Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
episode 28


__ADS_3

Setelah bicara dengan pak Widodo panjang lebar,, Ando pun beranjak menuju ruangan maminya, Ando sangat sakit melihat maminya terbaring lemah diatas kasur rumah sakit itu dan juga belum sadarkan diri.


Ando mendekati sang mami dan medekap tangan maminya sambil menangis ia pun bicara sangat pelan agar tak menganggu maminya.


"""Mih,,, maafin Ando mih, Ando sudah berbuat kesalahan, karena Ando mami jadi begini, mami bersabarlah,, Ando akan membuat mami bahagia, itu janji Ando mih, sambil mengecup kening maminya dan menatap sendu wajah sang mami.


Setelah selesai Ando beranjak dan keluar menemui papinya di luar ruangan itu.


"" Pih,, Ando pergi dulu, klau ada apa apa papi hubungi Ando ya pih, Ando janji pih tidak akan jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya, Ando akan membuat papi dan mami bahagia pih sembari menggemgam tangan papinya, seolah menyakinkan papinya agar tak ragu dengan semua ucapanya.


""" Baiklah nak, papi merestui dan mendukung semua keputusanmu,, dan buktikanlah janjimu itu pada papi mu pak tua ini, Pak widodo sengaja mengatakan hal itu agar tidak lagi terlihat ketegangan antara anak dan papinya.


"" Maaf piih Ando sudah tidak sopan dengan papi""


"" Siapa bilang kamu tidak sopan, kan papi memang pak tua, apa jangan jangan kau masih melihat papi masih seperti umur 20 tahun, sambil tersenyum menatap anaknya itu


Reflek Ando memeluk papinya, dia begitu salut dengan papinya ini, dan selalu saja bisa membuatnya tenang dalam hal apa pun.

__ADS_1


"" Ando sangat menyayangi papi dan mami, Ando janji pih tidak akan lagi mengecewakan kalian""


""" Baiklah nak papi percaya padamu, pulanglah dan beristirahat, persiapkan dirimu besok untuk persidangan dan besikaplah normal, jangan berbuat yang tidak tidak, biar papi yang menjaga mami disini"""


"" Baiklah pih,, Ando pergi dulu""


Ando pun berjalan menuju parkiran dan melaju menuju apartemennya, dalam perjalanan ando berkali kali berteriak dan menghela nafas karena ia merasa sangat sesak dan merasa saat ini dia seperti tak punya kekuatan apa apa, hanya mampu menerima semua keadaan yang sudah terjadi, toh seribu kali pun dia mengatakan menyesal tidak akan merubah apa yang sudah terjadi.


Waktu berlalu begitu cepat,, hari persidangan pun tiba,, Ando yang sudah berada di gedung pegadilan pun hanya bisa pasrah dengan hasil yang sudah di ucapkan Hakim tanpa ada pembelaan sama sekali.


Seusai sidang Ando menemui felix dan ingin bicara sesuatu padanya.


"" Ya,,, ada apa tuan?""


"" setelah ini,, apakah kita masih bisa bertemu, eehmm maksud saya, apakah kita bisa berteman, bukankah itu tidak masalah.??


felix yang mencerna ucapan Ando pun diam sesaat

__ADS_1


"" Maaf tuan bukannya saya tidak mau, tapi apakah saya pantas berteman dengan anda, yang hanya seorang gadis miskin dan juga tak berguna""


Lagi lagi Ando merasakan sakit bila setiap kali felix mengingatkan siapa dirinya seperti yang dilontarkan Ando padanya.


"" Maaf,,, tapi saya ingin berteman saja, tidak lebih, dan maaf selama ini saya sudah salah dan bersikap buruk padamu, dan saya mohon saya tahu kamu sangat menyayangi mami, datanglah untuk melihat mami di rumah sakit, mami kena serangan jantung karena mendapat berita perpisahan kita, saya mohon setidaknya datanglah sebagai anak yang mami sayangi bukan karena masalah kita ini""


Felix yang mendengar mantan mertuanya sakit karena masalahnya dengan Ando, merasa bersalah karena mengakibatkan mantan mertuanya mengalami serangan jantung, akhirnya buliran bening itu pun sudah tak bisa dia bendung lagi karena memang sejak persidangan felix sudah sangat ingin menangis tapi ia tahan karena tak mau terlihat rapuh dihadapan orang orang karena menurutnya semua orang tidak akan iba padanya melainkan akan menertawakannya.


Sambil menghapus air matanya felik bicara


""Maafkan saya tuan, saya terlalu egois tidak memikirkan perasaan nuyonya dan tuanbesar,saya akan menjenguk nyonya setelah dari sini"""


"" Terimakasih karena kamu masih mau menemui mami, dan saya harap kamu mau berteman dengan saya meskipun kita sudah tak punya hubungan apa pun lagi""


Felix tak menjawab ucapan Ando, dan hanya berlalu sembari undur diri pergi meninggalkan Ando.


Ando pun hanya diam, dia bisa menerima sikap felix yang tidak menerima permohonannya itu, tapi Ando tak putus asa karena tekatnya sudah bulat, dia akan berusaaha untuk mendapatka felix bagaimana pun caranya.

__ADS_1


Lanjuutttttttttt


__ADS_2