Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Tangis Bahagia.


__ADS_3

Sudah seminggu Rafa tinggal di hotel, ia sengaja membuat Atika menahan rindu, meski ia juga tersiksa.


Aliando yang sudah tahu cerita tentang putranya yang menunda kepulangannya, merasa senang, karena putranya tidak jauh beda darinya yang memperjuangkan wanita yang tulus dan apa adanya.


Tapi tidak dengan sikap dan perbuatan Aliando dulu, yang sempat menyiksa Felix istrinya.


Berbeda dengan Rafa yang bersikap baik, meski di awal ada kesalahan, namun putranya itu sepertinya tidak ingin mengulangi kesalahan dan penyesalan yang sama seperti Aliando dulu.


Tak ingin menganggu momen putranya yang akan menahlukkan hati calon mantunya, Aliando pun pulang karena sudah merindukan istri tercintanya, dan tentunya sudah mengantongi kabar baik dari putra mereka, dan akan membuat istrinya senang.


Sebelum kembali, Aliando terlebih dahulu menyesaikan masalahnya dengan wanita rubah, yang membuat ia tertendang dari mansion, bahkan papi dan maminya bersekongkol mengusir Aliando dari mansion.


Sungguh kasiannn, kwkwkwkkk.


"Satu jam lagi dady akan berangkat, kalau kamu pulang buatlah momy bahagia dengan membawa Atika ke mansion, ucap Aliando serius pada Rafa.


" Rafa tidak janji dad, karena sampai saat ini, kami masih belum resmi jadi kelasih, jangankan kekasih, menyatakan perasaan pun belum, ucap Rafa menggeleng malas melihat dady nya.


"Dady sudah tahu semua ceritanya, dan dady harap kamu jangan terlalu gengsi untuk menyatakan perasaanmu, kalau kamu tidak ingin berakhir seperti dady, ucap Aliando mengingat penyesalannya di masa lalu.


" Rafa akan usahakan dad, dan tolong jangan dulu memberi momy harapan, Rafa ngak mau momy mendapat kecewa lagi seperti yang sudah-sudah, ucap Rafa mengingat Celi yang begitu mudah termakan omongan Rendra waktu itu.


"Baiklah,, dady akan bicara seadanya pada momy, dan dady harap kamu tidak mengecewakan kami lagi, ucap Aliando menepuk bahu Rafa memberi semangat pada putranya itu.


Rafa pun mengangguk, lalu memeluk dady nya, merasakan kasih sayang yang selalu tercurah padanya, bahkan selalu mengikatkannya di saat ia tak tentu arah.


" Jaga diri kamu baik-baik, dan pulanglah dengan membawa kavar bahagia pada kami nanti, ucap Aliando melepaskan pelukkannya, dan pamit pergi.


"Dady pegi dulu, dan jangan pulang kalau kamu tidak membawa calon mantu kami, ucap Aliando mengedipkan sebelah matanya, menggoda Rafa.


Rafa terkekeh melihat gaya dady nya yang selalu cool, dan membuat Rafa senang berdebat pada dady nya itu, apa lagi kalau lagi tertindas oleh momy nya.


" Hati-hati dady, salam untuk momy.


Aliando pun pergi, yang diantar oleh Dewa ke bandara.


Selama perjalanan menuju bandara, Aliando menanyakan beberapa hal pada Dewa, dan tentu Dewa tidak berani berbohong pada tuan besarnya itu, kalau tidak ingin berakhir di hadapan singa betina, si Ny besar Felix.


"Apa Atika tidak punya ibu??


" Ibu Nona sudah meninggal tuan, kecelakaan tabrak lari, ucap Dewa sambil menyetir dengan kecepatan sedang.


"Lalu bagai mana keadaan ayahnya sekarang??


" Sudah mulai bisa berjalan tuan, tapi masih harus melakukan terapi lagi, sahut Dewa jujur.


"Hmm, Aliando pun hanya berdehem mengangguk paham.


" Tuan kita sudah sampai, ucap Dewa memberitahu.


"Baiklah, tak usah mengantarku ke dalam, dan ingat jaga Rafa dengan baik dan juga calon mantuku, ucap Aliando sebelum turun dari mobil.


"Siap tuan, ucap Dewa sembari memutar bola matanya malas, ngebet bangat punya mantu, batin Dewa.


Dewa pun kembali ke hotel, setelah melihat Aliando sudah memasuki bandara.


Sementara di Vila, Atika yang bermaksud ingin menemui Bibi Lana di kamarnya, tak sengaja mendengar Bibi Lana bicara dengan seseorang lewat ponsel.


