Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Atika Hilang.!


__ADS_3

Rafa yang begitu bahagia, tak bisa mengungkapkan lewat kata-kata. Bahkan perasaannya masih belum percaya, wanita yang di cintainya datang menemuinya karena sudah tak sanggup menahan rindu yang membakarnya setiap hari.


"Tuan ini sudah jam berapa?? tanya Atika yang berbaring hangat di pangkuan Rafa.


"Kenapa hm?? tanya Rafa yang sibuk dengan rambut Atika yang tergerai di pangkuannya, mengelus lembut kepala Atika.


" Atika mau pulang ke Vila, ucap Atika yang tak ingin sekamar dengan Rafa, takut di anggap sebagai wanita yang bukan-bukan.


"Jangan pulang, besok saja, ucap Rafa enteng, tak ingin melepas Atika pulang ke Vila.


" Tapi..


"Suuttt, Rafa menempelkan jari telunjuknya di bibir Atika, dan tentu membuat Atika menutup mulutnya rapat.


Jari Rafa yang menempel di bibir Atika pun, mulai bergerak lembut, mengelus lembut bibir Atika.


Atika yang mendapat perlakuan Rafa yang tiba-tiba, merasakan debaran jantungnya berdetak keras, apa lagi saat jari tangan Rafa mengelus wajahnya perlahan, membuat Atika meradang, hingga membuat Arika sulit bernafas.


Rafa yang melihat wajah Atika yang memerah, dan nafas yang tidak beraturan yang terlihat dari dada Atika yang naik turun, membuat Rafa yakin Atika menahan nafas karena perlakuannya.


Rafa pun mendekatkan wajahnya pada Atika yang mulai memejamkan matanya, membuat Rafa semakin beraksi karena Atika tidak melakukan perlawanan dan melarangnya.


Rafa pun mengecup lembut bibir ranum itu, melihat Atika yang masih memejamkan matanya, membuat Rafa semakin menikmati bibir Atika.


Rafa pun ******* bibir Atika dalam, Atika yang belum pandai dalam hal berciuman, membuat Rafa senang, karena menurut Rafa dia adalah orang pertama yang mencium bibir Atika.


Rafa pun menyudahi ciumannya, dan perlahan Atika membuka matanya, dengan wajah tertunduk malu, dengan wajah yang memerah.


"Tidur denganku malam ini, aku masih sangat rindu, ucpa Rafa yang di angguki Atika.


" Apa kamu sudah makan tadi?? tanya Rafa yang juga melupakan makan malamnya.


"Atika menggeleng, karena memang belum makan, karena nekat datang ke hotel menemui Rafa.


" Sebentar, aku akan pesan makanan, ucap Rafa mrngambil ponselnya, dan memesan makanan pada pelayanan hotel.


"Sebentar lagi makanan datang, ayo cuci muka dulu, melihat wajah sembab Atika karena menangis tadi.


Atika pun berjalan ke kamar mandi, membasuh wajahnya, yang lengket karena menangis bombay.


Atika keluar dari kamar mandi, melihat Rafa yang duduk di sofa dengan makanan yang sudah tersaji di sana.

__ADS_1


" Kemarilah, ucap Rafa menepuk sofa di sebelahnya, agar Atika duduk di sampingnya.


Atika pun menurut saja, baginya ini adalah hal yang sangat di impikannya, duduk berdua bersama pria yang di cintainya.


"Makanlah, pasti kamu sudah sangat lapar, ucap Rafa mengambilkan Atika lauk dan memaruhnya di piring Atika.


Atika pun makan perlahan, sesekali ia tersenyum karena Rafa selalu menatapnya hangat.


" Kenapa makan sedikit?? tanya Atika yang melihat Rafa sudah selesai.


"Aku sudah kenyang, ucap Rafa meneguk air di gelas hingga tandas.


" Hanya beberapa suap tuan bilang sudah kenyang, ucap Atika yang tak percaya.


"Tentu kenyang bukan karena makanan itu, tapi kenyang karena melihatmu, ucap Rafa mengelus kepala Atika lembut, "Habiskan makananmu, ucap Rafa lagi.


Atika pun melanjutkan makannya, hingga habis tak betsisa, dan Rafa yang melihat Atika makan cukup banyak merasa bersalah, karena Atika menahan lapar dari tadi.


" Apa sangat lapar?? tanya Rafa masih melihat piring Atika yang bersih tak bersisa.


"Iya, karena memang beberapa hari ini Tika tidak selerah makan karena memikirkan tuan, ucap Atika jujur, dan menundukkan kepalanya malu.


Rafa pun semakin bersalah, apa karena ia terlalu lama meninggalkan Atika, hingga Atika begitu memikirkannya?? batin Rafa menatap Atika sendu.


"Sudah larut malam, ayo tidur, dan besok kita ke Vila, ucap Rafa membawa Atika ke ranjang.


" Apa tuan besok akan tinggal di Vila lagi?? tanya Atika ingin tahu.


"Kalau kau mengizinkan, aku akan tinggal di sana, ucap Rafa sengaja, ingin tahu apa jawaban Atika.


