Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kejutan.


__ADS_3

Pak Danu sedang asik melakukan pekerjaannya, sebagai penanggung jawab, ia tak ingin menantunya kecewa dengan kinerjanya, dan berusaha agar menantunya tidak dianggap para karyawan berat sebelah, karena pak Danu bukan di pandang dari sudut pandang keluarga, tapi juga karena kualitasnya.


Rafa dan Atika, serta Momy dan Dady nya, pun masuk ke dalam pabrik, di mana suasana tiba-tiba jadi riuh, karena para pekerja terkejut kedatangan petinggi pabrik secara tiba-tiba.


"Selamat datang Tuan, tuan muda, Ny besar dan Nona muda, sambutan spontan di haturkan para karyawan, karena mereka tidak punya persiapan sama sekali.


"Terima kasih, jangan terlalu tegang dengan kehadiran kami, kami hanya mampir sebentar, ucap Rafa, berjalan dengan langkah tegas, lalu berbalik badan menatap para karyawan yang masih membungkuk hormat.


"Walau tidak di pantau secara langsung, ternyata kalian sangat serius bekerja, dan saya bangga dengan kerja keras kalian yang tidak menganggap sepele pekerjaan, dan saya akan memberikan bonus untuk bulan ini, ucap Aliando tegas, dan para karyawan pun bersorak girang, sungguh mereka semua tidak menyangka, akan kedatangan sang pemilik pabrik, dan mereka merasa beruntung, karena mereka tidak main-main dalam bekerja.


"Terima kasih Tuan besar, sahut para karyawan serempak.


Rafa dan Atika pun berjalan menuju ruangan pak Danu, dengan perlahan mereka menuju ruangan itu, Atika merasakan jantungnya berirama cepat, merasakan kerinduan yang akan terbalaskan setelah bertemu dengan ayahnya.


Rafa pun membuka pintu ruangan ayah mertuanya itu dengan gerakan cukup pelan, agar pak Danu tidak melihat keberadaan mereka.


Dengan langkah sangat pelan Atika masuk, posisi pak Danu yang membelakangi pintu, dan Atika pun menutup mata ayahnya dari belakang, hingga membuat pak Danu sempat kelabakan, namun sesaat, saat pak Danu menyentuh tangan Atika, ia pun tersenyum, karena ia tahu persis, siapa yang sering melakukan itu dulu padanya.


"Ayah tahu itu kamu sayang, dan sampai kapan pun ayah tidak akan bisa tertipu dengan tangan kecil dan mungil itu dari dulu, ucap pak Danu, membuat Atika meneteskan air mata haru, dan memeluk pak Danu dari belakang, hatinya menghangat, ayahnya selalu mengingat momen saat mereka bersama dulu, kebiasaan yang di lakukan Atika tetap tersimpan dalam ingatan ayahnya, dan itu membuat Atika sangat menyayangi ayahnya, yang selalu bisa menghiburnya dulu, meski sedang sakit, tapi ayahnya selalu berusaha membuat Atika tidak menyerah dalam menjalani hidup, walau ia tahu ayahnya sering menangis dalam diam di saat mereka sudah memejamkan mata saat mau tidur.


"Ayaaaahhh, ucap Atika dan membenamkan wajahnya di bahu pak Danu.

__ADS_1


Aliando dan Felix yang baru saja masuk, tersenyum melihat Atika yang terlihat jelas dalam pandangan mereka Atika begitu merindukan ayahnya.


"Bagai mana kabar ayah?? ucap Rafa berjalan mendekati pak Danu, dan menyalami tangan ayah mertuanya itu dengan sopan.


"Ayah baik nak, dan ayah sangat senang melihat kalian datang, apakah ini termasuk kejutan??


"Hanya kejutan kecil pak Danu, ucap Aliando yang mendekati pak Danu dan menyalami tangan pak Danu, dan di ikuti Felix istrinya.


"Satu kehormatan buat saya itu pak Aliando, dan apakah kejutan ini, menantu kalian yang nakal ini merencanakannya?? ucap pak Danu mengelus kepala Atika, dan terkekeh melihat wajah cemberut Atika yang di Katai nakal oleh ayahnya.


"Yah, bisa di bilang begitu, dan tentunya menantu pak Danu juga salah satu pelakunya, ucap Felix dan mereka tertawa bersama.


