Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kegilaan Atika Dan Felix.


__ADS_3

Sudah berlalu seminggu pak Danu, kembali ke kota B, walau pun berat melepas ayahnya tinggal sendiri di kota B, Atika tahu ayahnya bisa jaga diri, apa lagi ayahnya yang sudah punya tanggung jawab kerja, tentu membuat pak Danu bisa mengisi kekosongan dengan kesibukannya sekarang.


Sebelum pak Danu kembali, banyak nasehat yang di tinggalkan untuk Atika dan menantunya. Pak Danu yakin, menantunya bisa menjaga putrinya dan memberi kebahagian penuh, melihat ketulusan dan kebaikan menantunya, pak Danu tidak meragukan lagi perasaan dan cinta mereka saat ini, terlebih seluruh anggota keluarga besar Widodo, jelas dapat di lihat pak Danu, begitu menyayangi Atika satu sama lain.


Sudah dua hari Rafa melakukan perjalanan bisnis di luar kota, bagi sepasang pengantin baru tentu Rafa sangat merindukan istrinya itu.


Namun akibat tuntutan kerja, dan tanggung jawab, Rafa tidak ingin di nilai para kariawannya sebagai CEO yang tidak becus dan kurang bertanggung jawab.


Atika memang tidak mengeluh bosan atau pun bersedih, justru ia sangat mendukung kepergian suaminya dalam memenuhi tanggung jawab sebagai CEO. Namun Felix mengerti perasaan menantunya, yang menepis rasa rindu pada putranya, ia tahu Atika jenuh dan bosan di mansion, apa lagi selalu tinggal sendiri dan hanya di temani para Art yang bekerja di mansion.


Pagi ini Felix berencana mengajak menantunya, menghabiskan waktu bersama, pergi ke pusat perbelanjaan, menghilangkan kebosanan, agar menantunya, tidak merasa di abaikan.


Sehabis sarapan pagi tadi, Felix sudah menyampaikan rencananya pada Atika yang akan pergi ke pusat perbelanjaan, Atika senang karena mertuanya mengajaknya keluar rumah, dengan begitu ia lebih menikmati hari-harinya, walau terasa kurang lengkap tanpa suaminya.


Sebelum mereka pergi Atika mengambil ponselnya, berencana menghubungi suaminya sebatas memberitahu dan meminta izin, bagai mana pun, suaminya berhak tahu kemana ia pergi, meski itu dengan mertuanya sekali pun, saling menghargai itu penting, dengan begitu akan terjalin hubungan yang harmonis dan nyaman.


Setelah melihat nomor suaminya, Atika pun menekan tombol panggil, dan panggilan pun terhubung.


Rafa yang mendengar ponselnya berdering, melihat nama yang tertera di ponselnya, membuatnya langsung tersenyum senang, dan tanpa menunggu lama, langsung mengangkat panggilan itu.


"Halo sayang, apa kau merindukanku?? ucap Rafa dari seberang, sengaja menggoda istrinya itu.


"Apa aku menggangu mu?? tanya Atika membuat Rafa cemberut, karena Atika malah balik bertanya.


"Sesibuk apa pun itu, kau lebih berarti dan tidak pernah ada kata menganggu, ucap Rafa tak ingin istrinya suatu saat, enggan menghubunginya karena kesibukannya.


"Bukan begitu, aku hanya takut kalau kau sedang banyak pekerjaan, dan sedang sibuk, ucap Atika lagi.


"Kan aku sudah bilang, kau tidak menganggu, dan jangan berpikir aku menilai begitu, ucap Rafa sedikit kesal.


"Baiklah, aku hanya ingin memberitahu mu, pagi ini aku dan Mony mau keluar, kata Mony sih mau belanja, dan Mony mengajakku, ucap Atika menjelaskan.


Rafa yang mendengar ucapan suaminya pun menggeleng, mendengar istrinya menelponnya hanya mau mengatakan pergi dengan momy nya, sudah merasa menganggu, tapi ia senang istrinya, begitu menghargainya, meski hal kecil tetap saja ia juga berhak tahu istrinya pergi kemana, karena situasinya, mereka tidak sedang bersama.