" Apa tuan masih di hotel?? tanya Bibi ingin tahu, karena seminggu sudah berlalu semenjak Rafa pergi dari Vila, dan mengira sudah kembali ke kota asalnya.


"Iya Bik, saya masih di hotel, memangnya ada apa Bik.?? tanya Rafa sedikit hawatir, siapa tahu ada terjadi sesuatu pada Atika.


" Tidak apa-apa tuan, Bibi hanya memastikan saja, Bibi kira tuan sudah pulang, ucap Bibi lagi.


"Bagai mana dengan Atika Bik??


" Atika baik tuan, dan masih tetap sama, banyak diam dan melamun, ucap Bibi memberitahu.

__ADS_1


Deg


Ucapan Bibi membuat kaki Atika lemas, lagi-lagi Atika harus mendengar kenyataan yang membuatnya sakit, kalau memang tuan mencintai Tika kenapa menghindari Atika, dan memilih tinggal di hotel, apa maksud semua ini, pikir Atika yang mersakan sesak di dadanya, dan menangis sedih.


"Besok saya akan ke Vila Bik, dan bicara pada Atika, ucap Rafa mantapkan hatinya.


" Syukurlah tuan, Bibi sudah tidak tahan lagi, melihat Atika yang terus bersedih, ucap Bibi lega.


"Jangan beritahu pada Atika Bik, kalau saya akan datang ke Vila besok, ucap Rafa dari seberang telpon mengingatkan Bibi Lana.


" Tentu tuan, apa Bibi boleh tahu tuan menginap di hotel mana?? Tanya Bibi lagi.


"Saya di Hotel C Bik.!


" Di hotel C?? berarti tidak jauh dari Vila ini tuan?? ucpa Bibi lagi.


"Iya Bik, supaya urusan ke pabrik tidak terlalu jauh, bohong Rafa, padahal supaya bisa melihat Atika setiap hari.


Atika yang mendengar Rafa tinggal di hotel C, berjalan menuju kamarnya, mengambil beberapa lembar uang, dan berlari keluar dari Vila.


Saat sudah tiba di jalan, Atika memanggil ojek, dan meminta mengantar Atika ke hotel C.


" Mau kemana Neng.??


"Ke hotel C berapa mas??


"Tiga puluh ribu Neng.


Atika pun melihat uangnya, ternyata cukup, dan sisa lima ribu di tangannya.


"Ini mas, dan antarkan saya ke hotel C, cepat ya mas, ucapa Atika yang sudah tidak sabaran.


Si tukang ojek pun membawa Atika, ke tujuan yang di katakan Atika tadi, dan hanya waktu 20 menit Atika sudah berdiri di depan Gedung hotel yang menjulang tinggi.


"Makasih ya mas.


Atika pun berjalan menuju meja receptionis, dia bertanya pada wanita yang bertugas disana.


"Permisi mbak.


" Ada yang bisa saya bantu Nona?? sahut wanita itu ramah.


"Apa ada nama Tuan Rafa, menginap di hotel ini.?? tanya Atika sedikit gemetar.


" Sebentar saya cek dulu Nona, sahut wanita itu sopan, dan Atika pun mengangguk.


"Ada Nona, tuan Rafa ada di kamar 308, lantai tiga, ucap wanita itu memberitahukan.


Atika hanya mengangguk, tapi dia masih berdiri di depan receptionis itu, hingga wanita itu bertanya lagi.


" Bukankah Nona ingin menemui tuan Rafa?? beliau ada di kamar 308, lantai tiga, ucap wanita itu mengulangi.


"Maaf mbak, tapi saya tidak tahu cara naik ke atas, ucap Atika jujur.


Wanita itu pun paham, lalu memanggil seorang wanita untuk mengantar Atika ke lantai tiga.


" Makasih mbak, ucap Atika sopan, karena telah di bantu wanita itu.


"Sama-sama nona, dan silahkan, sahut wanita itu tersenyum lembut.


Atika pun masuk ke dalam lift, bersama seorang wanita pekerja hotel itu, mengantar Atika sampai lantai tiga, suara Lift yang menandakan sudah di lantai tiga pun terbuka.


Atika dan seorang wanita tadi keluar, lalu menunjukkan kamar 308, wanita itu pun pergi setelah mengantar Atika di depan kamar 308.


Atika yang polos, yang tidak pernah menikmati hidup mewah, sangat minim mengetahui alat-alat canggih, hingga ia tidak menekan bel, melainkan mengetuk kamar yang tertulis 308 itu.


