
Dalam hubungan rumah tangga, setiap pasangan haruslah bisa saling memahami dan mendukung satu sama lain, hingga terciptalah keharmonisan keluarga.
Rafa lega, karena Atika bisa menerima dan memahami sisi pribadi Rafa yang lebih mengutamakan keluarga, baginya keluarga tetap nomor satu, yang lainnya hanya sebagai pelengkap saja, karena keluarga adalah fondasi utama yang bisa membuat kita berdiri kokoh dengan segala kepercayaan diri yang penuh.
Pagi ini Rafa masih harus membawa istrinya memeriksakan kandungannya, karena dokter Mira masih harus memastikan janin itu benar-benar sehat dan tidak ada hal serius yang di takutkan lagi.
"Mas bangun.!
" Hm, jam berapa ini??
"Sudah pukul tujuh mas, kemarin bukannya mas bilang kita mau ke rumah sakit??
" Ah benar, mas hampir aja lupa.!
"Ya sudah, bangun dong, mas mandi dulu, aku tunggu mas di bawah ya.
" Tunggu.!!
"Kenapa mas, apa mas perlu sesuatu??
" Iya.!
"Apa mas??
" Sini dong, apa, tapi jauh gitu.!
Atika pun mendekat ke ranjang tidur, tersenyum cantik pada Rafa, namun saat Atika sudah dekat, Rafa tiba-tiba menarik Atika, hingga Atika jatuh ke pelukan Rafa.
"Au mas.!!
" Main pergi aja, cium dulu dong, kasih vitamin kek buat suami.!
"iih, apaan sih mas, nggak ada vitamin.! mas masih bau, menutup hidung, seolah Rafa sangat bau.
"Biar saja, kan yang cium istri sendiri.!
" Mas mandi sana, kita udah di tungguin loh di bawah.!
"Cium dulu.!
" Nggak.!
"Cium.! kalau gitu mas tidur aja lagi nih.!
Akhirnya Atika pun mengalah, tapi Atika senang karena suaminya bersikap lembut, dan Atika bahagia karena suaminya begitu dewasa menyikapi apa pun masalah yang ada.
"Cup, udah kan, sekarang mas mandi, setelah itu kita sarapan.
" Baiklah NY, hamba akan menuruti perintah yang mulia, menunduk hormat pada Atika, membuat mereka tertawa dan penuh kebahagiaan.
Atika pun turun ke bawah lebih dulu, terlihat senyum cerah di bibirnya, karena pagi ini mood nya sangat baik, apa lagi dia dan Rafa sudah baikan, kini tak ada lagi sesak yang membuat ia sulit bernafas, karena keadaan sudah membaik seperti semula.
"Kok kamu turun sendiri sayang, Rafa mana??
" Masih mandi mom, bentar lagi turun kok.
"Kok momy lihat kamu bahagia sekali, apa momy ketinggalan info ya.?
" Momy bisa aja, Tika senang mom, karena mas Rafa udah maafin Tika, dan maaf ya mom, Tika udah buat kalian semua khawatir dan takut.
"Momy dan semuanya nggak marah sama Tika kok, tapi buat masalah yang lalu jadi pelajaran ya sayang.
" Iya mom, makasih karena kalian begitu menyayangi Tika.
__ADS_1
"Hei.! kamu ini bicara apa sih?? dalam keluarga itu harus saling menyayangi dan mendukung sayang, dan momy senang karena kamu dan Rafa sudah baikan.
" Iya mom, Tika juga lega.
"Kalian jadi ke rumah sakit pagi ini.??
" Jadi mom, doakan ya mom, biar janin dalam kandungan Atika baik-baik aja.
"Tentu sayang.
" Lagi ngobrol apa sih, seru amat??
"Momy hanya tanya, apa kalian jadi ke rumah sakit??
" Oh kirain ngobrolin apaan, apa momy mau ikut??
"Boleh, kalau momy nggak ganggu, tersenyum meledek pada Atika dan Rafa.
"Ih, nggaklah mom, Tika malah senang kalau momy ikut.
"Kalau begitu kita sarapan dulu, baru kita pergi bersama.
" Dady sama ayah kok nggak ikut serapan mom??
"Dady sama pak Danu udah pergi ke pabrik, momy nggak tanya tadi ada urusan apa, tapi momy dengar di pabrik ada sedikit masalah.
Mendengar ada masalah di pabrik, Rafa langsung menghubungi Dewa.
" Halo bos.!
"Apa yang terjadi di pabrik??
" Seseorang ada yang merusak sistem Cctv, bos.!
" Sudah bos, pelakunya bukan orang dalam, dan kami masih menyelidiki.!
"Urus sampai tuntas.! cari tahu siapa dalangnya, dan apa tujuannya.!!
" Siap bos, tuan besar sudah bertindak langsung, dan pelaku tersebut dalam penanganan tuan besar sendiri dan pak Danu.
"Bagus.! buat pengamanan lebih ketat lagi, dan periksa semua orang dalam, siapa tahu ada yang terlibat.!!
" Sesuai perintah anda bos.!