"Pergilah sayang, bersenang-senanglah, nikmati waktu dan hari mu, aku tahu kau pasti bosan di mansion terus, dan maaf aku belum bisa mengajakmu bepergian, ucap Rafa merasa bersalah.


"Jangan bicara begitu, aku tidak apa-apa, dan jangan membebani pikiran mu, ucap Atika tak ingin suaminya merasa bersalah karena belum bisa pergi bersama.


"Terima kasih sayang, kau sangat mengerti keadaanku, dan aku janji, setelah ini kita akan pergi berlibur, dan kemana pun yang kau minta aku akan turuti pilihanmu, ucap Rafa, membuat Atika sumringah.


"Janji??


"Janji sayang.


"Aku akan menunggu hari itu tiba, ucap Atika senang.


"Sayang.


"Hm, kenapa??


"Aku merindukan mu, ucap Rafa, membuat Atika tersenyum malu.


"Baru dua hari, sudah rindu aja, ucap Atika sengaja menggoda suaminya.


"Apa kau tak merindukanku?? tanya Rafa lesu dan cemberut.


Mendengar suara lesu suaminya, membuat Atika terkekeh geli, siapa juga yang tidak rindu, dasar suaminya ini, pikir Atika.


"Tentu aku juga merindukanmu, ucap Atika membuat Rafa tersenyum senang.

__ADS_1


"Ya sudah, mungkin Mony sudah menungguku, aku tutup ya sayang, ucap Atika mengakhiri sambungan telponnya.


Atika pun bersiap, mengganti bajunya dan bergegas keluar dari kamarnya.


Saat Atika sudah turun melihat ibu mertuanya sudah duduk di sofa ruang tamu menunggunya.


"Maaf mom, momy menunggu lama ya?? tanya Atika tak enak hati.


"Momy baru lima menit duduk di sini, sudah siap bertualang dengan momy?? ucap Felix menatap Atika yang tersenyum.


"Sangat siap.! let's go, sahut Atika semangat, dan mereka tertawa bersama.


Atika dan Felix pun, masuk ke dalam mobil, dan seorang sopir yang siap membawa mereka bersenang-senang seharian ini.


Tak lama mereka pun sampai di pusat perbelanjaan yang cukup mewah dan besar, hari ini mereka akan menghabiskan uang para suami masing-masing.


Atika dan Felix pun memasuki pusat perbelanjaan itu, dengan bergandeng tangan satu sama lain, mereka justru seperti terlihat anak dan ibu sedarah, melihat kedekatan dan kekompakan mereka, membuat siapa pun yang melihat akan berpikiran demikian.


Baru sepuluh menit Atika dan Felix menelusuri lorong-lorong pusat perbelanjaan itu, seorang wanita cantik dan sexy, menyapa Felix.


Felix yang kenal dengan suara itu, menoleh dan saat melihat, dan tidak salah lagi, wanita itu adalah Dira.


"Halo Tante, gimana kabarnya?? tanya Dira basa-basi.


"Baik, sahut Felix tersenyum paksa.


Sungguh Felix sangat tak suka melihat Dira, mengingat Dira yang pernah melakukan hal kotor pada putranya dulu, membuat Felix tak begitu suka pada Dira.


Semasa kuliah Dira dan Rafa cukup dekat, kedekatan itu membuta Dira salah arti akan perhatian Rafa pada Dira.


Dira merasa Rafa mencintainya, hingga ia tak segan-segan mengutarakan isi hatinya pada Rafa.


Dira yang tak terima di tolak, ternyata punya rencana licik untuk mendapatkan Rafa, ingin menjebak lewat cara kotor, agar Rafa bisa jadi miliknya seutuhnya.


Karena Dewa selalu mengawasi gerak-gerik Dira,. hingga mengetahui rencana licik Dira, tanpa pikir panjang Dewa menggagalkan rencana Dira yang sudah begitu matang ia atur.


