiri maminya.
Selamat pagi mih,,,, saat meliha ada tamu felix bicara lagi.
__ADS_1
maaf,, ada tamu rupanya, ucap felix menatap rani sekilas.
Ouh tak apa sayang dia hanya seseorang yang sedang bertamu, ucap maminya mengelus rambut felix sayang dan sengaja agar rani tahu siapa felix dan seistimewa apa felix dalam keluarga widodo.
Rani yang mendengar ucapan maminua ando sangat kesal dan mengepalkan tangannya, ia merasa direndahkan fi hadapan seorang wanita yang tak dikenalnya sebelumnya, namun ia merasa seperti pernah bertemu pikirnya tapi dimana, saat ia melihat secara teliti wajah felix,, ia pun teringat sesuatu,,, Bukankah dia seorang gadis penjual di lampu merah itu.? pikirnya,, semakin ia melihat felix rani pun semakin yakin dengan apa yang dilihatnya.,, tapi kenapa dia bisa tinggal di rumah ando, siapa dia sebenarnya,, batinnya penasaran.
Felix yang merasa tidak nyaman di perhatikan begitu,, dia pun menyapa rani menghormati tamu yang datang pikirnya.
Hallo,, mengulurkan tangannya berniat memperkenalkan dirinya.
Namun rani yang sombong tak menanghapi sapaan dan uluran tangan felix, dia hanya menatap sinis pada felix,,
wanita miskin ini kenapa bisa disini sih pikirnya menggeram kesal.
Mami yang melihat sikap rani sangat sombong,, menarik tangan felix dan berkata,, Kau tak perlu seformal iti padanya sayang dia bukan siapa siapa, dan kamu jangan merendahkan dirimu dengan orang yang tidak begitu penting,,!!! ucap mami terdengar geram karena sikap rani yang sangat arogan.
Rani yang di katai seperti itu pun merasa seolah tak ada harga dirinya, karena mulai terbawa emosi karena perkataan maminya ando,, memberanikan dirinya bicara dengan nada suara sedikit meninggi.
Dia felix,,! calon menantuku,, dan calon istrinya Ando, ucap mami santai dan menatap felix sayang.
Rani yang mendengar kata kata dari maminya ando pun,, geram dan amarahnya hampir memuncak.
Benarkah...??? Hahaaaaaa,, tertawa sinis, seolah tak terima dengan kenyataan, dia pun seolah melupakan kenyataan yang ada di hadapannya.
Tante ternyata sangat suka bercanda ya,hahaaaahha, tertawa lagi.
Siapa yang bercanda..? Felix adalah menantu satu satunya dalam keluarga widodo ucap mami ando tegas, dan menatap rani tajam.
Setelah mendengar mami dan rani seperti berdebat,, Felix pun menyadari bahwa wanita yang berada di hadapannya ini adalah "Rani" yang di ceritakan ando semalam,,, ternyata dia sangat terobsesi sampai rela sepagi ini sudah datang bertamu pikir felix, dan felix pun yang mulai merasa ada tamu yang tak di undang mulai memainkan perannya sebagai "Nyi Roro Kidul" hahahaaaa.
Rani pun bicara dan menatap felix tajam.!
__ADS_1
Aku adalah kekasih ando dan kami kemarin sudah sepakat untuk memulai hubungan kami dari awal ucap rani penuh kemenangan merasa felix ciut dengan apa yang baru diucapkannya.
Benarkahhh??? Sahut felix tersenyum mengejek, dan mulai mengikuti alur permainan yang di buat rani.
Kau masih kekasihnya,, besok lusa aku akan sah jadi istrinya, ucap felix sombong melipat kedua tangan didadanya.
Mami yang tidak pernah melihat reaksi felix seperti saat ini pun merasa terkejut dan senang, ternyata putriku sangat ganas bila mikiknya di ganggu, mami mendukungmu sayang, batinnya tersenyum bahagia.
Rani yang mendengar felix menentangnya dan seolah memulai genderang perang merasa marah dan emosinya meluap.
Hahahaaaa,,,,,!! tertawa mengejek lagi rani menatap felix dengan tatapan membunuh dan bicara dengan emosi meluap.
Segitu rendahnya kah selerah ando yang akan menikahi seorang anak jalanan yang nongkorong di lampu merah dan miskin seoertimu..! hahaaa jangan mimpi..!! ucapnya marah.
Felix yang sangat pandai mengatasi masalah dengan tenang tidak terpancing dengan hinaan rani padanya.
Aku lebih baik jadi gadis jalanan dan miskin yang mengais rezeki dengan cara yang baik dari pada aku menghalalkan segala cara dengan menja****kn diriku pada pria pria hidung belang dan menghianati kekasihku dengan tidur dengan pria lain yang bukan status suamiku dan cinta palsu hanya bisa mendapatkan harta pria tersebut, dan setidaknya aku lebih mulia dari pada kau yang tidak terhitung berapa pria yang sudah kau tipu dan tidur denganmu..!!! ucap felix santai seolah berpikir tak perlu mengeluarkan banyak energi, namu otak yang perlu untuk melawan wanita ini pikirnya, toh Ando semalam sudah bicara dengannya tentang wanita ini.
Jangan mengusik apa yang sudah menjadi milikku, kalau kau tidak ingin wanita "Miskin" ini melakukan sesuatu padamu yang tidak kau terpikirkan olehmu dan kau akan menyesal telah berhadapan dengan wanita "Miskin" ini..!!! ucap felix tegas dengan tatapan mematikan.
Mami yang mendengar felix bicara dan melawan rani, sangat senang karena dia sangat pintar mengatasi rani, dan tidak salah paham dengan hadirnya rani tiba tiba di rumah mereka.
Tanpa mereka bertiga sadari,, sedari mereka bicara dan saling sahut, Ando, papinya, feronsia, dan faronaya pun menyaksikan hal langka dari felix,, kereeennn..! batin mereka
Prok,,, prokk, prokkk
Mereka semua dikejutkan dengan tepukan tangan seolah menjagokan salah satu dari mereka, dan secara bersamaan semua orang menoleh pada simber suara yang menalihkan perhatian mereka semua....
Maaf ya gaeess, telat up
terjadi pemadaman lampu, jadi gk bisa beraktivitas, semoga kalian bahagia
__ADS_1
Mohon dukungannya yaaaaa