Rafa pun mengakhiri sambungan โ itu, sementara Dewa langsung bergerak cepat, agar semuanya cepat tuntas, dan orang-orang yang punya niat jahat akan segera tertangkap.
"Dewa bilang apa mas??
"Hanya masalah kecil, jangan pikirkan soal itu, kalau sudah selesai kita berangkat sekarang.! tak ingin istrinya memikirkan hal membuat nya stres.
Rafa, Atika dan Felix pun berangkat ke rumah sakit, Rafa berharap semua akan baik-baik saja, dan mudah-mudahan, hasilnya tidak meresahkan mereka lagi.
Tak lama mereka pun tiba di rumah sakit, Rafa memikirkan mobilnya, lalu mereka pun turun memasuki rumah sakit itu.
Di loby Rafa bertanya pada seorang suster jaga, bahwa mereka mau bertemu dengan dokter Mira, dan sudah membuat janji.
"Permisi suster.!
" Selamat pagi bapak, ada yang bisa kami bantu.??
"Saya mau bertemu dokter Mira, dan kami sudah buat janji hari ini.!
" Oh, silahkan langsung keruangan dokter Mira ya pak, beliau sudah menunggu di sana.!
__ADS_1
"Terima kasih.!
" Sama-sama pak.!
Mereka pun pergi ke ruang dokter Mira, Rafa melihat wajah istrinya sedikit tegang, dan tangannya pun terasa dingin, sebenarnya Rafa juga degdegan, tapi ia tidak mau istrinya semakin takut dan berpikir macam-macam.
"Rileks sayang, jangan takut, semua akan baik-baik saja,.
" Harus berpikir positif sayang, momy yakin semua akan baik-baik saja.
Atika hanya mengangguk, masih merasa takut, memikirkan hasilnya nanti.
"Selamat pagi dokter.!
" Selamat pagi, silahkan duduk.!
"Bagai mana kabar ibu atika?? saya lihat ibu lebih sehat hari ini.
"Baik dokter, terima kasih.!
"Baiklah, mari ibu Atika, saya periksa sebentar ya.
Atika terlihat cemas, walau ia menurut saja, tapi hatinya tak tenang.
Atika pun naik ke tempat tidur pemeriksaan, selama dokter Mira memeriksa kandungannya, Atika tidak fokus, ketakutan masih merundung pikirannya.
Dokter Mira pun mulai mengoleskan Jel di atas perut Atika, lalu mengerak-gerakkan alat USG di atas perut Atika, Rafa dan Felix juga merasakan jantungnya berdebar menatap layar monitor itu, berharap janin Atika baik-baik saja.
"Ibu bisa lihat janinnya ya, nah, janinnya sehat, dan begitu aktif, dan keadaan rahim ibu juga sudah aman, tidak ada lagi hal yang di takutkan ya ibu Atika.
Mendengar penjelasan dokter Mira Atika pun meneteskan air matanya, terjawab sudah ketakutan dan kecemasan nya. Rafa yang melihat istrinya menangis, mendekati Atika yang masih berbaring serta meneteskan air mata bahagia.
"Shuut,, jangan menangis sayang, kita sudah lega karena baby baik-baik saja.
" Iya mas, aku hanya terlalu bahagia, mendengar baby baik-baik saja.
"Iya sayang, kita akan menjaganya sama-sama, dan kamu harus patuh apa yang mas bilang ya.
Atika mengangguk sambil tersenyum bahagia, turun dari tempat tidur itu, di bantu Rafa, dan mereka pun kembali duduk, mendengarkan pengarahan dokter Mira selanjutnya.
" Saya senang karena janinnya baik-baik saja, dan kedepannya ibu lebih memperhatikan asupan makanan, agar janin ibu lebih sehat dan kuat, saya sudah resep kan vitamin, dan kalau bisa ibu Atika jangan terlalu lelah, karena itu bisa mempengaruhi janin juga.
"Sudah dengar apa kata dokter kan, jadi jangan suka melawan suami.! Rafa sengaja mengatakan itu, karena Atika suka membandel.
" Iya mas, aku akan dengar apa kata mas.!
"Gitu dong, kan momy senang kalau kalian akur begini, dan calon cucu momy pasti juga senang kalau mama papa nya baik-baik saja.
" Saya sarankan juga pada ibu dan pak Rafa, agar ibu Atika jangan terlalu sering mengkonsumsi Es, bukan tidak bisa tapi jangan sampai berlebihan.
"Baik dokter, terima kasih atas saran dan masukannya.!
" Sama-sama pak Rafa, selamat untuk hasil baik hari ini ya pak, ibu.
"Iya dokter, terima kasih, kami pamit ya dok.!
"Silahkan pak.!
Mereka pun keluar dari ruangan dokter Mira, senyum cerah masih terlukis indah di bibir mereka, Atika berjalan di apit Felix dan Rafa, dan beberapa pasang mata yang melihat mereka kagum, dengan kekompakan mereka, apa lagi ada yang mengenal Atika di sana, membuat orang-orang itu merasa Atika sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayangi Atika.
Next.
Jempolnya mana, jempolnya mana?? dukung terus ya guys.
__ADS_1
Salam Arthur๐๐