Dira mengira Rafa tidak mengetahui rencana kotor dan licik itu, karena hampir ketahuan, Dira berdalih di manfaatkan seseorang, tapi Rafa sengaja tak berterus terang, ia ingin Dira berubah dan jadi gadis baik-baik.


"Kabar Tante baik, dan kenalkan ini Atika istri Rafa, ucap Felix sengaja memberitahu,dan menekankan kata "istri".


Dira yang mendengar Rafa sudah menikah, sangat shock, padahal ia kembali dari luar negeri, karena berencana ingin mendekati Rafa lagi, bagai mana pun caranya ia harus bisa mendapatkan Rafa pikirnya.


"Rafa sudah menikah Tante?? tanya Dira tak menghiraukan Atika yang menatapnya dalam.


"Hem, baru seminggu, ucap Felix menatap Atika, dan memberi kode agar ikut dalam permainan gilanya.


Dira pun menatap Atika, menelisik dari atas hingga bawah, sesaat ia pun tersenyum sinis,melihat penampilan Atika yang sangat biasa saja, dan berpikir Atika hanya serangga kecil yang mudah ia hempaskan dari sisi Rafa.


"Aku tak menyangka, ternyata selera Rafa sangat buruk, ucap Dira menatap Atika sinis.


"Sepertinya Tante setuju dengan pendapatmu, ucap Felix yang sengaja, ingin tahu apa yang akan Dira lakukan pada menantunya.


Mendengar Felix mendukungnya, membuat Dira tersenyum sumringah, bagai angin segar yang menerpanya, padahal tadi ia sudah sangat jengkel saat tahu Atika adalah istri Rafa.


"Coba deh Tante lihat, penampilannya, nggak banget deh, istri seorang Rafa itu setidaknya harus wow gitu loh Tan, tapi ini? ucap Dira membuat Atika pura-pura murung dan tertunduk.


Dira tersenyum senang, melihat Atika murung dan malu, ia pun semakin gencar untuk mempermalukan Atika, supaya Atika mundur dari sisi Rafa.


"Tante sih sebenarnya sedikit risih, tapi mau bagai mana lagi, kamu tahu kan bagai mana Rafa, ia tidak bisa di bantah, dan keputusannya itu selalu mutlak, ucap Felix yang sudah sangat geram pada Dira karena mengatai menantunya dan menatap sinis.

__ADS_1


"Apa aku bisa ketemu dengan Rafa Tante?? tanya Dira semakin besar kepala.


"Rafa sedang melakukan perjalanan bisnis, dan juga sangat sibuk, tapi ia pasti senang kau sudah kembali, ucap Felix tersenyum paksa.


"Itu sudah pastilah Tante, aku dan Rafa kan pernah sangat dekat sebelumnya, dan aku yakin Rafa sangat merindukanku, ucap Dira menatap jijik pada Atika.


"Tentu, Rafa pasti sangat merindukanmu, dan Tante yakin ia akan mengajakmu kencan kalau sudah kembali nanti.


"Hei udik.!! kau dengar itu, aku lebih pantas jadi istrinya Rafa ketimbang kamu, jadi bersiaplah,karena aku akan menendang mu dari sisi Rafa, ucap Dira percaya diri dan menatap angkuh pada Atika.


"Jangan menendang ku dari sisi suamiku, Aku akan mengijinkan mu jadi yang ke dua , ayahku akan malu kalau aku berpisah dari suamiku, ucap Atika pura-pura memohon.


Dira pun semakin melayang, mendengar Atika yang setuju, Rafa menikah lagi dengannya, tanpa susah dan capek, membuang tenaga banyak, Dira bagai mendapat lotre berhadiah, kedatangannya ke pusat perbelanjaan itu, ternyata membuatnya mendapat keuntungan yang luar biasa.


Atika pun mengambil ponselnya, menekan nomor Rafa, dan sengaja memperbesar suara ponselnya agar Dira yang besar kepala bisa mendengar ucapan Rafa, pikir Atika yang tersenyum manis pada Felix.


