Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Perjalanan Bisnis


__ADS_3

Setelah Berlalu lima hari pak Danu kembali ke kota B, Atika merasa lega karena ayahnya sekarang sudah hidup layak seperti harapannya.


Walau berat melepas ayahnya untuk tinggal sendiri, Atika yakin ayahnya bisa jaga diri, dan akan baik-baik saja, karena Rafa suaminya, selalu memantau keadaan ayahnya yang berada di kota B.


Sebenarnya, Atika ingin melakukan banyak hal pada ayahnya, membayar waktu yang dulu sempat hilang, dan kebersamaannya dengan ayahnya hanya melalui penderitaan yang begitu sakit, selama ayahnya sakit dulu.


Namun Atika sadar, keadaan saat ini sudah tidak seperti sedia kala, karena ia sekarang adalah istri Rafa, dan akan selalu mendampingi suaminya selalu, dan dalam keadaan apa pun, karena itu sudah menjadi tugas dan kewajibannya sebagai istri, dan selalu mendukung suaminya dalam suka mau pun duka.


Rafa yang belum puas menikmati kebersamaannya dengan istrinya, apa lagi masih suasana pengantin baru, harus merelakan waktu berdua nya pada sang istri, karena tuntutan kerja dan perusahaan yang membutuhkannya, serta tanggung jawabnya sebagai CEO.


Waktu bergulir cepat, Rafa pun harus berangkat pagi ini, berat rasanya meninggalkan sang istri yang masih baru di nikahi nya, namun melihat Atika yang tidak masalah, bahkan mengerti dengan keadaan membuat Rafa lega, karena Atika selalu mendukungnya dalam hal apa pun, membuat Rafa semakin mencintai istrinya itu lebih dari apa pun.


"Kamu tidak keberatan kan sayang, aku pergi dalam beberapa hari ini?? tanya Rafa sembari mengelus lembut pipi Atika sayang.


"Aku tidak apa-apa, jangan di pikirkan, aku bahkan senang karena kamu sangat bertanggung jawab sebagai pemimpin, tanpa harus melibatkan urusan pribadi, dan itu juga perlu untuk masa depan kita dan anak-anak kita kelak, ucap Atika tersenyum hangat, ia tahu suaminya berat meninggalkannya, tapi sebagai istri Atika tak ingin di nilai sebagai wanita yang tidak pengertian dengan kesibukan suaminya, sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.


"Terima kasih sayang, aku semakin mencintai mu, kau sungguh pengertian dengan keadaanku, tanpa berpikir aku mengabaikna mu, ucap Rafa memeluk erat Atika.


"itu sudah menjadi tugasku sebagai istri, mendukungmu dalam segala hal dan dan selalu ada untukmu dalam untung dan malang, kalau aku tidak bisa melakukan itu untukmu, itu sama saja aku wanita dan istri yang egois, kamu saja yang tidak tahu asal dan usul ku dulu, bisa berbuat hal yang membuat kita hingga ke tahap ini sekarang, dan semua itu karena cinta dan ketulusan yang ada padamu dan juga aku, ucap Atika membuat Rafa terharu, sungguh istrinya itu wanita yang begitu rendah hati, terima kasih Tuhan telah mempertemukan ku pada wanita yang sangat baik dan pantas untuk ku, batin Rafa menatap Atika lekat.


"Semua perlengkapan mu sudah aku siapkan, berangkatlah dengan tenang, dan jangan khawatirkan aku, karena momy dan Dady akan menjaga ku di sini hm?? ucap Atika mengedipkan sebelah matanya, membuat Rafa terkekeh lucu, istrinya semakin terlihat jahil dan menggemaskan seperti momy nya.

__ADS_1


Atika pun mengantarkan suaminya sampai di depan mansion, Rafa mencium kening Atika dalam sebelum naik ke mobil nya.


"Aku pergi dulu sayang, baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa, hubungi aku, ucap Rafa mengelus sayang kepala Atika.


