
Setelah Ando berbincang pada Rico, Felix pun menghampiri mereka.
Makan malam sudah siap, ayo kita makan ntar kalian kemalaman pulang, ucap felix, sembari berjalan menuju kamar untuk memanggil kedua adiknya agar bergabung untuk makan malam.
Ando yang sudah duduk bersebelahan dengan Rico, dan felix tepat di depannya dan kedua adiknya.
mereka pun menyatap makanan agak sedikit canggung dan hening.
Apa besok kalian jadi berkunjung kerumah??? Ando bicara memecahkan keheningan makan malam itu.
Ahh iya,, tepat besok hari minggu dan kami akan datang sesuai janjiku.
tapi...,, tolong jangan beri tahu papi mami ya, aku mau kasih kejutan buat mereka.
Baiklah,, sesuai keinginanmu, aku akan tutup mulut!! sahut Ando.
Apa besok kami juga ikut kak?? tanya faro yang sedang mengunyah makanan itu.
Iya,, apa kamu senang ikut kesana??
wahh,, kami sangat senang, apa lagi kami belum pernah datang kerumah kak Ando, pasti rumah kak Ando sangat bagus,, iya kan kak??? ucap faro.
Hmm,, kau bisa melihatnya sendiri besok boy, sahut Ando dan tersenyum menatap faro.
Wahhh,,, aku jadi tak sabar ingin kesana, ucap faro lagi.
Sudahhh,, jangan ngomong terus,, ayo habiskan makananmu, dan setelah makan kalian berdua jangan coba coba bisa bermain lagi, karena kakak tak mengijinkan itu, seharian ini kalian sudah sangat banyak menghabiskan waktu bermain.!!! menatap faro dan fero dengan sorot tegas, dan sedikit melotot.
faro dan fero hanya bisa mengangguk dan tak nerani membantah perkataan kakaknya, karena begitulah felix, dia selalu besikap tegas pada mereka, karena felixlah yang bertanggung jawab atas mereka berdua.
__ADS_1
Kakak mu benar, kalian pasti sangat lelah kan seharian ini, dan memang harus istirahat biar besok kalian punya tenaga untuk datang kerumah kakak, Ando sedikit mendorong semangat faro dan fero, karena dia tahu mereka sedikit terintimidasi oleh felix dengan semua pemberiannya itu.
Rico yang mendengar dan melihat interaksi diantara mereka, hanya tersenyum tipis, dia tampak berpikir, mereka seperti keluarga kecil, dan Rico juga tak menyangka Ando terlihat sangat dekat dengan felix dan kedua adiknya itu, semoga saja ini akan jadi awal yang baik bagi Ando, karena Rico sangat paham bagaimana perasaan bersalahnya Ando terhadap felix, dan akan menebus semua perbuatannya.
Setelah selesai makan malam, faro dan fero pun, langsung pamit pada Ando untuk istirahat sesuai yang sudah di katakan felix tadi, dan tak ingin membantah kakaknya, meskipun mereka sangat masih ingin bersama Ando.
Tak lama pun Ando dan Rico juga pamit pulang karena sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Terimakasih untuk makan malamnya ya Lix, jadi tak enak merepotkanmu, ucap Ando seraya berjalan menuju pintu keluar.
Tak merepotkan, dan jangan jadi sungkan begitu, lagi pula aku senang kok, sahut felix seraya tersenyum kearah Ando.
Ando yang mendapatkan senyum indah itu, jadi sedikit salah tingkah dan canggung.
Kenapa aku jadi salah tingkah dengan melihat senyumnya, perasaan waktu dia jadi istriku aku tak pernah merasakan ini, kenapa sekarang perasaanku jadi lain begini ya, ucapnya dalam hati.
Benarkahh??? aku kira tadi kami sudah merepotkanmu, ucap Ando.
Baiklahh,,, terimakasih, sekaligus menatap felix intens dengan tatapan yang sulit di artikan.
felix yang ditatap begitu pun mengkerutkan keningnya, dan mengapa pula Ando menatapnya begitu, aku kan jadi tak nyaman dengan tatapannya itu, seraya menunduk karena tak mampum membalas tatapan Ando.
Lixx,,, felix yang sempat melamun itu pun jadi sedikit merasa asing dengan situasi mereka saat itu.
Aaa,, appa
felix menjawab terbata, karena tiba tiba dia jadi gugup sendiri.
Apa.....
__ADS_1
Ando mengantung ucapanya karena ragu akan hal yang akan di lontarkannya pada felix.
Ya,,, kenapa Ndo??
Apa ada sesuatu yang ingin kamu omongin?? sahut felix.
Apa aku bisa minta sesuatu padamu???Ando akhirnya memantapkan hatinya dan dia harus bisa dan tak ingin menyiayiakan kesempatan, dan siap dengan apa pun jawaban dari felix, pikirnya.
Memangnya apa yang ingin kamu minta Ndo??? Kalau aku bisa pasti aku beri, jawab felix mantap.
Aa,,apaa Aku bisa mencim keningmu sebelum pulang menatap felix dengan tatapan penuh harap.
Felix yang mendengar ucapan dan permintaan Ando, sontak terkejut, dengan irama jantung yang sudah tak beraturan.
Felix menunduk, dengan wajah yang memerah dia sedikit mengangguk, dan entah kenapa juga dia memenuhi permintaan Ando itu, padahal dia sudah sangat berpegang teguh dan harus tetap sadar siapa dia sesungguhnya.
Ando yang mendapat kode lampu kuning, tak mau kesempatan ini gagal, dan sangat senang karena felix tak menolak sama sekali, segera menghambur dan mendekati felix dan langsung mencium kening felix lembut.
Felix pun hanya menunduk dan sangat malu menatap Ando dan dia berpikir kenapa hatiku berkata lain tapi tubuhku tidak, seolah aku sangat menginginkan hal itu juga pikirnya.
Setelah roman kecup kening itu berakhir Ando pun pamit dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Aku pamit, dan kamu istirahat ya, jangan terlalu lelah ntar kamu sakit.
Kata kata itu pun sukses membuat felix berdebar, karena dia tak menyangka akan mendapatkan perhatian dari Ando.
Baiklah terima kasih, buat perhatianmu itu tersenyum gugup dengan wajah yang merah padam.
Rico yang dari tadi mengawasi mereka dari balik mobil, tersenyum kikuk, dan dia juga sangat bahagia dan tak menyangka juga, Ando ternyata sangat berani melakukan hal tadi pada felix.
__ADS_1
Felix pun melambaikan tangannya dan menatap mobil Ando sampai tak terlihat lagi, dan tersenyum sendiri mengingat dia tadi bisa bisanya mengiyakan permintaan Ando yang sama sekali tak ia sangka,, sungguh aku ini memang KONYOL ucapnya seraya menepuk jidatnya, tapi ia tak memungkiri itu, karena dia juga sangat bahagia atas perhatian Ando dan perlakuannya malam ini.
Laaannnnjjjjjjuuuuuuuttttttttttt