"Dan sekarang ayah harus ikut dengan kami, tidak ada penolakan.!! ucap Atika dengan wajah yang di buat-buat seram, membuat mereka tertawa lagi, karena Atika sangat tidak cocok dengan gaya sok cool nya itu.


Mereka pun keluar dari ruangan pak Danu, dan saat mereka berjalan para karyawan masih, berdiri rapi di setiap lorong, dan sebelum mereka melanjutkan langkahnya, Rafa pun berhenti, lalu ia menatap lebar pada seluruh karyawan, dan selanjutnya ia pun berbicara.


"Selamat sore, dan salam untuk kita semua.


"Selamat sore Tuan muda, sahut para karyawan serempak.


"Di sini saya ingin menyampaikan sesuatu, dan saya harap kalian tidak berpikir jauh tentang apa yang akan saya sampaikan.

__ADS_1


"Mungkin masih ada yang bertanya-tanya, kenapa kami secara khusus menemui pak Danu di ruangannya, dan untuk yang sudah tahu, itu bagus.


"Pak Danu adalah ayah kandung dari istri saya Atika Rafa Aliando, yang berarti adalah ayah mertua saya, yang perlu saya tegaskan di sini, pak Danu mempunyai posisi yang sama seperti kalian sebagai karyawan di pabrik ini, dan saya tidak membanding-bandingkan kalian dengan ayah mertua saya, cukup hargai beliau seperti menghargai saya dan istri saya Atika, setidaknya tidak berpikir negatif, ucap Rafa menyampaikan maksud dan niatnya selama ini, ia hanya tidak ingin ayah mertuanya mengalami kejadian yang sudah berlalu, dan demi keselamatan juga tak ingin istrinya selalu merasa khawatir dengan keadaan ayah mertuanya itu.


Beberapa karyawan banyak yang terkejut, karena sama sekali siapa pak Danu, dan sebagian tersenyum karena mereka sudah mengerti apa maksud dan tujuan ucapan Rafa yang memperkenalkan pak Danu pada karyawan, dan itu cukup lumrah, karena pak Danu memang pantas di hargai sebagai orang tua dari Nona muda itu, walau pak Danu memang tidak pernah menyombongkan dirinya pada siapa pun, dan pak Danu memang bekerja tidak ingin di anggap layak hanya karena keberadaan menantunya yang jelas-jelas siapa dan apa posisinya.


"Dan satu lagi, kalian ingat kejadian yang pernah menimpa besan saya?? saya harap itu tidak akan pernah terjadi lagi, sudah cukup penjilat-penjilat itu yang mendapatkan ganjarannya, dan ingatlah kalau itu terjadi lagi, jangan harap melihat matahari terbit untuk ke depannya, karena itu akan kalian lihat hanya dalam mimpi buruk kalian, ucap Aliando, membuat para karyawan bergidik, merinding disko, ucapan Aliando jelas membuat mereka langsung menunduk karena takut.


"Saya rasa itu sangat berlebihan pak Aliando, ucap pak Danu jadi tak enak hati pada karyawan yang lainnya.


"Itu sudah keputusan mutlak dari saya pak Danu, agar mereka berpikir dua kali untuk jadi penjilat dan pecundang.!! ucap Aliando menatap dengan sorot mata tegas para karyawan tersebut.


Pak Danu pun langsung bungkam, ia tak bisa menyela lagi, dan ia tahu besan dan menantunya mengatakan demikian, karena tak ingin kejadian yang lalu terjadi lagi, dan itu adalah bentuk kepedulian mereka padanya.


Setelah mengatakan maksud dan niatnya, mereka pun pamit pada semua karyawan karena memang sudah waktu untuk pulang, para karyawan pun juga meninggalkan pabrik, dalam benak mereka banyak yang sempat merasa beruntung tidak pernah berlaku tidak sopan pada pak Danu, kalau tidak sudah pasti mereka tidak akan melihat matahari terbit esok hari, untuuuunnngggg.!! hehehehe.


Next.


Maaf ya Guys baru bisa UP, Arthor kemarin kurang sehat, jadi rehat, dan ini juga Arthor sempatkan nulis meski satu bab, dan semoga kalian tidak kecewa, semoga hari kalian bahagia.


Jangan lupa jejaknya ya Guys jejaknya.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2