"Baiklah, hati-hati dan jangan melupakan makan dan terlalu lelah bekerja, ucap Atika mencium lembut bibir Rafa singkat, membuat Rafa tersenyum senang dan hatinya menghangat.


Rafa pun masuk ke dalam mobilnya, melambaikan tangannya, dari dalam mobil yang mulai melaju, yang di kendarai Dewa.


Atika pun masuk ke dalam mansion, melihat Felix yang baru saja turun dengan ayah mertuanya itu.


"Apa suamimu sudah berangkat sayang?? tanya Felix pada Atika yang baru saja masuk ke dalam mansion.


"Hem baiklah, momy paham sayang, dan juga itu sudah jadi kebiasaan suami mu, selalu terburu-buru, dan mendadak saat akan pergi ke mana pun, dan momy sudah terbiasa, ucap Felix tersenyum hangat.


"Apa Rafa mengatakan berapa lama di sana?? tanya Aliando yang sudah duduk di kursinya dan menikmati sarapan paginya.


"Tidak Dad, karena Rafa belum tahu pasti dan selama di sana katanya banyak masalah yang harus di selesaikan secara matang, karena itu Rafa tidak mengatakan berapa lama di sana, jawab Atika sopan.


"Baiklah, semoga anak itu bisa menyelesaikan secepatnya urusan di sana, Dady tahu kalian harusnya masih menikmati waktu bahagia kalian, tapi karena masalah ini, harus Rafa yang melakukannya, dengan terpaksa kalian mengorbankan waktu yang seharusnya kalian nikmati berdua, ucap Aliando tak enak hati pada menantunya itu.


"Apa kau bersedih sayang?? tanya Felix menatap Atika yang juga tak enak hati, karena sudah di tinggal dengan urusan bisnis, padahal menantu dan putranya baru hampir seminggu menikah, batin Atika.

__ADS_1


"Mom, Atika tahu kalian tak enak hati dengan keadaan ini, tapi percayalah Mon, Dad, Atika justru mendukung Rafa yang harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya dan sebagai pemimpin perusahaan, ucap Atika tersenyum hangat, membuat kedua mertuanya itu terharu dengan sikap Atika yang begitu mengerti dengan keadaan putranya itu.


"Terima kasih sayang, kau sangat begitu tulus dan penuh pengertian, Momy akan selalu mendoakan kebahagian kalian, dan Mony yakin kau wanita yang patut di tiru semua menantu dan istri di dunia, ucap Felix kagum.


"Kau seperti momy mu nak, kalian begitu sabar dan tulus, momy mu juga begitu, selalu mendukung Dady dalam hal apa pun, dan sekarang kami mendapatkan menantu yang dua kali lipat begitu tulus dan baik, sungguh Tuhan maha baik dan akan selalu memberikan hal setimpal pada orang yang tulus sepertimu, dan Dady berdoa agar kebahagian selalu menghampirimu dan Rafa, ucap Aliando dan di Amini Atika dan Felix.


Setelah sarapan pagi itu usai, Atika sibuk dengan kegiatannya di taman belakang, setelah mengantarkan ke dua mertuanya itu pergi melakukan aktivitasnya masing-masing.


Atika yang menyukai taman, tanpa berpikir lama, ia pun mencoba menata taman itu agar terlihat lebih indah dan menarik.


Selama dua jam Atika menata taman itu, membuat para Art gelisah karena takut Nona mudanya kelelahan dan bisa sakit, kalau itu terjadi, maka merekalah yang akan kena imbasnya karena sudah membiarkan Atika berlama-lama di taman, dan bekerja di sana.


Para Art, sudah berkali-kali, mengingatkan dan melarang Atika, tapi Atika tetap saja mengatakan jawaban yang sama,"tidak apa-apa" membuat para Art semakin takut dan gelisah.


Akhirnya membiarkan Atika, melakukan apa yang ia mau dan tanpa ada larangan dan gangguan sedikit pun, dan ia senang karena para Art itu menyerah sendiri karena selalu mengabaikan ketakutan para Art itu.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.

__ADS_1


__ADS_2