" Tika tidak punya hak melarang tuan untuk tinggal di Vila, dan yang seharusnya pergi itu Tika, ucap Atika tertunduk sendu.


"Aku hanya bercanda, dan jangan pikirkan apa pun, dan selalulah bahagia, aku tak suka melihatmu bersedih apa lagi menangis hm? ucap Rafa menarik Atika ke ranjang.


" Tidurlah, kau pasti lelah seharian ini, ucap Rafa memeluk Atika hangat, dan mengecup kepala Atika sayang.


Atika pun memejamkan matanya, membenamkan wajahnya di dada Rafa, hangat dan nyaman, itulah yang di rasakan Atika saat ini.


Tak lama terdengar hembusan nafas Atika yang sudah terlelap, dalam dekapan Rafa.


Rafa yang masih enggan memejamkan matanya, menatap wajah Atika lekat, jujur ada ketakutannya mengingat masa lalu yang membuatnya hancur lebur, hingga Rafa tak ingin saat ia membuka mata Atika tak ada bersamanya.

__ADS_1


"Apa pun yang terjadi, tetaplah kuat berdiri di sampingku, dan aku tidak akan melepasmu apa pun yang terjadi. Jadilah wanita yang selalu menyimpan cinta untukku saja, dan merajai hatiku, dan kau pantas bahagia, aku akan mengantikan rasa sakit yang kau lalui selama ini, dengan kebahagian, dengan menjadikanmu malaikat hatiku, seperti momy, ucap Rafa mengelus lembut wajah damai Atika, dan sesekali mencium pipi Atika lembut, dan ia pun memejamkan matanya, dengan perasaan damai dan lega.


Pagi hari pun menyapa, sepasang kekasih yang baru resmi tadi malam itu masih terlelap di bawah selimut tebal itu.


Sementara di Vila, Bibi Lana sudah kocar-kacir, karena Atika tak ada di kamarnya, Bibi yang menanyakan securty pun semakin panik, karena Atika kuar semalam dan belum kembali.


Berkali-kali Bibi, menghubungi Rafa, namun tak ada jawaban sama sekali, hingga Bibi memutuskan menghubungi Dewa.


" Halo Bik, Dewa mengangkat ponselnya, saat melihat nama Bibi Lana tertera di sana, dan Dewa pun sedikit hawatir karena tak biasanya Bibi menghubunginya, sepagi ini, dan Dewa berpikir telah terjadi sesuatu di Vila.


"Dewa, Atika hilang, ucpa Bibi cepat tak ingin basa-basi lagi.


" Apaaa.!! ucap Dewa kaget.


"Bibi sudah menghubungi tuan muda berkali-kali, tapi ngak di angkat, kamu kasih tahu tuan, dan Bibi terjadi apa-apa pada Atika, ucap Bibi panik dan hawatir.


'Baik Bik, Dewa tutup ya, ucap Dewa memutuskan panggilannya, dan beranjak dari ranjang, masuk ke kamar mandi, membasuh wajahnya sebentar, agar pikirannua lebih jernih, karena Efek bangun tidur Dewa masih seperti linglung, apa lagi kabar yang membuat Dewa sempat sport jantung.


Dewa pun keluar dari kamarnya, menekan bel kamar bosnya, yang ada di sebelah kamarnya.


Berkali-kali Dewa menekan Bel, hingga entah sudah yang ke berapa kali, barulah pintu itu terbuka, menampakkan wajah tuannya yang masih kusut karena bangun tidur.


" Kau mau mati hah, beraninya menganggu tidurku, ucap Rafa kesal.


"Tttuan.! ucap Dewa terbata, menelan ludahnya kasar, ini saja masih karena Bel, bos sudah mengancamku, apa lagi saat tahu kabar Nona Atika yang hilang, aiiss habislah, batin Dewa menjerit pilu.


" Apa.!! sahut Rafa tambah kesal karena Dewa malah bicara tak jelas.


"Nn,nona Atika hilang, ucap Dewa cepat, walau ia sangat takut, karena bosnya itu akan menggila.


" Huhh.! hanya ingin mengatakan itu kau menganggu tidurku hah.!! ucap Rafa tenang.


Dewa pun bingung dengan sikap bosnya, yang tidak terkejut sedikit pun, apa karena baru bangun tidur bosnya itu, masih belum sadar dan mencerna yang ku katakan tadi, pikir Dewa pusing.


"Non Atika bos.! ucap Dewa lagi.


" Pergilah.!! Atika tidak hilang dia bersamaku dan masih tidur, semalam dia nekat datang ke sini, ucap Rafa santai dan menutup pintu kamarnya, meninggalkan Dewa yang menganga lebar, kaget mendengar ucapan bosnya itu.


"Pantas saja anda tenang begitu, padahal saya dan Bibi sudah panik setengah mati, ternyata, yang di hawatirkan masih enak tidur manis di bawah selimutnya, ucpa Rafa tepok jidat dan kesal, lalu masuk ke kamarnya, memberitahu Bibi Lana agar tidak hawatir lagi.


Next.

__ADS_1


Jangan lupa Jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2