Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Hari Bahagia


__ADS_3

Seminggu berlalu, Celi yang sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, merasa senang, karena sudah sangat bosan.


Sementara Nana, meskipun sudah di perbolehkan pulang, namun harus masih menjalani beberapa terapi.


Lili dan Rian yang datang turut menjemput Celi dan Nana ke rumah sakit, sekaligus menyampaikan niat mereka.


Saat Rian dan Lili masuk ke ruang perawatan Celi, mereka mendapati beberapa anggota keluarga yang berkumpul di sana.


Tawa Bahagia terpancar dari obrolan yang mengisi ruangan itu.


Saat Celi melihat Lili dan Rian datang, Celi tersenyum karena sahabatnya terlihat bahagia, apa lagi Celi yang mendengar Lili dan Rian sudah memutuskan untuk menikah, dan Celi senang mendengar karena sahabatnya sudah menemukan orang yang tepat, dan tentu membuat Lili akan melupakan masa lalu kelam itu.


"Aku senang Lo udah sembuh, ucap Lili sembari memeluk Celi.


" Iya,, Gue juga bahagia dengan keputusanmu yang akan menikah, dan Gue iri dengan itu, ucap Celi dengan wajah cemberutnya, dan membuat Lili terkekeh.


"Setelah Gue nikah, Lo nyusul tuh sama si Fafa, ucap Lili yang sengaja menyebut nama Rafa tidak tepat, dan membuat Celi melototkan matanya.


Lili pun tertawa, melihat pelototan Celi yang tidak terima Lili selalu menganti nama sang kekasih.


Rafa dan Rian yang juga asik ngobol dengan yang lain akhirnya menyampaikan maksud kedatangannya.


" Oh iya,, maaf untuk semuanya, Rian berkata, hingga tatapan semua orang teralihkan padanya.


"Maaf karena saya mengatakan ini, tepat di rumah sakit, dan karena juga waktu kita bertemu tidak akan banyak lagi, karena kedepannya saya dan Lili akan sedikit sibuk, ucap Rian yang membuat beberapa orang tidak begitu paham dari perkataannya.


" Memangnya mau kemana kamu Rian?? tanya Levi yang penasaran.


"Aku dan Lili minggu depan akan menikah om, jadi untuk persiapan pernikahaan kami tentu akan banyak menyita waktu, di tambah lagi kami harus menjemput calon mertuaku ke desanya Lili, ucap Rian menjelaskan perkataannya, dan Lili tersenyum hangat, saat Rian mengatakan Calon mertua.


" Wahh,, itu kabar bagus dong, ucap Felix yang terlihat antusias.


"Makasih tante, sahut Rian sopan, dan ia merasa dua keluarga penguasa ini sangat hangat dan penuh kekeluargaan.


" Dan Rian harap kalian semua bisa hadir di pernikahan kami, dan ini undangan khusus untuk om dan tante keluarga Quera, dan ini untuk keluarga Pratama Widodo.


Rian memberikan undangan pernikahannya pada dua keluarga itu dengan harapan mereka datang menghadiri hari bahagianya dengan Lili.


"Tentu kami akan datang, ucap Yayuk cepat, dan semua orang tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Cie,, calon pengantin malu-malu, ucap Celi meledek Lili yang terlihat salah tingkah karena Rian selalu menatap penuh damba.


"Apaan sih, sahut Lili yang sudah memerah karena malu akibat ledekan Celi.


" Aku senang kamu sudah memutuskan untuk hidup bersama Rian, dan dia pria yang tepat untukmu, ucap Celi memeluk Lili hangat, merasakan kebahagian sahabtnya itu.


"Makasih, dan Lo harus kasih kado yang terbaik sama Gue, ucap Lili lagi.


" Pasti, Gue udah siapin kado terbaik untuk Lo dan Rian, dan Gue yakin Lo pasti suka dengan apa yang akan Gue kasih nanti, ucap Celi lagi.


"Tuan,, mobil sudah siap dan semuanya sudah saya bereskan, ucap asistennya Levi yang tiba-tiba masuk.


Levi pun mengangguk, dan mereka semua pun meninggalkan rumah sakit.


Rafa yang satu mobil dengan Momy nya dan Celi.


Levi dan istrinya juga Nana, satu mobil, namun Aliando bersama Rico, karena ada urusan lain yang harus mereka kerjakan.


Rian dan Lili langsung menuju ke desanya, untuk menjemput ayah dan ibunya, serta beberapa kerabat dekat Lili.


Hari bahagia yang di tunggu-tunggu Lili dan Rian pun tiba.


