Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
episode 90


__ADS_3

Setelah Widodo dan istrinya mendapt kabar tantang kehamilan felix, mereka pun secepat mungkin meluncur ke rumah sakit, beserta Faro dan Fero.


Pintu ruang rawat felix terbuka dan terdengarlah teriakan bahagia dari mami dan papinya beserta kedua adiknya felix.


Selamat ya sayang, mami dab papi sangat bahagia, akhirya kami bisa mendengar kabar bahagia ini, ucap maminya, seraya memeluk felix dan mencium keningnya sayang.


Makasih mih,, ini juga berkat doa mami dan papi,, dan Tuhan mengabulkan apa yang kita harapkan, dan felix sangat bahagia bisa melihat kalian bahagia, karena harapan felix kebahgian kalian sangat berarti dan felix sangat senang karena bisa membahagiakan kalian.


Papi juga sangat menyayangimu nak,, apa pun untukmu, karena kalian anak anak papi dan mami adalah harta yang sangat berharga bagi kami,, jadi kebahgian ini bukan hanya untuk mami dan papi tapi untuk kita semua, ucap widodo dengan haru.


Iya kak,,, kakak harus lebih jaga kesehatan, dan ngak boleh ngeremehin kesehatan kakak,, karena aku ngak mau ya kalau keponakanku lecet didalam sana, sambil mengelus perut felix yang rata, feronsia bicara seolah ucapannya bisa membuat felix gencar, malahan membuat orang disana tertawa karena kepolosan fero.


Hah lecet..!! kamu kira apaan anak kakaj,, sampai bilang lecet.??


Yah kali aja kan kakak lupa dia ada di dalam, trus kakak berbuat seperti biasa yang suka jahil kalau kaj ando ngak dirumah, ucap fero yang sedikit takut saat melihat felix melotot karena hampir mengatakan kelakuan felix saat ando tak di rumah.


Maksud kamu apa Fer.??


Ah,, itu ucap fero gugup saat mentap felix dengan tatapan tajam kearahnya.


Ayo jelaskan apa yang sudah kakakmu lakukan kalau aku tak di rumah,! tanya ando lagi membuat fero semakin sulit untuk menghindari pertanyaan ando.


Karena sudah kepalang basah dan keceplosan,fero pun memberanikan diri untuk bicara toh memang harus di beritahu kalau tidak kakaknya ini nanti akan sesuka hatinya berulah bila sudah berbuat apa lagi dengan keadaan hamil seperti sekarang, dan akan beresiko bila tak di cegah dari sekarang, pikir fero.


Huh,!!! kak ando ngak tahu saja kalau kakak ngak dirumah, kak felix selalu melakukan hal konyol,, dan kalau fero tanya nih yah,, kak felix hanya jawab "Heh,, awas aja kalau ngadu sama kak ando, aku ngak bakalan ngijinin kamu liburan" Terpaksalah fero diam dan bungkan dari pada ngak boleh liburan, jawab fero yang bicara menirukan gaya kakaknya felix.


Memangnya hal konyol apa yang kak felix lakukan hingga mengancammu demikian.??? tanya ando yang bingung karena merasa fero bertele tele bicara.


"Manjat pohon".!!! ucap fero tersenyum menampakkan gigi ratanya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal karena felix menatapnya seakan ingin menelannya hidup hidup.

__ADS_1


Apaaa.!!!! teriak ando serentak bersama kedua orang tuanya dan bersamaan nenatap felix penuh tanda tanya.


Felix yang tiba tiba ditatap seperti kucing yang ingin menerkam mangsanya pun tersenyum masam dan membuat jarinya berbentuk V tanda ia salah dan minta ampun.


Sementara fero, jangan ditanya karena tak ingin menerima serangan sang kakak, bersembunyii di belakang widodo untuk menyelamatkan diri.


Ohhhh,,, jadi kamu kalau lagi aku ngak di rumah berbuat hal yang sangat beresiko ya sayang,, ucap ando yang sudah geram dengan istrinya.


I i itu hanya menghioangkan kejenuhan kok, karena aku bosan, kan kamu larang aku buat keluar, ucap felix sedih agar semua orang iba padanya, padahal hanya itulah senjata yang ada di otaknya agar tak di marahi suaminya.


Sudah.!!! ucap maminya


Lain kali ngak boleh ya sayang,, apa lagi sekarang kamu lagi hamil, itu akan sangat beresiko dan mami ngak mau terjadi sesuatu denganmu dan calon cucu mami, ucapnya mengingatkan felix.