Tok, tok, tok.

__ADS_1


Rafa yang beberapa menit, menyudahi sambungan telponnya bersama Bibi Lana, dan bermaksud ingin istirahat saja, karena besok ia akan ke Vila menemui Atika.


Ketukan pintu, membuat Rafa mengurungkan diri untuk merebahkan badannya, sedikit kesal, kenapa mengetuk, dan tidak menekan bel saja, pikirnya.


Berjalan menuju pintu, perlahan Rafa pun membuka pintu dan..


Deg


Rafa terbelalak, saat melihat sosok wanita yang di rindukannya, berdiri di depan pintu kamarnya.


Atika yang melihat sosok Rafa, tanpa mengatakan apa pun, langsung menerobos, memeluk Rafa seperti menerjang, hingga membuat Rafa terhuyung mundur beberapa langkah.


Hiks, hiks, hiks, tangis Arika dalam pelukan Rafa, yang membenamkan wajahnya di dada Rafa.


Rafa pun mengelus punggung Atika lembut, dan mengecup pucuk kepala Atika beberapa kali.


"Suuttt, jangan menangis lagi, ucap Rafa memeluk Atika erat, dan mengelus sayang kepala Atika.


Atika pun semakin terisak kuat, merasakan lega, karena bisa melihat dan memeluk sosok yang di rindukannya, dan membuat perasaanya setiap hari kacau karena menahan sesak dan rindu yang sangat besar.


" Maaf, hiks, hiks, hiks, ucap Atika dalam dekapan Rafa.


Rafa pun membawa Atika duduk di sofa, setelah merenggangkan pelukan mereka.


"Kenapa minta maaf hm?? ucap Rafa menghapus air mata Atika lembut.


"Sudah membuat tuan kecewa dan sakit hati karena sikap Tika, yang tidak melihat ketulusan tuan, ucap Tika masih terisak pilu.


" Oh itu, ucap Rafa tersenyu masam, mengira Atika akan mengatakan mencitainya, tapi ternya hanya ungkapan penyesalan, pikir Rafa.


"Tttidak.! sahut Atika cepat, tak ingin kedatangannya di anggap karena merasa bersalah saja.


"Lalu.?? tanya Rafa menatap Atika dalam.


" Atika mencintai tuan, ucap Atika malu, menangis di pelukan Rafa lagi.


Rafa yang mendengar Atika mengungkapkan perasaannya, sengaja menggoda Atika lagi.


"Oh itu.! ucap Rafa merespon biasa saja, padahal hatinya sudah berbunga- bunga, apa lagi dadanya yang sudah berdebar-debar seperti genderang perang.


Atika yanh mendengar respon Rafa biasa saya, melepas pelukannya, dan tertunduk sendu, mengira Rafa tidak senang dan tidak mencintai Atika seperti ia mencintai Rafa.


" Maaf tuan saya sudah lancang, ucapa Atika menjauhkan tubuhnya dari Rafa hingga berjarak setengah meter.


'Maaf tuan, saya sudah gila, beraninya mencintai anda, saya akan pergi dan tidaka akan muncul lagi di hadapan anda, ucap Atika berdiri, dan hendak keluar dari kamar Rafa.


Rafa yang melihat Atika ingin pergi, menyesali ucpannya yang sengaja menggoda Atika, ia lupa Atika gadis polos yang berpikir seadanya.


"Berhenti di situ.!! ucpa Rafa yang tak ingin Atika melanjutkan langkahnya.


Atika pun berhenti, tanpa berbalik badan, menghapus air matanya yang mengalir deras, berpikir perasaannya di permainkan lagi.


Rafa pun berjalan, memeluk Atika dari belakang, dan menyandarkan Atika di dadanya.


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi dan melupakanku hm??


" Aku bahkan sangat senang ternyata perasaanku terbalas oleh cinta gadis yang sudah membuatku hampir gila.


"Aku hanya menggodamu saja tadi, tapi kamu sudah serius begitu, ucap Rafa, mengecup kepala Atika dalam, dan membuat tangis Atika pecah.


" Aku mencintaimu, Bisik Rafa di telinga Atika, dan memutar tubuh Atika menghadap ke arahnya, dan mencium pipi dan kening Atika sangay dalam, melepaskan kerinduannya, dan memeluk erat Atika yang menangis dalam dekapannya, terharu dengan ungkapan Rafa, yang mencintainya sangat tulus.


Rafa pun meneteskan air mata bahagianya, merasakan kehangatan tubuh Atika dalam dekapannya.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2