Celi dan Rafa terlihat serasi dengan mengunakan warna baju senada, dan kedatangan mereka di soroti banyak media dan beberapa Rival bisnis Rafa.


Namun semenjak mereka masuk ke ballroom hotel, sepasang mata tak luput dari sepasang kekasih itu, dan tatapannya penuh arti, dan tentu siapa pun tak akan melihat itu, karena cukup jauh dari pantauan orang-orang yang terlihat bahagia menikmati pesta.


Celi dan Rafa berjalan menuju sepasang pengantin yang baru saja resmi, setelah mengucap janji suci itu.


"Salamat ya Lili,, semoga langgeng sampai anak cucu, ucap Celi memeluk Lili erat bahkan Celi meneteskan air mata haru.


" Makasih Cel, selama ini Lo selalu ada buat Gue, jatuh bangun Gue, lo ngak pernah sedikit pun lelah, selalu ada sebagai sahabat yang menenangkan dan Gue bangga punya teman kayak Lo.


"Sama-sama Li, Gue juga bahagia punya teman yang baik kayak Lo, apa lagi suka makan gratis, ucap Celi tertawa karena Lili cemberut mendengar perkataan Celi.


" Selamat ya Rian,, udah siap buat gawangnya gol?? Bisik Rafa, yang membuat Rian menoyor Rafa spontan.


"Si******n Lo,, bukannya ngasih hadiah malah ngeledek Gue, ucap Rian kesal namun wajahnya memerah, karena pikirannya jadi traveling mesum.


Rafa hanya tertawa, melihat reaksi Rian yang terlihat kikuk, saat Lili menatap Rian penuh dengan arti.

__ADS_1


Lalu Rafa pun mengeluarkan sebuah amplop dan memberikan pada Rian.


"Ini hadiah pernikahan Lo dari Gue, dan Gue harap Lo ngak akan kecewa, ucap Rafa memberikan hadiahnya.


" Makasih Raf, ucap Rian menerima amplop itu.


"Nah ini dari Gue, ucap Celi yang memberikan juga amplop untuk Lili, dan tentunya hadiahnya berbeda dari Rafa.


"Makasih ya Cel, ucap Lili memeluk hangat, dan ia sangat senang karena Celi yang begitu baik, dari pertama mereka bertemu.


" Sama-sama Li, tapi Gue mau bilang sesuatu, dan ini jangan Lo salah artikan, Gue tahu Lo akan ikut Rian setelah ini, dan tentunya, Rian sudah mempersiapkan rumah yang bagus untuk kalian, tapi hadiah yang aku berikan ini, meski kalian tidak menempatinya, setidaknya itu bisa buat paman dan bibi, ucap Celi sebagai permintaannya.


Lili pun menangis haru akan perkataan Celi, lagi dan lagi Celi memberikan sesuatu yang membuat Lili sangat bersyukur di berikan teman yang begitu tulus dan baik hati.


"Cel,, Gue doain Lo selalu bahagia, Gue ngak tahu caranya bagai mana membalas semua ini, ucap Lili yang kembali meneteskan air mata haru.


"Gue ngak minta balasan apa pun, cukup buat keponakan yang tampan dan cantik, itu sudah cukup ucap Celi mengedipkan sebelah matanya, menggoda Lili dan Rian.


" Kalau masalah itu, ngak di suruh mereka pasti buat kok sayang, ucap Rafa yang turut menggoda Rian dan Lili.


Mereka pun tertawa terbahak, merasa lucu dengan obrolan mereka hingga membuat Celi harus ke toilet karena kebelet, akibat tawa yang membuat panggilan alam itu harus segera di tuntaskan.


Saat Celi pamit pada Rafa untuk ke toilet, sepasang mata yang mengawasi mereka sejak tadi pun mengikuti langkah Celi yang akan menuju toilet.


Celi masuk, dan menuntaskan yang sudah sangat sesak tadi, sebelum keluar, Celi memperbaiki penampilannya di cermin yang ada di toilet itu.


Merasa sudah cukup, Celi pun keluar dari toilet, dan reflek sebuah tangan kekar menariknya ke tempat yang sedikit tertutup dan cukup menjauh dari jangkauan orang-orang.


Celi yang di tarik tiba-tiba sempat ingin teriak, namun orang itu langsung membekap mulut Celi.


Celi yang tidak jelas melihat orang itu, karena rambutnya yang terurai menutupi pandangannya, karena Celi yang selalu berontak menarik tangannya.


Namun saat Celi di sandarkan ke dingding ruangan itu dan ia pun bisa dengan jelas melihat wajah yang menariknya sedikit kasar itu, dan...


Duuuaarrrrr..!!!!!


Next


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Atrhor.


__ADS_2