Iyah,, mih felix minta maaf karena udah buat kalian hawatir.


Namun ando masih menunjukkan ekspresi datar, karena masih kesak pada istrinya.


Iyaa mih.


Tak lupa juga widodo mengelus sayang kepala felix sebelum pergi, papi pulang dulu ya


Iya pih,, kalian hati hati di jalan, dan mereka pun tersenyum menoleh dan pergi.


Sayang.!


Hmm,, ando hanya menjawab singkat karena masih kesal dengan felix.


Apa kamu marah.??

__ADS_1


Hmm, sahut ando yang terus fokus pada ponselnya, mengabaikan felix yang terus bicara.


Felix yang merasa di abaikan pun, merasa sedih, apa lagi pengaruh hormon ibu hamil yang naik turun membuat dia mudah sekali menangis dan cengeng, apa lagi sedikit saja tersinggung ia akan menangis, dan juga kadang tanpa sebab.


Apa lagi saat ini dia merasa sakir saat ando tidak menhiraukannya saat bicara, ia pun membelakangi suaminya yang duduk di sofa, dan berbaring miring di ranjangnya, felix pun menangis tanpa suara dan merasa sakit saat suaminya mencuekinya, padahal dia ingin bermanja manja, namun tak sesuai keinginannya.


Ando yang melihat punggung istrinya bergetar pun, mengetahui bahwa felix sedang menagis dalam diam, tapi ando sengaja tak menghiraukan, sebenarnya dia ngak sanggup melihat felix menangis, namun ia sengaja agar istrinya tahu kalau dia sangat menghawatirkannya, dan tidak mengulangi lagi hal konyol yang pernah felix perbuat, apa lagi saat ini felix hamil, ando tak bisa membayangkan bila sesuatu terjadi pada istrinya.


Biarlah saat ini kamu menganggap aku tega, ini juga demi kebaikanmu, dan aku tak mau ambil resiko yang membahayakanmu dan calon anak kita, batin ando yang merasa sakit di dadanya yang melihat istrinya menangis tanpa suara.


Ando pun keluar dari ruang rawat felix dan menghubungi rico untuk membawakqn makan siang untuknya dan felix.


Setelah 15 menit, ando kembali dengan makanan di tangannya,, lalu ando menyediakan makanan untuk memberi felix makan dan menyuapinya.


Ayo makan dulu, ucap ando membantu felix duduk di atas ranjang rumah sakit itu.


Felix pun hanya menurut tanpa bicara, sebenarnya dia ingin menolak, tapi tak ingin egois karena dia mengingat ada nyawa di dalam rahimnya saat ini, dan butuh asupan makanan.


Ando pun mulai menyuapi felix,, dan mereka sama sekali tak bicara apa pun, karena ando sengaja dan masih kesal, agar istrinya tidak menganggap hal kesehatannya sepele jadi ando bertahan untuk diam membuat agar sang istri paham akan kekawatirannya.


Felix yang tak berani bicara pun juga diam, dan dalam benak dan hatinya juga merasa bersalah karena bertindak tak layak sebagi wanita, dia paham akan kekesalan dan hawatir suaminya, jadi dia tak ingin suaminya semakin kesal dan memilih diam meski hatinya sakit saat di diami suami tercintanya.


Setelah ando selesai menyuapi felix, ando memberikan felix vitamin, lalu menyuruh felix kembali istirahat, sementara ando menyantap makananya.


Karena habis menangis dan pengaruh obat yang diminumnya felix pun terlelap dengan mata sembabnya.


Ando yang sudah selesai dengan makanannya pun, mendekati felix yang tertidur dan merasa sesak saat melihat mata sembab istrinya yang menangis.


Ando mengecup lembut kening felix dan kedua mata sembab itu, karena merasa tak tega, dan berkata " maaf,, aku tak bermaksud membuatmu menangis, aku hanya tak bisa membayangkan bila sesuatu terjadi padamu, ucapnya membelai kepala felix lembut dan kembali duduk di sofa sambil memeriksa Email yang di kirim rico lewat ponselnya.

__ADS_1


Terimakasih, yang udah dukung karya aku ini ya gaes, dan aku harap kalian tidak lupa meninggalkan jejak agar arthor semangat nulisnya, dan masih yang masih setia dengan cerita recehanku ini.


Salam hangat selalu ya gaesss...


__ADS_2