"Halo sayang, sudah selesai belanjaannya, tanya Rafa menjawab panggilan dari istrinya itu, dan tidak tahu urusan apa istrinya menghubunginya lagi.


"Belum sayang, tapi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu, ucap Atika, membuat Dira tersenyum cantik, mengira Atika akan mengatakan kalau ia mengijinkan Rafa menikah dengannya.


"Apa yang ingin kau tanyakan hm??


"Apa kau mengenal wanita yang bernama Dira?? tanya Atika lagi.


"Untuk apa menanyakan wanita ular itu, ucap Rafa terdengar tak suka.


Dira yang mendengar pun mengepalkan tangannya, sungguh ia tak menyangka kalau Rafa masih membencinya, dan Atika sengaja membuatnya malu.


"Aku dan Mony bertemu dengannya tadi, dan kami cerita banyak, ia bilang masih mencintaimu, dan ingin jadi istrimu padahal ia tahu aku adalah istri sah mu, ucap Atika lagi, membuat Dira semakin pucat.


"Jadi istri?? jadi pelayanku saja aku tak Sudi.!! ucap Rafa telak, membuat Dira semakin malu.


"Benarkah?? tapi Dira mau loh sayang jadi yang kedua, ucap Atika tersenyum mengejek pada Dira, dan Felix pun juga tersenyum senang, menikmati wajah kekalahan dan pucat pada Dira.


"Aku tak ingin membahas wanita gila itu, dan katakan padaku apa dia mengangguk?? tanya Rafa geram, mengingat Dira yang licik itu.


"Tidak, baiklah aku tutup ya sayang aku tak ingin mood kamu jadi rusak, karena menceritakan wanita tak penting itu, ucap Atika menutup panggilan itu.


"Bagai mana Dira?? ucap Felix saat Atika mengakhiri sambungan telponnya.


"Maksud Tante?? tanya Dira pura-pura bingung, padahal ia paham maksud ucapan Felix.


"Masih ingin jadi istri Rafa?? tapi sepertinya kau sudah paham dengan ucapan puteraku tadi, dan coba ulangi Tika sayang, ucap Felix, meminta Atika mengulangi ucapan putranya itu.


"Bahkan jadi pelayan suamiku pun tidak Sudi mom, apa lagi menjadikannya istri, ucap Atika dan mereka tertawa terbahak, melihat wajah Dira yang memerah karena malu, dan sudah di permainkan dua wanita, yang berstatus memantu dan mertua itu, membuat Dira geram dan melayangkan tangannya pada Atika, bermaksud menampar Atika.


Dengan sigap Atika menangkis tangan Dira, dan langsung mendorong Dira ke belakang, hingga ia terhuyung dan jatuh terjerembab ke lantai Mall itu.


Semua orang yang melihat Atika berlalu kasar, sempat menilai Atika wanita yang bar-bar, menatap tak suka, namun sedetik kemudian tatapan mereka pun berubah jijik pada Dira saat Felix angkat bicara, dan di dengar banyak orang di sana.


"Sudah berbuat licik pada putraku, kau masih punya muka untuk mendekatinya, bahkan berhayal jadi istrinya, padahal putraku sudah menikah, dan kau tahu putraku tidak akan membuang berlian dan memungut krikil yang tidak pantas untuk di pungut.!! ucap Felix geram karena sudah menghina menantunya tadi, kalau tidak punya rencana mempermalukan Dira, Felix pasti sudah merobek mulut Dira yang sudah berani merendahkan menantunya itu.


"Jangan menjadikan kecantikan mu, sebagai alat menambah dosa, tapi jadikanlah sebagai pemikat yang benar-benar, mengangkat kotdrad mu sebagai wanita.!!! ucap Atika mengajak mertuanya itu pergi dari tempat itu, dan meninggalkan Dira dengan segala kekesalan dan kemarahannya yang berapi-api, karena mempermalukannya di depan orang banyak.


Makanya jangan main api, kalau tak ingin terbakar.!!!!


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2